Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 69 - Daddy Jo


__ADS_3

Suasana terasa mencekam, apalagi ketika melihat tatapan Jonathan, membuat Airyn merasa terintimidasi. Juna juga merasa demikian, namun karena dia seorang laki-laki, jadi dia berusaha menormalkan ekspresi wajah nya agar tidak terlihat takut.


"Maaf, Tuan dan Nyonya. Saya begitu lancang dengan berani menjalin hubungan dengan Airyn." Lirih Arjuna.


"Kenapa harus minta maaf? Kamu mencintai putri saya? Apa kamu juga  mencintai pemuda ini, Airyn?" Tanya Jonathan dengan tatapan yang cukup tajam. 


"Iya, Airyn cinta sama Juna." Jawab Airyn dengan tegas. Juna menatap wajah Airyn yang tidak menyiratkan keraguan sedikit pun. Dia terlihat sangat yakin dengan jawaban yang dia lontarkan. 


"Kamu? Mencintai Airyn juga?" Tanya Jonathan pada Juna. Airyn menatap Juna, dia berharap jawaban Juna juga sama seperti dirinya. Tapi, dari awal memang dia yang sudah jatuh cinta terlebih dulu pada pemuda itu. 


Juna meraih tangan Airyn lalu menggenggam nya, membuat wanita itu terkejut. 


"Tentu, saya sangat mencintai Airyn, Tuan." Jawab Juna tak kalah tegas nya, membuat Airyn menganga. Tapi, sedetik kemudian dia tersenyum penuh kebahagiaan. Artinya, cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan. Tidak mungkin rasanya jika Juna tidak mencintai nya, kan? Apalagi setelah Airyn memberikan keperawaanan nya pada Juna. 


"Jadi, kapan kalian akan menikah?" Tanya Monica. 


"H-aahh?" Tanya Airyn dan Juna bersamaan, ekspresi kedua nya terlihat sangat terkejut. Berbeda dengan Jonathan dan Monica yang terlihat menguluum senyum mereka.


Saat ini, ke empat nya berada di sebuah cafe privat yang di pesan oleh Jonathan, khusus untuk membicarakan masalah ini bersama Juna dan Airyn. Mereka merasa, kalau ini memang sudah waktunya. Terlebih lagi, Jonathan merasa kalau hubungan Airyn dan Juna sudah terjalin cukup lama. Jadi tak ada masalahnya kalau dia menanyakan kesiapan pemuda itu untuk ke jenjang yang lebih serius kan?


"Tidak perlu kaget begitu, kamu pikir Daddy lepas tangan saja saat kamu pergi dari rumah? Tidak, sayang. Daddy selalu melihat kamu, hanya saja dari kejauhan." Ucap Jonathan sambil tersenyum. 


"Dad.."


"Jangan khawatir, sayang. Daddy merestui hubungan kalian, Daddy tahu kalian saling mencintai." Ucap Jonathan membuat Airyn maupun Juna terkejut dengan ucapan pria itu.


"Tapi Dad.."


"Kenapa? Apa alasan kamu belum siap mempertemukan Juna dengan kami itu karena Juna bekerja di cafe sebagai waiters?" Tanya Jonathan. Speechless, bahkan sampai isi kepala Airyn saja pria paruh baya itu mengetahui nya.


"Kamu berpikiran seperti itu tentang kami, sayang?" Tanya Monica pada putri nya.


"Tidak seperti itu, Mami. Tapi.."


"Kami tidak masalah kamu mau menjalin hubungan dengan siapapun, karena kami yakin kamu punya pilihan sendiri. Hanya saja, kami agak sedikit shock saat mengetahui kamu memiliki pacar berondong." Jawab Monica sambil terkekeh. 


"Mami.."


"Kalian bertemu dimana?" Tanya Jonathan. 


"Di cafe tempat saya bekerja, kebetulan Airyn meeting disana dan makan. Saya yang melayani nya, Tuan. Lalu, keesokan hari nya saya juga bertemu dengan Airyn di restoran yang anda datangi hari itu."

__ADS_1


"Tunggu, cafe dan restoran? Maksud mu, kau bekerja di dua tempat sekaligus?" Tanya Jonathan lagi. Juna tersenyum kecil lalu menganggukan kepala nya. 


"Benar, Tuan."


"Apa alasan mu, hmm? Bekerja di dua tempat sekaligus, itu sangat melelahkan bukan?" Tanya pria paruh baya itu. 


"Alasan nya simpel saja, Tuan. Saya memiliki tanggungan, ibu dan adik saya di kampung." Jawab Juna sambil tersenyum kecil.


"Kau menjadi tulang punggung keluarga mu? Kemana ayah mu, Jun? Kau masih sangat muda."


"Ayah sudah lama pergi, Tuan. Dia kembali kepada pemilik nyawa." Jawab Juna membuat Jonathan menatap pemuda itu dengan nanar. Pemuda yang mandiri dan pekerja keras, apa ini yang membuat putri nya jatuh hati pada sosok Arjuna?


"Juna.."


"Iya, Tuan.."


"Jangan panggil aku seperti itu, panggil Papa, ayah atau Daddy seperti Airyn. Sekarang, kau calon menantu ku." Jawab Jonathan membuat Juna terhenyak. Calon menantu? Astaga, apa dia mimpi?


"Tuan.."


"Hmm, ajari dia memanggil aku Daddy seperti mu, Ai." 


"Baik, Dad." Jawab Airyn sambil tersenyum. Senyuman yang terlihat sangat tulus, baru kali ini dirinya melihat putrinya tersenyum setulus ini. Sungguh, dia yakin ada alasan di balik semua ini. Namun, apapun itu, pasti alasan nya baik dan pasti ada nama Juna di balik senyuman itu. 


"Senyum ini takkan pernah hilang kalau aku bersama Juna, Dad. Airyn bahagia bersama Juna." Jawab Airyn, membuat Jonathan tersenyum simpul. Lagi-lagi, tebakan nya benar. Ada nama Juna di balik senyuman manis itu.


"Besok, ajak Juna ke perusahaan." Perintah Jonathan. 


"Ngapain, Dad?"


"Ajarkan dia bekerja di perusahaan, kelak dia yang akan menggantikan mu di perusahaan. Nanti, jika kalian sudah menikah, kau akan menjadi ibu rumah tangga yang akan selalu berada di rumah setiap hari. Menjaga anak dan melayani suami mu, itu kodrat seorang wanita. Jadi Juna yang akan menggantikan tugas mu di perusahaan, sayang."


"Tapi, Tuan.."


"Daddy, panggil aku Daddy, Jun!" Tegas Jonathan, karena Juna terus saja memanggil nya dengan panggilan Tuan dan dia tidak suka itu. Dia ingin, Juna memanggil nya Daddy seperti Airyn.


"Baik, Daddy.."


"Terdengar lebih baik." Ucap Jonathan.


"Jadi besok, kau ikut ke perusahaan bersama Airyn. Belajar lah pelan-pelan, Daddy yakin kamu akan bisa menangani perusahaan."

__ADS_1


"Dad, aku hanya lulusan SMA. Apa aku bisa?"


"Jangan pesimis, Juna. Kau pasti bisa, kau hanya perlu percaya pada dirimu sendiri." Ucap Jonathan sambil tersenyum kecil.


"Jun, kamu pasti bisa. Semangat, besok kita belajar ya. Pelan-pelan aja, nanti kamu bakalan bisa kok." 


"Aku agak ragu sedikit, hehe." Ucap Juna sambil cengengesan.


"Kalian tadi lagi ngapain di pinggir jalan?"


"Airyn pengen jajan aja sih, Dad. Udah lama Airyn gak makan makanan pinggir jalan kayak gini." Jawab Airyn sambil tersenyum. 


"Jangan terlalu sering makan makanan kayak gitu, gak sehat."


"Sekali kali gapapa kan, Dad." Bujuk Airyn pada sang Daddy. 


"Ya gapapa, tapi jangan kebanyakan aja. Skincare mahal."


"Dih, Daddy."


"Jagain putri Daddy ya, Jun. Dia agak keras kepala sedikit, manja juga. Tapi hatinya sangat lembut." 


"Saya akan menjaga Airyn dengan baik, Dad. Terimakasih sudah percaya sama Juna."


"Tak ada salah nya percaya dengan pilihan putri ku sendiri." Jawab Jonathan sambil tersenyum kecil. 


Setelah hampir satu jam berbincang, akhirnya Juna berpamitan untuk pulang lebih dulu. 


"Dad, sudah malam. Saya pamit pulang dulu." Ucap Juna.


"Airyn mau pulang ke rumah atau ikut dengan Juna?" Tanya Jonathan. 


"Hmm, Airyn sama Juna aja deh. Kapan-kapan lagi ya kan naik motor malem-malem."


"Hah, naik motor? Kamu naik motor kesini?" Tanya Jonathan.


"Di bonceng Juna, Daddy." Jawab Airyn sambil terkekeh.


"Yaudah, hati-hati kamu bawa motor nya ya Jun."


"Siap, Daddy." 

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2