Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa
Bab 29 Kekesalan Rosalina


__ADS_3

Kenzo mengajak Rosalina dan baby Chintya makan bersama dengan Dino di meja makan. Seperti biasanya Rosalina menyuapi baby Chintya dan menyuapi dirinya sendiri.


Kali ini Kenzo benar-benar membuat Dino tercengang. Sesekali Kenzo menyuapi Rosalina menggunakan sendok miliknya dengan memberikan makanan dari piringnya.


Bik Narmi yang sekilas melihat perhatian Kenzo pada Rosalina sangat senang. Dia tersenyum dan mendoakan kebahagiaan Rosalina dan Kenzo dalam hatinya.


Sebenarnya Rosalina sangat malu dan sungkan pada Dino. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Perintah Kenzo tidak mungkin dilawannya. Bagaimanapun Kenzo adalah bosnya yang harus selalu dia patuhi.


"Sudahlah Ken, dia sudah besar, sudah bisa makan sendiri. Biarkan dia makan sendiri dan makanlah makananmu," ucap Dino disela kunyahan makannya.


Rosalina menunduk, dia sangat kesal sebenarnya pada Dion. Hanya saja dia tidak bisa menunjukkannya karena Dion merupakan sahabat serta sekretaris dari Kenzo, yang berarti dia juga harus menghormatinya seperti dia menghormati Kenzo.


Rosalina sangat mengerti akan situasi itu. Sedari tadi Dion yang menatapnya dengan sinis dan ucapannya selalu membuat hati Rosalina menjadi kesal.


Kenzo merasakan bahwa Dion tidak menyukai Rosalina. Hanya saja dia masih membiarkan Dion karena Dion satu-satunya sahabatnya yang selalu bersama dengan dirinya.


Kenzo mencoba bersikap seperti biasanya. Dia kembali menyuapi Rosalina, tapi dia menolaknya.


Rosalina menggelengkan kepalanya dan menutup rapat mulutnya sambil memberikan senyuman manisnya pada Kenzo agar Kenzo tidak tersinggung karena dia menolak suapannya.


Kenzo menatap Rosalina dengan lekat, dia benar-benar kehilangan sosok Rosalina yang sangat ceria dan selalu membuat hari-harinya berwarna.


Akhirnya Kenzo dan Rosalina menyelesaikan makan mereka dengan hening. Sungguh bukan Rosalina yang sebenarnya jika dia seperti ini.


Dengan segera Rosalina meninggalkan meja makan ketika makanan baby Chintya dan makanannya sudah habis.


"Din, aku capek, aku mau istirahat. Mendingan kamu pulang sekarang ya. Kamu kan udah kenalan sama Rosalina. Jadi, kamu pulang sekarang aja ya," ucap Kenzo setelah Rosalina meninggalkan meja makan.


Dino yang sedang mengutak-atik ponselnya mengalihkan pandangannya pada Kenzo. Dia menatap Kenzo sambil berkata,


"Kamu mengusirku Ken?"


"Bukannya mengusir, hanya saja aku sangat lelah dan aku ingin istirahat sekarang. Kamu pulang aja ya," jawab Kenzo sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


"Gak nyangka aku Ken, kamu berubah banyak hanya karena gadis itu," ucap Dion yang di dengar oleh Kenzo meskipun dia sudah berjalan meninggalkan ruang makan.


Kenzo tidak mau menanggapi perkataan Dion karena dia tidak mau hubungannya dengan sahabatnya itu menjadi rusak. Cukup dia saja yang mengerti sikap Dion yang dia yakini bertujuan untuk kebaikannya.


Dion menghela nafasnya, dia kecewa pada Kenzo yang sepertinya sudah sangat mencintai Rosalina.


"Bik, tolong sampaikan pada Kenzo, saya pulang dulu," ucap Dino pada bik Narmi yang sedang mencuci peralatan dapur.


Bik Narmi menoleh ke arah Dino yang sedang berada di depan kulkas menuang jus buatan Rosalina.


"Baik Mas. Sepertinya Mas Dino juga suka jus buatan Rosalina. Memang enak kan Mas jusnya?" ucap bik Narmi sambil memperhatikan Dino yang sedang menenggak jus yang dia tuang ke dalam gelas.


"Uhuk... uhuk...."


Dino tersedak jus yang dia minum ketika mendengar ucapan bik Narmi.


"Pelan-pelan Mas, saya gak minta kok," ucap bik Narmi kembali sambil terkekeh.


Dino meletakkan gelasnya di meja sebelahnya. Tanpa berpamitan pada bik Narmi, Dino segera meninggalkan dapur karena merasa kesal bercampur malu pada bik Narmi.


"Kamu jangan coba-coba memanfaatkan Kenzo," ucap Dino sambil menatap kesal pada Rosalina yang berpapasan dengannya.


Rosalina yang sudah jengah dengan sikap Dino merasa tertantang sikap bar-barnya. Dia berhenti dan bertanya pada Dino.


"Maksud anda apa?" tanya Rosalina dengan menatap tajam mata Dino.


"Saya tau kamu mempunyai rencana licik mendekati Kenzo," jawab Dino sambil tersenyum licik pada Rosalina.


"Maaf, saya gak ngerti maksud anda," sahut Rosalina yang kemudian bersiap melangkahkan kakinya meninggalkan Dino.


"Gak usah sok polos. Kamu pasti berusaha. untuk menguasai harta Kenzo," tukas Dino sambil tersenyum licik.


Rosalina menghentikan langkahnya. Dia tidak bisa membiarkan begitu saja ucapan Dino yang menghinanya dan merendahkan harga dirinya.

__ADS_1


"Maaf, anda salah orang. Saya hanya berniat bekerja di sini tanpa ada rencana seperti itu," ucap Rosalina yang kemudian dia pergi meninggalkan Dino dengan rasa kesal.


Rosalina dan Dino, mereka benar-benar sama-sama kesal dengan pembicaraan mereka.


Tanpa diketahui mereka berdua, ternyata Kenzo sudah berdiri di depan kamarnya. Dia melihat dam mendengar secara langsung apa yang mereka bicarakan.


Tangan Kenzo mengepal. Dia sangat marah mendengar Dino menuduh dan merendahkan Rosalina.


Kenzo melangkahkan kakinya untuk mendekati mereka. Sayangnya, hanya satu langkah saja dia berjalan, dia dikejutkan oleh tindakan Dino dan Rosalina.


Dino mencegah Rosalina berjalan dengan memegang tangannya dan menariknya dengan erat.


Sedangkan Rosalina yang merasa kesal pada Dino, dia tidak sudi untuk dipegang oleh tangan Dino. Dengan sengaja Rosalina menendang perut Dion sehingga dia mendur karena terkena tendangan yang kuat dari Rosalina.


Kenzo terperangah, dia tidak menyangka jika Rosalina bisa mempraktekan keahliannya pada sahabatnya. Kenzo memang sudah mengetahui jika Rosalina mempunyai keahlian taekwondo pada saat dia mewawancarainya tempo hari ketika Rosalina datang untuk melamar pekerjaan sebagai baby sitter.


Dino memegangi perutnya kesakitan dan dia mendapatkan senyuman kepuasan dari Rosalina.


"Cewek aneh, bukannya minta maaf malah ngetawain. Dari sini saja aku sudah bisa menilai kamu tidak baik untuk menjadi istri Kenzo. Jangan bermimpi terlalu tinggi, takutnya kamu nanti akan jatuh jika usahamu itu gagal. Lihat saja, kamu tidak akan berhasil menikahi Kenzo. Lihat saja itu."


Setelah mengeluarkan ancamannya itu, Dino berbalik arah untuk berjalan menuju pintu rumah


Namun, Dino terkejut dengan adanya Kenzo yang berdiri tidak jauh darinya.


"Ken, Kenzo...," ucap Dion gugup menatap Kenzo yang sepertinya memandangnya dengan tidak bersahabat.


Rosalina membelalakkan matanya ketika mendengar Dino memanggil nama Kenzo. Dia yang tadinya sudah berbalik arah akan berjalan menuju dapur, kini kembali membalikan badannya untuk melihat apa yang terjadi.


Kenzo benar-benar ada di sana, berdiri di dekat mereka. Kenzo berjalan melewati Dino tanpa menyapa ataupun mempertanyakan luka di perutnya. Dia hanya menatap tajam mata Dino dengan wajah yang tidak bersahabat.


Grep!


Badan Rosalina diraih oleh Kenzo. Dibawanya badan Rosalina itu dalam pelukannya. Pelukan Kenzo sangat erat, seolah dia tidak mau berpisah ataupun kehilangan gadis dalam pelukannya itu.

__ADS_1


Dino terperangah, dia tidak menyangka akan melihat Kenzo mengacuhkannya dan lebih memilih Rosalina, si baby sitter yang sudah membuatnya malu karena telah berhasil menendangnya.


__ADS_2