Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa
Bab 67 Kekalutan hati Rosalina


__ADS_3

"Serahkan mereka padaku atau akan aku laporkan ke polisi atas tindakanmu ini!" seru Raihan dengan menatap bengis pada Kenzo.


Sontak saja Kenzo dan Rosalina kaget. Sebenarnya Kenzo tidak akan goyah dengan apa yang dikatakan oleh Raihan padanya. Ancaman apapun yang diberikan padanya tidak akan membuatnya gentar.


Hanya saja dia malas untuk berhubungan dengan Raihan. Dia tidak ingin jika hidupnya dan hubungannya dengan Rosalina akan diganggu terus menerus oleh Raihan.


Sebenarnya Kenzo bisa saja melaporkan balik Raihan dengan tuduhan lain karena Raihan yang mendatanginya, tapi dia lebih memilih untuk memberikan apa yang diinginkan oleh Raihan.


"Kamu menginginkan Chintya bukan? Aku akan berikan dia jika kamu berjanji untuk merawatnya dengan baik dan jangan mengganggu hidupku dengan Rosalina lagi. Dan jangan menampakkan dirimu di depan kami berdua," tutur Kenzo sambil mengambil Chintya dari gendongan Rosalina.


Rosalina menggelengkan kepalanya dan tangannya tidak melepaskan baby Chintya. Tapi Kenzo tersenyum dan menganggukkan kepalanya seolah dia mengatakan pada Rosalina bahwa tidak akan terjadi apa-apa pada baby Chintya.


Rosalina tidak bisa membantah Kenzo. Bagaimanapun Kenzo lebih berhak daripada dirinya atas diri baby Chintya.


Dengan berat hati Rosalina melepaskan tubuh baby Chintya dari gendongannya. Dan tentu saja baby Chintya merengek tidak mau lepas dari gendongan Rosalina. 


Tangan baby Chintya terulur menggapai Rosalina, kepalanya tetap menoleh pada Rosalina meskipun Kenzo memanggilnya. Tapi dia sedikit tenang ketika dia berada dalam gendongan Kenzo dan memandang Kenzo yang tersenyum padanya.


Namun, itu tidak lama. Baby Chintya menangis dengan kerasnya ketika dia diserahkan oleh Kenzo pada Raihan. Bahkan tangannya terulur pada Rosalina dan menangis dengan kerasnya sambil memanggil Rosalina.


"Ma-ma… Ma-ma-ma… Ma-ma…," celoteh baby Chintya disela tangisnya yang sangat kencang dengan tangannya yang terulur pada Rosalina seolah ingin meminta pertolongan padanya.


Rosalina tidak tega melihat baby Chintya seperti itu. Hatinya sakit seperti dia sedang dijauhkan dengan anak kandungnya sendiri. Air matanya pun menetes mengiringi kepergian baby Chintya yang meninggalkan rumah itu dalam keadaan menangis kencang seperti pada saat dia tidak bersamanya.


Segera Kenzo mengambil ponselnya dan memerintahkan pada seseorang melalui telepon.


"Sekarang! Ikuti dia ke mana pun dia pergi! Jangan sampai kalian kehilangan jejaknya! Dan selalu laporkan setiap tindakannya!"

__ADS_1


Ternyata pada saat Raihan datang menemui Kenzo dengan mengatakan maksud tujuannya, saat itulah Kenzo memerintahkan beberapa orang untuk datang ke rumahnya dengan berjaga-jaga di depan rumahnya melalui pesan yang dia kirimkan pada orang kepercayaannya.


Dan sekarang dia memerintahkan pada mereka untuk selalu membuntuti Raihan agar dia mengetahui apa yang dilakukannya pada baby Chintya.


Apa Kenzo membiarkan baby Chintya begitu saja dibawa oleh Raihan? Tentu tidak. Tidak mungkin Kenzo akan begitu saja melepasnya. Meskipun baby Chintya bukan anak kandungnya, tapi Rosalina sangat menyayanginya. Dia tidak akan membiarkan kekasih hatinya itu sedih dan menyalahkan dirinya jika terjadi sesuatu pada baby Chintya.


 "Apa Chintya…," ucap Rosalina ragu dengan suara lirih menahan tangisnya.


"Tenang saja Sayang, aku sudah mengurusnya. Chintya akan baik-baik saja. Percayalah. Paling-paling belum sampai dua puluh empat jam dia sudah menyerah dan mengembalikan Chintya pada kita," tutur Kenzo sambil merangkul tubuh Rosalina untuk menenangkannya.


"Sekarang, kita urus saja tentang pernikahan kita. Aku antarkan kamu pulang sekarang dan kita bicarakan tentang pernikahan kita dengan orang tua kamu," tukas Kenzo dengan lembut dan mempererat pelukannya pada Rosalina.


Hati Rosalina masih sangat kalut. Dia tidak bisa berpikir karena kepergian baby Chintya yang menangis histeris di depannya itu hanya mampu berdiam diri saja tanpa bisa membantunya.


Bik Narmi yang tadi mendengar tangisan keras baby Chintya segera berlari menuju teras rumah. Dan kini dia mengerti apa yang terjadi karena dia mendengar perdebatan antara Raihan dan Kenzo.


Cemas, kalut dan sedih yang dirasakan oleh Rosalina sekarang ini. Hingga dirinya tidak fokus dengan apa yang ditanyakan atau dilakukan oleh Kenzo padanya.


Jika dalam situasi yang normal, Rosalina pasti akan menolak untuk menikah secepatnya. Tapi kali ini dia hanya diam saja ketika ditanya oleh kedua orang tuanya tentang permintaan Kenzo yang ingin melamarnya.


Mama Rosalina tahu semuanya karena sebelumnya dia sudah diceritakan semuanya oleh Kenzo. Dari situlah Mama Rosalina bisa menilai jika Kenzo bersungguh-sungguh pada Rosalina, putri kesayangannya.


"Ya sudah kapan acara pernikahannya?" tanya Ratih, mama Rosalina pada Kenzo dan Rosalina.


"Nanti Ma, setelah acara lamaran resminya," jawab Kenzo dengan tersenyum bahagia.


Rosalina terhenyak ketika mendengar kata lamaran. Tadinya dia hanya beranggapan jika dia akan menikah dengan Kenzo dengan menunggu kesiapan dari dirinya. Nyatanya kedua orang tuanya dan Kenzo seolah tidak sabar menantikan pernikahan tersebut.

__ADS_1


"Ma, kenapa terburu-buru? Mama kan baru saja kenal sama dia. Apa Mama mempercayakan anak gadis Mama ini padanya?" tanya Rosalina pada mamanya.


"Mama percaya sama Kenzo," jawab Ratih dengan tersenyum pada Kenzo.


"Aaah… apa karena ini Mama membiarkan anak gadis Mama semalam gak pulang dan gak dicari sama sekali? Padahal biasanya lewat jam sembilan malam saja udah pengang ini telinga ditelepon mulu sama Mama," ucap Rosalina dengan sewotnya.


"Bukannya kamu sendiri yang bilang pada Mama dan Papa jika kami tidak perlu mengkhawatirkan kamu?" tanya Ratih dengan tersenyum menggoda pada Rosalina.


Seketika Rosalina menjadi malu. Waktu itu dia sedang panik karena mendengar Kenzo sedang sakit. Dan sialnya lagi mamanya masih mengingat apa yang dikatakannya pada saat itu.


"Lagian, kemarin malam Kenzo menghubungi Mama. Dia meminta ijin pada kami agar membiarkan kamu menginap untuk menjaganya. Bukankah itu menunjukkan jika dia pria yang baik dan bertanggung jawab?" tutur Ratih pada Rosalina.


Rosalina menoleh pada Kenzo dan mendapatkan senyuman manis darinya.


Namun, tiba-tiba dering ponsel Kenzo mengagetkan mereka semua yang ada di ruang tamu tersebut.


Dengan segera Kenzo mengangkatnya karena nomor yang tertera pada layar ponselnya adalah nomor orang kepercayaannya yang dia perintahkan untuk mengikuti Raihan.


"Maaf, saya ijin untuk mengangkat telepon dulu," ucap Kenzo dengan memandang Ratih dan Rendra.


Kedua orang tua Rosalina mempersilahkan Kenzo untuk mengangkat telepon tersebut terlebih dahulu. Tanpa berpindah tempat, Kenzo segera mengangkat telepon tersebut.


Diletakkannya ponselnya itu selama beberapa saat. Kemudian ponsel itu segera dimatikan. Dengan tatapan bingung, Kenzo mengatakan pada Rosalina.


"Sayang, Chintya…."


Mata Rosalina terbelalak mendengar nama Chintya disebut oleh Kenzo dengan ekspresi yang seolah terjadi sesuatu dengannya.

__ADS_1


"Ada apa dengan Chintya?" tanya Rosalina dengan paniknya.


__ADS_2