Bukan Dia

Bukan Dia
34


__ADS_3

“aku tak mau kehilanganmu.” Suara Kyuhyun terdengar bergetar, terlihat sangat putus asa. Ia masih memeluk tubuh Hyunjin, sama sekali tak berniat untuk melepaskannya.


Hyunjin tak dapat bergerak, tubuhnya serasa kaku. “kenapa?” hanya kata itu yang sanggup ia keluarkan. Ia masih tak percaya Kyuhyun sedang memeluknya sekarang.


“sudah ku bilang kan waktu itu? aku mencintaimu. Itu bukan hanya gurauan. Aku serius.” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Mata Hyunjin membelalak, tak percaya atas ucapan Kyuhyun barusan.


“kenapa kau perlakukan aku seperti ini Kyuhyun-ah? Sebenarnya bagaimana perasaanmu terhadapku? Aku bingung denganmu. Bukankah kau tak menyukaiku? Kau sendiri yang bilang untuk tak menganggap serius hal itu.”


Kyuhyun terkejut, kemudian melepaskan pelukannya. Ia menggeleng kuat, “tak cukup jelas kah? AKU MENCINTAIMU.”


Hyunjin menatap mata Kyuhyun dalam, mencoba mencari kebohongan disana. Pasti namja itu hanya ingin mengerjainya lagi. Tapi tak ada, namja itu terlihat sangat serius. Hyunjin bahkan bisa melihat mata Kyuhyun sudah memerah. Astaga, apakah Kyuhyun menangis?


“aku juga, Kyuhyun-ah. Aku juga mencintaimu. Tapi kau terus menggantungkanku, kau membuatku bingung.” Ujar Hyunjin terisak. Mata Hyunjin mulai basah oleh air mata. Sekali lagi, Kyuhyun berhasil membuatnya menangis.


“kau juga mencintaiku?” Kyuhyun menatapnya tak percaya.


Hyunjin hanya mengangguk lemah.


“aku kira kau dan Donghae-“


“memang, awalnya aku menyukainya. Tapi itu dulu, sebelum aku sadar kalau aku mulai mencintaimu. Tapi kau tak pernah memberikanku kesempatan untuk menjelaskan. Kau bahkan sama sekali tidak mau menunggu jawaban dariku. Kau terus menghindar.”


“mianhae.. ini salahku.” Kyuhyun kembali memeluk Hyunjin.


“bisakah kau perjelas semua ini? aku tak mau kau membuatku jadi kebingungan lagi.” ucap Hyunjin di sela-sela isakannya.


Kyuhyun melepaskan pelukannya dan meraih wajah gadis itu. “Aku mencintaimu. Mulai sekarang jadilah yeojachinguku.”

__ADS_1


“ini perintah atau permintaan?” tanya Hyunjin masih sambil terisak.


“tidak, ini bukan perintah atau pun permintaan. Ini sebuah pernyataan. Mulai sekarang jangan melirik namja lain selain aku. Kau mengerti, hm?”


“ya! kenapa seenaknya?”


“kau tahu? Aku selalu cemburu melihatmu dengan namja lain.”


“Kyuhyun, kenapa kau jadi romantis begini? Ini seperti bukan dirimu. Apa kau salah makan sesuatu?”


Kyuhyun mengabaikan pertanyaan itu, lalu kembali mendekap Hyunjin dalam peluknya. Semua beban di bahunya seakan sudah terangkat, ia merasa sangat ringan sekarang. Sebenarnya ia sudah siap jika Hyunjin akan menolaknya, tapi ternyata gadis itu menyambut perasaannya. Ia senang luar biasa.


“Kyu, apa kau akan terus memelukku seperti ini? banyak orang yang melihat.” Hyunjin bertanya ragu.


“oh, maaf.” Dengan segera Kyuhyun melepaskan pelukannya. Ia menggaruk tengkuknya salah tingkah. Ah, kenapa mendadak ia jadi gugup begini?


Mereka berjalan berdampingan, tapi jantung Hyunjin terus berdegup kencang karena gugup. Ia bahkan tak sanggup hanya untuk sekedar bergandengan tangan dengan Kyuhyun. Ia sedikit menjaga jarak, tak mau Kyuhyun mendengar degup jantungnya yang berpacu sangat cepat.


Keduanya langsung duduk di halte bus begitu sampai, tapi entah mengapa mereka hanya saling diam. Namun kini bukan diam karena saling menjauhi, melainkan karena canggung dengan hal yang barusan mereka alami.


“Kyuhyun-ah..” panggil Hyunjin memecah keheningan. Tak enak juga jika hanya diam saja seperti ini terus. Kyuhyun menoleh sambil menggumam pelan.


“sejak kapan kau mulai menyukaiku? Apakah saat kita mulai sering bertengkar?” tanya Hyunjin sambil sedikit tertawa mengingat hal itu.


Kyuhyun menggeleng, menandakan tebakan Hyunjin salah, “saat di rumah sakit, pertemuan kita yang pertama waktu itu. Kau ingat?”


Hyunjin melongo, “Ye? Kau menyukaiku sejak itu? ya! ternyata selama ini kau sudah memendam perasaan padaku ya? Kenapa kau selalu menyiksaku saat bekerja di cafe?” protes Hyunjin sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

__ADS_1


“itu.. hahaha.. aku hanya senang saja mengerjaimu.”


Hyunjin mendelik kesal melihat Kyuhyun yang sedang tersenyum penuh kemenangan. “ish, menyebalkan. Lalu.. mengapa kau tidak mengatakannya dari dulu, kalau kau.. menyukaiku?”


“aku sudah pernah mengatakannya bukan? Kau saja yang tidak peka.” Kyuhyun berusaha membela diri.


“kau mengatakan itu disaat yang tidak tepat, aku sempat ragu.” Bantah Hyunjin tak mau kalah.


“jadi kau tidak percaya padaku waktu itu?”


“awalnya memang begitu. Tapi kemudian aku percaya, namun sikapmu yang membuatku kembali ragu.”


Kyuhyun tersentak dengan pernyataan Hyunjin, ia sadar ia juga salah karena menghindar dari gadis itu. “aku tak tahu harus bagaimana. Saat pertama kali aku mengatakannya itu pun karena tidak sengaja. Tapi kau hanya menganggapku bercanda. Itu membuatku sedikit kesal.”


“sudahlah, sekarang kita sudah mengetahui perasaan masing-masing. Jadi jangan bertingkah bodoh lagi dan menghindariku terus.” Ucap Hyunjin penuh penegasan. Ketika Kyuhyun bersikap acuh tak acuh padanya, itu benar-benar membuat ia tersiksa.


Kyuhyun mengangguk, “dan kau jangan berusaha menggodaku dengan Yeoram lagi. Itu salah satu hal yang membuatku mengira kau tak punya perasaan apa-apa terhadapku.”


Hyunjin ikut mengangguk dan kembali menatap ke depan, ia terlalu gugup untuk hanya sekedar melihat bayangan Kyuhyun. Mengapa seperti ini? padahal dulu ia tak pernah gugup saat bersama Kyuhyun –baiklah, mungkin hanya sesekali.


Sejak tadi Hyunjin tak henti-hentinya berusaha keras mengontrol detak jantungnya yang berdegup cepat. Gadis itu terus tersenyum, perasaan yang pernah ia rasakan pada namja yang pertama disukainya dulu, kini dirasakannya lagi.


Donghae..


Perlahan senyum diwajahnya memudar, berganti dengan raut cemas. Mengapa ia bisa melupakan hal ini? Masih ada Donghae yang sedang menantinya. Tapi, ia tak mungkin bisa melepaskan Kyuhyun, ia tak mungkin sanggup. Apakah ia akan tega menyakiti hati Donghae? Tapi bagaimanapun semua ini harus diselesaikan agar tak ada yang terluka lebih jauh lagi nantinya.


___

__ADS_1


__ADS_2