
Tik... tok... tik... tok... tik... tok...
Suara detak jam dinding di dalam kamar Kenzo mendominasi ruangan tersebut.
Perlahan mata Kenzo terbuka. Bibirnya melengkung ke atas kala melihat pemandangan yang sangat jarang terjadi dan ingin sekali dia temui setiap kali dia membuka matanya.
Wajah itu, wajah yang sangat dia rindukan beberapa jam yang lalu. Wajah yang bisa membuatnya frustasi hanya karena tidak bertemu dengannya sekitar beberapa jam saja.
Dipandangnya secara lekat wajah yang ada di hadapannya itu dan diperhatikannya secara seksama, seolah menghafalkan setiap detail bagian wajah itu.
Sungguh dia tidak pernah merasakan perasaan ini. Perasaan yang sangat ingin memiliki dan tidak ingin kehilangannya.
Aku seperti remaja yang baru jatuh cinta. Bahkan dulu saat aku remaja, aku tidak pernah merasakan seperti perasaan yang ku rasakan saat ini. Tapi anehnya, aku sangat menikmatinya. Perasaan ini sangat menyenangkan, bahkan menyiksa, tapi aku sungguh bahagia. Rosa... tetaplah bersamaku, karena aku benar-benar tidak mau kehilanganmu, Kenzo berkata dalam hatinya sambil menatap lekat wajah Rosalina yang sedang tidur berhadapan dengannya.
Tiba-tiba mata Rosalina bergerak, dia hendak membuka matanya. Kenzo yang mengetahui Rosalina akan membuka matanya, dia memejamkan matanya kembali untuk berpura-pura tertidur.
Rosalina membuka matanya dan melihat wajah Kenzo yang ada di hadapannya. Dia tersenyum senang melihat wajah Kenzo ketika matanya terbuka.
Kemudian dia melihat baby Chintya yang berada di tengah-tengah mereka, sangat anteng sekali dan tidak rewel sedikitpun. Mungkin dia senang tidur di antara Kenzo dan Rosalina, seperti tidur di antara kedua orang tuanya.
Tangan Rosalina menyentuh dahi Kenzo, dia memeriksa suhu badan Kenzo.
"Sudah turun demamnya. Syukurlah. Aku akan membuatkannya bubur lagi agar dia makan dan minum obatnya lagi," ucap Rosalina lirih agar Kenzo dan baby Chintya tidak bangun.
Namun, pandangan Rosalina tertuju pada bibir Kenzo yang seolah memanggilnya. Matanya tidak berkedip dan penglihatannya hanya terkunci pada bibir Kenzo.
Cup!
Tanpa sadar Rosalina mencuri ciuman dari bibir Kenzo. Bibirnya menempel sekilas dan dia segera menariknya kembali.
Sadar telah melakukan kesalahan, dia segera memutar tubuhnya dan beranjak akan turun dari ranjang.
Grep!
Tangan Rosalina dipegang oleh Kenzo. Badan Rosalina menegang karena dia tahu jika yang memegangnya adalah Kenzo.
Tanpa bersuara, Kenzo mengarahkan pundak Rosalina agar memutarkan badannya menghadap ke arahnya.
__ADS_1
Kenzo tersenyum pada Rosalina dan Rosalina terlihat gugup serta badannya menegang seperti seorang pencuri yang ketahuan sedang mencuri.
Kenzo tersenyum geli melihat ekspresi wajah gadis pemilik hatinya itu. Wajah Kenzo mendekati wajah Rosalina. Kaku, kini Rosalina mirip sekali seperti patung yang hanya bisa mengedipkan matanya.
Dia tidak bisa bergerak dan hanya bisa pasrah menerima keadaan. Dan kini dia merasakan bibir kenyal Kenzo telah menempel di bibirnya. Lama kelamaan Kenzo menggerakkannya, meraup bibir manis milik Rosalina yang sudah menjadi candunya sejak mencicipinya waktu itu.
Rosalina tidak menolaknya dan tidak menggerakkan bibirnya. Hanya Kenzo yang mendominasi ciuman itu.
Namun, lama kelamaan Rosalina menjadi terbuai, dia menyambut ciuman Kenzo dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh Kenzo.
Pagi ini, hari Kenzo dimulai dengan sangat manis dan indah. Dikala dia membuka matanya, yang pertama kali dia lihat adalah gadis yang dicintainya dan kini sebelum dia beraktifitas, dia mendapatkan sarapan pagi yang sangat manis. Sehingga dia yakin jika hari ini akan sangat indah, berbeda dengan hari-harinya yang lalu.
Tok... tok... tok...
Pintu kamar Kenzo diketuk oleh seseorang dari luar. Dan itu membuat kegiatan mereka terhenti.
Kenzo menempelkan kening mereka dan menatap lekat mata Rosalina.
"Tetap bersamaku, di sisiku. Jangan pernah tinggalkan aku," ucap Kenzo lirih.
Hembusan nafas Kenzo menerpa kulit wajah Rosalina, dia memejamkan matanya dan seperti terhipnotis, tanpa sadar dia menganggukkan kepalanya.
Kenzo melepaskan tangannya dari pipi Rosalina dan dia beranjak turun dari ranjang menuju pintu kamarnya.
Ceklek!
Kenzo membuka pintunya dan Bik Narmi memandangnya dari atas hingga bawah.
Sepertinya Tuan Kenzo sudah sembuh, Bik Narmi berkata dalam hatinya sambil tersenyum melihat Kenzo yang berdiri di hadapannya.
"Ada apa Bik?" tanya Kenzo yang memandang Bik Narmi dengan heran.
"Maaf Tuan, apa yang Tuan inginkan untuk sarapan pagi ini?" tanya Bik Narmi dari luar pintu kamar Kenzo.
"Biar Rosa yang bikinkan bubur Bik."
Tiba-tiba Rosalina menyahut dan dia kini sudah berada di belakang Kenzo.
__ADS_1
Kenzo dan Bik Narmi menoleh ke arah Rosalina berada.
Kenzo merangkul pundak Rosalina, kemudian dia berkata,
"Kamu gak capek Sayang?"
"Capek apaan, kan baru aja bangun tidur," jawab Rosalina memprotes Kenzo.
Bik Narmi tersenyum melihat pasangan di hadapannya yang sangat manis menurutnya. Dia sangat senang melihat Kenzo terlihat lebih hidup dari pada sebelum-sebelumnya meskipun sudah menikah dengan Levia.
Bik Narmi bersyukur dengan kehadiran Rosalina yang bisa mengubah hidup Kenzo dan mengubah suasana di rumah itu.
"Kamu di sini aja ya, temani aku," ucap Kenzo dengan manjanya.
Rosalina memicingkan matanya, dia tidak pernah melihat Kenzo yang manja seperti itu pada siapapun.
"Terus makannya gimana?" tanya Rosalina pada Kenzo yang sedang menatapnya dengan tatapan memohon.
"Biar Bik Narmi aja yang masak," jawab Kenzo dengan tatapan memohon pada Rosalina.
Rosalina menghela nafasnya. Kini Kenzo benar-benar mirip seorang anak balita yang meminta perhatian dari ibunya.
Bik Narmi menahan tawanya. Dia sangat senang melihat Kenzo dan Rosalina yang benar-benar seperti pasangan suami istri baru menikah.
"Terus aku ngapain di sini? Dari tadi juga gak ngapa-ngapain," ucap Rosalina dengan sewotnya.
"Ya udah, sekarang kita ngapa-ngapain di dalam kamar. Biar Bik Narmi saja yang masak buat sarapan kita," ucap Kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum licik pada Rosalina.
Tiba-tiba Rosalina bergidik ngeri melihat ekspresi dari Kenzo. Dan dengan cepatnya dia melepaskan tangan Kenzo dari pundaknya. Rosalina berlari menuju dapur agar Kenzo tidak lagi bisa mengurungnya di dalam kamar.
Bik Narmi tidak bisa menahan tawanya lagi. Dia tertawa melihat tingkah Rosalina yang menurutnya sangat lucu.
Kenzo tersenyum melihat tingkah Rosalina yang sangat menggemaskan. Kemudian dia berkata,
"Bik, cepat bantu dia dan suruh dia bawa sarapan saya dan sarapan dia ke kamar ini."
"Baik Tuan," jawab Bik Narmi yang kemudian berjalan menuju dapur.
__ADS_1
Di dapur, Rosalina digoda oleh Bik Narmi. Dia menjadi salah tingkah karena Bik Narmi menanyakan tentang pernikahan mereka.
"Kapan kalian akan menikah?"