Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 51 - Pasangan Serasi


__ADS_3

Siang hari nya, kedua insan anak manusia itu pun pergi seperti rencana awal yaitu belanja bulanan karena di apartemen sudah banyak bahan makanan yang habis, juga sabun dan kebutuhan bulanan lain nya. Wajah Juna terlihat di tekuk, membuat Airyn tersenyum geli saat melihat keadaan wajah tampan sang kekasih yang nampak sedikit kusut itu. Tentu nya, dia tahu apa penyebab dari ekspresi pemuda itu. 


"Yang, udah dong jangan di tekuk gitu muka nya, keliatan banget bete nya."


"Emang lagi bete." Jawab Juna sambil melihat sekilas ke arah Airyn.


"Sayang, kamu ini kenapa gini? Aku bakalan sering ke apartemen kok, aku gak akan lupain kamu."


"Tapi, kamu di suruh pulang bukan buat menikah sama cowok lain kan?"


"Hah? Haha, ya enggak dong, sayang. Kamu ini ada-ada aja, kalau mereka mau tetep kekeuh jodohin aku, aku tinggal bilang kalo aku udah punya kamu. Lagian, mereka tuh mau jodohin aku ya karena selama ini aku jomblo, hehe."


"Awas kalo bohong terus kamu malah nikah sama cowok lain." Celetuk Arjuna yang membuat Airyn merasa gemas sendiri melihat tingkah Juna. Ya, dia bertingkah sesuai dengan usia nya. Dia berani menunjukkan nya pada Airyn sekarang, padahal biasa nya dia tidak seperti ini. Terlihat sekali kalau Juna sedang dalam mode posesif sekarang.


"Gak bakalan, sayang nya aku. Udah, ayo belanja. Terus kita makan siang, pulang deh. Kita habisin malam ini bersama, besok kita kan udah.."


"Iya iya, andai aja kamu gak datang bulan aku pasti seneng banget." 


"Sabar ya, nanti aku kasih tau kalau aku udah selesai datang bulan nya. Gak lama kok, paling tiga atau empat hari lagi selesai." Jawab Airyn membuat Juna seketika berbinar.


"Jadi gak sabar deh, hehe."


"Udah, jangan di bayangin dulu. Sana bawa troli nya." Juna pun terkekeh, lalu mengambil troli besar dan mendorong nya. Airyn memilih-milih sayuran, buah dan daging dengan kualitas yang baik. Berbeda dengan Juna, kalau ada yang dia inginkan langsung ambil saja tanpa melihat kualitas nya bagus atau tidak. 


"Daging, ikan, buah sama sayur udah. Tinggal beli seafood."


"Udang, yang. Beli udang." Pinta Juna sambil tersenyum antusias. Airyn mengangguk, kedua nya pun pergi untuk mencari udang yang sudah di kupas biar gak repot kalau mau masak nanti.


"Udang udah, beli apa lagi?"


"Gak tau, aku cuma mau udang."

__ADS_1


"Yaudah, beli cemilan sama mie instan juga."


"Oke, sayang." Jawab Juna, dia pun kembali mendorong troli nya dengan langkah perlahan dan di samping nya ada Airyn yang menggelayut manja di lengan besar nya. 


Airyn mengambil beberapa bungkus cemilan dan mie instan, tidak terlalu banyak karena dia khawatir kalau Juna terus memakan nya selama makanan itubada di apartemen. Itu yang dia khawatir kan, terlebih Juna itu anak kost pasti lebih suka memakan makanan yang serba instan seperti ini.


"Ayang, mau mie instan pedes nya dong."


"Ambil, bocilku."


"Hehe, terimakasih."


"Sama-sama, ambil aja apa yang kamu mau, sayang. Ini juga buat stok makanan kamu di apartemen."


"Sama kamu juga kan? Kamu udah janji bakalan sering datang ke apartemen."


"Iya, tentu saja. Aku akan sering berkunjung untuk menemui mu dan juga makan bersama mu, sayang."


"Dengan senang hati aku akan menunggu kedatangan kamu, sayang." Jawab Arjuna sambil tersenyum manis. Airyn membalas senyuman manis sang kekasih tak kalah manis nya. Dia selalu merasa sangat bahagia jika bersama dengan Arjuna, alasan nya? Karena dia mencintai Juna, alasan yang sangat tepat bukan?


"Enggak, sayang. Aku gak ngerepotin kamu, apalagi kalau semua biaya nya kamu yang nanggung, aku gak enak nanti. Lagian, kalau aku kuliah kan aku gak bakalan punya waktu buat kerja. Terus nasib adik sama ibu aku di kampung gimana?"


"Hmm, baiklah kalau itu memang sudah keputusan final kamu, aku gak bakalan maksa kamu biar lanjutin pendidikan kamu." 


"Terimakasih, sayang." Jawab Arjuna. Dia pun mengacak rambut Airyn dengan gemas dan mengecup kening nya, tanpa merasa malu sedikitpun.


"Sayang, malu lho. Disini banyak orang."


"Gapapa, cium pacar sendiri kenapa malu? Biar orang lain juga tahu kalo kamu yang cantik ini tuh pacar aku." Jawab Arjuna dengan wajah datar nya. Airyn tertawa mendengar ucapan Juna, tapi hatinya tidak bisa berbohong kalau dia sangat bahagia mendengar ucapan Juna, bahkan terasa banyak kupu-kupu yang berterbangan di perut nya sekarang. 


"I love you more.." Ucap Juna.

__ADS_1


"I love you more than anything." Balas Airyn, kedua nya pun kembali berjalan-jalan untuk mencari barang yang sekira nya mereka butuhkan.


"Sabun mandi, detergent cair sama pil buat mesin cuci, terus pengharum ruangan. Apa lagi ya?"


"Itu lho yang di pake buat mandi, Bby."


"Apa? Sabun mandi? Udah ada."


"Bukan, yang itu lho yang di lempar terus air nya jadi putih. Apa nama nya ya? Lupa aku, itu juga habis di apart." Jawab Juna, Airyn teringat memang barang itu sudah habis di apartemen, harus membeli stock yang baru.


"Bath bomb, sayang."


"Nah itu maksud aku, hehe."


"Kamu pelupa."


"Hehe, iya aku pelupa padahal masih muda ya." Juna menggaruk tengkuk nya yang padahal tidak gatal sama sekali sambil terkekeh.


Setelah membeli beberapa barang, akhirnya acara belanja bulanan pun selesai. Juna menata barang nya di mesin kasir dan Airyn yang bertugas membayar nya. Setelah selesai membayar, kedua nya pun memutuskan untuk makan siang bersama di restoran ala Korea. 


Hari ini, Airyn sedang menginginkan makanan yang sering kali berada di drama Korea. Dia memesan gimbab, ramyun, toppoki dan beberapa menu lain nya. Termasuk ayam bumbu pedas, masing-masing dua porsi. Satu untuknya dan satu porsi lagi untuk Arjuna.


"Selamat makan, sayangku."


"Terimakasih, ayo makan sayang. Makan yang banyak." Jawab Juna. Kedua nya pun makan dengan di selingi candaan yang membuat suasana lebih hangat, mereka terlihat seperti pasangan yang sangat serasi. 


Namun, tanpa sepengetahuan kedua nya ada sepasang mata yang menatap ke arah nya dengan sudut bibir yang terangkat ke atas membentu sebuah senyum smirk.


"Dia terlihat sangat bahagia bersama pemuda itu, syukurlah." Gumam pria itu lalu pergi meninggalkan restoran itu dengan senyuman nya, setidaknya dia senang karena sudah melihat Airyn bersama dengan seorang pemuda. 


Dia tidak tahu sangkut pautnya pemuda itu dan apa hubungan nya dengan Airyn, namun dari tatapan kedua nya terlihat saling menyayangi satu sama lain. Apalagi pemuda itu terlihat menatap Airyn dengan tatapan hangat penuh cinta.

__ADS_1


.......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2