Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 40 - Airyn Cemburu


__ADS_3

Pemuda tampan itu sedang duduk sambil menunggu sang kekasih yang akan menjemput nya, jarak dari perusahaan milik Airyn ke mall tempat Juna bekerja cukup jauh juga, jadi mungkin masih memerlukan waktu yang cukup lama. 


"Hai, Jun.." Sapa Nisa sambil melambaikan tangan nya, dia tersenyum manis yang malah membuat Juna muak melihat nya. Pemuda itu memutar mata nya dengan jengah, dia malas berurusan dengan gadis itu. Dia terlalu genit, membuat Juna sebal. 


"Katanya mau pulang, kok masih ada disini sih?"


"Emang, lagi nungguin di jemput."


"Wah, aku ngikut dong. Arah kontrakan kita kan searah, Jun." Jawab Nisa sambil menggelayut manja di lengan Arjuna, pemuda itu mencoba melepaskan tangan gadis itu dari lengan nya. Hal ini bisa menimbulkan kesalah pahaman kalau sampai Airyn melihat nya. Dia bisa marah besar nantinya. 


"Gak."


"Ihhh, kamu kok gitu sih sama aku, Jun?"


"Minggir, sana. Jangan terus-terusan mepet gue!"


"Memang nya kenapa? Apa kamu sudah punya pacar, Jun?"


"Iya, jadi jaga jarak dengan ku. Aku alergi perempuan gatal." Jawab Arjuna dengan ketus. Tapi hal itu tidak membuat Nisa menjauh, dia malah semakin mengeratkan gandengan tangan nya di lengan Arjuna.


"Hissshh, minggir. Nanti cewek gua salah paham!"


"Biarin, biar kalian putus. Terus kamu sama aku."


"Dih apa-apaan, itu gak bakalan terjadi. Aku mencintai kekasih ku dan kalau pun aku putus dengan nya, mustahil aku mau dengan mu!" Tegas Juna yang membuat bibir Nisa mengerucut. Tapi gadis itu tetap tidak melepaskan tangan nya dari lengan Arjuna meskipun pemuda itu tetap berusaha menjauhkan gadis itu dari nya, tapi dia malah makin menempel. 


Tak lama berselang, sebuah mobil sedan hitam datang. Mobil mewah itu mendekat dan membunyikan klakson nya, Juna bersiap untuk pergi tapi tangan nya malah di cekal oleh Nisa. Menyebalkan sekali, membuat Juna marah-marah pada gadis itu.


"Lepaskan aku, sudah ada yang menjemput ku!"

__ADS_1


"Aku tidak peduli, aku masih ingin bersama mu, Jun."


"Jangan buat menunggu aku marah, Nisa. Lepaskan aku dan biarkan aku pergi." Tegas Arjuna membuat wanita itu cemberut. Sedangkan di dalam mobil nya, Airyn terlihat sangat marah. Dia benar-benar kesal plus marah karena melihat pujaan hati nya di gandeng wanita lain.


"Itu cewek siapa sih? Pake gandeng laki gue, sialan." Gumam Airyn, wanita itu pun mematikan mesin mobil nya lalu keluar dengan langkah anggun nya. Dia tersenyum ke arah Juna yang membuat wajah pemuda itu memucat, bukan apa-apa tapi dia takut kalau Airyn akan marah padanya.


"Hai, sayang.." Sapa Airyn sambil tersenyum manis, tapi justru senyuman itu terlihat menakutkan bagi Arjuna. 


"H-hai, Baby.." 


"Yuk pulang, udah malem." Ajak Airyn sambil meraih tangan sang kekasih, tapi lagi-lagi Nisa menahan langkah Juna.


"Jun, temenin aku dulu. Masa kamu tega ninggalin aku disini sendirian sih? Aku perempuan lho, kalau ada yang jahatin aku gimana?" Tanya Nisa membuat Juna menghentakkan tangan gadis itu dan menggenggam tangan Airyn.


"Aku tidak peduli, aku yakin tidak ada juga penjahat yang mau menjahati wanita ular semacam dirimu, Nisa. Yang ada nanti gatel-gatel." Jawab Juna pedas membuat Airyn terkekeh.


"Isshh, Juna.." Nisa merengek, dia berusaha meraih tangan Arjuna namun dengan cepat dia menjauh.


"Kita pulang yuk? Aku takut ketularan gila kalau deket-deket dia." Jelas Arjuna. Airyn pun mengangguk, kedua nya pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan wanita itu sendirian. 


"Issshh, Juna nyebelin!" Teriak Nisa. Dia kalah, benar-benar kalah. 


Di dalam mobil, Juna memasangkan seatbelt di pinggang nya, begitu juga dengan Airyn. Wanita itu pun segera melajukan kendaraan nya dengan kecepatan yang cukup tinggi, dia cemburu saat ini. Benar-benar cemburu, hati nya terasa panas dan sesak sekarang ini.


"Yang.."


"Kenapa kamu betah aja di gandeng perempuan lain yang bukan pacar kamu?" Tanya Airyn tanpa melihat ke arah sang kekasih sama sekali.


"Maaf.."

__ADS_1


"Aku gak perlu permintaan maaf kamu, aku tanya kenapa kamu diem aja pas dia gandeng kamu begitu hmm?" Tanya wanita itu lagi, suara nya terdengar sangat tegas.


"Aku sudah berusaha memberontak biar dia lepasin aku, tapi dia nya ngeyel."


"Ckk, alasan. Apa aku belum cukup bagimu? Perasaan aku gak kalah cantik sama dia."


"Lho kok jadi gitu sih, dia mah gak ada apa-apa nya di bandingin kamu, sayang."


"Gak usah gombal, gak mempan."


"Yang, jangan marah dong. Sumpah ya, aku juga greget sama tuh cewek, pengen aku bejek-bejek aja tuh muka nya." Ucap Juna membuat Airyn menoleh sekilas lalu kembali fokus ke depan.


"Badan kamu gede gitu, tinggi juga, kenapa gak sekalian kamu banting aja hmm?" 


"Bisa aja sih, tapi ya kali aku banting cewek, Bby."


"Gimana kalau aku yang banting dia? Aku perempuan, sesama perempuan harusnya tidak masalah bukan?"


"Boleh, banting aja beb. Tapi apa kamu mampu?" Tanya Juna meragukan Airyn. Pasalnya, tubuh Airyn saja lebih mungil di bandingkan Nisa. 


"Maksudnya?"


"Hehe, kamu terlalu mungil buat banting dia, sayang."


"Oh, jadi ceritanya kamu ngeraguin aku begitu?" Tanya Airyn sambil mendelik, membuat Juna kelimpungan. Harusnya dia bisa menjaga mulut nya agar tidak mengatakan hal sembarangan, sudah tahu mood kekasih nya sedang tidak baik, malah di goda seperti ini membuat Airyn semakin kesal.


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2