Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa
Bab 33 Ingin menikah dengan perjaka


__ADS_3

"Lepaskan!" seru Kenzo sambil melepaskan tangan Dina yang sangat erat memeluknya.


Dina tidak mau melepaskan Kenzo. Dia ingin memiliki Kenzo dan membuatnya menjadi miliknya.


Karena Dina tidak mau melepaskan pelukannya itu, Kenzo dengan tega menghempaskan tubuh Dina bermaksud agar Dina menjauh darinya.


Sayangnya Dina tidak bisa menahan tubuhnya. Dia sempoyongan karena Kenzo yang tiba-tiba menghempaskan tubuhnya sebelum dia mengetahuinya.


Tubuh Dina jatuh terduduk di lantai. Dia terlihat sangat kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kenzo.


Kenzo yang biasanya sangat baik, lembut, selalu menuruti permintaannya dan selalu memanjakannya, kini berlaku kasar padanya.


Matanya berkaca-kaca dan wajahnya terlihat sangat kesal. Dia menatap Kenzo dengan tatapan tidak percaya.


"Kakak jahat! Kakak tega sama aku!" seru Dina dengan suara tinggi yang menahan tangisnya.


Rosalina segera berlari keluar kamar baby Chintya meninggalkan baby Chintya yang sudah tertidur dengan nyenyak ketika dia mendengar suara Dina yang tidak biasa menurutnya.


Mata Rosalina terbelalak ketika melihat Dina jatuh terduduk di lantai dan menatap Kenzo yang tidak ada niatan untuk menolongnya.


Kenzo menoleh ke arah Rosalina yang baru saja datang. Dengan segera Kenzo berpindah ke sebelah Rosalina dan melingkarkan tangannya pada pinggang Rosalina.


Tentu saja Dina sangat marah melihat Kenzo yang melingkarkan tangannya pada pinggang baby sitter nya itu.


Dino pun merasakan hal yang sama. Entah kenapa dia merasa hatinya seperti tercubit ketika melihat Kenzo dan Rosalina berdekatan. Bahkan tangan Kenzo yang melingkar di pinggang Rosalina itu membuat Dino merasa gerah, sepertinya dia terbakar rasa cemburu.


"Apa bagusnya dia? Dia cuma seorang baby sitter. Dia rendahan, tidak sepadan denganku. Dia juga tidak pantas bersanding dengan Kakak. Kenapa Kak Kenzo bisa melakukan ini padaku? Pasti dia sudah berbuat yang tidak-tidak pada Kakak. Atau mungkin dia mengguna-gunai Kakak agar Kak Kenzo tidak mau lepas darinya?" tanya Dina setengah histeris dengan tatapan mata penuh kebencian pada Rosalina.


"Diam kamu Dina! Aku yang menyukainya dan aku memang benar-benar mencintainya. Bahkan aku yang sangat kamu agung-agungkan ini sempat ditolak olehnya. Apa kamu masih bisa menuduhnya?"

__ADS_1


Kenzo berkata tidak kalah kesal pada Dina. Dia tidak suka Rosalina difitnah, dijelek-jelekkan atau bahkan direndahkan oleh Dina.


"Ken, jangan seperti itu pada Dina. Dia sangat menyukaimu dan kami tau itu," sahut Dino sambil menolong Dina untuk berdiri.


"Maaf, aku gak tau kalau dia menyukai aku. Selama ini aku hanya menganggapnya sebagai adikku saja, karena dia adikmu. Jadi jika dia mempunyai perasaan seperti itu padaku, aku rasa itu urusannya dengan hatinya sendiri. Aku tidak bisa bertanggung jawab pada perasaannya, karena aku gak menyuruhnya untuk mempunyai perasaan lebih padaku," tutur Kenzo yang semakin erat memegang pinggang Rosalina.


"Kak Kenzo jahat. Kakak pernah berjanji padaku akan menikah denganku jika Kakak sudah siap untuk menikah lagi. Tapi apa? Sekarang Kak Kenzo mencampakkan aku hanya karena seorang baby sitter rendahan yang ingin menguasai kekayaan Kakak saja," ucap Dina yang dipenuhi amarah dengan menunjuk ke arah Rosalina.


"Cukup! Jangan lagi kamu menghina Rosalina. Dia calon istriku. Dia pilihanku dan hatiku yang memilihnya, bukan orang lain," tukas Kenzo sambil memeluk pundak Rosalina dan mengajaknya berbalik untuk berjalan menuju kamar baby Chintya.


"Enggak! Aku gak akan biarkan itu terjadi! Aku akan menjauhkan Kakak dari baby sitter sialan itu!" seru Dina mengiringi langkah kaki Kenzo dan Rosalina menuju kamar baby Chintya.


"Maaf, jangan dengarkan dia," bisik Kenzo di telinga Rosalina ketika berjalan berdampingan menuju kamar baby Chintya.


Rosalina merasakan hal yang aneh dalam hatinya. Kini dia merasa bahwa hatinya sangat sakit dan ingin rasanya dia menangis untuk melampiaskan rasa sakit hatinya itu.


Sebenarnya Kenzo sedari tadi ingin menjelaskan pada Rosalina tentang semuanya yang terjadi hari ini. Hanya saja tadi sebelum dia bisa menjelaskannya, Dina dan Dino masuk ke kamar tersebut.


Kini dia hanya bisa berharap agar penjelasannya bisa diterima dengan baik oleh Rosalina tanpa ada kesalahpahaman dari Rosalina padanya.


"Sayang, maaf ya. Kamu gak usah mendengarkan semua ocehannya. Dia memang sangat manja dan selalu ingin dituruti semua permintaannya. Jadi kamu gak usah mempedulikannya," tutur Kenzo sambil mengajak Rosalina duduk di ranjang yang berada di dalam kamar baby Chintya.


Rosalina tersenyum tipis tanpa melihat ke arah Kenzo, dia hanya melihat ke arah depan dan berkata,


"Sepertinya kamu sangat mengenalnya."


Kenzo terhenyak, dia sadar jika kini Rosalina salah paham pada hubungannya dengan Dina.


"Sayang, kamu salah paham. Aku akan menceritakan semuanya padamu," ucap Kenzo dengan mengambil kedua tangan Rosalina dan digenggamnya sangat erat ketika Rosalina berusaha melepaskannya.

__ADS_1


Dengan segera Kenzo menceritakan tentang hubungannya dengan Dino yang membuatnya sangat dekat dengan Dina, adik kandung Dino.


"Aku bersumpah yang aku ceritakan semuanya benar. Aku tidak menambah-nambahi ataupun menguranginya. Jadi, aku mohon percayalah sayang...," Kenzo bersuara lembut meminta Rosalina agar percaya padanya.


"Kita hanya sebatas saling mengenal, bisa juga dibilang pacaran. Jadi gak usah terlalu memikirkan hal itu. Aku gak akan ambil pusing hal itu. Toh kita juga belum tentu akan menikah," ucap Rosalina dengan entengnya.


Kenzo melebarkan matanya, dia tidak menyangka akan mendengar perkataan itu dari mulut Rosalina.


"Jadi kamu gak menganggap serius hubungan kita? Aku serius pada hubungan kita, dan kamu tau itu. Apa masih ada hal yang kamu ragukan lagi dariku?" tanya Kenzo dengan menatap intens manik mata Rosalina.


"Aku... aku...," Rosalina tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena dia ragu untuk menyampaikannya pada Kenzo.


"Kamu kenapa? Apa yang kamu rasakan? Dan apa yang kamu ragukan?" tanya Kenzo menyelidik.


"Aku... huffffttt... sebenarnya aku masih bimbang," ucap Rosalina lirih dan menundukkan kepalanya agar Kenzo tidak lagi bisa menatap matanya.


"Bimbang? Bimbang kenapa?" tanya Kenzo dengan wajah bingungnya.


Kenzo meletakkan tangannya pada dagu Rosalina. Dia berusaha menaikkan dagu Rosalina dengan lembut agar Rosalina mau kembali menatap matanya. Dia ingi melihat kejujuran atau kebohongan yang terpancar dari matanya ketika berbicara padanya.


Beberapa saat mata mereka saling beradu. Rosalina tidak bisa mengatakan alasan kebimbangan dan keraguannya pada Kenzo karena dia tidak mau menyakiti hati Kenzo.


Benar, Rosalina mengakui jika dia tertarik pada Kenzo mulai dari awal mereka bertemu. Bahkan dia menyukai Kenzo ketika bersamanya. Hanya saja keragu-raguan itu dan kebimbangan itu semakin bertambah ketika dia mendengar penilaian Dino dan Dina terhadapnya.


"Rosa, tatap mataku. Katakan padaku apa yang membuatmu bimbang," ucap Kenzo dengan menatap intens kedua manik mata Rosalina.


"Dari dulu aku berjanji akan menikah dengan laki-laki yang masih...."


"Perjaka?" tanya Kenzo dengan mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


__ADS_2