Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa
Bab 65 Apa hubungan kalian?


__ADS_3

Hari ini Rosalina benar-benar tidak diperbolehkan jauh dari Kenzo. Ke mana pun Rosalina pergi, Kenzo selalu menempel padanya. Hingga Rosalina merasa dirinya telah menjadi tawanan Kenzo.


Lain dengan Rosalina, Bik Narmi melihat Rosalina sangat dicintai oleh Kenzo sehingga Rosalina diperlakukan seperti itu oleh Kenzo.


Namun, dalam hati Rosalina sangatlah bahagia. Sebelumnya dia tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh mantan pacarnya. Kini dia benar-benar merasakan bahwa dirinya dicintai oleh seorang laki-laki. Bahkan laki-laki tersebut sangat ingin segera menjadikan dirinya sebagai istrinya.


"Lalu bagaimana dengan kuliahku? Ini sudah tingkat akhir dan aku ingin segera lulus," tanya Rosalina dengan memandang serius pada Kenzo.


"Aku antar ke kampus seperti waktu itu. Hanya beberapa jam bukan? Kamu gak perlu khawatir," jawab Kenzo sambil memainkan jari-jari tangan Rosalina.


Saat ini Kenzo dengan manjanya tiduran berbantalkan paha Rosalina. Sedangkan baby Chintya sedang bermain di samping Rosalina.


"Lalu Chintya bagaimana?" tanya Rosalina kemudian.


"Biar sama Bik Narmi aja," jawab Kenzo dengan entengnya.


"Kalau dia nangis lagi gimana?" tanya Rosalina sambil melihat Rosalina yang sedang asik bermain dengan beberapa mainannya.


"Apa kamu mau dia kita bawa ke kampus? Kamu gak malu?" tanya Kenzo dengan menatap mata Rosalina dari posisinya saat ini.


"Kenapa mesti malu? Aku lebih takut jika dia menangis karena terlalu lama menungguku di sana," jawab Rosalina sambil menggoda baby Chintya untuk merangkak ke arahnya.


"Mama yang memikirkan anaknya banget sih. Papanya gak dipikirin juga nih?" tanya Kenzo sambil menjapit hidung Rosalina.


"Mama? Papa? Siapa?" tanya Rosalina berpura-pura tidak mengerti.


"Mama," ucap Kenzo sambil menunjuk Rosalina.


"Papa," ucap Kenzo sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Hah?! Sejak Kapan?" tanya Rosalina sambil mengernyitkan dahinya.


"Sejak sekarang," jawab Kenzo sambil bergerak duduk dan merangkak mendekati baby Chintya yang ada di dekat Rosalina.

__ADS_1


"Mama," ucap Kenzo pada baby Chintya sambil menunjuk Rosalina.


Baby Chintya pun pelan-pelan meniru apa yang diucapkan oleh Kenzo.


"Ma-ma," celoteh baby Chintya sambil merangkak ke arah Rosalina.


"Papa," ucap Kenzo pada baby Chintya dan menunjuk dirinya sendiri.


Baby Chintya pun kembali menirukan apa yang diajarkan oleh Kenzo padanya.


"Pa-pa," celoteh baby Chintya sambil merentangkan tangannya pada Kenzo.


Kenzo tertawa senang dan Rosalina syok melihat apa yang sedang terjadi. Jujur saja dia senang melihatnya, Kenzo sudah bisa menerima baby Chintya tanpa terbayang lagi wajah Levia. Dan dia juga senang dipanggil mama oleh baby Chintya. Entah mengapa dirinya kini merasa sudah menjadi bagian dari hidup Kenzo dan baby Chintya.


Bik Narmi yang meletakkan kue serta minuman untuk Kenzo dan Rosalina mendengar semuanya. Dia tersenyum bahagia melihat majikannya merasakan memilik keluarga yang sebenarnya meskipun Rosalina dan Kenzo belum menikah dan baby Chintya bukanlah anak kandung mereka sendiri.


Baby Chintya berulang-ulang memanggil Rosalina dan Kenzo dengan sebutan mama dan papa. Mereka berdua tertawa dan mengajak baby Chintya bermain bersama layaknya keluarga yang benar-benar bahagia.


"Maaf Tuan, di luar ada yang mencari Tuan," ucap Bik Narmi menyela tawa mereka bertiga.


"Siapa Bik?"


"Saya tidak tau Tuan. Saya tidak pernah melihatnya ke sini," jawab Bik Narmi dengan wajah yang cemas.


"Ada di mana tamu itu sekarang?" tanya Kenzo yang sudah beranjak berdiri dari duduknya.


"Duduk di kursi teras, Tuan," jawab Bik Narmi yang terlihat bertambah cemas.


"Sayang, sebentar ya. Aku temui tamu itu dulu," tutur Kenzo sambil tersenyum pada Rosalina.


Rosalina pun membalas tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian Kenzo berjalan menuju teras rumah.


"Rosa, sebaiknya kamu temani Tuan Kenzo. Saya khawatir karena...," Bik Narmi ragu mengatakan apa yang akan dikatakannya pada Rosalina.

__ADS_1


"Kenapa Bik? Ada apa? Siapa orang itu hingga Bibik sepertinya cemas begini," tanya Rosalina yang ikut cemas.


"Mmm tadi dia membawa-bawa nama Nyonya Levia, ibunya Chintya," jawab Bik Narmi ragu-ragu.


Seketika mata Rosalina membelalak, dia khawatir jika Kenzo kembali teringat Levia jika dia mendengar nama mantan istrinya yang sudah meninggal itu.


Dengan segera Rosalina menggendong baby Chintya untuk menyusul Kenzo di teras rumahnya.


Bik Narmi yang cemas sedari tadi ingin mengikutinya, tapi dia ingat jika dia sedang memasak untuk makan siang. Segera diurungkannya keinginannya itu dan beranjak berjalan menuju dapur untuk melanjutkan kegiatan memasaknya.


"Maaf, dengan siapa ya?" tanya Kenzo pada seorang laki-laki yang sedang duduk di kursi teras dengan menatap layar ponselnya.


Laki-laki tersebut menoleh ke arah Kenzo yang berbicara padanya. Kemudian dia berdiri mendekati Kenzo dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kenzo.


"Perkenalkan, saya Raihan, pacar Levia, ayah dari anak yang dilahirkannya," tutur laki-laki tersebut pada Kenzo sambil mengulurkan tangannya.


Mata Kenzo terbelalak mendengar penuturan dari laki-laki yang berdiri di hadapannya saat ini. Dia tidak mengira jika perkataan Levia tentang si ayah anak yang dikandungnya itu akan datang untuk mengambil mereka.


Melihat Kenzo yang diam saja, Raihan kembali mengatakan niatannya untuk datang menemui Kenzo saat ini.


"Saya datang ke sini karena ingin mengambil anak kandung saya yang ditinggalkan oleh Levia pada anda," tutur Raihan yang tangannya masih terulur menanti jabatan tangan Kenzo.


Tiba-tiba Rosalina muncul bersama baby Chintya yang berada dalam gendongannya di tempat itu.


"Raihan?!" celetuk Rosalina sambil terbelalak matanya melihat sosok Raihan yang berada di hadapannya.


"Rosalina?!" ucap Raihan sambil menoleh ke arah Rosalina yang memanggil namanya.


"Kamu... kamu kenapa ada di sini?" tanya Rosalina dengan gugup dan tidak percaya mendapati Raihan berada di rumah Kenzo.


Kenzo menatap bingung pada Rosalina dan Raihan yang terlihat saling mengenal. Dengan segera dia melingkarkan tangannya pada pinggang Rosalina dengan sangat posesif.


"Sayang, kamu kenal laki-laki ini?" tanya Kenzo sambil menatap penuh tanya pada Rosalina.

__ADS_1


Rosalina ragu menjawabnya, dia menganggukkan kepalanya dengan ragu. Dan Kenzo menangkap ada yang aneh dari ekspresi wajah kekasih hatinya itu. Kemudian dia beralih memandang Raihan. Dan Kenzo pun mulai bertanya-tanya, ada apa sebenarnya antara Rosalina dan Raihan, karena kini Kenzo melihat senyum licik dari Raihan yang memandang Rosalina.


"Apa sebenarnya hubungan kalian?" tanya Kenzo dengan tegas dan menatap Rosalina serta Raihan satu persatu bergantian.


__ADS_2