
“annyeong!” suara Hyunjin memecah perhatian orang-orang di dapur cafe. Semua langsung menoleh.
“annyeong, Hyunjin-sshi.” Balas Jongwoon ramah, sedangkan Ryeowook hanya tersenyum.
Jongwoon menatap Kyuhyun yang hanya diam, sama sekali tak menggubris kedatangan Hyunjin. Jongwoon hanya bisa menghela nafas berat. Dulu, kerjaan mereka hanyalah membuat cafe berisik karena selalu memperdebatkan hal tak penting sekalipun. Tapi sekarang keadaannya berbalik, malah jadi tegang karena sikap mereka berdua. Jongwoon bahkan lebih memilih mereka ribut daripada saling diam seperti ini.
Sepanjang siang hingga malam itu, semua terasa datar bagi Hyunjin, tak ada sesuatu yang menyenangkan. Ia sadar, tak seharusnya mereka terus bersikap seperti ini. Besok sudah hari terakhirnya bekerja disini, ia tak mungkin punya kesempatan lagi untuk bertemu Kyuhyun. Bukankah sebaiknya ia bersikap baik pada namja itu? Setidaknya ia bisa meninggalkan kesan yang baik pada Kyuhyun.
___
Kyuhyun selesai mengunci pintu dan menutup cafe. Namun namja itu sedikit terkejut ketika melihat Hyunjin sedang berdiri menunggunya di depan cafe. Tak dapat dipungkiri, ia senang luar biasa. Tapi sebisa mungkin ia berusaha menutupi perasaannya.
Ia tak bicara apa-apa, tetap berjalan tanpa menghiraukan Hyunjin –walaupun beberapa kali ia sempat mencuri-curi pandang ke arah gadis itu. Hyunjin berjalan di sebelah Kyuhyun, berusaha mensejajarkan langkahnya dengan namja jangkung itu.
“emm.. maafkan aku.” Ujar Kyuhyun tiba-tiba. Seketika langkah mereka berdua sama-sama terhenti.
__ADS_1
Hyunjin mendongak, menatap Kyuhyun yang lebih tinggi darinya. “untuk hal apa?”
“sikapku yang kemarin. Aku rasa aku keterlaluan. Bukan maksudku mengaku kalau kau yeojachinguku. Aku-”
“tak apa-apa-” potong Hyunjin cepat. “-kau sudah mengatakan alasannya. Aku bisa terima itu.” gadis itu memaksakan senyumannya. Hyunjin sedikit kecewa, ia pikir Kyuhyun akan minta maaf karena mempermainkan perasaannya –walaupun mungkin namja itu tak menyadarinya-, tapi ternyata ia malah minta maaf untuk hal yang sama sekali tak Hyunjin permasalahkan.
“lagipula aku tahu itu tak akan mungkin. Kau kan tidak menyukaiku. Hahaha..” Hyunjin tertawa paksa, menutupi sakit di dadanya yang kembali terasa.
Kyuhyun tersenyum miris. ‘dan kau juga tak mungkin menyukaiku,’ Ucapnya dalam hati.
Sudah ia duga, ucapannya waktu itu, saat ia menyatakan perasaannya untuk pertama kali, Hyunjin tak benar-benar menganggap itu serius. Ia pasti mengira Kyuhyun hanya bercanda. Bodoh, mengapa ia jadi berharap? Berharap jika Hyunjin juga punya perasaan yang sama terhadapnya.
“jadi, bisakah kita bersikap biasa? -seperti dulu. Aku tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada kita berdua, tapi aku sudah tak tahan seperti ini. Lagipula hanya tinggal besok kau bisa melihatku. Setelah itu akan ku pastikan kalau aku tak akan pernah muncul lagi di hadapanmu.”
Deg!
__ADS_1
Kata-kata Hyunjin barusan bagaikan batu besar yang menghantam kuat dada Kyuhyun. mengapa? Mengapa ia tak rela membiarkan Hyunjin pergi? Bukankah itu malah bagus? Ia bisa secepatnya melupakan gadis itu. Tapi hati kecilnya menolak ini semua. Tidak, ia tidak ingin Hyunjin menghilang dari hidupnya. Ia bahkan tak tahu ia bisa melupakan Hyunjin atau tidak.
“kau akan berhenti bekerja di cafe?”
“tentu saja. Bukankah perjanjian kita hanya 8 hari? Besok adalah hari terakhir. Kau pasti akan sedih karena tak ada aku. Tak ada lagi yang bisa kau suruh-suruh.” Hyunjin terkekeh, mencoba bercanda. Tapi Kyuhyun sama sekali tak menganggap itu sebagai candaan.
Ia memang sedih. Tentu saja ia akan sedih. Hyunjin kini sudah menjadi salah satu bagian penting dalam hidupnya. Secepat ini kah waktu berlalu? Atau memang waktunya dengan gadis itu yang terlalu singkat?
“jangan ucapkan selamat tinggal padaku.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.
Hyunjin hanya bisa memandangnya bingung. “kenapa?”
Belum juga Hyunjin mendapat jawaban atas pertanyaannya, Kyuhyun tiba-tiba saja sudah memeluknya. Mendekapnya erat.
“aku tak mau kehilanganmu.”
__ADS_1
To Be Continue
trima kasih yg sudah menyempatkan membaca novel ini. mohon beri saran dan komen nya. trima kasih.