Bukan Dia

Bukan Dia
20


__ADS_3

-Author’s POV-


Kyuhyun berjalan menuju apartemennya. Langkahnya sedikit gontai. Ada rasa berat di hatinya saat meninggalkan gadis itu sendirian tadi. Ia jadi merasa cemas. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Hyunjin?


‘ah, apa yang kupikirkan?’


Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Cepat-cepat ia membuang pikiran itu. Hyunjin sebentar lagi akan menjadi milik orang lain, ia sudah tak punya kesempatan lagi. Ada rasa sesal di hatinya, sesuatu yang membuat dadanya benar-benar terasa sesak.


Ia sudah menyukai gadis itu sejak pertemuan pertama mereka di rumah sakit beberapa minggu lalu. Sebenarnya ia sangat senang ketika bertemu lagi dengan Hyunjin saat di cafe. Dan mengenai ganti rugi yang tidak masuk akal itu pun sengaja ia lakukan agar mendapat banyak waktu bersama Hyunjin. Tapi dengan bodohnya ia malah bersikap kasar dan tak bersahabat pada gadis itu. Bukankah bila ia menyukainya seharusnya ia bersikap baik dan mencoba menarik perhatiannya? Tapi yang Kyuhyun lakukan malah sebaliknya.


“bodoh.” Kyuhyun menggumam sepanjang perjalanannya. Ia mengutuk dirinya habis-habisan. Apalagi setelah mendengar perkataan Hyunjin tentang Yeoram tadi, hatinya benar-benar sakit. Mengapa Hyunjin malah menyangka Yeoram adalah kekasihnya? bukankah itu berarti Hyunjin tak punya perasaaan apa-apa padanya? ia sadar sekarang, benar-benar tak ada celah sedikitpun untuknya di hati gadis itu.


Langkah Kyuhyun berhenti tatkala dua orang pria berpakaian hitam menghalangi jalannya. Kyuhyun menggeserkan langkahnya ke samping mencoba mencari celah, tapi salah satu orang itu malah bergeser mengikutinya. Kyuhyun bergeser lagi. Ia masih berusaha sabar, tak ingin cari ribut. Tapi pria satunya kembali menghalangi jalannya.


“maaf tuan-tuan, bisakah kalian memberi jalan untukku?” tanyanya masih bisa bersikap ramah. Dua pria itu tak menjawab, malah salah satu dari mereka mencengkeram kerah baju kyuhyun. Sontak saja Kyuhyun berusaha untuk melawan.


“jadi kau adalah Cho Kyuhyun?” tanya pria yang mencengkeram kerah bajunya. Kyuhyun tak menjawab, ia hanya diam saja dan menatap pria itu tajam.


“benar kan dia orangnya?” pria itu menoleh pada temannya yang langsung menganggukkan kepala.


“mau apa kalian? Ku rasa aku tak mengenal kalian.” Kyuhyun menghentak kasar tangan pria itu dari kerah bajunya, kemudian menepis-nepis bagian kerah bajunya yang disentuh tadi, seolah ia merasa ada bekas kotor yang menempel disana.


“cih! kau memang tak mengenal kami, tapi kami ditugaskan untuk membawamu.” Ucap pria itu. Kyuhyun langsung tahu apa tujuan mereka -lebih tepatnya siapa orang di balik ini semua.


“kau bisa memilih ingin ikut kami dengan sukarela atau harus dengan sedikit paksaan.” Ancam pria satunya. Kyuhyun tersenyum meremehkan. Tak menyangka ternyata “orang itu” benar-benar ingin sekali membawanya kembali.


“aku tak akan ikut dengan kalian. Silakan pergi dan katakan pada orang yang membayar kalian untuk tidak mencampuri hidupku lagi.” Kyuhyun memandang mereka dengan tatapan penuh hina.

__ADS_1


“haha.. besar sekali nyalimu nak. Kami sudah di bayar untuk membawamu, dan itu harus kami lakukan. Kalau memang begini maumu akan kami lakukan.” Kedua pria itu mulai menghajar Kyuhyun, salah satu dari mereka melayangkan tinjunya ke dekat bibir Kyuhyun dan telak membuatnya mengeluarkan sedikit darah. Tidak hanya itu, pria satunya juga menendang perut Kyuhyun sehingga ia tersungkur ke tanah.


Kyuhyun berusaha melawan, tapi satu melawan dua sungguh tak seimbang, apalagi tubuh dua pria itu jauh lebih besar dan kekar darinya. Ia sudah tak berdaya, wajahnya penuh lebam bekas pukulan. Badannya juga kesakitan karena pukulan bertubi-tubi dari mereka.


Tiba-tiba dua pria itu menghentikan aksinya ketika mendengar suara sirine mobil polisi yang mendekat. Rupanya ada petugas polisi yang sedang berpatroli di daerah situ. Kedua pria itu langsung kabur dan meninggalkan Kyuhyun begitu saja yang masih tersungkurdi tanah. Kyuhyun memaki kesal dirinya sendiri karena tak bisa apa-apa melawan dua pria suruhan ayahnya itu.


Polisi yang melihat seseorang tersungkur di trotoar langsung saja menepikan mobilnya dan menghampiri Kyuhyun.


“kau tidak apa-apa? apa yang terjadi?” tanya salah satu dari dua polisi itu sambil membantu Kyuhyun untuk berdiri.


“tadi ada orang yang ingin merampokku. Karena aku tak memberikannya uang makanya ia memukulku.” Kyuhyun sengaja berbohong, ia tak ingin masalah ini akan semakin panjang jadinya.


“benarkah? Apa tak sebaiknya kau melaporkannya di kantor polisi?” usul polisi satunya.


Kyuhyun menggeleng, “sepertinya tak perlu, lagi pula aku tak ingat wajahnya. Ia memakai topi dan menutupi wajahnya tadi.” Dusta Kyuhyun lagi.


“tapi apa tidak sebaiknya anda pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka itu?” tanya polisi itu tak yakin. Wajah Kyuhyun sudah babak belur mengenaskan.


“baiklah, kalau begitu kami permisi. Hati-hatilah dalam perjalanan.”


“nde, terimakasih Pak.”


Kyuhyun berjalan tertatih-tatih menuju apartemennya. Untunglah ini sudah malam, jadi tak ada orang di jalan yang akan melihat keadaannya seperti ini.


_


-Choi Hyunjin’s POV-

__ADS_1


Setelah kuliah selesai, Donghae menyuruhku untuk menemuinya. Aku tak tahu ada apa, tapi sepertinya ini hal yang penting. Ku harap ia bukan ingin mengajakku berbelanja lagi, sudah cukup aku jadi kuli panggul untuknya kemarin.


Aku langsung ke tempat yang dikatakannya tadi. Ternyata ia sudah menungguku disana. Ia berbalik saat aku memanggilnya, dan entah aku yang salah lihat atau apa ia tersenyum ke arahku.


“ada apa Donghae-sshi?”


“ini untukmu.” Donghae menyerahkan sebuah tas kantung padaku. Aku menerimanya dengan ragu.


“apa ini?”


“lihat saja sendiri. Aku berharap kau akan memakainya untuk malam nanti.”


“tunggu! Jadi benar akan ada pertemuan keluarga untuk membahas tentang.. pertunangan?” ucapanku terdengar ragu saat mengucapkan kata terakhir.


Donghae mengangguk, dan lagi-lagi ia tersenyum, “ya, kau benar. Maaf aku belum memberitahumu sebelumnya.”


Aku mengangguk maklum, kemudian merogoh isi tas kantung yang ia berikan tadi. Dan saat ku keluarkan, benda itu benar-benar membuatku menganga tak percaya. “Ini..” aku menatap Donghae takjub, benar-benar tak percaya dengan apa yang ia berikan.


“Ya, itu untukmu. Maaf tidak langsung memberikannya kemarin. Habisnya kau langsung pergi begitu saja.”


“tapi kau bilang..”


“aku bilang apa?” tanyanya pura-pura bodoh.


“Bukankah kau bilang gaun ini untuk gadis yang spesial untukmu itu? Kenapa malah kau berikan padaku?”


Donghae menggaruk belakang kepalanya, entah kenapa ia terlihat kikuk. “ah, pokoknya itu untukmu. Kau harus memakainya nanti. Aku pergi dulu. Annyeong!” Donghae pergi begitu saja meninggalkanku yang masih bertanya-tanya.

__ADS_1


Aku bingung dengannya. Dulu ia baik padaku, kemudian tiba-tiba berubah menyebalkan, dan sekarang sikapnya berubah lagi. Apa Donghae sebenarnya berkepribadian ganda? orang aneh.


Aku menengok jam tanganku, ini sudah waktunya ke cafe. Biasanya disaat seperti ini Mr. Cho itu akan menelepon dan marah-marah, tapi entahlah hari ini ia sama sekali tidak menghubungiku. Apa ia masih marah? Ah, aku harus minta penjelasan padanya.


__ADS_2