
Keesokan harinya Rendi kembali datang ke rumah Kenzo untuk bertemu dengan Rosalina. Dia tidak menyerah, bahkan kini dia membawa tas branded yang diinginkan oleh Rosalina.
Sejak pulang dari menyatakan perasaannya pada Rosalina, Rendi langsung berkeliling mall untuk mencari tas branded limited edition yang diincar oleh Rosalina.
Dia memasuki beberapa store brand ternama untuk mencari tas yang diinginkan oleh Rosalina.
Berbekal dengan foto Rosalina, dia bertanya pada setiap penjaga toko tersebut tentang kedatangan Rosalina di toko mereka.
"Mau cari tas apa Kak?" tanya si penjaga toko pada Rendi yang baru masuk ke dalam toko tersebut.
"Emmm... Mbak pernah lihat gadis ini gak? Siapa tau dia mau beli tas di sini," ucap Rendi ragu dan setengah malu bertanya pada penjaga toko tersebut.
Penjaga toko tersebut memperhatikan dengan teliti gadis yang ada pada foto di layar ponsel Rendi itu.
Matanya memicing memperhatikan dengan seksama. Ponsel itu dijauhkan dan didekatkan agar lebih jelas. Kemudian dia mencoba mengingat-ingat. Matanya memutar menatap ruangan dan berpikir untuk mengingat-ingat sosok Rosalina.
"Gimana Mbak?" tanya Rendi pada penjaga toko tersebut.
"Sepertinya tidak pernah ada gadis ini datang ke toko ini Kak," jawab penjaga toko tersebut.
"Emmm... kalau tas yang limited edition yang mana Mbak?" tanya Rendi sambil melihat tas-tas branded yang sedang di display di rak toko tersebut.
"Kebetulan tas yang limited edition sudah habis Kak. Mungkin Kakak mau cari yang lain? Biar saya bantu Kak, mau cari yang bagaimana?" ucap si penjaga toko tersebut sambil tersenyum.
Rendi menghela nafasnya, seketika dia seperti sudah kehilangan harapan.
"Maaf Mbak saya mau beli tas yang mau dibeli sama gadis di foto tadi. Permisi Mbak," tukas Rendi kemudian dia pergi meninggalkan toko tersebut.
Penjaga toko tersebut hanya tercengang. Dia tidak mengira jika ada lelaki tampan yang begitu berusahanya untuk membelikan tas pacarnya yang mungkin untuk memberinya kejutan, itulah pikiran dari penjaga toko tersebut.
Rendi melangkah menuju toko branded selanjutnya. Dia kembali menanyakan tentang Rosalina pada penjaga toko selanjutnya. Sama seperti yang tadi, Rendi memperlihatkan foto Rosalina yang ada pada layar ponselnya pada penjaga toko tersebut.
"Silahkan Kak, mau cari tas yang bagaimana? Biar saya bantu mencarikannya," ucap penjaga toko tersebut.
__ADS_1
"Mbak pernah melihat gadis ini di toko ini?" tanya Rendi sambil memperlihatkan foto Rosalina yang ada pada layar ponselnya.
Dengan cepatnya penjaga toko tersebut melihat dan berkata,
"Saya tidak tau Kak. Tapi Kakak ini ke sini mau beli tas apa mau mencari seseorang? Karena di sini menjual tas Kak, bukan tempat pencarian orang," ucap penjaga toko tersebut kesal.
Rendi yang mendengar ucapan penjaga toko tersebut menjadi sangat kesal. Kemudian dia berkata,
"Saya akan membeli tas yang akan dibeli gadis ini. Dia mencari tas yang limited edition. Hanya saja saya lupa merk tasnya apa. Saya permisi dulu, sepertinya tempat ini bukan tempat yang bagus untuk melayani pembeli."
Rendi menatap tajam penjaga toko tersebut yang kaget mendengar perkataan Rendi. Dia baru sadar jika memang ucapannya sangat keterlaluan.
Kemudian dia menghentikan Rendi yang akan keluar dari toko tas tersebut.
"Sebentar Kak, maaf Kak tadi saya memang keterlaluan. Saya sedang dalam tekanan untuk menjual produk kami Kak. Saya minta maaf," ucap penjaga toko tersebut penuh penyesalan.
Rendi tersenyum sinis melihat penjaga toko tersebut.
"Itu bukan alasan Mbak untuk tidak sopan dengan pembeli. Tidak akan ada yang mau membeli barang di toko ini jika Mbak seperti itu," ucap Rendi dengan sinis dan melangkah pergi.
"Maaf Kak, bisa saya lihat lagi foto gadis tadi? Biar saya tanyakan ke teman-teman saya yang lain," ucap penjaga toko tersebut penuh harap memandang Rendi.
Rendi merasa tidak tega melihat penjaga toko tersebut seperti mengiba padanya. Dia mengambil ponselnya dari saku celananya dan kembali memperlihatkan pada penjaga toko tersebut.
"Kak, apa saya boleh bawa ponsel ini untuk saya tanyakan pada teman-teman saya di dalam toko?" tanya penjaga toko tersebut dengan sedikit takut.
Dengan sedikit kesal, Rendi pun mengangguk dan mengikuti penjaga toko tersebut kembali masuk ke dalam toko.
Penjaga toko tadi menanyakan pada teman-temannya yang ada di toko itu dan sayangnya mereka tidak ada yang pernah melayani Rosalina melihat-lihat ataupun membeli tas di toko tersebut.
"Baiklah terima kasih," ucap Rendi sambil menerima ponselnya yang diberikan oleh penjaga toko tersebut.
Setelah itu Rendi masuk ke dalam toko brand ternama dengan langkah yang sedikit kecewa karena sudah beberapa toko dia datangi.
__ADS_1
"Selamat datang Kak, bisa kami bantu?" tanya penjaga toko tersebut dengan ramah dan tersenyum pada Rendi.
"Maaf Mbak saya mau tanya apa gadis ini pernah datang ke sini untuk membeli tas atau mencari tas yang limited edition?" tanya Rendi sambil memperlihatkan foto Rosalina yang terdapat pada layar ponselnya.
Penjaga toko tersebut melihat foto Rosalina dan dia langsung teringat ketika Rendi mengatakan kata limited edition pada gadis yang menginginkan tas limited edition yang ada di toko tersebut agar disimpankan untuknya.
"Iya Kak, Kakak ini pernah ke sini. Ada apa ya Kak?" ucap penjaga toko tadi sambil memperhatikan wajah Rendi.
"Akhirnya," ucap Rendi lega sambil tersenyum.
"Tidak ada apa-apa Mbak. Saya cuma mau tanya, gadis ini apa pernah akan membeli tas yang limited edition di sini?" tanya Rendi kembali sambil mengedarkan pandangannya pada tas-tas yang didisplay di rak display toko tersebut.
"Oh iya Kak benar. Kakak itu meminta saya untuk menyimpankan sebuah tas limited edition, tapi kami tidak bisa melakukannya karena barang limited edition sangat cepat terjual, banyak yang cari Kak kalau limited edition," jawab petugas toko tersebut menjelaskan.
"Masih ada Mbak barangnya? Kalau ada saya akan membelinya," ucap Rendi dengan antusias.
"Kebetulan tinggal satu Kak. Sebentar, akan saya ambilkan," tukas penjaga toko tersebut sambil tersenyum.
Kemudian penjaga toko tersebut berjalan mendekati tas yang didisplay di tengah dan mengambilnya untuk ditunjukkan pada Rendi.
"Ini Kak," ucap penjaga toko tersebut sambil memberikan tas tersebut pada Rendi.
"Benar yang ini? Mbak gak salah kan?" tanya Rendi meyakinkan.
"Iya benar yang itu Kak," jawab penjaga toko itu yakin.
"Baiklah saya beli yang ini. Tapi jika bukan ini yang diinginkan oleh pacar saya, apa saya bisa menukarnya Mbak?" tanya Rendi menyelidik.
"Boleh Kak asalkan ada perjanjian dan barang tidak ada yang cacat dan belum terpakai," jawab penjaga toko tersebut sambil tersenyum.
"Baiklah, saya ambil yang ini," ucap Rendi sambil memberikan tas tersebut dan kartu untuk membayarnya.
Setelah mendapatkan tas yang diyakini Rendi sebagai tas yang diinginkan oleh Rosalina, dia segera keluar dari toko tersebut dengan bahagianya.
__ADS_1
"Oke, Rosalina pasti gak akan bisa menolak ini. Aku akan mendapatkanmu kali ini Rosalina. Tunggu aku," Rendi bermonolog di dalam mobil sambil memperlihatkan senyum kebahagiaannya.