
Rendi benar-benar datang ke rumah Kenzo. Dia sangat mengkhawatirkan Rosalina yang tidak bisa dihubunginya lagi setelah dia menutup teleponnya secara sepihak.
"Om Rosa boleh ijin sebentar gak?" tanya Rosalina pada Kenzo.
"Kemana?" tanya Kenzo menyelidik.
"Mau benerin HP Om. Tadi kan HP Rosa kecebur kolam. Sekarang HP Rosa gak mau nyala Om," tutur Rosalina sambil memperlihatkan ponselnya pada Kenzo.
Kenzo berpikir sebentar, kemudian dia tersenyum karena memikirkan hal tersebut.
Bagus, sepertinya ini kesempatan agar nomernya yang baru tidak diketahui lelaki lain, Kenzo berkata dalam hatinya.
"Ya udah biar saya antar kamu. Siapkan juga dia seperti biasanya," tukas Kenzo sambil beranjak dari duduknya untuk segera berganti baju.
"Berarti Om sama Chintya ngantar saya?" tanya Rosalina sambil menunjuk wajahnya dengan jari telunjuknya sendiri.
Kenzo yang akan berjalan meninggalkan tempat itu kini berhenti dan menoleh kembali ke arah Rosalina.
"Kamu mau berangkat sendiri dengan bayi itu?" tanya Kenzo dengan tatapan tajamnya.
"Ya enggak sih Om. Maksud saya itu, saya berangkat sendiri naik ojek dan saya menitipkan Chintya sama Om sebentar saja. Gitu Om... gimana Om, boleh gak?" ucap Rosalina dengan memandang penuh harap pada Kenzo.
"Enak aja, gak bisa. Yang bertanggung jawab menjaga bayi itu siapa?" tukas Kenzo dengan tegas sambil menatap Rosalina dengan tatapan yang membuat Rosalina mengkerut.
"Eh i-iya Om. Tapi...," ucap Rosalina gugup sambil memandang Kenzo yang juga memandangnya untuk mendengarkan perkataannya.
Seolah mengerti arti tatapan dari Kenzo, Rosalina pun meneruskan perkataannya setelah dia menghela nafasnya.
"Tapi... bolehkah saya meminta gaji saya untuk biaya membetulkan HP saya ini Om?" tanya Rosalina dengan tersenyum kaku untuk menutupi kegugupannya.
"Kamu gak usah khawatir soal itu. Cepat siapkan dia dan kita berangkat sebentar lagi," tutur Kenzo sebelum meninggalkan Rosalina yang masih menatapnya sambil menghela nafasnya.
"Masa' ke mall bawa bayi lagi sih? Nanti dikira emak-emak seperti waktu itu. Hufffttt... nasib... nasib, yaaa... beginilah menjadi baby sitter, ke mana-mana harus bawa bayi. Eh bawa bapaknya juga, hehehehe...," gerutu Rosalina sambil menyiapkan keperluan baby Chintya untuk bepergian.
Setelah dia berganti pakaian dan bersiap-siap, serta baby Chintya pun sudah dia siapkan, dia keluar kamar dengan menggendong baby Chintya dan membawa tas keperluan baby Chintya.
Ternyata Kenzo si duren tampan itu sudah menunggu Rosalina di ruang tengah dengan penampilan yang mempesona.
__ADS_1
Rosalina menatap Kenzo tanpa berkedip. Dia terpesona oleh penampilan Kenzo yang jarang dia lihat.
Kini Kenzo memakai style ala anak muda. Dia berusaha mengimbangi penampilan Rosalina yang khas anak muda sekali.
Bagaimana aku gak betah lihatnya kalau orangnya seperti ini. Dan itu, aaah... bibir itu yang menolongku sekaligus mengambil ciuman pertamaku, Rosalina berkata dalam hatinya.
"Rosa, ayo kita berangkat. Sini saya bantu bawakan tasnya," ucap Kenzo seraya mengambil tas perlengkapan bayi milik baby Chintya.
Rosalina tersadar dari lamunannya ketika Kenzo mengambil tas dari tangannya. Kemudian dia mengikuti Kenzo menuju mobilnya.
Di dalam mobil hanya ada keheningan, mereka saling diam tanpa berbicara apapun, kecuali baby Chintya yang mengoceh bahasa bayi.
Mobil Kenzo berbelok di parkiran salah satu Mall besar yang terlengkap. Kenzo membantu membukakan pintu mobil Rosalina dan membantunya untuk menutup pintunya kembali.
Mereka jalan bersama beriringan menuju salah satu counter Handphone yang terlengkap.
"Loh Om, kok kita ke sini sih? Saya kan mau benerin HP saya Om, bukan mau beli. Memangnya bisa benerin HP di sini?" tanya Rosalina ketika Kenzo masuk ke dalam counter tersebut.
"Udah beli baru aja. Itu biar saya saja yang bawa ke tukang servis yang biasanya saya kunjungi. Sekarang kamu pilih saja HP nya sesuai keinginan kamu," tutur Kenzo sambil melihat-lihat HP yang didisplay di rak counter tersebut.
"Om, bukan masalah milihnya. Masalahnya duitnya gak ada."
Kenzo tersenyum, kemudian dia menoleh memandang ke arah Rosalina sambil berkata,
"Saya yang bayar. Kamu tenang saja, ini bonus buat kamu karena merawat saya ketika saya sedang sakit."
"Loh bukannya Om mau kasih saya bonus uang ya Om? Kalau dikasih bonus HP, uangnya batal dong Om?" tanya Rosalina dengan suara lirih.
Kenzo kembali tersenyum, kemudian dia sedikit menunduk untuk menyetarakan tingginya dengan tinggi Rosalina dan mendekatkan bibirnya di telinganya untuk membisikinya.
"Saya belikan HP untuk merawat luka tangan saya yang kemarin."
Seketika mata Rosalina berbinar. Dia menoleh ingin mengatakan terima kasih pada Kenzo, sayangnya wajah Kenzo masih berada di dekat telinganya sehingga pada saat Rosalina menoleh, pipi Rosalina terkena bibir Kenzo.
Kenzo dan Rosalina saling terkejut. Mereka seperti menjadi patung untuk saat ini, selama beberapa detik mereka tetap pada posisi seperti itu, hingga baby Chintya yang berada dalam gendongan Rosalina tertawa dan itu membuat Rosalina serta Kenzo tersadar.
Segera Kenzo berdiri tegak dan Rosalina menoleh ke lain arah dengan gugup dan jantungnya berdebar sangat kencang.
__ADS_1
Tidak mau diketahui jika dirinya sedang gugup, Kenzo segera mendekat ke arah penjaga toko tersebut dan meminta satu buah ponsel untuk diberikan pada Rosalina.
Dalam keadaan seperti itu, Rosalina tidak berani untuk mendekati Kenzo sehingga dia tidak memilih ponselnya sendiri, Kenzo lah yang memilihkannya.
"Ini HP buat kamu. Itu sudah aktif beserta nomornya. Di situ sudah tertera nomor saya. Jika ada apa-apa kamu bisa menghubungi saya," tutur Kenzo sambil memberikan ponsel baru tersebut pada Rosalina.
"Waaah... bagusnya... ini HP mahal loh Om, kenapa Om membelikan saya HP yang mahal? Yang biasa aja juga gapapa kok Om, yang penting bisa buat internet dan media sosial," ucap Rosalina dengan mata yang berbinar memainkan ponsel barunya.
"Gak mau? Ya sudah, sini biar saya tukar," tukas Kenzo sambil menyambar Ponsel baru yang dipegang oleh Rosalina.
"Eittt... mau dong Om. Lagian kalau udah dibeli gak boleh ditukar Om. Hehehe... makasih ya Om. Om tuh baik banget," ucap Rosalina sambil tersenyum lebar.
"Berikan sini HP kamu yang rusak," tukas Kenzo sambil mengulurkan tangannya meminta ponsel lama milik Rosalina.
Tanpa berpikir panjang, Rosalina pun memberikan ponsel lamanya yang rusak dari dalam saku celananya.
Kenzo menerima dan menyimpan ponsel lama milik Rosalina dalam saku celananya. Kemudian mereka berjalan meninggalkan counter Handphone tersebut.
"Mau makan dulu?" tanya Kenzo pada Rosalina yang berjalan beriringan dengannya.
"Boleh Om. Eh tapi bik Narmi kan masak Om. Sayang dong nanti gak ada yang makan," ucap Rosalina sambil menggoda baby Chintya yang berada dalam gendongannya.
"Gapapa nanti kita makan lagi di rumah," tukas Kenzo sambil tersenyum melihat keakraban Rosalina dengan baby Chintya layaknya ibu dan anak.
"Kenzo, kamu ada di sini?"
Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang menghadang jalan Kenzo dan Rosalina.
Perempuan tersebut mendekat ke arah Kenzo untuk memeluknya, tapi sayangnya Kenzo menghindar dan lebih mendekat ke arah Rosalina.
Perempuan tersebut tidak terima dengan perlakuan Kenzo padanya. Dia menatap Rosalina dengan kesal.
"Kenzo, siapa dia?" tanya perempuan tersebut.
Kenzo meraih pinggang Rosalina dan menariknya untuk lebih dekat dengannya. Kemudian dia berkata,
"Dia istriku, Rosalina."
__ADS_1