Bukan Dia

Bukan Dia
15


__ADS_3

-Author’s POV-


Kyuhyun selesai mengunci pintu, ia menghela nafas pelan sambil beranjak pergi. Dua hari kemarin saat keluar dari cafe pasti ada Hyunjin yang dengan setia menunggunya. Tapi ada sesuatu yang terasa berbeda saat itu tak lagi terjadi.


Donghae itu, apa dia selalu seenaknya pada orang lain? dengan seenaknya ia memaksa Hyunjin untuk ikut dengannya.


Namja itu terus berjalan pulang. Karena tak ada Hyunjin bersamanya, ia melewati begitu saja halte bus. Sekarang ia jadi bosan. Jika ada Hyunjin paling tidak Kyuhyun bisa mendengar celotehan gadis itu, jadi tak sunyi seperti ini. Walaupun senang menyiksa gadis itu, terkadang Kyuhyun merasa ada yang kurang saat tak bersamanya. Padahal barus saja beberapa hari mereka bertemu, Kyuhyun sudah mulai terbiasa dengan keberadaan Hyunjin.


Langkah Kyuhyun melambat, di rasakannya lagi-lagi seseorang mengikutinya dari belakang. Ia tahu pasti orang itu lagi. ‘mengapa ia tak juga menyerah?’ Kyuhyun merutuk kesal dalam hati. Tapi sekali lagi, Kyuhyun berusaha mengacuhkannya dan berpura-pura tidak tahu.


_


Kyuhyun berbelok di sebuah gang kecil. Itu bukanlah jalan menuju apatemennya, tetapi ia terpaksa pergi ke tempat itu. Orang dibelakangnya masih mengikutinya. Ia berusaha keras agar tak ketahuan. Ia juga sempat heran mengapa Kyuhyun sama sekali tak berbalik ke belakang atau merasa sedang diikuti. Tapi ia tak peduli, bukankah itu malah bagus?


Orang itu tak tahu bahwa Kyuhyun ternyata sudah menyadari keberadaannya. Namja itu malah sudah tahu siapa dia. Pria itu ikut masuk ke gang kecil tersebut, namun Kyuhyun sudah tak ada lagi disana. Ia kehilangan jejak Kyuhyun begitu saja.


“ah, sial!” pria itu mengumpat kesal mengetahui targetnya menghilang begitu saja. Tapi bagaimana Kyuhyun bisa pergi secepat itu? ia bahkan hanya berjarak beberapa meter saja dari belakang Kyuhyun tadi. Pria itu terus bertanya-tanya dalam hatinya.


“mencariku?” sebuah suara terdengar di tengah-tengah kekesalannya. Ia terperanjat, seorang pemuda dengan postur tinggi keluar dari balik dinding dengan memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya. Gaya angkuh itu, ia kenal betul siapa dia.


“ah, aku ketahuan rupanya.” Pria misterius itu tersenyum kecut, ternyata tak mudah bermain kucing-kucingan dengan pemuda bernama Cho Kyuhyun itu.


“kau harus berlatih beberapa tahun lagi sebelum berusaha untuk menguntitku. Tapi ku hargai usahamu ini.” Kyuhyun berkata dengan sedikit senyuman tersungging di bibirnya. Namun bukannya senyuman ramah yang ia tunjukkan, melainkan sebuah senyum meremehkan.


“kalau sudah ketahuan begini aku tak bisa apa-apa lagi.” pria itu memandang dengan tatapan menyerah. Baiklah, rupanya usahanya kali ini gagal.


“lalu mengapa kau bisa sampai disini, Hankyung-sshi?”


_


“Ini!” Kyuhyun melemparkan sekaleng minuman bersoda pada pria bernama Hankyung itu dan langsung di tangkap olehnya. Kyuhyun kemudian mengambil tempat untuk duduk disamping Hankyung. Mereka sekarang sedang berada di taman yang tak jauh dari tempat mereka bertemu sebelumnya.


“jadi, apa abonim yang mengutusmu kesini?” tanya Kyuhyun langsung tanpa basa-basi. Hankyung langsung tersedak minumannya saat Kyuhyun bertanya tentang itu. Ia jadi gugup sendiri. Memangnya apa lagi tujuannya selain itu?

__ADS_1


“a..anu. sebenarnya..” Hankyung jadi gelagapan. ‘Bocah ini, bisakah ia tak usah serius seperti ini?’ Hankyung merutuk dalam hati.


“aku tahu apa tujuanmu. Tapi katakan padanya aku tak akan kembali. Aku sudah menentukan jalan hidupku sendiri.” Kyuhyun berkata dengan tenang, walaupun ada sedikit rasa sakit di dadanya saat ia mengatakan itu.


“tapi aku sudah mencarimu selama satu tahun ini. Kau pikir aku bisa kembali dengan tangan hampa? Ayahmu akan memecatku begitu dia tahu.” Ujar hankyung sedikit panik. Bagaimana mungkin ia melepaskan tangkapannya begitu saja padahal ia mendapatkannya dengan susah payah?


Kyuhyun berdecak pelan, “mengapa ia tak pernah menyerah?”


“begitulah ayahmu.”


Mereka terdiam. Tak tahu apa yang harus di bicarakan lagi pada lawan bicaranya. Seharusnya pertemuan mereka ini bisa menyenangkan, sudah lama mereka tak bertemu. Tapi entah mengapa malah jadi seperti ini. Kyuhyun tahu, ayahnya pasti yang mengutus Hankyung untuk membawanya pulang. Ia bukan anak kecil lagi, ia sudah jadi laki-laki dewasa sekarang. Tapi mengapa ayahnya itu tak pernah mau mengerti akan keputusannya?


“lalu bagaimana dengan abonim? Apa dia sehat?” tanya Kyuhyun akhirnya. Dari suaranya ia terdengar ragu-ragu untuk menanyakan ini.


Hankyung menoleh dengan pandangan yang sulit di artikan, “dia sepertinya frustasi kau lari dari rumah. Tak ada yang bisa menjadi pewarisnya nanti.” Hankyung terkekeh, berusaha menyelipkan canda di dalam kalimatnya. Tapi sepertinya Kyuhyun sama sekali tak menganggap ini sebuah candaan.


“dia masih punya seorang anak lagi yang dengan senang hati akan melakukan itu. mengapa ia selalu memaksaku?”


“dia cuma mengharapkanmu.” Hankyung meneguk lagi minuman kalengnya. “jadi sekarang, kau sudah bisa membiayai kuliahmu sendiri?” tanya Hankyung Iagi. Ia tak bisa apa-apa, Kyuhyun sama keras kepalanya dengan ayahnya. Jika ayahnya bersikeras Kyuhyun harus kembali, maka begitu pun sebaliknya. Kyuhyun akan menolak mentah-mentah jika ia masih harus di paksa melakukan keinginan ayahnya.


Hankyung ikut tersenyum kecil mendengarnya. Waktu Kyuhyun memutuskan untuk angkat kaki dari kehidupan mewahnya sebelumnya, ia berprediksi bahwa Kyuhyun akan kembali dalam satu atau dua hari. Kehidupan di luar sangat keras, orang yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya seperti Kyuhyun mungkin tak akan bertahan lama. Tapi ini, tiga tahun sudah ia pergi. Kyuhyun bertahan, ia memegang kata-katanya sendiri waktu itu.


“kau sebentar lagi akan jadi dokter. Kau bahagia? Apa kau senang melihat ayahmu yang tertekan karena kepergianmu?” Hankyung memarahinya. Biar bagaimanapun cara Kyuhyun salah menurutnya. Menentang orang tua untuk mendapatkan cita-citanya, bukankah itu sama saja ia sudah menjadi anak durhaka?


“tapi aku sudah menemukan jalan hidupku. Aku bahagia dengan diriku sekarang. Apa yang akan kau lakukan kalau kau jadi aku, hyung?” Kyuhyun menatap Hankyung tepat di manik matanya. Hankyung tertegun, mata itu berkata jujur. Itulah apa yang ada di dalam hati Kyuhyun yang sebenarnya. Semua yang diinginkannya sebentar lagi akan diraihnya, dan sekarang ayahnya datang ingin menghancurkan itu semua? Hankyung sebenarnya tak tega, ia mengerti perasaan Kyuhyun. Tapi ia bisa berbuat apa?


Hankyung bangkit dari duduknya, lalu menghela nafas berat. Ia sedang menimbang-nimbang apa yang harus dilakukannya.


“baiklah, anggap malam ini kita tak pernah bertemu. Semua ini hanya kau dan aku yang tahu. Aku akan berusaha merahasiakan keberadaanmu.” Dalam hati Hankyung mengutuk dirinya habis-habisan. Bagaimana mungkin ia bisa melakukan ini?


“kau serius hyung?” Kyuhyun menatap Hankyung tidak percaya.


Pria itu hanya mengangguk, menyembunyikan senyum di balik wajah tidak relanya. “temukan kebahagiaanmu itu. Jangan buat aku menyesal telah melakukan ini.”

__ADS_1


“Gomawo Hankyung hyung!” Kyuhyun ikut berdiri dan segera memeluk Hankyung. Sudah lama ia tak sebahagia ini rupanya.


Hankyung melihat jam di pergelangan tangannya, “sudah malam. Aku harus pergi. kau berhati-hatilah. Aku belum bilang pada ayahmu kalau kau masih di Seoul. Ia pikir mungkin kau sudah pindah ke kota lain atau bahkan ke luar negeri.”


“ne, tenang saja hyung. Sudah tiga tahun aku sembunyi darinya.”


“tapi kau juga tak bisa sembunyi terus. Cepat atau lambat kau harus menghadapinya.”


Kyuhyun mengangguk pasti, “Aku akan menemuinya saaat aku sudah berhasil.”


“baiklah, aku harus pergi sekarang. Mungkin kita tak akan bertemu lagi dalam waktu dekat. Aku harus berhati-hati agar ayahmu tak curiga.” Hankyung meraih bahu Kyuhyun, sekali lagi mereka berpelukan.


“gomawo hyung, aku sudah tahu sejak dulu kau memang orang yang sangat baik.”


“ne, sekarang pulanglah. Kau pasti lelah seharian bekerja di cafe itu.’


Kyuhyun menautkan kedua alisnya, “kau tahu itu?”


“ya, beberapa minggu ini aku terus mengawasimu. Tentu saja aku tahu. Termasuk gadis itu juga.” Hankyung tersenyum mencoba menggodanya. Kyuhyun mendenguskan nafas kesal, pasti yang ia maksud adalah Hyunjin.


“kau benar-beanr jadi stalkerku.” Cibirnya pada Hankyung.


“ya! sudahlah, cepat pulang dan tidur.”


“baiklah.. annyeong hyung!” Kyuhyun melambaikan tangan dan segera pergi dari tempat itu. Hankyung menatap kepergian Kyuhyun sampai ia benar-benar tak terlihat lagi, setelah itu barulah ia beranjak dari tempat tersebut.


Kyuhyun melangkah dengan ringan, bebannya sedikit terangkat setelah menceritakan keluh kesahnya pada Hankyung tadi.


Tanpa Kyuhyun sadari, di kejauhan seseorang sedang mengintainya dari dalam sebuah mobil. Orang itu memperhatikan setiap gerak-gerik Kyuhyun.


“sajangnim, aku sudah mengetahui keberadaannya.” Ucapnya pada orang di seberang telepon. Ia sedang melaporkan hasil pengintaiannya tadi.


“………”

__ADS_1


“tentu, secepatnya akan kubawa dia ke hadapanmu.”


To Be Continue..


__ADS_2