Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 44 - Bibit Unggulan


__ADS_3

"Sayang.." Panggil Airyn membuat Juna yang sedang berdiri di depan kompor itu langsung berbalik. Pemuda itu tersenyum lalu merentangkan kedua tangan nya, Airyn langsung menghambur memeluk tubuh sang kekasih. 


"Kebiasaan, aku bangun kamu udah gak ada." Rajuk Airyn sambil mendusel manja di dada bidang Juna. 


"Ya kan aku masak buat sarapan, sayang." Jawab Juna sambil mengusap rambut panjang Airyn. 


"Tapi kan masih ada waktu, sayang. Baru juga jam enam pagi, masih ada dua jam lagi lho. Bisa manja-manjaan dulu, yuk?" 


"Astaga, sayang. Nanti kita kesiangan gimana?" Tanya Juna tapi Airyn terlihat tidak peduli, dia malah terlihat menggoda Juna dengan membuka kancing piyama nya. Kalau sudah begini, Juna pasti takkan tahan melihat benda kembar kesukaan nya.


"Yang.." Rengek Arjuna, sedangkan Airyn malah tersenyum menggoda.


"Yakin nih?"


"Astaga, punya cewek suka mancing-mancing." Gumam Juna sambil menggelengkan kepala nya, tapi tidak munafik kalau dia suka, malahan dia sangat suka apalagi dengan milik Airyn yang sangat pas di genggaman nya. 


"Ayo, sayang."


"Jangan yang, udah siang ini. Nanti aja ya?" 


"Gak mau, maunya sekarang!"


"Yaudahlah, ayo." Pasrah Juna, dia mematikan kompor nya dan berjalan mendekat ke arah Airyn yang sudah duduk santai di salah satu kursi kosong dengan sebelah kaki yang dia angkat. 


Juna memangku sang kekasih dan mendudukan nya di atas meja makan. Airyn terkekeh pelan, dia tahu benar kelemahan Juna dan terbukti kalau tebakan nya itu benar, Juna tidak tahan dan sekarang dia tengah memaguut bibir nya dengan sensual. 


Airyn mengalungkan tangan nya di leher sang kekasih, tangan Juna juga aktif menggerayangii tubuh sintal Airyn, tangan besar nya menyusul ke dalam piyama yang di kenakan oleh Airyn dan mengeluarkan buah kesukaan nya dari penyangga nya.


"Yang.."


"Yes, Baby."


"Idih, sok Inggris kamu." Ucap Airyn sambil mencolek gemas hidung Arjuna. 


"Gapapa dong. Kenapa manggil? Jangan ganggu kesenangan aku deh, yang." 


"Kamu keliatan rakus banget, seenak itu ya?" Tanya Airyn penasaran, dia melihat Juna selalu rakus menyesaap buah kenyal miliknya. Padahal, dari dalam sana tidak ada susu nya kan?


"Aku lagi masa pertumbuhan, sayang. Harus banyak minum susu."


"Tapi disini gak ada susu nya, sayang. Aku beliin susu pertumbuhan buat kamu ya besok? Sekalian kita belanja bulanan."


"Aawwhhsss, sayang! Sakit, isshh nyebelin." 

__ADS_1


"Kamu yang nantangin aku tadi kalau kamu lupa aku ingetin." Jawab Juna membuat Airyn meringis, dia lupa kalau dia memang yang mengawali nya. Dia yang menggoda Juna tadi, tapi dia tidak tahu kalau Juna akan selahap ini. 


"Tapi gak di gigit juga kali."


"Kamu suka."


"Hehe, iya suka. Tapi pelan-pelan aja, sayang." Pinta Airyn, tapi Juna tidak mendengarkan dia malah tersenyum lalu kembali menyusu di dada sang kekasih dengan lahap hingga puncak milik Airyn terlihat sedikit memerah karena ulah Juna. Bahkan terasa sedikit kebas juga karena Juna menyesaap nya dengan kuat. 


Beberapa menit kemudian, Juna menyudahi acara minum susu nya, mereka pun mandi secara bergantian. Airyn berada di dalam kamar mandi dan Arjuna yang sedang berada di dapur melanjutkan acara memasak nya yang sempat terhenti karena tergoda oleh susu murni milik sang kekasih.


"Sayang, sudah selesai?"


"Lagi nyisir rambut, sayang. Kenapa?" Balik tanya Airyn, dia melihat Juna berdiri di ambang pintu sambil melihat ke arah nya.


"Biar aku aja." Juna mengambil alih sisir dari tangan Airyn dan mulai menyisir rambut sang kekasih dengan perlahan. Airyn tersenyum, inilah yang dia sukai dari sosok Arjuna. Usia nya memang masih muda, tapi perlakuan nya sudah seperti pria dewasa pada umum nya. Dari cara bicara, perlakuan maupun sifat dan sikap nya. 


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu, Bby?"


"Enggak kok, suka aja liat kamu yang peka." Jawab Airyn. 


"Hmm, setelah rambut nya rapih kita sarapan ya? Udah siang banget ini, keburu kesiangan." 


"Iya bocil tampanku."


"Iya bocil, tapi bisa bikin bocil. Iya kan?" Tanya Airyn dengan senyum kecil nya.


"Iya dong, bibit aku juga bibit unggulan. Mau gak?" Tanya Juna sambil menaik turunkan alis nya dengan genit.


"Oke, besok. Pas libur kita main."


"Main apa?"


"Main kuda-kudaan, seperti yang kamu bilang."


"H-aahh? Aku gak ada bilang tuh."


"Tadi kamu nanya, mau gak? Aku mau, ayoo." Jawab Airyn yang membuat Juna melotot. Niat nya hanya menggoda Airyn, tapi tanpa di duga dengan mudah nya wanita itu malah mengiyakan ajakan nya. 


"Yang.."


"Ayo, aku serius."


"Kamu gak takut gitu, Bby?"

__ADS_1


"Takut apa? Kalau sakit kan katanya udah biasa, tandanya aku masih perawaan." Jawab Airyn dengan wajah datar nya.


"Kamu gak takut hamil, Bby?" Tanya Juna lagi, membuat Airyn tergelak.


"Kan bisa pake pengaman, sayang. Banyak tuh kontrasepsi." 


"Yang, kamu serius."


"Serius, kalau kamu mau ya ayo." Jawab Airyn tanpa ragu.


"Oke, besok ya?"


"Aku tunggu, sayang." Airyn tersenyum, setelah rambut nya rapih dia pun beranjak dari duduknya dengan menggandeng tangan sang kekasih keluar dari kamar untuk sarapan. Menu sarapan kali ini terlihat sangat sehat, tadinya Juna ingin memasak cream soup untuk sarapan, tapi karena tadi terhambat dengan susu, akhirnya dia hanya memanggang roti saja yang cepat agar tidak kesiangan.


Setelah menyelesaikan sarapan nya, keduanya pun pergi ke tempat kerja masing-masing. Airyn mengantarkan Juna ke mall tempat dia bekerja dengan menggunakan mobil sedan hitam kesayangan nya. 


"Semangat kerja nya, sayangku."


"Iya, sayang. Kamu juga hati-hati di jalan nya, semangat juga." Ucap Juna dan di angguki oleh Airyn.


"Jangan nakal ya kamu, awas aja kalau genit."


"Dih, enggak. Mana ada aku genit sih, Bby." Jawab Arjuna. 


"Jangan pura-pura lupa ya kemarin aku lihat kamu gandengan tangan sama cewek." Ucap Airyn ketus, membuat Juna terkekeh pelan.


"Masih aja cemburu, ya? Gak usah cemburu, cantik ku. Dia mah gak ada apa-apa nya di bandingkan sama kamu." 


"Hmm, yaudah iya aku percaya deh sama bocilku." Jawab Airyn sambil mengunyel-unyel kedua pipi Juna.


"Harus dong, kamu juga jangan nakal ya?"


"Iya, enggak kok. Kamu bisa tanyain aja sama Maudy kalau aku nakal."


"Yaudah, kiss dulu." 


Airyn pun langsung mencium bibir Juna, pemuda itu juga membalas nya dengan mesra selama beberapa detik, setelah itu dia membalas ciuman bibir sang kekasih dengan kecupan mesra di kening Airyn.


"Nanti aku jemput lagi ya?"


"Siap, sayangku." Jawab Juna. Pemuda itu pun keluar dari mobil dan berjalan pelan menjauh dari Airyn. Juna berdiri sambil melambaikan tangan nya ke arah mobil Airyn yang perlahan mulai menjauh.


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2