Bukan Dia

Bukan Dia
18


__ADS_3

Kyuhyun masuk ke dapur dengan wajah ditekuk. Ia benar-benar sedang kesal saat ini, dan sebaiknya tak ada yang mendekatinya jika ia sedang seperti itu.


“ehmm.. apa dia itu kekasihmu? Kenapa tidak pernah cerita kalau kau sudah punya kekasih? Ah, tapi masa sih yeoja secantik itu mau denganmu?” Hyunjin menyenggol lengan Kyuhyun sambil tertawa menggoda.


Mendengar omongan Hyunjin, Kyuhyun menatapnya tajam, tapi gadis itu sepertinya sama sekali tidak peka. “bisakah kau tidak mengatakan hal itu lagi?”


“memangnya kenapa? Kau tak usah malu-malu mengakuinya. Ia memang kekasihmu kan?” Hyunjin kembali menggodanya, membuat Kyuhyun semakin geram.


“jangan bicara kalau kau sama sekali tak tahu apa-apa!” Kyuhyun membentaknya kasar. Ia meninju dinding di belakang Hyunjin.


Hyunjin langsung terlonjak kaget. “kau ini kenapa?”


Kyuhyun menggenggam tangannya erat-erat, berusaha meredam perasaan emosinya yang entah mengapa semakin meluap-luap saat mendengar perkataan Hyunjin tadi.


Untuk meluapkan rasa kesalnya, Kyuhyun berjalan ke arah tumpukan piring kotor, dan ia mencuci piring dengan penuh amarah.


“sebaiknya kau tak usah mencuci piring, Kyu. Biar aku saja.” Jongwoon mencoba membujuk Kyuhyun, ia takut Kyuhyun malah akan menghancurkan semua piring-piring itu.


Kyuhyun tak menjawab, ia menoleh sedikit dan menatap Jongwoon dengan tatapan tak bersahabat, membuat Jongwoon mengunci mulutnya dan lebih memilih untuk menghindar. Lebih baik ia tak dekat-dekat dengan Kyuhyun dulu untuk saat ini.


“kenapa kau marah? Aku kan hanya bertanya. Ada apa denganmu?” Hyunjin terus merecoki Kyuhyun dengan pertanyaannya. Meskipun ia sendiri sebenarnya merasa takut karena reaksi Kyuhyun tadi. Mengapa ia bisa semarah itu? apa pertanyaannya keterlaluan? Ia rasa tidak.


Jongwoon berusaha menyingkirkan Hyunjin dari hadapan Kyuhyun. Apa gadis itu tak sadar bahwa Kyuhyun sedang dalam keadaan yang tidak kondusif untuk di ajak mengobrol?

__ADS_1


_


Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke semua sudut cafe, berusaha mencari sosok Hyunjin. Ia bermaksud minta maaf pada gadis itu karena menyadari sikapnya tadi sedikit berlebihan. Ia sadar seharusnya tak usah sampai membentaknya seperti tadi. Ia sendiri tak tahu mengapa bisa semarah itu. Tadi ia hanya terlalu emosi, dan semua itu ia lampiaskan pada Hyunjin.


Pandangan Kyuhyun terhenti pada sosok Hyunjin yang sedang mencatat pesanan para pelanggan. Kyuhyun hendak berjalan menghampirinya, namun langkahnya langsung terhenti ketika melihat seorang namja yang tiba-tiba datang dan langsung menarik tangan gadis itu untuk keluar cafe. Lagi-lagi tangannya terkepal keras. Suasana hatinya yang mulai membaik kini tiba-tiba berubah lagi. Emosinya benar-benar dipermainkan sekarang.


“ku rasa gosip itu memang benar. Lee sajangnim menjodohkan cucunya dengan Hyunjin.” suara itu langsung mengusik pendengaran Kyuhyun begitu ia memasuki dapur. Jongwoon dan Ryeowook yang senggang sedang mengobrol membahas sesuatu yang membuat Kyuhyun penasaran.


“apa maksudmu? Benarkah itu?” Kyuhyun tiba-tiba menimpali, membuat dua namja itu terkaget atas kemunculannya yang tiba-tiba.


“nde, bukankah gosip ini sudah menyebar luas? Hampir semua pegawai di cafe ini sudah mengetahuinya. Tadinya ku kira itu hanya gosip belaka, tapi tak kusangka ternyata hal itu benar. Lihat saja, Hyunjin dan cucu Lee sajangnim terlihat sangat dekat.” Ucap Ryeowook yakin. Jongwoon menatap Kyuhyun dan menyadari raut wajahnya yang berubah.


_


“ya! kenapa kau ini? sudah ku bilang aku tak mau ikut denganmu.” Hyunjin terus meronta karena Donghae menariknya paksa. Tapi Donghae terpaksa melakukan itu, karena jika diminta baik-baik pun Hyunjin pasti tetap tak akan mau mengikutinya.


“tapi kita mau kemana?”


Donghae menghentikan langkahnya, ia sudah lelah menarik gadis itu, “kau harus menemaniku belanja.”


“tapi kenapa harus memaksaku seperti ini?” protes Hyuunjin tak terima.


Donghae mengalah, ia melepas cengkeramannya pada tangan Hyunjin. “baiklah, aku minta baik-baik padamu. Temani aku belanja. Kau mau kan?” tanpa menunggu jawabannya, Donghae kembali menarik tangan gadis itu.

__ADS_1


“Ya!” kali ini Hyunjin memukul punggung Donghae sedikit keras.


“apa lagi? aku kan sudah bertanya baik-baik.”


“kau ingin mengajakku dengan pakaian seperti ini?” Donghae memandang Hyunjin, dan baru sadar gadis itu masih memakai pakaian seragam karyawan cafe-nya.


“baiklah, cepat ganti bajumu. Aku akan menunggu disini. 10 menit, tidak lebih.”


“jangan bicara dengan nada seperti itu! kau pikir kau itu bosku apa?” Hyunjin menyalak tak kalah kasar dari Donghae. Ia buru-buru masuk lagi ke cafe untuk berganti baju, sekaligus meminta izin pada manager Park. Ia tak mungkin pergi begitu saja tanpa izin kan? walaupun yang mengajaknya adalah cucu pemilik cafe sekalipun.


_


-Choi Hyunjin’s POV-


Ya Tuhan, ini sungguh hari tersialku seumur hidup –tapi sepertinya hari sialku sudah dimulai sejak tiga hari lalu semenjak aku bekerja di cafe itu-. Donghae dengan tidak berprikemanusiaannya menyuruhku membawakan semua barang belanjaannya. Aku jadi ingat, kemarin juga hal yang sama terjadi padaku saat ikut Kyuhyun berbelanja. Mengapa dua makhluk itu senang sekali menyiksaku? Apa mereka bahagia setelah itu? sungguh, mungkin kemalangan terbesarku adalah bertemu dengan mereka berdua.


Selain itu, Donghae menyuruhku mencoba beberapa gaun yang dipilihnya. Tentu saja gaun itu bukan untuk dipakainya, sudah pasti untuk seorang wanita. Tapi saat ku tanyakan itu untuk siapa, dia bilang untuk seseorang yang spesial baginya. Hatiku benar-benar remuk saat itu juga. Bagaimana mungkin ia bisa menyuruhku menemaninya belanja dan mencoba gaun yang akan diberikannya pada gadis lain? kalau saja dia tahu perasaanku yang sebenarnya, apakah ia masih akan tega melakukan ini padaku?


“kau lelah? Ingin makan ice cream?” tanyanya padaku. Dilihat sepintas saja seharusnya ia sudah tahu selelah apa aku sekarang. Aku hanya mengangguk, dan mengikutinya masuk ke sebuah toko ice cream.


Kami makan dalam diam, aku sedang tak ingin bicara apa-apa sekarang. Yang kupikirkan malah si menyebalkan Cho Kyuhyun itu. Tadi saat di cafe mengapa ia terlihat marah sekali? Siapa sih sebenarnya gadis itu? membuatku penasaran saja. Jika itu dongsaengnya, mana mungkin Kyuhyun kelihatan tidak senang setelah bertemu dengannya? Jika kekasihnya.. sikapnya terlalu biasa pada gadis itu. Ah, atau jangan-jangan itu mantan kekasihnya, dan mereka sedang ada masalah. Mungkin saja begitu.


“kau tak makan? Ice cream-mu mulai mencair.” Suara Donghae membuyarkanku dari lamunanku tadi. Aku melihat ke cup ice creamku yang memang sudah mulai mencair. Buru-buru ku makan, sampai mulutku belepotan.

__ADS_1


Aku merasa sangat kaget karena tiba-tiba saja Donghae mengulurkan tangannya dan mengelap mulutku dengan tissue, “kenapa kau selalu makan seperti ini sih?” ucapnya sambil terkekeh. Aku hanya dapat terdiam, tapi tidak bisa mengeluarkan kalimat apapun.


“baiklah, kau sudah selesai? Ayo kita pulang!”


__ADS_2