
Merasa diacuhkan oleh Kenzo, Dino pulang dengan membawa kekesalannya. Dalam mobilnya dia mengomel sepanjang jalan.
Sesampainya di rumah dia segera masuk ke dalam kamarnya. Dipegangnya perutnya yang masih terasa sakit karena terkena tendangan super milik Rosalina.
Perlahan dia bangkit dari duduknya di sofa kamarnya untuk masuk ke dalam kamar mandinya.
Beberapa saat setelah selesai membersihkan dirinya, Dino keluar dari kamar mandi. Matanya membelalak ketika melihat bayangan dirinya di cermin dengan bekas memar pada perutnya.
"Gila tuh cewek. Dia kuat banget ternyata. Gak bisa diremehkan tuh cewek. Aku harus cari cara untuk menjauhkannya dari Kenzo," ucap Dino sambil melihat memar yang ada di perutnya pada cermin.
Brak!
Dino terkejut melihat pintu kamarnya terbuka lebar dan dibuka dengan kasar oleh seseorang.
"Bisa ketuk pintu dulu gak kalau masuk ruangan orang?" tanya Dino pada seseorang yang membuka pintu kamarnya dengan kasar itu.
"Bisa gak Kak pakai baju dulu? Mataku merasa ternodai lihat dada Kakak yang biasa-biasa aja," ucap Dina, adik Dino yang suka sekali membuat kakaknya kesal.
Dengan rasa kesalnya Dino meraih kaos yang ada di dalam lemarinya. Setelah memakai kaos tersebut, Dino segera mendekati adiknya yang menyebalkan itu.
"Ada apa? Ngapain ke sini?" tanya Dino pada Dina, adiknya.
"Mau minta duit jajan," jawab Dina sambil menadahkan telapak tangannya di hadapan Dino.
"Enak aja. Kerja sana, minta mulu kerjaannya," ucap Dino sambil menampik tangan Dina yang ada di hadapannya.
"Ah Kak Dino gak seru. Coba Kak Kenzo, pasti dia langsung ngasih deh. Jadi kangen Kak Kenzo," ucap Dina sambil tersenyum membayangkan wajah Kenzo yang selalu dinantinya.
"Kenzo udah punya pacar. Dia bucin banget sekarang. Katanya dia mau nikah," sahut Dino sambil duduk di sofanya.
"Apa? Sumpah Kak? Demi apa, Kak Kenzo ku mau nikah?" tanya Dina dengan wajah tidak percayanya.
"Iya. Mangkanya kamu gak usah berharap terlalu berlebihan sama dia," jawab Dino sambil mengutak-atik ponselnya.
__ADS_1
"Ini seriusan Kak?" tanya Dina sambil mendekat ke arah kakaknya.
Dino mengangguk sambil pandangannya masih tertuju pada layar ponselnya. Matanya terbelalak ketika dia melihat media sosial milik Kenzo yang memuat fotonya bersama dengan Rosalina.
"Enggak, aku gak boleh biarin ini terjadi. Aku mau protes ke Kak Kenzo. Dia gak boleh nikah sama cewek lain. Aku gak bakal ngebolehin itu terjadi," ucap Dina sambil mengepalkan tangannya dan matanya memicing serta giginya bergemelatuk dan hidungnya kembang kempis ketika mengatakannya.
Dino tidak menanggapi perkataan Dina. Adiknya itu mengomel tidak terima jika Kenzo memiliki kekasih, apalagi jika Kenzo akan menikah. Dina memang sejak dulu menyukai Kenzo, hingga dia mencoba mendekati Kenzo dengan bermanja-manja padanya seperti dia bermanja pada kakaknya.
Kenzo yang memang anak tunggal, sangat senang sekali saat Dina menganggapnya seperti kakaknya sendiri. Apapun yang dimintanya selama dalam batas wajar dan Dino mengijinkannya, dia pasti akan memberikannya.
Sebab itulah Dina sangat menyukai Kenzo dan dia tidak mau jika Kenzo jauh darinya, apalagi menikah dengan orang lain. Bahkan dia selalu mengatakan bahwa nanti dia akan menikahi Kenzo setelah Kenzo siap menikah lagi.
"Kak, ayo ke rumah Kak Kenzo, aku mau ketemu sama Kak Kenzo," ucap Dina sambil menarik tangan Dino yang masih sibuk mengutak-atik ponselnya.
Rupanya sedari tadi Dino mencari media sosial milik Rosalina. Dia sangat penasaran dengan perempuan yang membuat Kenzo menjadi berubah bucin dan bersikap tidak seperti biasanya.
Matanya nampak betah melihat layar ponselnya. Setiap unggahan di media sosial milik Rosalina telah dibukanya. Rasa penasarannya pada Rosalina kini sedikit terobati.
"Ke mana?" tanya Dino sambil mengalihkan pandangannya dari ponselnya pada Dina, adiknya.
"Ke rumah Kak Kenzo," jawab Dina sambil menarik-narik tangan Dino.
"Nanti aja, capek aku," ucap Dino sambil kembali menatap layar ponselnya.
"Janji ya. Awas kalau nanti gak diantar ke sana," Dina mengancam kakaknya sambil menunjuk wajah kakaknya.
"Iya, iya... cerewet banget sih," tukas Dino tanpa melihat ke arah Dina.
"Kakak lihat apa sih?" tanya Dina sambil melongok melihat layar ponsel kakaknya.
Secepat kilat Dino menarik ponselnya untuk disembunyikan dari adiknya yang sangat jahil dan menyebalkan itu.
"Emmm... pasti cewek deh. Lihat coba Kak. Nanti Dina bantuin deh supaya Kak Dino bisa mendapatkan cewek itu jadi pacar Kakak, kalau bisa jadi istri Kakak sekalian," ucap Dina yang masih saja berada di dekat Dino.
__ADS_1
"Sok tau kamu. Udah sana pergi. Jangan lupa tutup pintunya," Dino mengusir adiknya itu dengan mendorong-dorong tubuh adiknya supaya keluar dari kamarnya.
"Pokoknya nanti Kakak harus antar aku ke rumah Kak Kenzo. Kalau enggak, awas aja nanti," Dina kembali mengancam Kakaknya dengan posisi badannya yang di dorong oleh kakaknya itu.
"Iya cerewet!" seru Dino sambil menutup pintu kamarnya dan menguncinya setelah adiknya itu berhasil dikeluarkannya dari kamar tersebut.
Kini Dino Merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia kembali menatap layar ponselnya melihat media sosial milik Rosalina.
Dia menemukan media sosial milik Rosalina karena unggahan Kenzo yang menyertakan nama akun Rosalina pada foto mereka.
Banyak sekali komentar yang membanjiri kolom komentar Kenzo. Sepertinya mereka semua tidak rela jika Kenzo berpasangan dengan Rosalina.
Tanpa sadar bibir Dino tersenyum tipis melihat foto-foto konyol milik Rosalina. Dia tidak menyadari sisi lain Rosalina karena belum mengenalnya.
Namun, anehnya wajah Rosalina selalu terbayang di matanya ketika dia menendang perut Dino. Dalam hati Dino mengakui jika dia salut pada Rosalina yang bisa mengalahkannya.
Sedangkan Kenzo kini sangat mencintai Rosalina, hanya dalam beberapa hari saja Kenzo bisa merasakannya, mungkin karena mereka selalu bersama.
Malam harinya, Dino ditodong Dina untuk mengantarkannya ke rumah Kenzo. Entah mengapa dia tidak malas untuk pergi ke rumah Kenzo, apalagi setelah Rosalina membuatnya bertambah kesal.
Kenzo bersama dengan Rosalina bermain dengan baby Chintya di ruang tengah. Sengaja Rosalina mengajak Kenzo agar dia sedikit demi sedikit bisa dekat dengan baby Chintya.
Kenzo memang belum menceritakan apa-apa pada Rosalina, terutama masalah traumanya. Hanya saja Rosalina merasakannya dan dia berjanji dalam hatinya untuk bisa menolong Kenzo dekat dengan baby Chintya sebelum masa kontraknya berakhir.
Tadinya Kenzo ingin meminta Rosalina menjelaskan perubahan sikapnya ketika Dino ada bersama dengan mereka. Tapi Kenzo menghentikan niatnya itu setelah dia mendengar sendiri percakapan antara Dino dengan Rosalina.
Sedekat apapun Dino dengannya, dia tidak akan rela jika Rosalina disakiti oleh Dino. Dan dia tidak akan membiarkan siapapun merendahkannya, tak terkecuali Dino, sahabatnya.
"Kak Kenzo...," seru Dina yang berlari ke arah Kenzo setelah masuk ke dalam rumah Kenzo.
Rosalina membelalakkan matanya ketika melihat Dina memeluk erat tubuh Kenzo dengan mencium pipi Kenzo layaknya orang yang sudah lama tidak bertemu.
"Ini siapa?" batin Rosalina sambil menahan rasa sakit hatinya.
__ADS_1