
Setelah membeli apa yang diinginkan sang suami, kini pasangan pengantin baru itu sudah stay didalam mobil. Rencananya setelah keluar dari pusat perbelanjaan itu, mereka akan mengunjungi tempat yang mereka pernah datangi sewaktu kecil.
"Apa kamu ingat taman dideket komplek itu?" tanya Aska.
"Emmm..." Vani tampak berpikir sejenak. "Oh iya, aku ingat. Ayunan!" pekiknya dan langsung dapat usekan manja dari tangan suaminya.
Gelak tawa kembali terdengar dari dalam mobil itu, pembahasan mengenang masa kecil membuat mereka terus tertawa lepas. Sungguh tak terbayangkan mereka akan kembali bersama seperti ini.
Tak membutuhkan waktu yang lama, mobil pun sudah terparkir apik dibahu jalan depan taman itu. Keadaan sepi membuat mereka leluasa memasuki taman itu. Biasanya disana akan ramai diwaktu wekeend atau diwaktu sore saat mereka pulang kerja dan membawa anak-anak mereka bermain disana.
Tautan tangan dari sepasang penagntin itu tak lepas sejak keluar dari kijang besinya. Senyum pun tak luntur dari keduanya. Mereka berjalan dan sampai disebuah ayunan tua yang tergantung diranting pohon rindang itu. Keadaan sama seperti belasan tahun silam. Aska mendekati pohon itu dan dikuti sang istri dibelakangnya.
"Kenapa kak?" tanya Vani.
"Lihat ini!" titahnya.
__ADS_1
Vani berpindah kesamping Aska dan menekukan kaki, seperti yang dilakukan suaminya itu. Maniknya menangkap sesuatu dipermukaan kulit pohon itu yang tertutup lumut. Aska membersihkan lumut itu dan benar saja hasil karya nya sewaktu kecil, masih ada disana.
"Apa ini karya aka?" tanya Vani dengan mata berbinar, merasa tak percaya dan diangguki Aska.
"Kok aku gak pernah tau, aka menggambar ini?" tanyanya.
Aska tersenyum, "itu aka gambar pas aka SMA." balas Aska.
Vani menoleh tak percaya. "Iya kah? Aka menggambar ini? Waktu ..." tanya Vani ragu dan tak meneruskan ucapannya.
"Nggak lah. Mungkin sejenak iya, ya! Tapi bukan karena cinta. Mungkin karena kami sering bersama, terus tiba-tiba dia sama orang lain, jadi terasa ada yang hilang aja." jelas Aska dan diangguki Vani.
Aska merangkul bahu sang istri. "Mungkin kamu gak akan percaya, ini aka buat pas masuk SMA. Jauh sebelum kejadian itu."
"Waktu itu, aka benar-benar merindukanmu. Aka bayangin gimana wajah kamu. Secantik apa? Apa masih suka tidur? Lalu entah kenapa tiba-tiba aka ingin menggambar kamu yang terlelap dibahu Aka." kekeh Aska.
__ADS_1
Vani ikut terkekeh mendengar itu, benarkah yang dikatakan suaminya itu? Benarkah Ia pernah memendam rindu yang sama sepertinya? Pikirnya.
Namun melihat hasil karya itu, hatinya menghangat. Bukan gambar saja, namun inisial huruf namanya dan juga nama pria disampingnya itu ada disana. Pahatan yang terbentuk dipermukaan pohon itu, menggambarkan bakat hebat siempunya tangan.
Vani berbalik dan mendudukan diri dengan benar. Kakinya Ia biarkan selonjoran diatas hamparan hijau itu, diikuti Aska pula. Vani merebahkan kepala didada Aska dan membiarkan tangannya menggenggam tangan kanan suaminya. Aska membalas merangkul pundak itu dan membelai lembut rambut panjangnya.
"Aku pikir, hanya aku yang merindukan aka. Aku mencari tau tentang aka, tapi entah kenapa itu begitu susah." tutur Vani mengingat kembali kerinduan yang begitu menyakitkannya dulu.
Aska tersenyum mendengar itu. Alasan mereka tak saling mencari, mungkin karena kesibukan sekolah yang mereka jalani. Menjadi siswa pintar membuat mereka melupakan hal lain, dan hanya fokus pada pelajaran mereka.
Namun sekarang segala perjuangan, buah dari penantian dan kesabarannya terbayarkan dengan hal yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
\*\*\*\*\*\*
Udah yaa, cape euyy🙈 besok lagi yaa... yuk jejaknya jangan terlupakan yaa🤗
__ADS_1