
Suara dering ponsel menggema dikamar nan luas itu. Vani yang tengah sibuk dengan make up didepan meja rias, berhenti sejenak untuk menerima panggilan itu.
"Hallo. Ma?!"
"Hmm.. Iya, iya. Bentar lagi kita nyusul. Sharelock ya Ma!"
"Oke!"
Vani menutup panggilan itu dan beralih pada aktifitas menggambar alis yang baru terbentuk sebelah tadi.
"Siapa yang?" tanya Aska yang baru saja keluar dari kamar mandi. Tangannya bergerak menggosok rambut basah yang begitu berantakan.
Vani tersenyum menatap seluit sang suami dari depan cermin, yang nampak begitu sexy tanpa menjwab pertanyaan darinya. Aska yang sempat menatap cermin menghentikan pergerakan tangannya. Lalu mendekat dengan ikut menyunggingkan senyuman.
"Kenapa, hem?" goda Aska seraya memeluk tubuh ramping itu dengan mendaratkan bibir dipipi putih sang istri. Vani hanya terkekeh mendengar godaan konyol itu.
"Mau ngulang lagi, hem?" goda Aska lagi, bibir dan tangannya tak mau diam untuk menggoda sang istri. Tawa renyah terdengar menggema dari sepasang suami istri itu.
"Udah kak, udah!" Vani menghentikan gerakan Aska yang tengah menggelitikinya, bahkan Ia sampai terjungkal ke atas kasur empuk itu.
"Ngulang yuk!" ajak Aska menggoda.
"Nggak kak! Kita harus berangkat sekarang. Mama sama papa udah berangkat." tolak Vani dengan halus.
Aska tersenyum, Ia memang senang sekali menggoda istri cantiknya itu. "Ya udah, buat PR malam aja ya?" kekehnya.
Vani tertawa diringi anggukan kepala. Tentu, dengan senang hati Ia akan melayani sang suami diwaktu yang tepat.
Setelah selesai dengan drama persiapan yang begitu banyak memakan waktu, kini kedua manusia itu sudah stay didalam mobil. Vani memperlihatkan lokasi yang sudah dikirim sang mama.
Aska mengerenyit heran kala melihat tempat yang dimaksud. Sepertinya, Ia mengenali lokasi itu. Hingga Ia menginjak pedal rem mendadak kala ia mengingat sesuau.
Ckiiittt!!!
__ADS_1
Duggh!
Hampir saja jidat Vani mencium dashbor, jika saja tangan Aska tidak sigap menahan kepala sang istri.
"Ya ampun Kak!" pekik Vani terkejut seraya memegang dadanya.
"Maaf yang, gak sengaja." sesal Aska. "Kamu gak apa-apa?" tanyanya.
"Nggak apa-apa! Ada apa Kak, kok ngerem mendadak?"
"Ini," Aska menunjuk ponsel yang terpampang didepan dashbor itu.
"Aka baru inget, ini kan alamat rumahnya Rizky." lanjut Aska.
Dahi Vani berlipat, tanda Ia tak mengerti. Mendengar nama itu, memanglah terasa tak asing diindera pendengarannya. Namun Ia juga mungkin melupakan itu.
"Itu Rizky, sahabat Sensen. Anak Onty Feby," balas Aska, hingga ucapan itu Ia jeda kala dapat menangkap sesuatu dari obrolan mereka sejak tadi.
"Apa mungkin, Daffa mau nikahin Riska?" tanya Aska keheranan.
"Terus, ngapain nikahnya dirumah onty Feby?" tanya Aska yang masih nampak keheranan.
Vani tampak mengedikan bahu disertai gelengan kepala, tentu Ia juga tak mengerti mengenai hal itu.
"Apa dirumah itu ada yang masih single selain Riska?" tanya Vani.
Aska tampak berpikir sejenak, "Kek nya gak ada." balasnya masih dengan wajah heran.
"Ya udah kita berangkat aja. Biar gak terus-terusan nebak." pungkas Vani memberi pendapat dan diiyakan Aska yang sudah tak ingin menebak lagi.
Mobil pun kembali dihidupkan dan melesat dari tempat tersebut, hingga tak berselang lama pasangan pengantin itu pun sampai didepan rumah onty Feby.
Suasana nampak sepi, namun ada beberapa mobil yang berderet terparkir dihalaman rumah itu.
__ADS_1
"Kok, sepi kak?" tanya Vani yang merasa heran karena tak nampak acara nikahan atau semacamnya ditempat itu.
"Entah! Apa acaranya udah selesai, ya?" tanya Aska yang ikut merasa heran.
Untuk menghalau rasa penasaran mereka. Kedua manusia itu berlenggang untuk memasuki rumah itu. Pintu yang terbuka lebar membuat mereka dengan leluasa masuk tanpa menyapa terlebih dahulu.
"***-" belum juga sapaan keduanya keluar, kata 'sah' sudah terdengar menggema diruangan luas itu yang diiringi doa dari beberapa orang disana.
Namun atensi dua orang itu tertuju pada seorang gadis yang membuat mereka shok dengan mulut terbuka lebar.
"Riska." cicit keduanya menatap tak percaya pada sang mempelai wanita yang mengenakan kebaya putih plus dengan siger dan make up diwajah yang nampak cantik itu.
Keduanya hanya saling lirik dan segera ikut duduk merebahkan diri diatas gelaran tikar bersama para tamu disana dan ikut mengadahkan tangan.
Doa dari seorang lelaki paruh baya, yang diyakini pak penghulu pun berhenti. Acara masih terasa khidmat kala kedua mempelai tengah saling menyematkan sebuah cincin dan salam takzim yang dilakukan mempelai wanita pada mempelai pria.
"Kamu baru nayampe La?" bisik Sofi yang ternyata duduk disamoingnya. Karena terlalu fokus pada sang mempelai, Vani melupakan keberadaan sang sahabat disampingnya.
"Iya!" balas Vani. "Eh, Fi ini beneran kak Daffa nikah?" tanyanya yang masih penasaran dengan nada sama berbisik.
Sofi menganggukan kepalanya. Ia mana tau nempelai wanita masih berstatuskan pelajar itu.
Vani menghembuskan napasnya pelan, tak tau mengapa tiba-tiba saja sabg mantan kekasih menikahi seorang gadis yang masih sekolah. Dan apa alasan mereka melakuakn pernikahan dengan cara mendadak seperti ini?
\*\*\*\*\*\*
**Jangan lupakan jejaknya yaa gaisss🤗 Maaf kemarin gak up, mak othor sibuk🙈
***
Ini cerita Abi Sensen, launching yaa! Yuk ramaikan, kasih fav❤ , like. dan komen juga ya! Kasih juga hadiah dan vote pertama kallian😍😉
InsyaAlloh jalan bersama dua novel ini, sebelum aka tamat yaa! kasih dukungan kalian biar mak othornya semangat🤗
__ADS_1
Mari meluncur💃**