
"Sayang.." Panggil Juna. Pemuda itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk selutut yang dia kenakan untuk menutupi sesuatu di bawah sana.
"Ayo bangun, katanya mau jalan-jalan pake motor." Ucap Juna. Saat ini, Airyn tengah tertidur setelah dia kelelahan melayani Juna yang tadi mengajak nya bermain setelah selesai makan malam.
Airyn membuka kedua mata nya yang masih terasa berat itu secara perlahan. Wanita itu tersenyum ketika melihat Juna berjalan kesana kemari hanya dengan menggunakan handuk saja.
"Seksii banget kamu, yang."
"Ohh, sudah bangun?"
"Hmm, kan kamu yang bangunin aku." Jawab Airyn sambil tersenyum.
"Yaudah, ayo bersih-bersih terus kita keluar. Katanya kamu mau jalan-jalan."
"Lemes, yang. Badan aku sakit, kamu sih main nya kasar banget deh."
"Hah? Perasaan aku main nya pelan-pelan, yang. Masa bikin badan kamu sakit." Ucap Juna membuat Airyn mencebikan bibir nya.
"Pelan dari mana, yang? Bukti nya, punya aku sampai lecet begini."
"Seriusan, sayang?" Tanya Juna. Dia terlihat sedikit tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh kekasih nya. Perasaan, tadi dia bermain sangat pelan. Tapi kenapa bisa membuat milik Airyn lecet?
__ADS_1
"Iya, sakit ini." Jawab Airyn lirih.
"Coba sini aku liat, yang."
"Enggak isshh, sana aku malu!"
"Malu apa nya hmm? Aku sudah melihat nya berkali-kali, bahkan memasuki nya." Jawab Arjuna. Dia menarik selimut yang menutupi tubuh polos Airyn, membuat wanita itu memekik kesal karena Juna benar-benar suka seenaknya sendiri.
"Yang, malu ihh.."
"Gak usah malu, sayang. Aku hanya ingin melihat nya saja, apa benar lecet atau tidak." Jawab Juna. Dia pun membuka kaki Airyn dan melihat kalau memang milik Airyn memerah, juga sedikit membengkak karena terlalu lama di pakai, mungkin.
"Gapapa, nanti juga sembuh. Lain kali, kalau main tuh pelan-pelan aja, ini mah cepet banget kayak di kejar hantu aja main nya." Celetuk Airyn yang membuat Juna terkekeh pelan.
"Iya, maaf. Habisnya enak, aku jadi kehilangan kendali." Jawab Arjuna pelan.
"Hmmm, kamu tuh ya."
"Ini jadi gak jalan-jalan nya?" Tanya Juna lagi.
"Jadi, tapi aku mandi dulu sebentar. Kamu juga pake baju, sana. Seksii banget deh, gemes."
__ADS_1
"Hehe, aku memang gemesin." Jawab Juna. Airyn pun beranjak dari duduknya, lalu pergi ke kamar mandi dengan langkah pelan nya. Sungguh, bagian bawah nya terasa sakit sekali saat ini, Juna bermain terlalu brutal bagi Airyn. Dia benar-benar kehilangan kendali saat bermain dengan nya.
Tak lama kemudian, Juna keluar dari ruang ganti dengan menggunakan celana jeans dan juga Hoodie berwarna senada. Hitam adalah warna kesukaan Juna, alhasil kebanyakan pakaian yang di miliki oleh Juna selalu berwarna hitam. Ada juga beberapa yang berwarna, namun dia memiliki nya setelah bertemu dengan Airyn. Sejauh ini, pakaian yang di miliki Juna selalu di dominasi oleh warna hitam atau putih. Itu saja, hanya dua warna. Padahal, Juna cocok-cocok saja mengenakan pakaian berwarna lain juga.
"Hoodie lagi, Jun?" Tanya Airyn. Dia baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.
"Hehe, biar hangat. Kamu juga pake jaket atau Hoodie, biar gak kedinginan di jalan."
"Kali-kali pakai kemeja atau apa gitu, yang. Hoodie aja terus, apa gak bosan hmm?" Tanya Airyn membuat Juna terdiam. Juna cengengesan sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tak gatal, Juna memang sering menggunakan Hoodie seperti ini.
"Maaf kalau kamu bosan lihat aku pakai Hoodie, yang."
"Aku? Aku mana bosan, kalau yang pakai nya itu kamu, sayang. Tapi, cobain deh pakai kemeja atau yang lain gitu. Biar kamu pake baju nya gak gitu-gitu mulu."
"Oke, lainkali aku bakalan coba." Jawab Juna. Airyn pun tersenyum, tak lupa di mencubit manja lengan besar Juna lalu masuk ke dalam ruang ganti.
'Punya cewek gemesin amat, kalau bisa gak bakalan aku ajakin jalan-jalan keluar, mau nya aku kurung aja di kamar. Tapi, nanti dia ngamuk.'
.......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1