Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 82 - Semua ada Alasan nya


__ADS_3

Juna sedang melihat sang kekasih dan ibunya yang tengah bahu membahu untuk membuat kolak. Sang ibu tengah memarut kelapa dan Airyn yang sedang mengupas ubi nya. 


"Biar aku bantu, sayang."


"Ehh, mana Nana? Kamu jagain Nana aja, yang." Jawab Airyn.


"Main hape."


"Jangan keseringan di kasih main hape dong, yang. Nanti anak nya kecanduan terus jadi males belajar." Ucap Airyn membuat Mirna tersenyum, Airyn sangat perhatian pada putri bungsu nya. Kurang apa lagi Airyn sebagai calon mantu dan calon kakak? Dia sudah sangat sempurna untuk menjadi seorang istri. 


"Iya, enggak kok. Cuma kalo lagi sibuk aja nanti di kasih hape biar gak rewel anaknya."


"Yaudah, tapi jangan di biasain juga kalo sibuk di kasih maen hape terus."


"Iya, sayangku." Jawab Juna sambil tersenyum, dia mengusap kepala Airyn lalu mencium kening nya tanpa ragu meskipun di depan nya ada Mirna. Melihat hal itu, Mirna tersenyum. Dia tak pernah melihat Juna seperti ini, artinya Airyn memang gadis yang spesial untuk Juna. Maka dari itu dia memperlakukan Airyn sedemikian lembut dan penuh kehangatan. 


Juna terlihat begitu menyayangi Airyn, begitu juga dengan gadis cantik itu. Kedua nya adalah sepasang insan yang saling mencintai. 


"Hati-hati pegang pisau nya, sayang. Nanti kena tangan."


"Iya iya, aku kan udah gede." Jawab Airyn. 


"Kamu udah gede tapi kelakuan kamu masih kayak bocil, ceroboh."


"Hehe, kan ada kamu yang bakalan jagain aku." Jawab Airyn sambil bersandar manja di pundak Juna. Pemuda itu mengecup mesra puncak kepala Airyn. 

__ADS_1


"Mamak mau ngambil daun pandan dulu ya di belakang."


"Biar Juna aja, Mak." Juna menawarkan diri. 


"Yaudah, jangan banyak-banyak. Ambil secukupnya aja." 


"Iya, Mak." Jawab Juna. Pemuda itu beranjak dari duduknya dan pergi keluar untuk mengambil daun pandan. 


Singkatnya, kolak candil ala Mamak Mirna pun matang dan siap di hidangkan. Airyn terlihat sangat antusias saat melihat kolak itu dan aroma nya yang membuat nya merasa lapar seketika. 


"Airyn boleh makan sekarang, Mak?"


"Makan saja, sayang. Ayo di makan.." Ucap Mirna. Airyn pun menyendok kuah gula merah itu dan meniup nya, lalu memasukan nya ke dalam mulut. Dia terlihat membulatkan mata nya saat merasakan ternyata rasa nya benar-benar enak. Perpaduan antara gula merah dan santan membuat kuah nya terasa manis dan juga gurih. 


"Enak banget ini mah, makasih Mamak."


"Sama-sama, sayang." Jawab Mamak Mirna. Dia tersenyum ketika melihat Airyn memakan kolak nya dengan lahap. 


Malam harinya, Airyn terlihat sedang duduk bersama dengan Juna di teras. Kedua nya mengobrol santai, sesekali bersenda gurau di selingi dengan bercandaan yang membuat keduanya tertawa. Suasana malam hari yang terasa dingin itu tidak terasa lagi karena Juna bisa menghangatkan suasana. Juna merangkul pundak sang kekasih, Airyn juga menyandarkan kepala nya di pundak Juna.


Tangan Juna mengusap-usap kepala Airyn dengan lembut, keduanya melihat langit malam yang bertabur jutaan bintang yang terlihat sangat indah. Mereka berkelap-kelip di atas sana, semilir angin juga menambah kehangatan yang di ciptakan antara keduanya. Juna tersenyum ketika merasakan kalau Airyn memeluk pinggang nya dari samping. 


"Aku bahagia bisa kenal kamu, Mamak sama Nana, sayang." Ucap Airyn lirih. 


"Aku juga sangat bahagia karena bisa mengenal wanita yang luar biasa dan cantik seperti dirimu, sayang." Balas Juna, dia kembali melayangkan kecupan mesra di kening Airyn. 

__ADS_1


"Jangan pernah meninggalkan aku ya, Jun?"


"Tidak akan pernah, apapun alasan nya. Aku takkan pernah meninggalkan dirimu, sayang." Jawab Juna sambil tersenyum. 


"Biarlah hanya maut yang memisahkan kita nantinya, aku ingin menikah sekali seumur hidup. Seperti Mamak dan Bapak, sampai sekarang Mamak gak mau menikah lagi karena janji mereka dulu, hanya akan menikah sekali seumur hidup." Jelas Juna.


"Tapi kasian Mamak juga kalau hidup sendirian begini, sayang."


"Dia tidak sendirian, sekarang dia punya kita kan?" Tanya Juna lagi. Airyn langsung menganggukan kepala nya dengan cepat, benar. Mamak dan Nana memiliki mereka sekarang. 


"Mamak gak bakalan kesepian lagi, karena ada kita."


"Iya, sayang. Terimakasih.."


"Terimakasih untuk apa?" Tanya Airyn sambil menatap Juna. 


"Terimakasih karena sudah mau menerima ku apa adanya, keadaan ku sekarang dan juga keluarga ku. Bahkan setelah kamu tahu seperti apa kehidupan ku disini pun, kamu tidak keberatan sama sekali." Jelas Juna yang membuat Airyn tersenyum kecil. 


"Sama-sama, aku menerima semua tentang kamu karena aku mencintaimu." Jawab Airyn sambil kembali memeluk Juna dengan lembut. 


"Setiap dan semua hal yang aku lakukan padamu, pasti memiliki alasan dan alasan nya adalah karena aku mencintaimu, Arjunaku."


....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2