Bossku, Jodohku!

Bossku, Jodohku!
My future wife


__ADS_3

Flashback on~


Seorang pria baru saja terbangun dengan mengerjapkan matanya. Ia bangkit seraya memegang kepalanya yang terasa berat. Ia menoleh dan mendapati sahabatnya disana. Hembusan napas berat terdengar dari bibir sexy nya, mengingat apa yang terjadi malam tadi. Ia benar-benar mengeluarkan semua uneg-uneg pada sahabatnya itu.


"Maafin aku, Ka!" lirihnya.


Pria itu adalah Daffa. Ia yang tak sadarkan diri, tak menyadari bahwa dirinya dibawa ketempat tinggal Aska. Ia mengangkat tangan kiri dan melihat benda yang melingkar dipergelangan tangannya. Waktu masih menunjukan jam tiga pagi. Namun Ia tak ingin melihat sahabatnya itu, masih tersisa rasa kesal dihatinya walau hanya sekedar melihat wajahnya saja. Ia pun memutuskan untuk keluar lebih awal sebelum kedua sahabat itu terbangun.


Ini adalah pertama kali Daffa memasuki tempat tinggal sahabat lamanya. Ia berjalan keluar dari kamar yang Ia tempati bersama Putra. Melihat sekeliling ruangan yang tampak apik dengan berbagai desain lukisan ternama terpampang dibeberapa bagian tembok. Suasana lampu temaram tak membuat indera penglihatannya berkurang. Atensinya tertuju pada beberapa figura kecil yang berjejer disalah satu rak minimalis disana.


Ia pun mendekat dan mengambil salah satu dari deretan foto sepasang bocah kecil yang tengah teratwa bahagia dalam foto iti.


"Ini?" tanyanya menelisik. "Apa ini Aska?" tanyanya lagi bermonolog sendiri.


"Siapa gadis kecil ini?" Ia terus menelisik melihat gambar dua bocah itu.


Tak cukup sampai disitu, Ia mengambil satu figura lagi yang menampilkan seorang gadis kecil yang tertidur pulas dipundak bocah tampan itu. Lalu Ia kembali mengambil satu lagi figura dengan ukuran sama, dan melihat sepasang pengantin dengan wajah kedua bocah yang sama hasil dari sebuah editan.


Masih penasaran dengan ketiga foto itu, Daffa mencoba mencari sesuatu lagi, hingga tangannya menemukan album foto disana. Album yang cukup besar, yang pastinya memuat banyak foto didalamnya.


Karena terlalu penasaran, Daffa membawa album itu dan mendudukan diri disofa. Ia melihat satu persatu halaman disana. Dan ternyata itu foto masa kecil Aska, hingga Daffa menyadari jika foto bocah yang Ia lihat tadi adalah Aska.


Terus dibukanya album itu, hingga seorang gadis kecil nan cantik itu kembali memenuhi deretan potret itu. Tertulis kalimat berupa judul diatas deretan foto itu, 'My Future Wife Vanilla'.


Deg!


Mata Daffa membola, ujung hatinya kembali ngilu melihat itu. Ia benar-benar harus mengakui jika sejoli itu memang sudah bersama dari sejak kecil.


"Jadi ... Ini Ila?" tanyanya dengan wajah sendu melihat potret yang begitu cantik di album itu.


Hatinya semakin sakit kala melihat foto-foto keduanya yang tampak bahagia, dengan beberapa note, tulisan Aska sendiri.

__ADS_1


"Vani kesayangan Aka!"


"Entah dimana Tuhan menyembunyikanmu?"


"Kembalilah, aka menunggumu!"


Daffa membaca setiap kalimat yang sepertinya curhatan sahabatnya itu. Daffa menghembuskan napasnya panjang. Apa benar Ia harus mengalah? Membiarkan gadis yang Ia cintai kembali pada cintanya?


"Jujur ini terlalu sakit. Kenapa harus Ila? Kenapa harus Aska?" lirihnya.


Daffa pun memutuskan untuk segera keluar dari tempat itu setelah mengembalikan benda itu ke tempatnya. Ia memutuskan untuk melanjutkan tidurnya yang kacau disebuah hotel. Hari ini Ia memang sengaja mengosongkan jadwalnya untuk mengajak sang kekasih jalan-jalan, dan meminta izin pada sahabatnya untuk memberi cuti untuk gadisnya itu. Namun rencana tinggalah wacana, Ia harus mendapati kenyataan yang sebenarnya tak ingin Ia akui.


Flashback off~


Berulang kali Daffa membasuh wajahnya diwashtaple. Bayangan pagi itu sungguh masih belum Ia terima. Dan sekarang Ia melihat jelas cinta diantar kedua manusia yang tengah berbahagia itu.


"Kenapa ini terlalu sulit?" tanyanya pada cermin didepannya seraya tangan mencengkram pinggir washtaple itu erat.


Ia pun keluar dengan keadaan basah kuyup. Bersamaan dengannya seorang gadis juga keluar dari toilet wanita. Posisi pintu yang berhadapan membuat mereka hampir bertabrakan.


"Astagfirulloh!" pekik seorang gadis membolakan mata, lalu menutup mulut dengan kedua tangannya.


Keterkejutannya bukan karena tubuh mereka yang akan bertubrukan saja. Namun juga karena melihat baju basah sang pria yang menampilkan otot dibagian dada dan perut pria itu. Sungguh gadis itu sampai tak berkedip melihat pemandanagan indah didepannya. Bahkan tangan yang tadi menutup mulut itu terlepas, hingga mulutnya terbuka lebar.


Daffa yang menyadari ada yang salah dengan gadis yang tadi terus menerus menahannya yang hendak memasuki toilet, segera mengikuti tatapan gadis itu. Hingga atensinya beralih pada tubuhnya sendiri. Daffa menghembuskan napasnya kasar, bagaimana mungkin bocah ingusan sepertinya sudah tau akan hal seperti itu?


Dengan tega Daffa menoyor kepala sang gadis. "Hei, hapus itu ilermu!" titahnya meledek.


Riska gelagapan dan segera mengelap ujung bibirnya yang ternyata tak ada apa pun disana. Daffa terkekeh melihat adegan itu, sungguh lucu menurutnya.


"Ihh!! Apaan sih, Bapak ngerjain saya, ya?" protes Riska tak terima.

__ADS_1


"Bapak, Bapak, emang saya bapak kamu." protes balik Daffa.


"Kamu tuh masih kecil, belajar yang bener! Jangan keasyikan nonton drama!" ledek Daffa.


"Enak aja, dibilang masih kecil. Saya udah gede ya, Pak! Mau lihat buktinya? Nih!" balas Riska tak terima seraya membusungkan dada kehadapan pria tampan itu.


Dua buah semangakanya yang memanglah besar, begitu terlihat bulat dan menantang dimata seorang pria. Begitupun Daffa, Ia sampai membolakan matanya seraya menelan salivanya susah payah melihat pemandangan indah didepannya.


Tentu Daffa lelaki normal, disuguhi pemandangan sepeerti itu membuat jiwa kelelakiannya ingin menerkam. Namun baru saja kakinya hendak melangkah, Ia disadarkan kembali dengan celotehan sang gadis. Hingga Ia menghentikan langakhnya.


"Heleh! Tuh kan Bapak terpesona juga melihat keindahan dari tubuh saya ini. Pake bilang anak kecil lagi." omelnya.


"Lagian apa salahnya nonton drama? Lagian yang saya tonton tu drama korea. Jadi lihatnya, oppa korea yang tampan-tampan dan body nya wow. Kek punya Bapak itu, eh!" cerocos sang gadis tanpa filter. Hingga diakhir kalimat Ia keceplosan dan segera menutup mulutnya.


"Oh ... Jadi kamu beneran mengagumi tubuh saya ya. Hem?" godanya seraya mencondongkan tubuhnya, hingga wajah mereka terkikis.


Hal itu tentu membuat Riska reflek memundurkan kepalanya. Dan sayang pergerakannya terhenti, kala kepalanya yang membentur pintu toilet.


Deg


Mata keduanya terkunci, Riska terpaku menatap mata indah pria itu. Garis wajahnya yang tegas, membuat makhuk itu terlihat sempurna dimatanya.


'Ya ampun! Tampan sekali. Dan jantungku? Aku bisa pingsan kalo seperti ini terus.' batinnya.


Daffa ikut terpaku menatap wajah manis sang gadis, jantungnya ikit berdetak tak beraturan. Niat hati ingin menggoda sang gadis, namun kenyataan Ia ikut tergoda pada wajah cantik itu.


'Apa ini? Ada apa dengan jantungku?'


\*\*\*\*\*\*


Ada yang mau ceritanya si sad boy, Mas Daffa?😂

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya yaa gaisss🤗


__ADS_2