
"Pinter banget sih kamu Chintya. Anaknya siapa sih?" ucap Rosalina ketika melihat baby Chintya sedang berusaha merangkak di lantai.
Tiba-tiba terdengar suara mobil Kenzo yang baru datang di halaman rumahnya. Suara mobil itu membuat Rosalina menjadi grogi. Bahkan kini jantungnya berdetak dengan lebih cepat.
Suara derap langkah sepatu Kenzo membuat Rosalina salah tingkah. Dia tidak mengerti mengapa dia merasa seperti itu.
"Rosa," panggil Kenzo yang kini berada tidak jauh darinya.
Rosalina menoleh ke arah Kenzo yang tersenyum manis padanya. Dan jantungnya berdetak semakin cepat tatkala Kenzo berjalan mendekat ke arahnya.
"Rosa, kenalkan dia Dino sekretarisku dan juga sahabatku," tukas Kenzo sambil menarik tangan Rosalina.
Terlihat jelas wajah bingung Rosalina. Dia tidak mengerti mengapa Kenzo memperkenalkannya dengan sahabatnya yang juga merupakan sekretarisnya di kantor.
"Dino," ucap Dino memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya ke arah Rosalina.
Rosalina menyambut uluran tangan Dino tanpa menyebutkan namanya, dia hanya menganggukkan kepalanya dengan canggung.
"Udah jangan lama-lama," ucap Kenzo sambil melepaskan jabatan tangan Dino pada Rosalina.
Dino menatap curiga pada Rosalina. Dan Rosalina canggung ditatap seperti itu oleh Dino. Dia kembali bermain bersama baby Chintya untuk menutupi rasa canggungnya.
"Kamu udah makan sayang?" tanya Kenzo dengan duduk di lantai beralaskan karpet di sebelah Rosalina.
Rosalina sangat canggung dengan sebutan sayang yang diberikan Kenzo padanya di depan Dino. Dia tahu dari pandangan mata Dino jika Dino tidak menyukainya.
Begitupula dengan Dino, dia kaget mendengar Kenzo memanggil Rosalina dengan panggilan sayang. Dia tidak mengira jika Kenzo bisa semanis itu pada seorang perempuan.
Dino semakin berpikir jika Kenzo sedang terkena guna-guna atau semacamnya oleh Rosalina. Dalam hatinya dia berjanji akan menjauhkan Kenzo dari Rosalina.
Rosalina menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Kenzo tanpa melihat ke arahnya. Dia masih saja berpura-pura sibuk bermain bersama baby Chintya.
"Kamu nunggu aku ya?" tanya Kenzo sambil tersenyum dan tangannya mengusap lembut rambut Rosalina.
__ADS_1
"Nanti aja sekalian menyuapi Chintya," jawab Rosalina lirih.
Kenzo menengadahkan wajahnya di hadapan Rosalina dengan tersenyum padanya. Dia merasa jika Rosalina tidak seperti biasanya.
Dengan terpaksa Rosalina memaksakan senyumnya agar Kenzo tidak curiga padanya. Sayangnya Kenzo sudah melihat ada yang aneh dengannya. Dia memang penasaran, hanya saja dia tidak mau menanyakannya untuk sekarang ini. Dia ingin Rosalina sendiri yang mengatakannya padanya.
Dino masih saja memperhatikan Kenzo dan Rosalina. Dia masih saja berpikiran buruk pada Rosalina. Jika itu benar terjadi, Dino akan pasang badan untuk melindungi Kenzo agar tidak dimanfaatkan oleh Rosalina.
Kenzo yang duduk di sebelah Rosalina perlahan mendekatkan tubuhnya ke arah Rosalina. Kemudian dia mendekatkan bibirnya pada telinga gadisnya itu.
"Sayang, kamu kenapa? Aku tau kamu sedang memikirkan sesuatu," bisik Kenzo di telinga Rosalina.
Rosalina menegang, dia tidak habis pikir bagaimana bisa Kenzo mengetahui apa yang sedang terjadi padanya, padahal dengan susah payah dia menyembunyikan tentang apa yang di rasakannya agar Kenzo tidak mengetahuinya.
Kenzo menatap lekat manik mata gadis pemilik hatinya itu. Rosalina pun sama, dia tidak bisa menolak tatapan mata Kenzo dari matanya. Dia juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Kenzo padanya.
Tatapan mata mereka seolah-olah mengatakan tentang apa yang mereka rasakan. Mereka berbicara melalui mata mereka. Dan itu hanya mereka yang tahu apa yang mata mereka bicarakan.
Dino tidak senang melihat tingkah dan sikap Kenzo yang tidak mencerminkan dirinya sendiri. Dia jengah melihat Kenzo dan Rosalina yang seolah-olah seperti dua orang yang sedang jatuh cinta.
Rosalina salah tingkah, dia kembali pura-pura sibuk bermain dengan baby Chintya.
Kenzo tersenyum, dia tahu jika Rosalina malu dan salah tingkah karena adanya Dino yang melihat mereka berdua. Tapi sayangnya Kenzo tidak tahu jika Dino tidak suka dengan kedekatannya dengan Rosalina.
"Ayo kita makan dulu. Sudah waktunya Chintya makan sekarang kan?" ucap Kenzo sambil memegang pundak Rosalina.
Rosalina menoleh pada Kenzo. Dia seperti sedang berhalusinasi mendengar Kenzo menyebut nama baby Chintya untuk pertama kalinya semenjak dia bekerja di rumahnya sebagai seorang baby sitter.
Tanpa sadar Rosalina tersenyum pada Kenzo. Dia bersyukur bisa membuat Kenzo mau memanggil baby Chintya dengan namanya, bukan dengan sebutan dia ataupun bayi.
"Kenapa?" tanya Kenzo yang tahu akan perubahan suasana hati Rosalina.
"Aku senang kamu udah mau memanggil nama Chintya," jawab Rosalina dengan senyumnya yang masih saja terpancar di bibirnya.
__ADS_1
Kenzo diam dan mengingat-ingat apa yang barusan dia katakan. Dia memang enggan memanggil nama Chintya, hanya saja dengan melihat senyum Rosalina yang seperti itu membuatnya senang dan berjanji dalam dirinya akan melakukan apa yang diinginkan oleh Rosalina waktu itu.
Dino merasa diacuhkan oleh sahabatnya sendiri. Dia berlalu meninggalkan kedua manusia berlawan jenis itu menuju dapur.
Awalnya dia ingin mengambil minuman dingin di dalam kulkas. Dia memang sudah biasa berada di rumah Kenzo karena dia sudah sering menginap di sana ketika mendiang istrinya sudah tiada.
"Mas Dino mau ngambil apa? Sini Bibik ambilkan Mas," ucap Bik Narmi yang baru saja datang dari arah belakang Dino.
"Eh Bibik, kirain siapa. Ini Bik, mau mengambil minuman dingin," jawab Dino yang kini sudah menoleh ke arah belakang, di mana bik Narmi berada.
"Itu Mas, ada jus di dalam kulkas. Di minum aja gapapa kok," tutur bik Narmi sambil menunjuk pitcher yang berisi jus berwarna merah.
Dino pun mengambil jus tersebut dan menuangkannya dalam gelas yang sudah dibawanya.
Di minumnya jus tersebut, dan dia merasakan jika jus tersebut berbeda dengan jus yang dibuatkan bik Narmi biasanya.
"Kenapa Mas, enak ya jusnya?" tanya bik Narmi sambil terkekeh.
"Iya Bik, beda rasanya. Bibik punya resep baru ya?" tanya Dino setelah meneguk habis jusnya.
"Bukan Bibik yang buat Mas. Rosalina yang buat jus itu," jawab bik Narmi sambil tersenyum.
"Apa? Dia yang bikin?" tanya Dino yang terkejut mendengar jawaban dari bik Narmi.
"Iya Mas. Rosalina itu pintar, baik, rajin Mana dia cantik lagi. Pasti banyak laki-laki yang menyukainya," ucap bik Narmi sambil tersenyum menceritakan kebaikan Rosalina.
"Halah... pasti mereka diguna-guna Bik," ujar Dino yang masih tidak terima akan hubungan dekat antara Kenzo dengan Rosalina.
"Astaghfirullah... Tidak baik menuduh seperti itu Mas. Rosalina itu memang baik, Bibik jamin dia tidak pernah melakukan hal seperti itu," tutur bik Narmi mencoba meyakinkan Dino bahwa Rosalina memang wanita yang baik.
"Pada belum tau aja sih. Itu buktinya Kenzo sampai klepek-klepek kayak gitu sama perempuan asing itu. Bibik tau sendiri kan Kenzo orangnya gimana," ucap Dino tidak terima dengan penilaian bik Narmi pada Rosalina.
"Mas, Chintya yang masih bayi saja tau jika Rosalina orang baik. Buktinya dia selalu menurut dan diam jika bersama Rosalina. Apalagi Tuan Kenzo yang sudah dewasa? Pasti dia merasa jika Rosalina sangat pantas menjadi istrinya," tutur bik Narmi pada Dino yang memandang ke arah Kenzo dan Rosalina.
__ADS_1
"Tapi saya ragu bik," ucap Dino sambil meletakkan gelasnya di depan bik Narmi dan tersenyum menatapnya.