Bukan Dia

Bukan Dia
40


__ADS_3

“mengapa tiba-tiba kita kesini?” Hyunjin hanya bisa menatap Kyuhyun penuh tanya. Mereka baru saja tiba di sebuah pantai di pinggiran kota.


“ayo!” Kyuhyun tak menjawab, malah menarik tangan Hyunjin untuk lebih mendekat ke arah bibir pantai. Hyunjin mau tak mau akhirnya mengikuti Kyuhyun. Ia sedang tak ingin banyak bertanya, wajah Kyuhyun menunjukkan jika moodnya sedang tidak baik saat ini.


Kyuhyun duduk di atas pasir pantai, membiarkan gelombang kecil membasahi kakinya. Hyunjin mengikutinya, ikut duduk di sebelah namjachingunya itu. Mereka hanya diam beberapa saat, menikmati suara deburan ombak yang terdengar di tengah-tengah kesunyian mereka.


“ada apa denganmu? Apa ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman?” Hyunjin memberanikan diri untuk bertanya, ia merasa tak enak dengan suasana yang tiba-tiba menjadi canggung di antara mereka. Kyuhyun menoleh ke samping, menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada gadis itu, mengisyaratkan jika ia baik-baik saja. Tapi Hyunjin tak langsung percaya begitu saja. Ia tahu Kyuhyun sedang memikirkan sesuatu saat ini.


“Kyu..”


“aku baik-baik saja, sungguh.”


“jangan bohong! Aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu.” Hyunjin menatap tegas mata Kyuhyun, dan itu sedikit membuat Kyuhyun merasa terintimidasi. “katakan saja jika ada yang mengganggu pikiranmu, mungkin aku bisa membantu.”


Kyuhyun menggeleng lagi, masih sambil tersenyum, “tidak ada masalah, jangan terlalu dipikirkan. Aku tak apa-apa.” setelah itu Kyuhyun bangkit dari duduknya, berjalan menyusuri tepian pantai tanpa alas kaki, sepatunya ia letakkan begitu saja di atas pasir. Hyunjin ikut berdiri, berlari kecil mengejar Kyuhyun yang sudah lumayan jauh berjalan.


“bukankah tempat ini sangat indah?” Kyuhyun meminta pendapat Hyunjin yang sudah ikut berjalan di sebelahnya. Gadis itu hanya mengangguk saja tapi matanya memancarkan kekaguman sembari melihat ke sekelilingnya. Pantai itu begitu indah, selain itu sangat tenang karena memang tak banyak orang yang ada di sana.


“dulu aku sering kesini, bersama ibuku.” Ucap Kyuhyun pelan, tapi suaranya terdengar sedih ketika mengatakan itu. Hati Kyuhyun entah kenapa jadi sedikit sakit saat mengingatnya. Hyunjin menatapnya bingung, bukankah seharusnya Kyuhyun bahagia saat sedang mengingat kenangannya bersama sang ibu?


“Tapi itu sudah lama sekali, sebelum dia meninggalkanku untuk selamanya.” Kyuhyun tersenyum pahit, menahan kesedihan yang tiba-tiba saja membuncah di dadanya. Ibunya, mungkin kenangan itu yang bisa membuatnya benar-benar menangis. Ia ingat, ketika dulu sang ayah selalu meninggalkan mereka dengan alasan sibuk bekerja, ibunya lah yang selalu menemani hari-harinya. Ia seperti sudah sangat bergantung pada sang ibu.

__ADS_1


“Kyu, aku tak tahu kalau ibumu sudah meninggal.” Hyunjin menatap Kyuhyun yang matanya sudah memerah. Jika tidak sedang berada dalam suasana seperti ini, Hyunjin pasti sudah menertawakan Kyuhyun habis-habisan karena begitu cengeng. Tapi itu tak mungkin dilakukannya, ia juga bisa sedikit merasakan sakit yang dirasakan Kyuhyun –walau mungkin ia tak tahu betul bagaimaan rasanya di tinggalkan seorang ibu. Ia bersyukur ibunya masih ada untuk menyayanginya hingga saat ini-.


“aku belum pernah menceritakan apa-apa padamu tentang keluargaku ya?”


Hyunjin mengangguk, sebenarnya ia juga penasaran. Keluarga Kyuhyun yang pernah ditemuinya hanyalah Jino dan neneknya, itu pun secara tidak sengaja.


“sebenarnya ada banyak hal yang harus kau ketahui tentang kehidupanku.” Ujar Kyuhyun lagi, semakin membuat gadis itu penasaran dibuatnya.


“hal apa?”


“Aku pasti akan menceritakannya padamu, tapi tidak sekarang.” Kyuhyun mengacak pelan rambut Hyunjin kemudian lari menjauh, tertawa puas. Gadis itu berteriak kesal sambil menahan senyumnya. Hari ini Hyunjin baru sadar, terlalu banyak hal yang belum diketahuinya tentang Cho Kyuhyun. Mungkin pelan-pelan, ia bisa memahami Kyuhyun sepenuhnya. Sampai saat itu tiba, ia ingin kebersamaannya bersama Kyuhyun tetap seperti ini, tak ada batu sandungan yang akan menceraiberaikan mereka berdua.


“kyu-HYUN-jin?” eja Hyunjin setelah melihat rangkaian huruf yang di tulis Kyuhyun di atas pasir, sambil menatap aneh ke arah Kyuhyun. Tingkah Kyuhyun benar-benar seperti anak kecil. Kenapa tidak sekalian saja membuat istana pasir? Gumam gadis itu dalam hati.


“siapa itu Kyu-Hyun-Jin? Pacar barumu?”


Kyuhyun yang gemas langsung menggetok kepala gadis itu, “ini singkatan nama kita berdua. Bagaimana? aku jenius ‘kan?”


Hyunjin yang mendengar itu langsung tertawa keras, membuat Kyuhyun balik menatap aneh padanya. “ya! kenapa kau?”


“ishh, kau seperti anak kecil, kau tahu?”

__ADS_1


“aku hanya berusaha bersikap romantis. Kenapa kau tak menghargainya?” Kyuhyun menggerutu kesal, wajahnya jadi cemberut.


Hyunjin semakin tertawa keras saja mendengar penuturan Kyuhyun. Hal seperti itu ia sebut romantis? Oh, Cho Kyuhyun memang aneh. Tapi melihat wajah Kyuhyun yang semakin tak enak dipandang, akhirnya ia berhenti tertawa. Gadis itu tersenyum sambil menatap Kyuhyun, “kau tak perlu jadi namja yang romantis. Aku suka kau yang seperti biasa.”


Kyuhyun tak menjawab, tapi wajahnya menunjukkan seringaian yang tak biasa. Dengan gerakan cepat ia sudah mengecup pipi Hyunjin, kemudian kabur begitu saja. Hyunjin yang kaget hanya bisa diam mematung. Otaknya sedang bekerja keras menterjemahkan apa yang baru saja terjadi. “dia.. menciumku?” gadis itu menggumam bodoh sambil menyentuh pipi kanannya.


“YA! MATI KAU CHO KYUHYUN!” Hyunjin baru tersadar, tapi Kyuhyun sudah berlari jauh sambil tertawa-tawa.


___


“benar tak apa-apa jika kau turun disini? aku bisa mengantarmu langsung ke rumahmu.” Kyuhyun bertanya, terlihat ragu dengan keputusan Hyunjin. Gadis itu meminta Kyuhyun mengantarnya sampai didepan gedung apartemen Kyuhyun.


Hyunjin turun dari motor Kyuhyun dan mengangguk yakin, “Aku mau ke rumah Jiyoo. Kebetulan rumahnya di dekat sini.”


“tapi aku tak yakin. Apa tidak apa-apa kau kesana sendirian?” Kyuhyun masih belum yakin meninggalkan Hyunjin di tempat itu. Padahal hari masih sore, dan tentunya masih aman bagi seorang gadis untuk berjalan sendirian.


“sungguh tak apa-apa. Kau tak perlu cemas. Sudah ya, aku pergi. Annyeong..” Hyunjin melambaikan tangannya singkat dan langsung pergi. Kyuhyun terus mengamati gadis itu hingga tak terlihat lagi dalam pandangannya.


Kyuhyun menatap ke sekelilingnya. Ia langsung bernafas lega karena tak lagi diikuti. Sejak di Lotte Word tadi Kyuhyun sudah sadar kalau ada yang mengikuti mereka, jadi dia berusaha mengajak Hyunjin menjauh dari orang-orang itu. Kyuhyun masih belum tahu siapa orang-orang tersebut. Tapi ia berpikir jika mereka mungkin orang-orang suruhan ayahnya, mengingat ia yang sudah menolak tawaran ayahnya lewat Hangeng beberapa hari lalu. Kyuhyun tak habis pikir, hidup tenang yang perlahan sudah ia dapatkan kini mulai terenggut kembali.


___

__ADS_1


__ADS_2