Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa
Bab 38 Cerita Kenzo


__ADS_3

Rosalina kembali terhenyak mendengar pertanyaan dari Venita, mama Kenzo yang menanyakan tentang perasaannya pada Kenzo.


Tadinya Kenzo tidak menyukai mamanya yang bertanya seperti menyudutkan Rosalina. Hanya saja dia juga ingin mendengar jawaban dari Rosalina tentang perasaannya padanya.


Kenzo memandang wajah Rosalina seolah menanti jawaban darinya. Dia melihat Rosalina yang ragu-ragu menjawabnya. Digenggamnya tangan Rosalina untuk memberikan kekuatan padanya.


"Rosa, bagaimana perasaanmu pada Kenzo?" tanya Venita kembali dengan menatapnya seolah tidak mau melewatkan satupun gerak gerik dari Rosalina.


"Saya... saya...," Rosalina benar-benar ragu mengatakannya.


"Sudah aku duga, kamu hanya bermain-main saja dengan Kenzo. Sepertinya benar kata adik Dino, kamu hanya menginginkan harta Kenzo saja," tukas Venita dengan tersenyum meremehkan.


"Ma!" Kenzo berseru pada mamanya, dia tidak suka jika ada yang menghina Rosalina.


Rosalina memegang erat tangan Kenzo dan menggelengkan kepalanya ketika Kenzo melihat ke arahnya, dia ingin menghentikan Kenzo agar tidak meninggikan suaranya pada mamanya.


Venita tersenyum miring melihat Rosalina yang menghentikan Kenzo ketika berseru padanya.


"Hufffttt... saya... saya... sebenarnya saya...," ucapan Rosalina tidak bisa dia selesaikan, dia ragu mengucapkan apa yang akan dia katakan.


"Bilang saja kamu tidak mencintai Kenzo dan selesai urusannya. Tidak usah berbelit-belit seperti ini," sahut Venita dengan memandang remeh Rosalina.


Kenzo menatap nanar Rosalina yang benar-benar tidak mau mengatakan perasaannya yang sesungguhnya.


"Enggak Ma, Rosalina gak seperti itu. Dia-"


"Saya mencintainya, hanya saja saya mempunyai prinsip untuk menikah dengan pria yang masih-"


"Aku masih perjaka!" Kenzo berseru menyela perkataan Rosalina.


"Kenzo! Apa maksud ucapanmu?" tanya Venita yang terkejut mendengar perkataan Kenzo.


"Ini benar Ma. Aku masih perjaka dan Chintya bukan anakku," jawab Kenzo dengan yakin.


Sontak saja Venita dan Rosalina terkejut, mereka tercengang mendengar pengakuan dari Kenzo.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kamu... Chintya...," Venita bingung mengatakan apa yang ingin dia tanyakan.


"Sepertinya aku harus membuka rahasia pernikahan kami sekarang. Tadinya aku berpikir akan merahasiakannya agar semuanya bahagia meskipun aku yang sangat tersiksa dengan rahasia ini. Tapi sepertinya aku harus mengatakannya sekarang," tutur Kenzo dengan tersenyum getir.


Flashback


Kamar indah bernuansa romantis dengan aromatherapy yang sangat menenangkan kini menjadi hening.


Dua insan berlawan jenis itu kini sudah resmi menjadi suami istri. Mereka canggung ketika berada dalam kamar yang sama berhiaskan kamar pengantin.


"Levia, apa kamu mau membersihkan badanmu terlebih dahulu?" tanya Kenzo pada istrinya, Levia.


"Baiklah, sebaiknya aku duluan saja. Aku sudah sangat gerah sekali," jawab Levia sambil beranjak dari duduknya.


"Hufffttt...," Kenzo menghela nafasnya, dia gugup menghadapi malam pengantinnya.


Kenzo tersenyum meskipun dia merasa gugup. Baru kali ini dia benar-benar berdekatan dengan wanita. Banyak sekali wanita yang menaruh hati padanya dan mengejarnya.


Sayangnya sikap cuek Kenzo membuat mereka mundur karena merasa percuma dengan perjuangan mereka yang tidak mendapatkan respon sama sekali dari Kenzo.


Levia memang bukan wanita yang dicintai Kenzo, tapi dia akan berjanji berusaha mencintai Levia demi janjinya pada Papa dan Mamanya.


Dan Levia lah, wanita dari rekan bisnis Antonio. Dia wanita terpilih yang akan dijadikan istri dari Kenzo Alexandre.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka. Mata Kenzo tertuju pada Levia, wanita yang baru beberapa jam menikah dengannya.


Levia memakai bathrobe dengan melilitkan handuk pada rambutnya yang masih basah. Anehnya Kenzo tidak merasakan desiran apapun dalam hatinya. Dia memang mengakui kecantikan Levia, hanya saja dia tidak yakin jika dirinya benar-benar mencintainya.


Levia memang cantik, dia istriku, tapi mengapa aku tidak merasakan perasaan apa-apa terhadapnya? Apa benar kata Dino jika aku sudah mati rasa pada perempuan? Kenzo berkata dalam hatinya sambil menatap ke arah Levia yang berjalan dengan gugup mendekatinya.


"Ken, aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Levia gugup sambil memainkan tali bathrobe nya.


"Aku mau mandi dulu. Setelah itu kita bicara," tukas Kenzo sambil tersenyum manis pada Levia.

__ADS_1


Setelah Kenzo keluar dari kamar mandi, dia melihat istrinya itu duduk di sofa dengan wajah yang tampak gelisah. Wajahnya mengisyaratkan kecemasannya.


"Ada apa, hmmm...?" tanya Kenzo yang sudah duduk di samping Levia dengan memegang kedua tangan istrinya itu.


Levia memandang wajah Kenzo yang tersenyum manis padanya. Dia semakin tidak yakin dengan apa yang akan dia bicarakan pada suaminya itu.


"Kenapa? Apa ada sesuatu?" tanya Kenzo kembali dengan menatap intens kedua manik mata Levia untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaannya.


"Emmm... gak, gapapa kok," jawab Levia gugup dengan senyumnya yang dia paksakan.


"Beneran gapapa? Aku siap kok mendengarkan," tanya Kenzo kembali untuk mencoba untuk menjadi suami yang peduli akan istrinya.


Levia mengangguk dan memaksakan senyumnya, dia benar-benar ragu untuk mengatakannya. Mengatakan hal yang sangat rahasia dan bersifat pribadi pada saat malam pengantinnya membuat Levia sangat gugup, khawatir dan ketakutan.


"Aku sekarang sudah menjadi suamimu dan kamu sudah menjadi istriku. Jadi sebisa mungkin kita tidak merahasiakan apapun di antara kita. Karena aku ingin menikah hanya untuk sekali dan selamanya seumur hidupku," tutur Kenzo sambil tersenyum manis dan masih menatap intens mata Levia.


"Apa kamu sangat membenci pembohong?" tanya Levia ragu.


"Tentu saja, aku sangat membenci jika ada orang yang membohongiku. Apalagi jika orang tersebut adalah orang terdekatku. Rasanya aku seperti dikhianati. Dan aku benci itu," jawab Kenzo tanpa ragu.


Levia terdiam, dia memikirkan banyak hal. Dia benar-benar ragu akan mengatakan rahasianya pada Kenzo. Tapi dia juga tidak mau membohongi Kenzo yang sangat baik padanya dan keluarganya.


Sebenarnya perusahaan Papa Levia diambang kehancuran. Dan dia dijodohkan dengan Kenzo karena Antonio, Papa dari Kenzo membantu banyak perusahaan Papanya sehingga perusahaan itu bisa diselamatkan dan masih berdiri dengan baik sampai sekarang.


"Beneran gak jadi ngomong?" tanya Kenzo kembali pada Levia.


Levia menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis. Kemudian dia berkata,


"Besok saja."


"Baiklah, sekarang lebih baik kita tidur saja. Pasti kamu sangat capek seharian ini kita menemui banyak tamu," tutur Kenzo sambil memegang pundak Levia dan membawanya berjalan menuju ranjang mereka.


Levia pun menurut, dia tidak bisa menolak Kenzo karena dia sudah menjadi istri dari Kenzo Alexandre.


"Apa kamu akan tidur menggunakan bathrobe seperti itu?" tanya Kenzo ketika mendudukkan tubuh Levia di atas ranjang.

__ADS_1


Levia terperanjat kaget karena di melupakan jika dia belum mengganti pakaiannya. Dia tersenyum kaku merutuki kebodohannya.


"Apa kamu sudah menggunakan lingerie di dalam bathrobe itu?" tanya Kenzo sambil terkekeh.


__ADS_2