
Hyunjin terburu-buru menuju cafe, jika tak cepat sampai Kyuhyun pasti akan mengomelinya lagi. Sejak tadi ia sengaja tidak mengaktifkan nada dering ponselnya, agar tidak menimbulkan keributan di rumah sakit. Dan benar saja, begitu melihat ponselnya, sudah ada banyak sekali pesan dan missed call yang terpampang, dan tentu saja dari Cho Kyuhyun.
Hyunjin menghela nafas lega karena akhirnya ia sampai juga. Tapi baru saja sampai di depan cafe, Hyunjin melihat seorang gadis yang sedang berdiri terdiam di depan pintu. Gadis itu terlihat bingung. Langkahnya hampir mencapai pintu tapi langsung ditariknya mundur lagi, Hyunjin hanya menatap bingung dari belakangnya. Sebenarnya gadis ini berniat masuk atau tidak sih?
Gadis tersebut membalikkan badannya, dan Hyunjin langsung sadar ia adalah gadis yang ditabraknya kemarin.
“kau?” gadis itu memekik, mungkin karena kaget melihat Hyunjin tiba-tiba ada di belakangnya.
“bukankah kita pernah bertemu sebelumnya agasshi? Ada yang bisa ku bantu?” tanya Hyunjin ramah.
“ah, iya. Sebenarnya aku mau masuk. Tapi..” ia nampaknya ragu ingin melanjutkannya.
“kalau begitu masuk saja. Apa yang kau takutkan?” Hyunjin menarik tangan gadis itu untuk mengikutinya masuk ke dalam, tapi baru sampai di ambang pintu gadis itu tiba-tiba berhenti. “sebenarnya aku ingin menemui seseorang. Apa kau bekerja disini?” tanyanya, dan Hyunjin mengangguk membenarkan pertanyaannya.
“kalau begitu apakah bisa pertemukan aku dengan seseorang?”
Hyunjin melepaskan genggaman tangannya pada gadis itu, “kau ingin bertemu siapa?”
“Cho Kyuhyun.”
_
“Ya! dari mana saja kau?” bukankah sudah ku ingatkan untuk datang lebih awal?” Kyuhyun langsung mengomeli Hyunjin begitu ia masuk ke dapur, seperti biasanya.
“bisa tidak kau jangan marah-marah dulu?” Hyunjin mendengus merasa sebal Kyuhyun tak bertanya dulu alasannya terlambat.
“bagaimana bisa aku tidak marah?”
“tadi itu aku menolong seorang nenek yang tertabrak saat menyeberang jalan. Aku membawanya ke rumah sakit dan menungguinya sampai keluarganya datang.”
“benar begitu? Kau sama sekali tidak berbohong?” Kyuhyun menyipitkan matanya curiga. Hyunjin menggelengkan kepalanya sambil menatap Kyuhyun meyakinkan bahwa ucapannya benar.
“lihat baik-baik! apa wajahku terlihat seperti sedang berbohong?”
__ADS_1
“mau bohong atau tidak wajahmu sama saja.” ucap Kyuhyun tak peduli.
“tapi kan-“
“ya sudah, makanya kalau ada apa-apa hubungi aku. Kalau kau terlambat datang atau ada keperluan kan kau bisa meneleponku. Tadi juga aku sudah menghubungimu tapi kau tidak mengangkat teleponku.” Kyuhyun semakin mengomelinya. Lama-lama ia jadi terlihat seperti ibu yang mengomeli anaknya karena pulang terlambat.
“sudah di beri tahu alasannya juga masih saja marah-marah.” Hyunjin bergumam pelan.
“kau bilang apa?” Kyuhyun menatapnya sangar, gadis itu hanya nyengir pura-pura tidak bersalah. Tiba-tiba ia menepuk dahinya karena ingat telah melupakan sesuatu. “aigo, aku lupa! Di luar ada seorang gadis yang sedang mencarimu!” ujarnya panik, takut gadis tadi terlalu lama menunggunya.
“dimana dia?”
“ada di luar.”
_
Kyuhyun berjalan hendak keluar cafe. Namun baru saja beberapa langkah, ia langsung berhenti. Dari kaca transparan itu ia dapat melihat sosok seseorang di luar, seorang gadis yang mungkin sedang menunggunya. Salah satu orang yang sedang tak ingin ditemuinya untuk saat ini.
Dengan ragu Kyuhyun tetap melangkah keluar. Sebetulnya ia bisa saja memilih untuk berbalik dan bersembunyi dari gadis itu, tapi kakinya menolak dan tetap berjalan keluar.
“oppa..” gadis itu segera menghambur ke pelukan Kyuhyun, melepaskan semua kerinduannya selama ini. Kyuhyun tak balas memeluknya, hanya mengelus pelan kepala gadis itu sambil tersenyum kecil.
“sebaiknya kita masuk. Tidak enak disini banyak yang melihat.” Kyuhyun segera menarik Yeoram masuk ke dalam cafe. Gadis itu mengangguk patuh dan mengikuti langkah Kyuhyun.
“kau ingin pesan apa?” Kyuhyun menawarinya. Sebenarnya ia ingin menghindar karena merasa sedikit risih, gadis itu terus saja menggelayutinya.
“apa saja, terserah oppa.”
“baiklah, tunggu disini. Aku akan mengambilkan minuman untukmu.” Kyuhyun hendak bangkit dari duduknya, tapi Yeoram buru-buru menarik lengannya tak mau namja itu pergi. Sehingga mau tidak mau Kyuhyun terduduk kembali.
“lebih baik tidak usah kalau kau akan meninggalkanku lagi.”
“tapi aku hanya akan pergi sebentar.” Kyuhyun beralasan.
__ADS_1
“kalau begitu tak usah. Aku sudah rindu sekali denganmu oppa, bagaimana mungkin kau mau pergi begitu saja?” gadis itu menatapnya penuh kecewa. Kyuhyun mendengus, bagaimana ia bisa menghindar untuk sebentar saja kalau gadis ini terus menahannya seperti itu?
“aku janji hanya sebentar saja.” Kyuhyun baru saja akan berdiri saat suara seseorang menghentikan gerakannya.
“tak usah, ini sudah ku bawakan minuman. Kalian mengobrol-lah saja.” Hyunjin datang dengan dua gelas minuman di nampan yang ia bawa.
Kyuhyun menatap Hyunjin sinis, yang ditatap malah tersenyum lebar. “silakan panggil aku jika kalian butuh sesuatu.” ia langsung pergi begitu saja meningalkan mereka. Kali ini Kyuhyun tak dapat menghindar lagi. Padahal rencananya tadi ia ingin kabur lewat pintu belakang untuk menghindari Yeoram. Tapi semua itu gagal karena ulah Hyunjin yang bersikap sok baik.
“jadi benar kan, yang kemarin itu sungguh dirimu. Meangapa kau menghindariku?” Yeoram memandang Kyuhyun dengan tatapan menghakimi. Ia sedikit marah karena namja itu malah langsung pergi saat bertemu dengannya kemarin.
“dari mana kau tahu aku ada disini?” Kyuhyun memandang gadis di depannya dengan penuh selidik, tak mengindahkan pertanyaan dari gadis itu sebelumnya.
Yeoram melipat tangannya di depan dada sambil tersenyum meremehkan. “Koneksiku kan luas. Kau lupa itu oppa?”
Kyuhyun mendelikkan matanya mencoba mencari kebohongan dari tatapan gadis itu. “apa Hankyung hyung yang memberitahukannya padamu?”
Mata Yeoram membulat besar, “bagaimana kau bisa tahu? Kau sungguh pintar opp-“ Yeoram buru-buru menutup mulutnya yang sembarangan itu. Ia merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya barusan.
Kyuhyun mencebikkan bibirnya kesal, “jadi benar kan? Tsk. Dia memang tidak bisa menjaga rahasia.”
“lalu apa pentingnya itu? aku tak peduli darimana aku tahu, yang penting aku sudah menemukanmu.” Yeoram mencengkeram tangan Kyuhyun di atas meja. “kembalilah oppa..”
Kyuhyun menepis tangan Yeoram, “jika kau berpikir datang menemuiku untuk membujukku agar kembali, sebaiknya kau pulang saja. Itu sama sekali tak ada gunanya.”
“Apa yang ada dipikiranmu sampai lebih memilih kehidupan seperti ini? Aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana bisa kau bekerja di tempat seperti ini”
“itu semua sama sekali tak ada hubungannya denganmu. Sebaiknya kau pergi.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah jendela.
“tapi oppa, bagaimana dengan kita?”
“apa maksudmu?”
“aku mencintaimu oppa. Sejak dulu.. kau tahu itu kan?” Yeoram menatap Kyuhyun lekat-lekat. Pandangan penuh harap terpancar dari matanya.
__ADS_1
Kyuhyun hanya bisa menghela nafas putus asa. “aku banyak pekerjaan. Pulanglah..” kali ini suaranya mulai melembut. Ia tak tahu harus mengatakan dengan cara seperti apa agar gadis ini mau mengerti. Kyuhyun berdiri, lalu berjalan masuk ke dapur meninggalkan Yeoram sendiri.
“OPPA!” Yeoram berteriak kesal namun Kyuhyun sama sekali tak mempedulikannya.