Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 48 - Sisi Lain Juna


__ADS_3

"Cil.." Panggil Airyn pada Juna, membuat pemuda yang tengah mencuci tangan nya di dapur itu menoleh.


"Apa?"


"Mau di pukpuk perut nya, sakit lagi nih." Rengek Airyn dengan suara manja nya. Sungguh demi apapun, siapapun yang mendengar nya akan gemas, termasuk Juna. Dia sangat gemas dengan kekasih nya sekarang ini, ingin sekali dia menggigit pipi gembul Airyn, tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat. Wanita itu sedang datang bulan saat ini, jadi bisa di pastikan masalah sekecil biji jeruk pun jadi sebesar buah semangka. 


"Utututu, bayi ku pengen di pukpuk ya? Sini, aku pukpuk." Ucap Juna. Dia langsung menyelesaikan kegiatan nya, lalu berjalan mendekat ke arah sang kekasih yang menunggu nya di dekat meja makan. 


"Mau di gendong juga." Rengek Airyn lagi. Juna terkekeh, lalu tanpa banyak bicara lagi dia segera menggendong tubuh Airyn seperti bayi koala.


"Manja nya si cantik." Ucap Airyn sambil tersenyum, beberapa kali dia menciumi kening Airyn. Tapi sepertinya, wanita itu tidak puas jika Juna hanya mencium kening nya saja. Jadi, dia meraih bibir Arjuna dan mencium nya dengan mesra. 


Juna harus berhenti berjalan untuk melayani ciuman sang kekasih, mau bagaimana pun juga bibir Airyn adalah candu bagi nya. Dia suka, sangat menyukai bibir kemerahan sang kekasih yang terasa manis.


"Aaahhsss, sayang sakit.." Ucap Juna, dia melepas paksa pagutaan bibir mereka. Dia meringis karena jempol kaki nya malah tertimpa rak sepatu yang tak sengaja Juna injak. 


Airyn segera turun dari pangkuan Arjuna dan melihat jempol kaki pemuda itu terlihat membiru seketika. Bayangkan saja, tertimpa rak sepatu. Lagian, ciuman di dekat tangga memang bukan ide yang bagus.


"Sakit?"


"Kebas, yang. Gak kerasa apa-apa ini mah." Jawab Arjuna sambil mengusap-usap kaki nya.


"Maaf ya?"


"Kok kamu minta maaf, yang? Kamu gak salah kali, kenapa minta maaf?"


"Tapi kalau kita gak ciuman disini, gak mungkin kamu tertimpa rak sepatu gini." Jelas Airyn.


"Udah aaahhh, ini bukan salah kamu. Aku nya aja yang ceroboh, yuk ke kamar. Mau di gendong lagi, sayang?"


"Gak deh, kayaknya kamu bakalan kesusahan deh jalan nya. Soalnya jempol kamu sakit."


"Cuma gini doang, sayang. Gendong kamu mah aku masih sanggup kok." Jawab Arjuna. Dia pun kembali menggendong Airyn, kali ini dia menggendong wanita itu ala bridal style. 


"Jangan mancing-mancing, sayang. Nanti aja di kamar." Ucap Juna karena Airyn kembali mencium bibir nya. Wanita itu cengengesan, lalu kembali diam di dekapan hangat sang kekasih dengan anteng agar pemuda itu tidak kembali mengalami musibah. 

__ADS_1


Sesampai nya di kamar, Arjuna memilih untuk langsung merebahkan tubuh Airyn di atas ranjang, wanita itu terlihat sedikit cemberut saat Juna menolak ciuman nya tadi. 


"Sayang ishhh.." Rajuk Airyn membuat Juna terkekeh pelan. Dia merasa lucu saja saat melihat sang kekasih merajuk seperti ini. Lucu, pokoknya Airyn terlucu sedunia versi Arjuna.


"Iya iya, yuk lanjut." Jawab Juna. Wanita itu tersenyum dan keduanya kembali berciuman dengan mesra. Airyn terlihat sangat bersemangat saat memaguut bibir Juna, hingga sering kali dia tak sengaja menggigit bibir Juna, namun pemuda itu tidak protes sama sekali, dia malah merasa semakin terbakar. Sungguh, dia sangat bergairaah sekali sekarang, dia ingin melampiaskan nya dengan melakukan adegan-adegan yang lebih panas bersama Airyn seperti ajakan wanita itu kemarin.


Namun, sayang sekali dia ingat kalau Airyn sedang datang bulan sekarang. Dia terlalu bersemangat hingga membuat nya berkeringat, Juna pun menjeda ciuman mereka untuk membuka kaos yang dia kenakan. Dia juga membuka pakaian Airyn, sungguh Juna terlihat sangat panas sekarang, Airyn juga suka melihat Juna yang terlihat seksii bagi nya dengan penampilan nya sekarang.


Rambut nya yang sedikit panjang itu terlihat basah karena keringat, ruangan ini ber AC namun hal itu tidak membuat suhu di antara kedua anak manusia itu terasa dingin, mereka malah semakin memanas. Bahkan Juna sendiri sudah terlihat kepanasan sekarang. 


Puas dengan bibir, Juna menyesap leher Airyn dan meninggalkan beberapa bekas kemerahan disana. Sungguh demi apapun, Airyn di buat melenguuh oleh perbuatan Arjuna yang terasa berbeda, mungkin karena dia tengah di landa gairaah yang membuncah sekarang. 


"Juna.." Lenguuh Airyn dengan manja, membuat Juna tersenyum nakal.


"Terus panggil nama ku dengan suara indah mu, Baby." 


"Pelan-pelan saja, Jun." Lirih wanita itu saat Juna menyerang buah kenyal miliknya yang puncak nya sudah terlihat menegang karena sedari tadi terus di mainkan oleh Juna. 


Pemuda itu menyusu seperti seorang bayi, dia menyesap puncak kecoklatan Airyn dengan rakus, bahkan dia dengan nakal menggigit pucuk buah itu dengan gemas hingga membuat Airyn mendesaah tak karuan. Hanya bermain seperti ini, belum ke tahap having segs, namun hal ini saja sudah mampu membuat Airyn mengeluarkan desaahan indah nya.


"Enak?"


"A-aku gak kuat, dia mengalir.." Lirih Airyn ambigu, membuat Juna mengernyitkan kening nya keheranan. Apa yang di maksud oleh Airyn? Apa nya yang mengalir?


"Dimana yang mengalir sih, Bby?"


"Ini, disini." Jawab Airyn sambil menunjuk ke area bawah nya, Juna tertawa pelan.


"Apa yang mengalir? Darah atau cairan kamu, Bby?"


"Mungkin kedua nya, aduh ngilu."


"Sayang, aku tegang." Lirih Juna sambil beranjak dari atas tubuh Airyn yang setengah polos. Pakaian dan batok kelapa gandeng nya sudah terlepas dari tempat nya entah kemana.


"Mau aku bantu keluarin atau gimana, yang?"

__ADS_1


"Apa nya?"


"Itu nya.."


"Gak usah, Bby. Malu aku.."


"Curang ya, kamu udah liat tubuh aku!"


"Cuma atas nya doang, yang bawah belom, Bby." Jawab Arjuna. Memang, sejauh ini dia belum pernah berani sampai membuka celana Airyn, begitu juga dengan Airyn, dia belum pernah melihat sesuatu yang tersembunyi di balik celana Juna.


"Ayo, aku mainin."


"Gak usah, jangan ngeyel. Aku gak bisa lampiasin karena kamu lagi datang bulan, isshh."


"Makanya, aku bisa pake tangan atau mulut, sayang."


"Enggak, aahh udah. Sana tidur, aku mau ke kamar mandi."


"Dih, ngapain?" Tanya Airyn dengan tatapan menyelidik. 


"Apa aja, kepo!"


"Mau main solo ya?"


"Itu tau, dahlah aku tidurin adik aku dulu. Kamu tidur duluan, kalo di tungguin takut nya lama." Jawab Juna sambil berjalan ke arah kamar mandi.


"Gak tertarik pake tangan aku, Yang?"


"Gak, kuku nya panjang." Jawab Juna, lalu masuk ke kamar mandi dan menutup pintu nya.


"Jangan halu gituan sama cewek lain, awas!"


"Kagak." Jawab Juna sedikit berteriak dari kamar mandi. Airyn tertawa pelan, wajah Juna ketika sedang berhasraat terlihat sangat seksii bagi pandangan Airyn. Andai saja dia sedang tidak datang bulan, bisa di pastikan malam ini keperawaanan Airyn akan hilang oleh Juna.


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1



__ADS_2