
“setelah ini kau mau kemana?” tanya Jiyoo sambil membereskan buku-bukunya. Jam kuliah sudah usai, dan mereka bisa pulang sekarang.
Hyunjin menggeleng, wajahnya terlihat murung. “entahlah, mungkin aku akan menemui Kyuhyun sebelum pulang ke rumah.”
“Kyuhyun?” alis Jiyoo berkerut bingung, Hyunjin memang belum cerita apa-apa padanya. Padahal banyak hal yang sudah terjadi kemarin.
“lain kali akan ku ceritakan. Aku duluan, Jiyoo-ya.” Hyunjin langsung keluar kelas dan meninggalkan Jiyoo yang masih memasang tampang bingungnya. “YA! seenaknya saja dia.” Gumam Jiyoo kesal.
Hyunjin berjalan cepat, ia sudah mengirim pesan singkat pada Kyuhyun untuk bertemu. Ia tak boleh sampai terlambat.
“aw!” Hyunjin menjerit tertahan saat tak sengaja menabrak punggung orang di depannya. Ia tadi tak fokus karena terburu-buru, sehingga tak memperhatikan jalan di depannya. Orang itu berbalik, dan Hyunjin sedikit terkejut mengetahui orang itu adalah Lee Hyukjae, orang yang ia ketahaui selalu bersama Donghae di kampus. Ia sedikit bergerak ke samping, dan tebakannya benar, ada Donghae di dekat Hyukjae.
“mian sunbae.” Ucapnya sambil membungkuk singkat. Tanpa menunggu jawaban apa-apa gadis itu segera menjauh, tak menghiraukan tatapan Donghae yang menusuk tajam padanya. Rasanya canggung, setelah apa yang terjadi pada mereka berdua sebelum ini. Hyunjin perlu sedikit waktu untuk menjaga jarak dengan Donghae, ia ingin bisa melupakan kisah pahitnya dengan namja itu. Walaupun ia yang bilang sendiri pada Donghae agar tak menjauhinya, tapi tentu saja ia tak punya cukup keberanian untuk bersikap biasa pada Donghae setelah apa yang terjadi. Ia tak mungkin bisa berpura-pura semuanya baik-baik saja. Ia butuh waktu, mungkin setelah beberapa lama semuanya bisa pulih seperti semula.
“kau tak apa-apa Donghae-ya?”
Donghae mengangguk singkat sambil tersenyum tipis, mengisyaratkan pada sahabatnya bahwa ia baik-baik saja.
Hyukjae menatap Donghae ragu, ia tahu apa yang sudah terjadi pada sahabatnya itu. Pasti menyakitkan, dan ia tahu Donghae berusaha menyembunyikan rasa sakitnya dengan senyum palsunya itu.
___
“Kyuhyun-ah!” Hyunjin meneriakkan nama kekasihnya dari seberang jalan, melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar. Ia tak mau Kyuhyun sampai marah-marah karena ia datang terlambat. Ada hal penting yang harus ia katakan, jangan sampai waktu mereka terbuang hanya karena pertengkaran yang tak berarti seperti biasanya.
Hyunjin menyeberang jalan sambil berlari, tak mempedulikan beberapa kendaraan yang lewat. Ia sangat tergesa-gesa. Sebuah mobil hampir saja menyerempetnya, dan itu membuat nafas Kyuhyun hampir putus melihatnya.
“YA! HATI-HATI!” Kyuhyun berteriak dari seberang jalan, geram melihat kebodohan gadis yang dicintainya itu. Tapi gadis itu malah nyengir santai, seolah hal barusan bukan kejadian yang perlu di takutkan. Apa gadis itu tidak sayang nyawa? Kyuhyun terus bergumam kesal melihatnya. Hyunjin bahkan masih bisa memamerkan senyuman manisnya begitu sampai di hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun melotot tajam, tapi gadis di depannya malah tersenyum lebar.
“Bodoh!” Kyuhyun memukul pelan kepala Hyunjin dengan kepalan tangannya. Gadis itu langsung meringis –walaupun sama sekali tak merasa sakit. Ia akan marah, merasa tak terima setiap ada orang yang menyentuh kepalanya -apalagi sampai memukulnya- tapi tak jadi mengingat pertengkarannya dengan Kyuhyun pasti tak akan ada habisnya.
“bagaimana kalau kau mati tertabrak?” Kyuhyun masih kesal, sebenarnya ia hanya takut saja terjadi hal buruk pada Hyunjin tadi.
__ADS_1
“yang penting kan aku masih hidup sekarang.” ujar Hyunjin santai, tak sadar akibat ulahnya tadi Kyuhyun hampir mati di tempat karena serangan jantung.
“ish, kau itu selalu saja ceroboh.”
“sudahlah, ayo duduk! aku ingin mengatakan sesuatu.” Hyunjin menarik lengan Kyuhyun ke arah sebuah kursi taman. Mereka sedang berada di taman saat ini. Mereka duduk, tapi Hyunjin malah diam saja. Kyuhyun terus menatapnya tajam menunggu kira-kira hal apa yang akan dikatakan Hyunjin padanya. Kyuhyun harap itu hal yang penting, karena gadis itu sudah membuatnya membolos di jam kerja. Mungkin ia akan kena marah oleh manager Park begitu kembali ke cafѐ nanti.
“jangan melihatku seperti itu, kau membuatku gugup.” Hyunjin memalingkan wajahnya, ia bertaruh sekarang pasti pipinya sudah memerah. Entah kenapa, tapi sampai sekarang pun ia masih merasa berdebar-debar setiap berdekatan seperti ini dengan Kyuhyun.
Kyuhyun berusaha menahan tawanya mendengar pengakuan Hyunjin. “kenapa kau harus gugup? Bukankah aku namjachingumu?”
Hyunjin berbalik, dan makin gugup saja saat melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat. Ah, mengapa ia baru sadar jika Kyuhyun benar-benar sangat tampan? Bahkan baginya sekarang, namja di dekatnya ini berkali-kali lipat lebih tampan dari Robert Pattinson.
“ya! kenapa kau malah diam? jangan bialng kau terpesona denganku.” Kyuhyun tersenyum jahil, membuat wajah Hyunjin semakin merona merah. Dengan segera gadis itu kembali memalingkan wajahnya ke arah lain.
“aku sedang tak ingin bercanda, Kyu. Ada hal serius yang harus ku katakan.” Ucap Hyunjin kesal, tapi masih belum mampu memalingkan wajahnya kembali.
“tatap aku jika ingin bicara.” Kyuhyun menggerakkan kepala Hyunjin untuk menoleh padanya. Hyunjin menoleh, tapi kepalanya menunduk. Dalam hati ia mengutuki Kyuhyun, mengapa namja itu membuatnya semakin berdebar? Oh, ia harap Kyuhyun tak dapat mendengar debaran jantungnya ini.
“memangnya apa yang mau kau katakan?” tanya Kyuhyun lembut, mencoba untuk bersabar.
“kalau bicara yang jelas chagi!”
Hyunjin mengangkat wajahnya, memandang kesal pada Kyuhyun yang tak bisa mengerti keadaannya. Apa Kyuhyun tak tahu kalau ia gugup karena ulahnya? Nada suara Kyuhyun yang lembut, ditambah panggilan itu, membuatnya jadi tambah gugup.
Kyuhyun tertawa keras, puas sudah berhasil membuat Hyunjin tak berkutik.
“Ya! kau menertawakanku?” Hyunjin memukul keras lengan Kyuhyun, namja itu langsung menghentikan tawanya, tak mau membuat Hyunjin semakin kesal lagi.
“baiklah, sekarang katakan hal apa yang mau kau sampaikan padaku.” Ucap Kyuhyun setelah memasang tampang seriusnya.
“appaku ingin bertemu denganmu.”
“MWO?” Kyuhyun tampak kaget. Bertemu ayah Hyunjin? Oh.. bagaimana ini? sepertinya ia belum siap.
__ADS_1
Hyunjin menyenggol lengannya pelan, “kalau kau tidak mau juga tak apa-apa, nanti akan ku bilang padanya kau tidak bisa. Aku akan mencari alasan yang bagus.”
Kyuhyun segera menggeleng, “aku akan datang. Katakan, kapan ia ingin bertemu?”
“sungguh?” Hyunjin menyipitkan matanya, menatap Kyuhyun tak yakin. Kyuhyun hanya mengangguk. Mengapa Hyunjin tak bisa melihat keseriusannya?
Hyunjin mengangguk paham, meskipun ragu tapi ia tahu Kyuhyun sungguh-sungguh. Bukankah cepat atau lambat memang Kyuhyun harus bertemu dengan orang tuanya?
“baiklah, jadi kapan ayahmu ingin bertemu denganku?”
“Bagaimana kalau nanti malam? Sekalian kau datang untuk makan malam.”
Kyuhyun tertegun, “secepat itu?”
Hyunjin baru saja akan membuka mulutnya untuk bicara, sebelum Kyuhyun langsung memotongnya cepat. “baiklah, katakan pada beliau aku akan datang malam ini.”
Hyunjin berdiri, “aku tunggu nanti malam. Awas saja kalau kau tak datang, aku bisa di rebus appaku.”
“nde, aku pasti datang. Aku tak mungkin membiarkanmu jadi bebek rebus.”
“Mwo? Bebek? Ya! kurang ajar kau.” Hyunjin memukul bahu Kyuhyun, membuat namja itu mengaduh kesakitan. Pukulan Hyunjin lumayan juga. “sudahlah, aku pulang dulu. Kau juga, jangan sampai kau di pecat gara-gara bolos kerja.” Hyunjin terkekeh, ia tahu pasti Kyuhyun diam-diam pergi, manager Park tak mungkin memberi izin semudah itu. Hyunjin ingat dulu saat meminta izin kepada pria itu waktu akan pergi bersama Donghae, ia tak mengizinkannya sama sekali, sampai Hyunjin menyebut nama Donghae baru manager Park dengan senang hati memperbolehkannya pergi.
“hahaha.. kau tahu saja. Ya sudah, sana pergi!” Kyuhyun membalikkan tubuh Hyunjin dan mendorongnya untuk pergi.
Hyunjin berbalik, sambil mendengus kesal. “Ya! kau mengusirku huh?”
“aku ingin melihatmu pergi. Sampai kau jauh baru aku akan meninggalkan tempat ini.”
“baik, baik, aku pergi.” Dengan berat hati Hyunjin berjalan menjauh, tapi baru beberapa langkah ia langsung berbalik lagi. Gadis itu berjalan mundur, masih tak rela melepas Kyuhyun dari pandangannya.
“Ya! awas pohon di belakangmu!” Kyuhyun berteriak keras, membuat Hyunjin langsung berbalik. Tapi terlambat, kepalanya sudah lebih dulu terbentur sebuah pohon.
“siapa yang meletakkan pohon sembarangan disini?” erangnya kesakitan. Gadis itu mengelus dahinya yang terbentur pohon. Dari jauh Kyuhyun malah tertawa melihatnya.
__ADS_1
Seorang anak kecil yang melihat itu menarik baju ibunya sambil berucap pelan, “oemma, noona itu aneh.”