Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa
Bab 69 Duda perjaka dan gadis perawan


__ADS_3

"Biar aku saja yang membayarnya."


Tiba-tiba suara Kenzo terdengar dan menyela pembicaraan mereka.


Kenzo berada di belakang mereka dengan menggendong baby Chintya dan mengeluarkan cek dari saku kemejanya yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


Rendi menolaknya, tapi Kenzo berhasil memasukkan cek tersebut pada saku bajunya sehingga Rendi tidak bisa mengembalikan cek tersebut pada Kenzo.


Setelah itu Kenzo membawa Rosalina dan baby Chintya ke sebuah tempat yang membuat Rosalina tercengang akan keindahannya.


"Ini tempat apa?" tanya Rosalina pada Kenzo dengan tatapan kagum melihat keadaan sekitarnya.


"Ayo kita keluar," ucap Kenzo sambil melepaskan sabuk pengamannya.


Kemudian dia membukakan pintu mobil Rosalina dan membantunya untuk keluar dari mobilnya.


Kenzo menggandeng Rosalina menuju suatu ruangan yang sudah ada beberapa orang di dalamnya.


"Tempat apa ini?" tanya Rosalina pada Kenzo dengan wajah bingungnya.


Kenzo hanya tersenyum dan mengambil baby Chintya untuk digendongnya.


"Duduklah dan diamlah. Biarkan mereka bekerja untuk mempercantikmu. Kita akan mengadakan makan malam di sini nanti. Jadi kami harus tampil paling cantik," tutur Kenzo dengan mendudukkan Rosalina pada sebuah kursi yang telah disediakan.


Setelah itu Kenzo keluar dari dalam ruangan tersebut. Dan memberikan baby Chintya pada Bik Narmi karena Kenzo juga akan mempersiapkan dirinya.


Setelah beberapa saat, Rosalina dibantu seseorang untuk keluar dari ruangan tersebut menuju tempat yang sudah disediakan.


Tampak di sana semua anggota keluarga sudah hadir dan pandangan Rosalina tertuju pada Kenzo yang sangat tampan memakai setelan jas berwarna putih senada dengan gaun yang dipakai oleh Rosalina.


Ternyata itu adalah acara pernikahan Rosalina dengan Kenzo. Dan di saat Rosalina keluar, Kenzo sudah selesai melakukan ijab kabul sebagai ikrar pernikahan mereka.


Semua ini sangat mendadak dan membuat Rosalina menjadi terkejut setengah mati. Ternyata seperti dugaannya, gaun indah nan anggun yang dia pakai saat ini adalah gaun pernikahannya.


Sempat dalam hatinya dia kesal dan marah karena acara penting yang mengubah status single nya menjadi seorang istri itu dirahasiakan oleh Kenzo padanya.


Namun, rasa bahagia dan bersyukurnya lebih banyak daripada rasa marah dan kesalnya itu, sehingga dia tidak lagi merasa kesal dan marah pada orang tuanya dan juga pada Kenzo.


Acara itu sangat indah dan meriah, hingga membuat Dina yang merasa sangat marah pada Rosalina.


Tadinya dia akan membuat ulah. Sayangnya, Venita yang menugaskan seseorang untuk mengawasi Dina telah mengetahui rencana Dina. Dan tentunya rencana Dina itu berhasil digagalkan oleh orang tersebut.


Sedangkan Dion, dia merasa patah hati melihat Rosalina, gadis yang tidak sengaja telah mengambil hatinya kini menikah dengan Kenzo, sahabat terbaiknya.

__ADS_1


Setelah acara pernikahan itu berlangsung, Kenzo membawa Rosalina yang sudah berganti status menjadi istrinya itu menuju kamar pengantin yang sudah dia siapkan dengan sangat indahnya.


 "Sayang…."


Kenzo mengedipkan matanya dan melambaikan tangannya untuk memanggil Rosalina yang sudah memakai lingerie warna merah di hadapannya.


Sungguh Rosalina tidak nyaman memakainya. Hanya saja Kenzo memaksanya dan mengancamnya untuk memberinya hukuman jika dia tidak memakainya. Tentunya hukuman yang menyenangkan bagi mereka.


Mata Kenzo berbinar melihat istrinya itu memakai hot lingerie yang sudah dia siapkan hanya untuk Rosalina, istri tercintanya untuk malam pengantin mereka.


Merasa tidak ada pergerakan dari Rosalina, Kenzo menghampirinya dan segera membawanya menuju ranjang dengan cara menggendongnya ala bridal style.


"Mmm… aku… aku…." Rosalina gugup dan ragu mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Kenapa hmmm?" tanya Kenzo dengan posisi mengungkung tubuh Rosalina yang sedang berada di bawahnya.


"Aku takut," jawab Rosalina sambil menggigit bibir bawahnya.


Kenzo mengernyitkan dahinya. Kemudian dia bertanya,


"Takut kenapa?" 


"Mmm… saat itu keperawananku di tes, pasti saat ini, itu sudah…," Rosalina kembali ragu mengatakannya.


Kenzo tersenyum dan menatap penuh cinta pada istrinya itu.


"Apa?!"


Sontak saja mata Rosalina terbelalak dan kaget mendengar kebenaran yang dikatakan oleh Kenzo.


Ada rasa kesal dalam hati Rosalina, sayangnya rasa bahagia itu lebih mendominasi sehingga Rosalina tidak mempermasalahkannya lagi.


Dan kini mereka berdua melakukan malam pertama pengantin mereka dengan rasa bahagia dan penuh cinta.


Kenzo mulai mengecup bibir Rosalina dengan perlahan, merasakan kelembutan yang selalu membuatnya terbuai.


Perlahan namun pasti, ciuman Kenzo terasa semakin menuntut. Dia mengikuti naluri dan gairaah yang mulai menguasainya.


Mengecup leher Rosalina dengan lembut dan mulai menyentuh beberapa titik sensitif sang istri.


"Aaakh!" suara Rosalina mulai terdengar mendayu ketika Kenzo dengan agresif memainkan bunga telang yang melambai-lambai, seakan menggoda untuk di sentuh.


Kenzo tersenyum manis dengan nafas yang mulai memburu, ia menatap Rosalina yang mulai frustrasi dengan apa yang tengah ia lakukan.

__ADS_1


"Sayang, aku..., aku..., Aaakh!" Ucap Rosalina dengan suara yang tercekat ketika ia mencapai puncak pertama.


Tubuhnya menggelinjang di iringi rembesan cairan yang begitu hangat. Kenzo semakin bersemangat untuk melanjutkan kegiatannya.


"Kenapa begitu cepat, Sayang? Padahal aku belum melakukan apapun!" Ucap Kenzo dengan suara beratnya sambil tersenyum puas.


Ia membuka satu persatu kain yang melekat pada tubuh Rosalina. mengecup  dengan lembut dan mengigitnya dengan gemas.


Dua bukit kembar menjadi tempat di mana ia bisa bermain dengan bebas tanpa penghalang.


Lidah Kenzo bermain dengan penuh semangat, sehingga membuat Rosalina mulai mengeluarkan suara-suara yang begitu merdu, memenuhi ruangan itu.


"Sayang, aaakh..., aku gak kuat!" ucap Rosalina melenguh.


Kenzo tersenyum dan langsung melepaskan semua kain yang menutupi tubuh mereka.


Tanpa aba-aba, ia langsung memasukkan pisang laras panjangnya kedalam surga dunia sang istri.


"Aaaaakhh…. Sa-kiiiit…," ucap Rosalina dengan sedikit menahannya.


"Tahan Sayang, sakit hanya permulaan saja," ucap Kenzo.


Setelah itu Kenzo meraup bibir pink milik istrinya itu dan memacu miliknya dengan berirama, diiringi decapan yang begitu mengganggu bagi orang lain, namun terdengar sangat nikmat bagi mereka.


Rosalina membusungkan dada ketika merasakan sensasi yang tidak bisa ia kendalikan. Hasrat yang sudah menguasai tubuhnya, membuat ia pasrah di bawah kungkungan Kenzo.


Ranjang yang semula rapi, kini terlihat berantakan. Tak cukup satu tempat dan satu gerakan, Kenzo membimbing Rosalina menuju sofa yang ada di kamar itu.


"Ayo, Sayang. Puaskan aku!" Ucap Kenzo dengan nakal.


Ia berbaring di atas sofa, membimbing Rosalina untuk bergerak di atasnya.


Dengan agresif, Rosalina menghentakkan tubuhnya di atas tubuh Dewa. Suara leenguhan semakin terdengar kuat dan tidak bisa ditahannya.


Malam semakin larut, membawa sepasang sejoli itu kepada puncak kenikmatan dunia. Kenzo melenguh dan menumpahkan benihnya dengan baik.


Dengan membawa harapan mereka bisa berjuang di dalam agar bisa tumbuh menjadi seorang bayi yang sangat ditunggu kehadirannya oleh mereka berdua dan keluarganya.


"Aku mencintaimu istriku," ucap Kenzo sambil mencium dahi Rosalina dengan penuh cinta.


 


"Aku juga mencintaimu suamiku," ucap Rosalina dengan memberikan senyuman manisnya.

__ADS_1


Rasa ingin memiliki itu sudah terpenuhi dan rasa cinta mereka selalu bertambah seiring waktu.


Kini harapan mereka dan kedua orang tua mereka adalah mereka hidup bahagia bersama dengan memiliki anak-anak yang hadir dalam keluarga mereka.


__ADS_2