Bossku, Jodohku!

Bossku, Jodohku!
Saingan semangka


__ADS_3

Hari ini Aska dan Vani berangkat ke kantor seperti biasa. Sudah banyak yang tau mengenai hubungan mereka, namun masih belum banyak yang tau juga mengenai pernikahan dadakan boss dan anak magang itu.


Vani berjalan terlebih dahulu menuju toilet. Hingga setelah ia selseai, ia pun hendak keluar. Namun perempuan itu mengurungkan niatnya dan memilih diam dibalik salah satu bilik, ketika mendengar suara beberapa wanita diluar sana.


"Eh! Eh benar gak sih? Si boss pacaran sama anak magang itu?" tanya salah satu wanita.


"Eh bukan pacaran. Aku dengar dari anak magang lain. Kalo mereka udah nikah loh!"


"Hah beneran?!"


"Serius???"


"Wah kek nya itu si boss kelilipan deh. Masa iya nikahin gadis bau kencur yang ukuran dadanya saja sekecil itu."


"Iya, coba lihat bandingin sama aku. Punyaku bahkan lebih gede ini."


Vani yang berada didalam sana melebarkan mulut dan matanya. Sekuat tenaga Ia mencoba menetralkan dirinya. Ia hendak keluar, namun kembali ia urungkan setelah kembali mendengar ucapan mereka.


"Kalo gitu, kamu coba aja goda si boss sama semangka besarmu itu."


"Eh, tapi kalo beneran dia udah nikah gimana?"


"Gak apa-apa, biar ngebuktiin aja. Kalo si boss masih normal atau nggak. Kek nya, anak magang itu juga hasil nyosor terus."


"Nah bener itu. Aku mau coba lah, siang ini aku mau goda si boss."


"Iya, iya, boleh itu!"


Gelak tawa terdengar menjengkelkan dari ketiga wanita yang tengah berkutat didepan washtaple. Vani masih terdiam didalam sana. Ia sengaja tak keluar dan membiarkan mereka tertawa sepuasnya.


"Mau goda si boss, ya. Oke!" gumam Vani disertai senyuman manisnya.


**


Tok! Tok! Tok!


"Selamat siang Pak!" sapa seorang wanita memasuki ruangan sang boss.


"Siang!" balas Aska.


"Saya bawain kopi buat bapak." ucapnya seraya mendekat.


"Terima kasih." balas Aska yang sibuk dengan laptop didepannya.


Kemudian wanita itu meletakan nampan berisi segelas air hitam pekat disana. Bukan itu saja, wanita itu sengaja berdiri lama didekat Aska bahkan sedikit mencondongkan dirinya kedepan.


Aska yang tak melihat pergerakan wanita itu mengerenyit heran, ia menoleh dan semakin bingung dengan sang wanita yang terlihat aneh menurutnya.


"Kamu kenapa? Ngapain masih disini?" tanya Aska menatap aneh wanita itu.


Sang wanita semakin mendekat seraya membusungkan dada. Aska sedikit memundurkan tubuhnya sedikit merasa takut dengan tingkah aneh itu. Hingga wanita itu hendak berucap, namun suara pintu terbuka mengalihkan atensi mereka.

__ADS_1


"Kak! Ini gimana?" pekik seorang wanita keluar dari kamar mandi.


Aska terkekeh melihat sang istri yang tiba-tiba berantakan. Kancing kemejanya terbuka hingga memperlihatkan kedua buah semangkanya yang menyembul, tanpa cangkang. Bahkan yang lebih mencengangkan banyaknya jejak mahakarya, yang tereksplor di dada putih itu.


"Eh. Maaf mbak!" ucap Vani seraya sedikit membungkuk, hingga kedua semangkanya kian menyembul terlihat.


Tentu hal itu membuat si wanita membelakak. Sepertinya Ia telah salah memperkirakan ukuran dada. Ukuran semangka Vani ternyata lebih besar dari yang dikira.


"Kenapa Ay?" tanya Aska seraya mendekat kearah sang istri.


"Mmm ini," Vani melirik sekilas kearah si wanita yang tampak memucat. Lalu tiba-tiba saja wanita itu berpamitan dari ruangan itu.


"Kalo begitu, saya permisi dulu Pak!" ucapnya menundukan kepala dan berlenggang pergi dari ruangan itu.


Vani tersenyum puas melihat kepergian wanita itu. 'Dia kira punya dia paling gede apa?' batin Vani menyeringai.


"Aaa!!" Vani terkaget, saat tiba-tiba Aska menyerang buah semangkanya itu.


"Isshh jangan kak, ini dikantor!" larang Vani seraya menangkup wajah Aska yang sudah menyelam diantara dua semangak itu.


"Tapi pengen." rengek Aska.


"Aisshh, pasti gara-gara lihat punya si mbak-mbak yang tadi ya?" protes Vani, "iya kan?"


Aska mengerenyit heran. "Lihat apa? Emang si mbak itu lihatin apa?" tanyanya.


"Lihatin semangka lah, dari tadi 'kan si mbak itu mamerin semangkanya yang katanya besar itu sama aka." ucap Vani dengan nada sedikit sewot.


"Isshh apaan sih kak?" elak Vani, menepis tangan Aska.


Aska terkekeh seraya mendekap tubuh istrinya itu. "Gak apa-apa Ay. Aka suka kamu cemburuin. Saingan semangka." kekeh Aska yang sukses dapat cubitan maut dari sang istri, hingga Ia tertawa.


"Apalagi kamu berani menunjukan jika kamu milik Aka, pada mereka." lanjutnya.


"Keterlaluan gak sih aku?" tanya Vani sendu.


Aska melepas dekapannya, "Ya nggak lah! Sebenarnya apa yang terjadi, hem?" tanyanya.


"Aku tuh kesel, mereka pada ghibahin kita. Malah sengaja mau godain aka lagi. Pake semangka yang katanya besar itu." gerutu Vani.


Aska tertawa mendengarnya. Ini pertama kalinya sang istri menggerutu seperti itu. Vani berdecak kesal melihat sang suami yang justru tertawa meledeknya. Hingga pukulan manja pun dilayangkan Vani pada suaminya itu.


"Aka ihh!!"


"Iya, iya, Maaf!" ucap Aska seraya menghentikan pukulan itu.


"Duduk dulu sini!" Aska menarik Vani untuk ikut duduk diatas sofa. Hingga Vani terjatuh dipangkuannya.


"Baiklah! Setelah ini gak akan ada yang berani ghibahin kita lagi." papar Aska.


Vani menautakn alisnya keheranan. "Caranya?"

__ADS_1


"Pengumuman!" balas Aska singkat.


"Pengumuman? Pengumuman apa?" tanya Vani tak mengerti.


"Pengumuman resepsi pernikahan." balas Aska.


"Hah?!" Vani melongo merasa tak percaya.


"Kamu belum tau? Timom belum ngasih tau ya?" tanya Aska dan dijawab gelengan oleh Vani.


"Emang kapan?" tanya Vani.


"Minggu depan." balas Aska.


"Oh ya?" tanya Vani tak percaya dan diangguki Aska.


Vani pun memeluk tubuh tegap itu. Jika ditanya ia ingin melangsungkan resepsi tentu saja. Ia ingin merasakan menjadi seorang pengantin. Mengingat pernikahannya yang memang tak wajar itu.


Aska tersenyum ikut bahagia, melihat ekspresi bahagia dari sang istri. Ia melirik jam dipergealngan tangannya, lalu melepas dekapan itu.


"Huh, sebenarnya aka pengen nyicip ini!" ucapnya menunjuk salah satu semangka yang masih saja terbuka itu.


"Tapi, ada yang harus kita lakukan." lanjutnya.


"Apa?" tanya Vani dan dibalas senyuman manis oleh Aska.


**


Deretan orang-orang sudah berkumpul disebuah aula. Dari semua staf karyawan, hingga cleaning service dikumpulkan sesuai instruksi dari sang boss.


Wajah-wajah tegang nampak dari semua orang disana. Tak ada yang tahu apa yang direncanakan sang boss, hingga memanggil mereka dan mengumpulaknnya di aula itu. Desas desus PHK pun tiba-tiba merebak disana. Hingga ketika pria tampan itu memasuki aula, keadaan pun mendadak hening.


"Selamat siang semua!"


"Siang, Pak!"


"Sebelumnya saya ingin meminta maaf, karena sudah mengumpulkan kalian dijam istirahat seperti ini. Ada tambahan waktu tiga puluh menit untuk kalian beristirahat."


"Saya tidak akan lama-lama mengulur waktu, dan akan langsung bicara ke intinya saja. Saya rasa ini berita yang sangat penting, yang harus saya sampaikan pada kalian." ucapan Aska terjeda sebenatar. Semua orang semakin tampak tegang ditempatnya.


"Ay?!" panggil Aska memberi kode pada sang istri untuk mendekat.


Vani pun dengan ragu mendekat dan berdiri disamping Aska. Hingaa Aska merangkul bahunya. Meski sedikit malu, karena atensi semua mengarah padanya. Namun Vani berusaha sebiasa mungkin.


"Jadi, minggu depan saya mengundang kalian semua untuk hadir di acara resepsi pernikahan kami!" lanjut Aska.


"Hah?!"


\*\*\*\*\*\*


Eh, Putput membobolnya besok aja yaa🙈 jangan lupa jejaknya gaisss🤗

__ADS_1


__ADS_2