
Hyunjin menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya, mencoba mendapat kehangatan dengan cara itu. Ia mungkin benar-benar sudah gila sekarang. Bagaimana bisa di malam sedingin ini ia malah keluar rumah? Apalagi mengingat kesehatannya yang sedang kurang baik. Bodoh, hanya satu kata itu yang mampu menggambarkan dirinya saat ini.
Dan hal yang membuatnya benar-benar terlihat bodoh adalah ia tengah mengawasi sebuah cafe dengan tulisan “CLOSE” yang tergantung di pintunya, mengamati bangunan itu dari kejauhan. Sejak setengah jam yang lalu Hyunjin sudah berdiri di balik dinding toko dekat cafe itu untuk menunggu seseorang keluar dari pintu tersebut.
Senyum kelegaan langsung terkembang dibibirnya saat melihat sosok Kyuhyun keluar dari cafe. Akhirnya penantiannya terbayar sudah, ia sudah terlalu lelah untuk menunggu lebih lama lagi. Gadis itu tak berkedip memandangi Kyuhyun di ujung sana. Kyuhyun baru saja keluar dari cafe dan sedang mengunci pintu.
Hyunjin terus mengikutinya dari belakang, tanpa takut akan ketahuan sama sekali. Dengan hati-hati Hyunjin melangkahkan kakinya, Kyuhyun sepertinya tak sadar ada orang di belakangnya.
Tapi tiba-tiba Kyuhyun berhenti, Hyunjin sudah tahu bahwa namja itu pasti akan berbalik ke belakang. Cepat-cepat ia segera bersembunyi di balik dinding. Ia tak mau sampai ketahuan. Gadis itu benar-benar terlihat seperti penguntit sekarang.
Kyuhyun memandang sekelilingnya tapi tak ada siapa-siapa. Hyunjin langsung saja bernafas lega saat Kyuhyun berbalik lagi dan melanjutkan perjalanannya yang sempat terhenti tadi. Namun baru beberapa langkah berjalan, ia tiba-tiba berbalik kembali. Gadis itu lansgung lari dan bersembunyi ke pohon terdekatnya.
Krekk.. tak sengaja ia menginjak ranting pohon yang sudah jatuh ke tanah, menimbulkan suara yang cukup mampu untuk sampai ke pendengaran Kyuhyun.
__ADS_1
Namja itu berbalik, dan tawanya melengking keras di tengah kesunyian malam. “jangan main petak umpet denganku, Choi Hyunjin.”
Hyunjin tersentak kaget. Ia sudah ketahuan rupanya. Tapi bagaimana bisa semudah itu? Mau tidak mau akhirnya gadis itu keluar dari persembunyiannya. “ku kira aku tak akan ketahuan.”
“untuk apa kau menguntitku seperti ini? kau bukan fans yang ingin jadi stalkerku kan?” tanya Kyuhyun bercanda, tak sadar gadis di depannya sedang menatapnya sendu. Hyunjin sama sekali tak berekspresi seperti biasanya, wajahnya terlihat sangat serius.
“aku mau minta penjelasanmu.”
“penjelasan apa?” dahi Kyuhyun berkerut tak mengerti.
“lupakan! Anggap saja itu tak pernah terjadi. Anggaplah aku tak pernah mengatakan hal itu padamu.” ucap Kyuhyun sambil memandang ke sekelilingnya, mencoba mencari pemandangan lain –apapun selain Hyunjin di hadapannya.
Hyunjin membelalak tak percaya. Matanya langsung memerah karena menahan tangis. “semudah itu kau bicara? Kau ingin mempermainkanku?”
__ADS_1
“bukankah itu sama sekali tak ada artinya bagimu?”
Hyunjin berjalan mendekati Kyuhyun, mencoba melihat tatapan mata namja itu. Apa ia sungguh-sungguh mengatakan hal ini? apakah ia tak punya perasaan? Setelah membuat Hyunjin melambung tinggi, kini ia menghempaskannya begitu saja? sangat egois.
“Apa kau pikir ini lucu? Kau senang setelah mempermainkanku seperti ini?” Hyunjin mencoba menahan tangisnya, tapi sia-sia. Airmatanya meluncur begitu saja tanpa bisa ia cegah sama sekali.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Hyunjin, cukup terkejut melihat gadis itu yang kini tengah menangis. Apa ia menangis karena dirinya? sungguh, ia tak bermaksud membuatnya seperti itu. Ingin rasanya Kyuhyun menghampirinya dan menghapus airmata itu dari wajah Hyunjin, tapi ia urungkan semua perasaannya itu. Ia tak boleh begini. Bukankah Hyunjin itu milik Donghae? ia sudah tak punya kesempatan lagi bukan? Jadi untuk apa ia malah mendekat dan membuat ini semakin sulit? Menjauhinya adalah solusi terbaik, ia mungkin bisa melupakan gadis itu secara perlahan.
“pergilah dari hadapanku. Aku tak ingin melihatmu lagi mulai sekarang.” ucap Kyuhyun menahan rasa sesak yang entah mengapa tiba-tiba terasa di dadanya. Ia langsung berbalik meninggalkan Hyunjin yang masih diam terpaku, sangat terkejut dnegan kata-katanya barusan.
“kau membuangku sekarang Cho Kyuhyun?” gumam Hyunjin lirih. Ia tak kuasa menahan tangisnya kini. Kyuhyun tak mungkin lagi mendengar suaranya, ia sudah berada jauh di depan.
Untuk kedua kalinya, Hyunjin merasa dirinya benar-benar bodoh karena mencintai seseorang yang tak menginginkan kehadirannya. Mengapa ia tak pernah bisa berada di posisi yang benar?
__ADS_1
To Be Continue