
"S-sayang.."
"Apa? Kamu mau bukti kan, ayo aku kasih bukti kalau aku benar-benar cinta sama kamu." Jawab Airyn yang membuat Arjuna terdiam. Memang, dia sendiri yang tadi meminta bukti pada Airyn, tapi tidak dengan meminta keperawaanan wanita itu juga kan?
"Iya, aku mau bukti tapi tidak dengan hal itu, sayang."
"Kenapa? Waktu itu kamu mau nanam bibit unggulan kamu di aku kan? Tapi aku nya keburu kotor, sekarang aku udah bersih lho." Jawab Airyn lagi. Dia melangkah ke arah ranjang dan duduk di sisi ranjang, di samping Juna yang terlihat menatap nya dengan tatapan penuh arti.
"Pagi-pagi gini kamu keliatan seksii banget deh." Ucap Airyn sambil meraba dada bidang sang kekasih, dia juga memainkan jemari nya disana, mengukir pola abstrak yang membuat Juna memejamkan mata nya menikmati sentuhan jemari Airyn yang lembut.
"Diam, sayang. Aku tidak mau lepas kendali." Jawab Juna.
"Kenapa? Aku siap nampung bibit unggulan kamu."
"Tapi.."
"Ayo, aku sudah bersih. Kemarin malam aku dah keramas kok, sekarang udah bersih." Jawab Airyn lagi membuat Juna terdiam.
"Sayang, kamu yakin memberikan hal itu padaku? Bagaimana jika kita tidak berjodoh, apa kamu tidak akan menyesal?" Tanya Juna sekali lagi, kalau sekali lagi wanita itu menjawab dengan yakin, dia takkan menunggu apapun lagi.
Dia pemuda yang normal, jika di tawari seperti ini dia pasti akan langsung mengiyakan.
"Tidak apa-apa, aku akan membuat kita berjodoh, sayang."
"Caranya?" Tanya Juna. Jujur saja, dia khawatir dengan respon kedua orang tua Airyn jika mereka tahu kalau kekasih putri nya hanya seorang pelayan cafe? Padahal hari itu, dia sudah bertemu dengan kedua orang tua Airyn namun Juna tidak mengetahui kalau pasangan suami istri yang menjadi pengunjung di restoran nya adalah calon mertua nya.
"Maybe, baby?"
"Astaga, sayang. Jangan gila!"
"Memang nya kenapa? Biarkan saja aku gilaa, toh aku gilaa karena aku benar-benar mencintaimu."
__ADS_1
"Sayang, jangan seperti itu.."
"Cepatlah, ayo.." ajak Airyn lagi, dia menuntun tangan besar Juna ke arah dada nya. Sebelum nya, dia sudah membuka beberapa kancing kemeja yang dia kenakan.
"Sayang, sebentar. Aku gugup, biarkan aku cuci muka dulu ya."
"Hahaha, sayang. Biasa nya juga langsung nyosor kamu, yang."
"Kan sekarang beda lagi, Bby." Jawab Juna. Dia pun beranjak dari duduknya dan berjalan cepat setengah berlari untuk bisa ke kamar mandi. Wanita itu terkekeh pelan, dia juga beranjak dari duduk nya dan pergi ke ruang ganti. Dia akan memberikan kejutan pada Juna jika dia sudah keluar dari kamar mandi nanti.
Sekitar sepuluh menit kemudian, Juna keluar dari kamar mandi dengan wajah dan rambut yang basah. Pria itu celingukan mencari keberadaan sang kekasih yang tak berada di kamar.
"Sayang.." Panggil Juna sambil berjalan. Tak lama kemudian, Airyn keluar dari ruang ganti dengan pakaian minim yang dia kenakan. Padahal masih pagi, tapi udara nya sudah sangat panas bagi Juna yang memang sudah bernafssu sejak tadi pagi, apalagi saat melihat Airyn dan mendengar ucapan wanita itu membuat sekujur tubuh nya memanas.
Juna menganga melihat Airyn yang berdiri di hadapan nya dengan pakaian dinas berwarna hitam yang dia kenakan. Pakaian tipis dan menerawang, bahkan membuat dalamaan yang di kenakan wanita itu terlihat dari luar.
"S-sayang, apa ini?"
"Pakaian dinas, sayang."
"Ada deh, ayoo.." Ajak Airyn, dia menarik tangan Juna dan kedua nya pun duduk di sisi ranjang. Hingga beberapa detik kemudian, Airyn pindah ke atas pangkuan Juna dan melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh Juna. Airyn tersenyum menggoda, membuat Juna menelan ludah nya dengan kepayahan. Sungguh demi apapun, Airyn terlihat sangat menggairahkan.
Airyn pun memulai dengan mencium bibir Juna, pemuda itu menerima nya dengan senang hati, dia juga melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Airyn dengan posesif.
Juna mulai merasa panas sekarang, dia pun mencium Airyn dengan ganas dan liar, tidak seperti biasa nya. Juna terlihat sangat bernafssu saat ini, bahkan Airyn yang sedari tadi menantang Juna pun di buat sedikit kewalahan.
"Eungg.." Airyn melenguuh saat bibir Juna merambah ke leher nya dan memberikan beberapa tanda kemerahan disana. Juna beranjak dari duduknya dan merebahkan tubuh Airyn di atas ranjang tanpa melepaskan ciuman nya.
"Aku udah gak tahan, yang.." Lirih Juna, wajah nya memerah dengan keringat yang mengucur membasahi wajah nya.
"Lakukanlah, sayang." Jawab Airyn. Dengan cepat, Juna menanggalkan pakaian nya dan juga pakaian milik Airyn. Kedua netra wanita itu di buat melotot begitu dia melihat milik Juna yang sudah berdiri tegak siap bertempur.
__ADS_1
"Apa itu bisa masuk, yang? Gede banget."
"H-aahh?"
"Itu.." Tunjuk Airyn ke arah ular cobra milik Juna.
"Gak tau, kan belum di cobain. Coba aja dulu ya? Kalau gak masuk ya gapapa." Jawab Juna. Airyn menganggukan kepala nya, dia pun mulai menggesekan miliknya dengan perlahan ke pintu masuk milik Airyn. Tentu nya, setelah dia merasa kalau milik Airyn sudah siap di masuki.
Juna menekan nya dengan perlahan, tapi belum juga masuk, Airyn sudah meringis kesakitan. Dia memejamkan kedua mata nya, Juna yang melihat hal itu pun merasa tidak tega.
"Sayang, sakit ya? Udahan aja ya, aku gak tega." Ucap Juna. Dia bersiap untuk mencabut kembali miliknya, namun tangan Airyn menahan nya.
"Lanjutkan saja, aku bisa menahan nya." Jawab Airyn.
"Kamu yakin, sayang?"
"Ya, aku yakin. Lakukan saja, jangan menunda lagi."
"Baiklah, tahan ya? Kalau sakit, kamu bisa gigit atau cakar punggung aku." Ucap Juna, Airyn pun menganggukan kepala nya dan Juna kembali menekan senjata nya hingga berhasil masuk setengah nya, Airyn meringis.
Juna menundukan kepala nya, lalu mencium bibir Airyn. Setelah merasa wanita itu merasa rileks, barulah Juna menekan miliknya hingga berhasil masuk sepenuhnya.
"Aaaaaa.. Sakit, Junaa.." Airyn menggelengkan kepala nya, dia merasakan tubuh nya seperti terbelah saking sakit nya. Belum lagi rasa ngilu yang menjalar di tubuh nya membuat Airyn merasa tidak nyaman, sakit sekali rasanya.
"Sakit?" Tanya Juna. Wanita cantik itu menganggukan kepala nya. Juna mengecup mesra kening Airyn lalu mulai bergerak secara perlahan. Airyn mencakar punggung Juna dengan kuku panjang nya yang membuat punggung pemuda itu terluka.
"Sa-kit, Jun.."
"Maaf, kan aku udah tanya sama kamu, tapi kamu yang bilang buat lanjut." Jawab Juna. Airyn terkekeh pelan, lalu memeluk Juna dan kedua nya berciuman dengan mesra.
.....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻