
-Author’s POV-
Kyuhyun langsung meneguk soju yang baru saja di bawakan oleh pelayan. Matanya tak lepas melihat ke arah dua orang yang terlihat begitu akrab mengobrol sejak pertemuan mereka tadi.
‘apa-apaan mereka itu? asyik mengobrol dan tertawa bersama, sama sekali tidak menganggap kehadiranku disini.’ Kyuhyun terus menggerutu dalam hati melihat keakraban Hyunjin dan Jino. Hatinya merasa panas melihatnya. Sikap mereka berdua terlihat seolah sudah lama saling mengenal. Mengapa Hyunjin bisa tertawa-tawa seperti itu saat bersama Jino? Padahal dengannya tidak pernah seperti itu.
Kyuhyun sebenarnya sama sekali tak ingin ikut dengan mereka, tapi dengan terpaksa akhirnya ia ikut juga. Ia tak ingin membiarkan Jino dan Hyunjin pergi bersama, entah apa alasannya. Apa ia cemburu? Yang benar saja, mana mungkin ia cemburu pada adiknya sendiri? Kyuhyun terus menyangkal hal itu dalam benaknya.
Padahal sebelumnya Yeoram terus memaksa Kyuhyun untuk pergi berdua saja dengannya, tapi Kyuhyun langsung menolak dengan alasan sudah lama mereka tidak berkumpul. Dengan wajah cemberut terpaksa Yeoram menyetujuinya.
“lalu bagaimana keadaan nenekmu?” tanya Hyunjin saat teringat dengan nenek Jino yang waktu itu ia tolong.
“beliau sehat. Untungnya waktu itu ada kau yang menolongnya. Oh ya, halmeonni ingin bertemu denganmu. Mungkin kapan-kapan kau bisa mampir dan menemuinya.”
“tentu saja.”
“oppa, jangan minum soju terlalu banyak. Nanti kau bisa mabuk.” Yeoram mengambil alih gelas dari tangan Kyuhyun, padahal namja itu baru menghabiskan satu gelas kecil.
“tidak, aku tak akan mabuk.” Kyuhyun merebut kembali gelasnya. Ia masih kesal melihat Hyunjin dan Jino yang terus saja mengobrol akrab tanpa mempedulikan dirinya.
Jino memperhatikan Kyuhyun, kemudian berbalik lagi ke arah Hyunjin. Matanya mendelik dengan tatapan menyelidik, “Hyunjin-sshi, apakah kau kekasih Kyuhyun hyung?”
“uhukk..” Hyunjin langsung tersedak begitu mendengar pertanyaan Jino, ia baru saja meneguk coklat panasnya saat Jino melontarkan pertanyaan gila itu. “M..mwo?”
__ADS_1
“bukan ya? ah, padahal ku kira kau adalah kekasih Kyuhyun hyung.” Jino mendengus kecewa. Padahal ia pikir akan menyenangkan jika gadis itu jadi kakak iparnya kelak.
“itu benar!”
Tiga pasang mata spontan beralih ke arah Kyuhyun. Hyunjin menatap Kyuhyun dengan terkejut, matanya membulat sempurna, seolah akan melompat keluar dari tempatnya.
“dia yeojachinguku.” Ulang Kyuhyun sekali lagi, memperjelas semuanya. Hyunjin makin membelalak lebar. Apa Kyuhyun sedang mabuk hingga bisa bicara begitu?
Jino mengangguk-anggukkan kepalanya, merasa senang atas jawaban hyungnya itu. “sudah ku duga.”
Kyuhyun menggenggam erat gelas di tangannya, ia merutuki dirinya habis-habisan. Mengapa ia bisa begitu bodoh hingga mengatakan hal itu? mulutnya ini kenapa tidak bisa dijaga dengan benar? Seharusnya ia tidak bicara begitu tadi.
Dua gadis di antara mereka benar-benar terkejut. Ya, tentu saja. Yeoram bahkan langsung berkaca-kaca ingin menangis. “kau tak serius kan oppa?”
“oppa.. jadi benar? Ku pikir kau juga mencintaiku.”
“Hyung sudah menolakmu sejak dulu. Kenapa kau tak pernah sadar? Yeoja pabo.” Seru Jino bercanda sambil terkekeh pelan. Yeoram memang menyukai Kyuhyun sejak dulu, sejak mereka masih anak-anak. Ia bahkan pernah mengatakan suatu saat nanti ia akan menjadi istri Kyuhyun. Tapi tentu saja Kyuhyun tak pernah menanggapinya, ia hanya menganggap hal itu sebagai gurauan. Selama ini Kyuhyun hanya menganggap Yeoram sebagai adiknya saja.
“Oppa, kau bohong kan?” Yeoram memandang Kyuhyun semakin tajam, namun Kyuhyun tetap diam tak menjawab.
“aku benci kau oppa!” dengan segera Yeoram langsung menyambar tasnya di atas meja dan meninggalkan restaurant itu. “ia sempat melirik tajam pada Hyunjin sebelum pergi, sepertinya ia marah juga pada gadis itu.
“mungkin ia hanya sedikit terkejut saja. Jangan terlalu ditanggapi.” Jino tertawa kecil. Ia menganggap reaksi Yeoram tadi sedikit berlebihan. Jino memang namja yang terlalu santai, tidak pernah memikirkan sesuatu dengan serius. “Aku akan menyusulnya. Semuanya biar aku yang bayar. Annyeong!” Jino segera berlari mengejar Yeoram yang sudah pergi entah kemana.
__ADS_1
Kini hanya tinggal Kyuhyun dan Hyunjin, terdiam tanpa menatap satu sama lainnya.
Kyuhyun meraih botol sojunya, kemudian menuangkannya sedikit ke dalam gelas. Ia meneguknya perlahan, dan langsung meletakkannya kembali ke atas meja.
“jangan di pedulikan. Aku mengatakan itu hanya karena tidak ingin Yeoram terus mengharapkanku. Aku tak mau ia terlalu terjebak dengan perasaannya padaku. Kau tak perlu memikirkan kata-kataku yang tadi.” ucap Kyuhyun santai tanpa melihat ke arah Hyunjin.
Hyunjin meremas ujung kemejanya, mencoba meluapkan amarahnya yang berusaha ia pendam. Ini terjadi lagi, sama seperti waktu itu. Kyuhyun mengatakan sesuatu yang membuatnya melambung tinggi, kemudian menghempaskannya jatuh sesaat kemudian.
“apa kau tidak punya perasaan?” ucap Hyunjin lirih, masih menunduk dengan tangannya yang semakin terkepal erat.
Kyuhyun menggerakkan kepalanya, menoleh pada Hyunjin yang duduk di seberangnya. Ini membuatnya sakit, lagi-lagi ia harus membohongi perasaannya. Ingin rasanya ia mengatakan pada gadis itu bahwa ia mencintainya. Tapi ia tak mampu, rasanya terlalu sulit memaksakan pengakuan itu keluar dari bibirnya untuk sekali lagi.
“maaf, aku pulang duluan.” Hyunjin bangkit dari duduknya, dengan segera ia menyeka matanya agar Kyuhyun tak melihat butiran air yang sudah keluar dari sudut-sudut matanya itu.
Hyunjin berjalan gontai, berharap Kyuhyun akan mengejarnya, meminta maaf dan mengatakan perasaannya sekali lagi. Tapi apa yang terjadi? Namja itu bahkan sama sekali tak bergeser dari posisinya, masih tetap terdiam di tempat duduknya.
Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dari kejauhan ia bisa melihat bahu Hyunjin bergetar. ‘Apakah ia menangis?’ tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia pikir hal yang di lakukannya tadi sudah benar. Ia tak mau Hyunjin membencinya hanya karena pengakuan konyolnya tadi. Ia takut Hyunjin akan marah karena itu. Bukankah gadis itu tak menyukainya?
Tapi melihat raut wajahnya tadi, Kyuhyun jadi merasa bersalah. Apa ia sudah keterlaluan? Ia rasa.. mungkin sedikit.
“apa yang harus ku lakukan?” Kyuhyun mengerang frustasi. Apa yang harus diperbuatnya? Semua ini membuatnya bingung.
___
__ADS_1