Bukan Dia

Bukan Dia
13


__ADS_3

Sudah kuduga akan jadi seperti ini. Dia menyuruhku mendorong trolli yang penuh dengan belanjaan untuk persediaan bahan-bahan di cafe, sedangkan ia sendiri berjalan mendahuluiku di depan sana. Dengan santainya ia melemparkan barang-barang yang baru di ambilnya. Aku jadi seperti pembantu yang ikut majikannya berbelanja.


Selesai mengambil semua bahan yang kami butuhkan, kami segera ke kasir untuk membayar. Kyuhyun mengambil banyak sekali belanjaan. Mungkin itu akan cukup untuk persediaan selama setahun, kurasa ia memang sengaja ingin mengerjaiku.


“Kau bawa ini!” ia menyerahkan beberapa kantung belanjaan yang lumayan besar padaku, sedangkan ia sendiri hanya membawa satu kantung kecil.


“ya! kenapa aku malah membawa lebih banyak darimu?” protesku kesal, enak saja dia. Tak peduli dengan protesku, ia berlalu begitu saja meninggalkanku. Aku sedikit merenung, mungkin selama ini aku terlalu durhaka pada orangtuaku, jadi Tuhan membalasnya dengan cara seperti ini. Aku sudah banyak berbohong pada oemmaku. Beberapa hari lalu tak sengaja aku menyenggol vas mahal miliknya, tapi aku bilang vas itu pecah karena tertiup angin. Maafkan aku oemma.


Aku berjalan dengan terburu-buru karena Kyuhyun sudah jauh di depan sana.


Dan.. BRUKK!!


Karena tidak melihat jalan dengan baik, tanpa sengaja aku menabrak seseorang di depanku, menyebabkan semua kantung yang ku bawa terjatuh, isinya berceceran keluar.


“Ya! hati-hati kalau jalan!” omel gadis yang kutabrak itu dengan kesal. Aku langsung saja membungkuk minta maaf, “jweisonghamnida. Aku tak sengaja.”


Aku langsung berjongkok untuk memunguti semua barang-barang yang berceceran. Rasanya ingin menangis saja kali ini, malu sekali seperti ini di tempat umum. Kyuhyun, mati kau nanti.


“kau tidak apa-apa?” gadis yang ku tabrak tadi ikut berjongkok dan membantu memunguti belanjaanku.


“oh, tak perlu. Aku bisa mengatasi ini.” tolakku halus, tak ingin merepotkannya. Padahal baru saja tadi ia marah-marah, kenapa sekarang jadi baik seperti ini?


“aku juga salah, tadi aku tak fokus melihat jalan karena sibuk dengan ponselku.” Ucapnya menyesal.


“kalau begitu kita sama-sama salah.” Ucapku terkekeh, gadis itu juga ikut tertawa.


“Ini.” ia menyerahkan sebuah bungkusan kopi padaku. Semua barang sudah masuk kembali ke dalam tempatnya sekarang. Semua ini karena pertolongannya, ia baik sekali.

__ADS_1


“kamsahamnida. Kau baik sekali mau membantuku.” Sekali lagi aku membungkuk singkat padanya. Ternyata ia orang yang ramah.


“cheonmaneyo. Anggap saja ini untuk menebus kesalahanku.” Gadis itu tersenyum, cantik sekali.


“Ya! kau ini kenapa lama sekali sih? Aku menunggumu dari tadi.” Iblis itu datang dan langsung mengomeliku. Apa dia tidak bisa melihat-lihat situasi? Masih saja marah-marah di saat seperti ini.


“makanya kalau jalan jangan cepat-cepat! Kau seenaknya menyerahkan semua belanjaan padaku sedangkan kau meninggalkanku begitu saja. Ini semua salahmu tahu!” aku sudah tak bisa bersabar lagi. Untungnya gadis itu masih ada disini, kalau tidak sudah ku maki-maki namja menyebalkan ini.


“kau!” ia menatapku kesal. Harusnya aku yang kesal, bukannya dia.


“oppa.. ternyata benar kau!” gadis itu tiba-tiba memekik terkejut. Aku langsung saja menoleh ke arahnya. Orang yang ia maksud, apakah Kyuhyun?


“ayo pergi dari sini!” tanpa meminta izin dariku, Kyuhyun langsung saja menarikku pergi. tanganku sampai sakit di tarik seperti ini olehnya.


“Ya! ya! apa-apaan kau ini?” aku terus saja meronta melepaskan tangannya.


“lepas! Sakit tahu!” aku menghentakkan tanganku dengan kasar. Ia langsung menghentikan langkahnya. Ku pegang pergelangan tanganku yang kini memerah. Dia tadi menarikku terlalu erat, sakit sekali.


“Mian..” ucapnya pelan. Ah, tapi aku tak peduli! Semudah itu ia minta maaf setelah membuat tanganku memerah? Setidaknya kan dia bisa menunjukkan sedikit itikad baiknya. Sepertinya ia tidak tulus meminta maaf tadi, mukanya datar sekali. “apakah sakit?” tanyanya mulai melunak.


“sama sekali tidak!” ucapku ketus dan mulai berjalan duluan. Tapi ia tiba-tiba saja menarik tanganku dan memegangnya.


“sini, biar kulihat.” Ia mengelusnya pelan. Jantungku mendadak jadi berdegup-degup. Kenapa aku ini? mengapa jadi gugup seperti ini?


“sudah, tidak apa-apa.” aku melepaskan tanganku darinya. Semoga aku tak terlihat gugup di depannya, bisa-bisa dia jadi gr nanti.


“baiklah. Ayo jalan lagi!”

__ADS_1


_


“ya! jalannya pelan-pelan. Kau tidak tahu aku kesulitan membawa ini semua?” aku terus saja berteriak kesal pada Kyuhyun. Padahal saat ini kami sedang di jalan hendak kembali ke cafe. Ia sudah berjalan lumayan jauh di depanku. Sungguh tidak berperasaan, masa menyuruh wanita membawa barang belanjaan sebanyak ini sendirian.


Padahal aku kira setelah ia minta maaf tadi ia akan membawakan sebagian belanjaan ini dan meringankan bebanku, tapi ternyata tidak sama sekali. Harapanku terlalu tinggi.


“kasihan sekali dia. Suami macam apa itu membiarkan istrinya membawa belanjaan sebanyak itu sedirian?”


“istrinya juga terlalu penurut. Bodoh sekali mau saja disuruh-suruh suaminya seperti itu.”


Pendengaranku langsung menajam saat ku dengar –walaupun tidak terlalu jelas- dua orang ahjumma di dekatku berbisik-bisik tetangga. Jadi mereka menyangka kami pasangan suami istri? Omo.. dalam mimpi saja aku tak akan pernah mau itu terjadi.


Aku melangkah semakin cepat menyusul Kyuhyun yang walaupun berjalan pelan tapi sudah sejauh itu. “Cho Kyuhyun!” aku berteriak padanya, semoga saja dia dengar. Aku sudah lelah mengejarnya.


Ia berbalik, dengan tampang tidak berdosa ia bertanya padaku, “berat?”


“tentu saja!” ucapku kesal. Sudah tahu berat kenapa masih bertanya?


“sini!” tiba-tiba Kyuhyun mengambil sebagian kantung-kantung belanjaan dari tanganku, lalu kembali berjalan. Ah, baguslah. Aku jadi tidak kesuliatan lagi.


“hei, kau kenal gadis tadi?” tanyaku mencoba mencairkan suasana.


“gadis yang mana?”


“yang di depan swalayan tadi. Ia memanggilmu ‘oppa’ kan?” aku mencoba mengingatkan.


“tidak. Aku sama sekali tak mengenalnya. Mungkin ia salah mengenali orang.” Wajahnya biasa saja saat mengatakan itu, apa ia jujur? Tapi aku yakin betul gadis tadi itu memanggil Kyuhyun.

__ADS_1


__ADS_2