
Hyunjin berjingkat-jingkat persis seperti pencuri, sesekali ia menoleh ke kanan-kiri memastikan keadaan aman. Kali ini ia benar-benar harus keluar, sudah tiga hari ini dia merasakan seperti berada di dalam penjara. Ponsel dan semua sarana komunikasinya di sita, ia tak bisa menghubungi Kyuhyun sama sekali. Keluar rumah hanya jika pergi kuliah, itu pun di antar jemput oleh sopir ayahnya.
Hari ini rumah sedang sepi, ayah dan ibunya pergi menghadiri acara keluarga. Ia hanya di rumah bersama Minho, tapi dongsaengnya itu sedang berhibernasi di kamar, jadi ia tak mungkin keluar dan memergoki Hyunjin yang sedang berusaha kabur. Hyunjin juga sudah berhasil mengamankan ponselnya kembali, terpaksa ia menyusup ke kamar ayahnya untuk mengambil ponselnya. Berulang kali ia menggumam minta maaf untuk ayahnya –meskipun ayahnya tak mungkin mendengar. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk pulang sebelum orang tuanya, jadi semuanya akan baik-baik saja. Anggap saja apa yang dilakukannya hari ini tidak pernah terjadi.
“ah, syukurlah aman.” Gadis itu bernafas lega, dengan segera ia keluar rumah dan mencari taxi, pergi ke apartemen Kyuhyun.
___
Kyuhyun menatap ponselnya kesal. Sudah berulang kali ia mencoba menghubungi Hyunjin, tapi tak sekalipun di angkat. Apa Hyunjin sedang marah padanya? tapi ia yakin tak punya kesalahan apa-apa pada gadis itu.
“argh!” Kyuhyun mengerang frustasi, di lemparnya ponselnya ke atas ranjang. Ia membenamkan wajahnya di bantal. Ia bisa gila jika terus seperti ini. Sungguh, tiga hari saja tidak ada kabar dari Hyunjin bisa membuatnya gelisah setengah mati. Mungkin gadis itu sedang sibuk dengan kuliahnya, tapi bukankah ini hari Minggu? Paling tidak, meneleponnya sekali saja sudah cukup mengobati kerinduannya. Ia ingin datang ke rumah Hyunjin, tapi rasanya sedikit ragu. Jadi Kyuhyun memutuskan, jika hari ini Hyunjin tak datang menemuinya baru besok ia akan ke rumah gadis itu.
Bel di pintu apartemennya berbunyi, Kyuhyun langsung terlonjak bangun. Ia berharap yang datang itu adalah Hyunjin. Semoga saja, harapnya.
Pintu terbuka, dan Kyuhyun benar-benar tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat ini. Tapi bukan Cho Kyuhyun namanya jika tidak menjaga gengsi. Mati-matian ia menahan senyum dan rasa rindunya, ia hanya menatap gadis itu dalam diam. Mereka terdiam cukup lama, sampai Hyunjin mengeluarkan suaranya, “kau tidak menyuruhku masuk?”
Tanpa banyak bicara Kyuhyun langsung menarik tangan Hyunjin dan menyuruhnya duduk di sofa. “kemana saja kau tiga hari ini? apa kau sudah bosan denganku?” tanya Kyuhyun sambil berkacak pinggang. Matanya menampakkan kalau ia benar-benar kesal.
“appa melarangku bertemu denganmu. Ia menyita ponselku. Aku tidak diperbolehkan keluar rumah selain pergi kuliah. Kau tahu? Aku tersiksa..” ujar Hyunjin sambil meraih toples cemilan di meja.
“memangnya kenapa?” Kyuhyun ikut duduk disebelah Hyunjin, menatap gadis itu penuh rasa ingin tahu. Tapi Hyunjin sedikit ragu untuk mengatakannya, “katanya..”
“Ye?” Kyuhyun menatapnya penasaran.
__ADS_1
“katanya, ayahmu adalah musuhnya. Jadi dia tidak membiarkanku berhubungan denganmu. Haha.. konyol kan?”
“kau serius?”
Hyunjin mengangguk. Tapi sedetik kemudian ia langsung tertawa pelan, “sudah, tak usah di pedulikan. Aku bahkan tidak yakin mereka saling mengenal. Mungkin appaku hanya sedang ada masalah saja, jadi ia melampiaskannya padaku.”
“Tapi kau tak apa-apa ‘kan?” Kyuhyun bertanya khawatir.
“nde, aku tak apa-apa. Kyu.. aku.. merindukanmu.” Ucap Hyunjin malu-malu. Ia yakin Kyuhyun akan tertawa puas mendengar pengakuannya tadi. Tapi ternyata tidak, reaksinya malah jauh dari dugaan Hyunjin.
“aku juga..” Kyuhyun tersenyum lembut, berusaha keras ia menahan keinginan untuk memeluk gadis itu.
“jadi, kau tak diizinkan bertemu denganku lagi?” tanya Kyuhyun sekali lagi, Hyunjin mengangguk lemas. Ia tak pernah menyangka hubungannya dengan Kyuhyun masih ada saja penghalangnya. Ini hidupnya, mengapa jadi seperti kisah drama? Tapi setidaknya ia bersyukur, kisahnya dengan Kyuhyun bukan cinta terlarang karena mereka bersaudara, atau pun karena terhalang status sosial, seperti kebanyakan drama yang ia tonton.
“ya sudahlah, nanti aku yang akan bicara baik-baik dengan ayahmu.” Kyuhyun menenangkan Hyunjin, membuat gadis itu bisa tersenyum lega.
“mau kemana?”
“kemana saja, ayolah..” gadis itu merajuk, menarik tangan Kyuhyun sambil menatapnya penuh harap. Kyuhyun jadi tak tahan di pandangi seperti itu.
“baiklah.”
____
__ADS_1
“Ya! apa kau tak lelah? Kita sudah mencoba hampir semua wahana dan mengelilingi tempat disini, aku bahkan sudah tidak sanggup untuk jalan lagi.” Kyuhyun mendudukkan tubuhnya di kursi yang tersedia. Ia benar-benar lelah, seharian mengelilingi Lotte World dan Hyunjin masih mengajaknya untuk jalan lagi.
“Kau tidak asyik.” Hyunjin mencibir.
“sudahlah, kita duduk saja disini.” Kyuhyun tak mempedulikan rengekan gadis itu, ia masih sibuk menghirup udara banyak-banyak ke paru-parunya.
“aish.. kau ini.” Hyunjin merengut, tapi pada akhirnya ia ikut duduk di sebelah Kyuhyun.
Ponsel Hyunjin berbunyi, segera ia mengambilnya dari dalam tas. Tapi gadis itu hanya diam saja menatap layar ponselnya, tanpa ada niat sedikitpun untuk menerima panggilan tersebut.
“kenapa tidak di angkat?” Kyuhyun bertanya penasaran.
Hyunjin berbisik lirih, “dari ayahku.”
“memangnya kenapa?”Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung, tapi gadis itu malah menggelengkan kepalanya dengan wajah cemas. “aku bisa mati kalau dia tahu aku sedang bersamamu sekarang.”
“sini, biar aku yang bicara padanya.” Kyuhyun hendak mengambil alih ponsel tersebut dari tangan Hyunjin, tapi gadis itu dengan sigap segera mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali ke dalam tas.
“tidak, lebih baik dia tak tahu aku sedang bersamamu. Itu akan lebih aman.” Hyunjin tersenyum, mengisyaratkan pada Kyuhyun kalau ini yang terbaik. Kyuhyun hanya mengangguk, menghargai keputusan Hyunjin.
Baru sejenak mereka kembali duduk dalam diam, Kyuhyun tiba-tiba saja mencengkeram tangan Hyunjin dan menyeretnya pergi. Hyunjin sedikit meronta, mencoba melepaskan tangannya dari Kyuhyun sambil berteriak pada namja itu. Ia tidak mengerti mengapa tiba-tiba Kyuhyun menyeretnya seperti itu.
“Ya! lepaskan, Kyu!”
__ADS_1
“sstt.. diamlah. Ayo pergi dari sini!” Kyuhyun berbisik lirih, tatapannya terlihat cemas. Hyunjin akhirnya menurut dan mengikuti kemana Kyuhyun akan membawanya.
___