
Terdengar hembusan napas panjang untuk kesekian kalinya dari dua pria yang sama sekali belum juga ingin menyentuh makanan mereka. Aska yang melihat kedua sahabatnya seperti itu hanya terkekeh. Pasalnya, baru kali ini Ia melihat pengantin baru yang nampak lesu.
"Baiklah, siapa yang mau cerita duluan?" tanya Aska dengan tangan tak berhenti menyuapkan makanan ke mulutnya.
Daffa dan Putra saling lirik dengan tatapan malas. Lalu hembusan napas kasar menjadi jawaban mereka.
Aska menghentikan aktifitasnya. Ia menatap penuh tanya pada mereka secara bergantian. Namun tak juga ada jawaban dari kedua pria itu. Pria tampan itu tersenyum menanggapi kedua sahabatnya.
Hal itu tentu membuat Putra kesal. Senyuman itu seolah mengejeknya yang sudah gagal melakukan malam pertama. Apalagi melihat Aska yang kembali memakan makannya dengan santai. Sungguh manusia yang tak berperikesahabatan, menurutnya.
"Ck! Bisa gak sih berhenti makan!" protes Putra dengan tatapan nyalang kearah Aska. "Gak lihat sikon apa?!" gerutunya.
Aska tertawa menanggapi itu, sungguh hal itu membuat emosi jiwa Putra bergejolak. Berbeda dengan Daffa yang hanya kembali menghembuskan napas panjang seraya meraih air putih dan menegaknya hingga tandas.
"Aku lapar. Kek nya seluruh karbo dalam tubuhku terbakar semua, semalam." celetuk Aska.
Byurrr!!!
Uhukkk! Uhukk!!
Seketika ucapaan Aska membuat air dari mulut Daffa menyembur keluar dan pas mengenai wajah Putra yang berada disampingnya.
Putra menghembuskan napas kasar. Emosi lelaki itu semakin menjadi. Ia membuka kacamata yang sudah buram terkena semburan itu, lalu mengambil tissue untuk mengelap wajahnya.
Hal itu semakin membuat Aska tergelak. Tanpa dosa Daffa ikut tergelak menertawakan sahabatnya itu. Hingga bulatan putih masuk kedalam mulutnya dan menghentikan tawanya. Putra yang kesal memasukan tissue bekas mengelap wajah pada mulut Daffa yang terbuka lebar itu, hingga Ia pun ikut tertawa puas.
"Asyem kau!" umpat Daffa setelah membuang benda itu, lalu menoyor kepala Putra. Hingga aksi toyor menoyor dan pergulatan pun terjadi pada kedua pria itu.
Aska menghentikan tawanya setelah merasa perutnya kram. Sungguh kedua sahabatnya ini menjadi hiburan tersendiri untuk pria tampan itu.
__ADS_1
"Oke, dapat disimpulkan. Malam pertama kalian gagal 'kan?" tanya Aska dengan senyum meledek. Perkataan Aska berhasil menghentikan pergulatan mereka.
Putra melepaskan Daffa seraya berdecak kesal. "Asyem emang. Pengantinnya siapa? Yang malam pertama siapa?" gerutunya, seraya mengelap kembali wajah yang masih terasa basah itu.
Aska tertawa kecil menanggapi itu. "Terus," Aska menggerakan dagu meminta penjelasan pada Daffa. "Gimana?"
Lagi-lagi Daffa menghembuskan napas kasar. "Seperti itu." balasnya dengan mengedikan bahu. Sepertinya pria itu enggan membahas malam pertama yang ambyar.
Aska kembali tergelak. Tanpa penjelasan Ia sudah mengerti apa yang terjadi pada kedua pria yang belum melepas keperjakaannya itu. Dirinya begitu berbangga karena bisa merasakan malam pertama kepagian, melepas keperjakaan bersama gadis yang dicintai.
Sebuah sedotan melayang mengenai wajah Aska dari pria yang semakin kesal itu.
"Aku sumpahin malam ini gak dapat jatah!" celetuk Putra, mengutuk sahabat lucknutnya itu.
"Jangan disumpahin! Kita doain aja. Biasanya doa orang teraniaya itu cepat terkabul." balas Daffa disertai kekehan. Hingga kedua pria itu bertos ria.
"Dah lah jangan pamer terus!" protes Putra seraya memasukan daging yang ditusuk garpu kedalam mulut Aska yang terbuka.
Luknut memang sahabatnya itu. Aska menggeplak tangan Putra seraya berdecak kesal. Hampir saja daging itu masuk kedalam kerongkongannya, tanpa Ia kunyah. Namun hal itu tak dihiraukan Putra.
"Bikin gedeg emang tuh si tamu, gak tau sikon." gerutu Putra dengan kesal.
"Sabarlah Put, hanya satu pekan." kekeh Aska.
"Soal perempuan, dia emang paling tau ya. Sampai masa datang tamu aja, dia ngerti." balas Daffa terkekeh.
"Iya, dia 'kan paling bucin. Sama sepupu sendiri aja dibucinin." ledek Putra, hingga mendapat tendangan dikaki dari Aska.
"Ck! Mau disunat?" Aska berdecak seraya memberi ancaman.
__ADS_1
"Jehh ... Gitu aja disunat. Habis lah punyaku." balas Putra.
"Kalo disunat, gagal malam pertama lah." celetuk Daffa.
Krik... Krik... Krik...
Hening.
"Kenapa?" tanya Daffa heran. Melihat kedua sahabatnya melongo dengan mata saling lirik membuat Daffa keheranan.
"Ya ampun! Kaku sekali dia." ledek Putra seraya menggelengkan kepala. "Kondisikan tuh muka, udah kek kanebo." ledek nya lagi sefaya mengusap wajah Daffa.
Daffa berdecak seraya menepis tangan Putra dari wajahya. Aska terkekeh melihat Daffa yang terlihat kebingungan.
"Apa sii?" tanya Daffa yang semakin dibuat bingung.
"Bukan si jack. Tapi isi dompetnya, yg disunat." jelas Aska tertawa, diikuti Putra juga.
"Ck! Gak nyambung." balas Daffa berdecak kesal.
"Ini nih, definisi cowok yang lagi on kena tinggal. Bawaanya kek anak perawan lagi pms." ledek Putra disela tawanya.
"Aisshh ... Gak nyadar diri." balas Daffa menoyor kepala sahabat disampingnya itu.
Tawa tak henti menggema diruangan luas dengan beberapa meja dengan kursi didalam sana. Setelah melakukan rapat, ketiga pria itu memutuskan untuk makan siang bersama. Aska yang tau kedua sahabatnya tengah berduka, karena malam pertama mereka yang gagal. Akhirnya harus suka rela untuk mentraktir mereka makan.
\*\*\*\*\*\*
Jangan lup jejaknya yaa🤗 yuk ramaikan kolom komentarnya. kalo rame, mak othor up satu bab lagi ntar malam🙈
__ADS_1