
Rosalina berhasil meloloskan dirinya dari tangkapan Kenzo. Naasnya, kakinya tergelincir ketika berbalik dengan cepat.
Byur!
Rosalina terjatuh di kolam renang yang ada di sana. Dia tidak bisa berenang dan tangannya melambai-lambai ke atas meminta pertolongan.
"Rosa!" seru Kenzo yang kaget melihat Rosalina sudah tercebur di dalam kolam renang.
"Rosa!" bik Narmi pun berlari kecil ke arah kolam renang.
Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara tangis baby Chintya. Bik Narmi kembali untuk membawa stroller bayi yang berada baby Chintya di dalamnya menuju kolam renang.
Kenzo segera masuk ke dalam kolam renang untuk menyelamatkan Rosalina. Tubuh Rosalina berhasil dibawa Kenzo ke pinggir kolam renang dan Kenzo berusaha menyadarkan Rosalina yang masih belum membuka matanya.
"Kasih nafas buatan aja Tuan, seperti di TV," ucap bik Narmi ketika baru datang dengan membawa stroller bayi yang berada baby Chintya di dalamnya.
"Apa? Saya Bik?" tanya Kenzo sambil menunjuk wajahnya.
"Iya Tuan, masa' Bibik? Bibik gak bisa gituan Tuan," jawab bik Narmi yang terlihat panik.
"Ayo Tuan buruan, jangan sampai Rosa mati," ucap bik Narmi dengan sangat panik.
Mendengar kata mati membuat Kenzo tidak berpikir panjang lagi. Dia segera memberikan nafas buatan untuk Rosalina, dari mulut ke mulut.
Dalam beberapa kali akhirnya Rosalina mengeluarkan air dari mulutnya. Kemudian dia tersadar, sayangnya tubuhnya masih lemah untuk bisa berjalan sendiri.
Melihat Rosalina yang kedinginan, Kenzo segera membopong tubuh Rosalina masuk ke dalam kamarnya.
Bik Narmi pun mengikuti mereka berdua masuk ke dalam kamar Rosalina dengan menggendong baby Chintya.
"Bik, cepat gantikan pakaiannya dan buatkan dia minuman hangat," tukas Kenzo sebelum dia meninggalkan kamar Rosalina.
"Baik Tuan," ucap bik Narmi sambil meletakkan baby Chintya di ranjang sebelah Rosalina.
Rosalina terlihat masih sangat syok, apalagi dia menyadari jika dirinya tadi ditolong oleh Kenzo dan diberi nafas buatan olehnya. Sungguh dia tidak bisa melupakan apa yang sudah dia rasakan.
Antara syok tercebur dan syok dibopong serta diberi nafas buatan oleh Kenzo. Semua itu dia rasakan hingga membuat dirinya tidak sadar telah digantikan bajunya oleh bik Narmi.
__ADS_1
"Rosa, Bibik mau buatkan minuman hangat buat kamu sama Tuan Kenzo. Tolong kamu jaga Chintya sebentar ya," ucap bik Narmi sebelum meninggalkan kamar Rosalina.
"Biar Chintya sama saya saja Bik. Merawat Chintya adalah tugas saya. Terima kasih Bibik sudah membantu saya merawat Chintya," tutur Rosalina sambil tersenyum pada bik Narmi.
"Kamu cepat pulih ya. Bibik buatkan dulu minuman hangatnya," ucap bik Narmi yang kemudian meninggalkan kamar Rosalina.
Ditatapnya baby Chintya yang sedang memainkan jarinya di dalam mulutnya. Rosalina duduk dan mengajaknya bermain seperti biasanya.
Terdengar suara tawa baby Chintya dari luar kamar Rosalina yang pintunya sengaja dibuka oleh bik Narmi agar dia bisa mendengar jika Rosalina memanggilnya.
Kenzo yang sudah berganti baju sedang berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minuman hangatnya. Tanpa sadar langkah kakinya menuju kamar Rosalina karena mendengar tawa baby Chintya.
"Tuan Kenzo, kebetulan ada di sini. Ini minuman hangatnya," ucap bik Narmi sambil memberikan segelas minuman hangat yang dia bawa.
"Terima kasih Bik," ucap Kenzo sambil menerima gelas tersebut.
Rosalina menoleh ketika bik Narmi menyebut nama Kenzo. Dia terpanah ketika melihat Kenzo meminum minumannya. Tatapan mata Rosalina mengarah pada bibir Kenzo yang mengingatkannya akan nafas buatan yang diberikan Kenzo sewaktu menolongnya tadi.
"Rosa, ini diminum dulu minumannya, mumpung masih hangat," tukas bik Narmi sambil memberikan segelas minuman hangat yang sama dengan milik Kenzo.
Rosalina menerima gelas tersebut dan meminumnya. Ketika meminum minuman itu, mata Rosalina mengarah pada Kenzo yang juga sedang menatapnya.
Rosalina tersedak minuman hangatnya hingga ke hidung.
Kenzo yang melihat hal itu merasa bersalah karena mereka saling memandang ketika meminum minuman mereka masing-masing.
Bik Narmi yang masih berada di dekat Rosalina segera membantu mengusap punggung Rosalina.
Sedangkan Kenzo segera mendekati Rosalina dan duduk di tepi ranjang, berhadapan dengan Rosalina.
Kenzo yang memberikan perhatiannya membuat Rosalina salah tingkah. Dalam benaknya masih saja terngiang adegan di mana Kenzo telah memberikan nafas buatan untuknya.
"Kamu baik-baik saja Ros?" tanya Kenzo sambil membawa minumannya.
Rosalina mengangguk, dia tidak berani melihat wajah Kenzo yang membuatnya selalu mengingat adegan nafas buatan itu. Apalagi tatapan mata Rosalina selalu mengarah pada bibir Kenzo.
Ah bibir itu, bibir itu yang mengambil ciuman pertamaku, Rosalina berkata dalam hatinya ketika tidak sengaja melihat ke arah Kenzo yang sedang meminum minumannya.
__ADS_1
"Kenapa? Ada yang sakit?" tanya Kenzo dengan suara yang lembut dan menatap Rosalina dengan penuh perhatian.
Rosalina yang mendapatkan perlakuan yang tidak biasanya dari Kenzo membuat dirinya salah tingkah. Kini jantungnya berdegup dengan kencang.
Bik Narmi yang menyadari akan situasi, dia perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan mereka berdua dengan pintu kamar yang terbuka.
Senyum kelegaan terbersit di bibir bik Narmi. Dia sangat senang jika nantinya Rosalina benar-benar bisa menjadi istri dari Kenzo.
Bik Narmi tahu jika suasana hati dan sikap Kenzo beberapa hari ini berubah karena adanya Rosalina di rumah Kenzo. Dengan itu bik Narmi berharap agar Rosalina bisa merubah kesendirian dan kesepian Kenzo selama ini menjadi lebih ceria dan berwarna seperti saat ini.
"Ada apa Ros, apa ada yang sakit?" tanya Kenzo kembali dengan wajah cemasnya.
"E-enggak Om," jawab Rosalina sambil menundukkan kepalanya.
"Lalu, kamu kenapa?" tanya Kenzo yang kini menengadahkan wajahnya pada wajah Rosalina yang menunduk.
Rosalina kaget dan kembali salah tingkah. Sayangnya dia tidak bisa mengelak dari pesona si duda keren yang bernama Kenzo.
Rosalina kini beradu pandang dengan Kenzo. Mereka melupakan baby Chintya yang berada di dekat Rosalina.
Seolah mengerti suasana, baby Chintya tertidur tanpa meminum susu formula. Sepertinya dia tidak ingin mengganggu Kenzo dan Rosalina yang sedang beradu pandang sekarang ini.
"Om," panggil Rosalina yang masih beradu pandang dengan Kenzo.
"Ya, kenapa?" tanya Kenzo yamg masih betah memandang Rosalina.
"Main yuk...," ucap Rosalina yang juga masih betah saling pandang dengan Kenzo.
"Main apa?" tanya Kenzo yang masih dalam posisi yang sama, memandang Rosalina yang juga memandangnya.
"Main kartu," ucap Rosalina yang masih betah beradu pandang dengan Kenzo.
"Mending kita main nikah-nikahan," celetuk Kenzo tanpa sadar dengan tatapannya yang masih intens pada Rosalina.
"Hah?! Gak salah Om?" tanya Rosalina kaget.
Kenzo terhenyak dan dia baru sadar jika dia mengucapkan apa yang menjadi isi hatinya sejak tadi.
__ADS_1
"Main kartu aja," jawab Kenzo gugup.