
Pintu pagar dibuka oleh Pak Saleh dari dalam dan di luar sudah ada Pak Mail yang berjaga untuk menghadang Rendi yang ingin menerobos masuk ke dalam rumah Kenzo.
Tampak Rendi yang berdiri dengan berkacak pinggang dengan menampilkan frustasinya dan Rosalina yang berdiri di sebelah Kenzo dengan tangan Kenzo yang melingkar di pinggang Rosalina ketika pintu pagar tinggi yang tanpa celah itu dibuka.
Rendi terperangah melihat Rosalina yang diam saja ketika pinggangnya dirangkul oleh Kenzo dengan eratnya.
"Rosa," Rendi memanggil Rosalina dengan penuh harap.
Rosalina hanya tersenyum kaku, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Rendi yang jelas-jelas sudah mengakui cintanya pada Rosalina dan bahkan dia mengklaim bahwa Rosalina adalah pacarnya setelah memberikan tas branded limited edition itu pada Rosalina.
Sedangkan Kenzo, dia tiba-tiba saja menyatakan perasaan cintanya pada Rosalina. Dan semua itu membuat Rosalina menjadi bingung. Dia sama sekali tidak mengharapkan berada dalam situasi seperti itu.
"Maaf, kenapa anda membuat keributan di depan rumah saya?" tanya Kenzo dengan tegas dan menatap tajam Rendi yang sedang memandang Rosalina dengan perasaan hancur.
Rendi kini melihat ke arah Kenzo setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Kenzo padanya.
"Saya mencari Rosalina dan saya ingin bertemu dengannya. Kenapa saya dilarang bertemu dengannya? Jangan anda melarang dia bertemu dengan orang lain hanya karena dia bekerja bersama dengan anda. Saya mau membebaskan dia dari tempat ini. Jika memang ada pinalti karena dia resign sebelum masa kontrak berakhir, saya bersedia untuk membayarnya," jawab Rendi dengan memandang bengis pada Kenzo.
Kenzo terkekeh mendengar perkataan dari Rendi. Dia malah mengeratkan tubuh Rosalina pada tubuhnya dengan menarik pinggang Rosalina lebih dekat dengannya.
Melihat hal itu Rendi mengepalkan tangannya. Dia hendak maju mendekati Kenzo untuk melepaskan Rosalina dari pelukannya.
Sayangnya langkah Rendi berhenti ketika Kenzo mengatakan sesuatu padanya.
"Kami berpacaran. Rosalina adalah pacarku dan kami akan segera bertunangan, setelah itu kami akan segera menikah," tutur Kenzo dengan tersenyum meremehkan pada Rendi.
Jedar!
Seperti tersambar petir Rendi saat ini. Dia mematung dengan memandang tak percaya pada Rosalina. Hatinya sangat hancur berkeping-keping hanya dengan mendengar berita tentang Rosalina meskipun belum tentu kebenarannya.
"Rosa... apa... apa itu benar?" tanya Rendi dengan wajah penuh dengan tanda tanya.
__ADS_1
"Benar kan sayang?" tanya Kenzo dengan memandang Rosalina sembari tersenyum manis padanya.
Rosalina memandang Rendi dan Kenzo secara bergantian. Dia tidak memprotes perkataan Kenzo dan dia tidak membenarkan perkataan Kenzo. Dia hanya tersenyum kaku yang dia sendiri tidak tahu apa arti dari senyumannya itu.
Sayangnya hanya dengan itu saja membuat Rendi berpikir bahwa Rosalina membenarkan perkataan Kenzo, hanya saja dia merasa tidak enak padanya.
"Apa dia memaksamu? Atau mengancam kamu? Dan kenapa nomormu sangat susah dihubungi?" tanya Rendi yang terlihat jelas di matanya, hatinya sangat terluka.
"Jawab dong sayang," tukas Kenzo sambil tersenyum pada Rosalina.
Rendi kembali mengepalkan tangannya. Dia sangat muak mendengar Kenzo memanggil sayang pada Rosalina.
Rosalina tidak bisa menyakiti hati Rendi, bahkan tas branded limited edition yang diberikan oleh Rendi belum sempat dia bayar. Rosalina hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilayangkan oleh Rendi padanya.
Badan Rendi terasa tak bertulang. Dia merasa bahwa perjuangannya selama ini untuk mendapatkan Rosalina selalu saja gagal, tidak pernah mendapatkan hasil.
"Kenapa Rosa, kenapa? Kenapa harus dia? Apa dia memberikan tas yang lebih mahal dari yang aku berikan padamu kemarin?" tanya Rendi dengan berapi-api.
"Jangan kurang ajar kamu. Rosa tidak serendah itu. Dan tentang tas itu, dia akan segera mengembalikannya padamu. Lagi pula dia belum memakainya sama sekali," tutur Kenzo dengan emosi pada Rendi.
Kemudian dia mengalihkan pandangannya pada Rosalina.
"Benar kan sayang?" tanya Kenzo pada Rosalina yang hanya mematung melihat ke arah Rendi dengan tatapan kekecewaan.
"Dari awal aku sudah bilang jika akan membayarnya padamu. Kamu yang melarangnya. Tapi aku sudah memutuskan untuk membayarnya, kamu ingat itu kan Rendi? Dan satu lagi yang perlu kamu ingat, aku tidak pernah memintamu untuk membelikan aku tas itu meskipun aku sangat menginginkannya," ucap Rosalina dengan memandang Rendi yang juga memandangnya.
"Apa kamu ingin mengembalikannya sayang?" tanya Kenzo pada Rosalina yang sedang sangat kesal pada Rendi.
"Tunggu di sini, aku akan mengambilnya," ucap Rosalina yang masih menatap kesal pada Rendi.
Rosalina segera berlari kecil menuju dalam rumah. Dan Rendi, dia segera berjalan cepat masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah Kenzo.
__ADS_1
Dia tidak bisa menerima kembali tas tersebut karena merasa harga dirinya akan diinjak-injak oleh Rosalina.
Memang sangat disayangkan tas branded limited edition itu berharga sangat fantastis. Sayangnya itu tidak sebanding dengan harga dirinya.
Dia pergi membawa luka hatinya dari rumah Kenzo. Hanya saja Rendi belum menyerah, dia merasakan bahwa Rosalina hanya terpaksa saja dan Rendi berpikir bahwa Kenzo telah mengancamnya.
Dia berjanji akan membebaskan Rosalina dari cengkraman Kenzo setelah dia mencari solusi yang tepat untuk masalah tersebut.
Kenzo tersenyum penuh kemenangan melihat Rendi yang pergi meninggalkannya tanpa pamit ketika Rosalina masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas tersebut.
"Mana dia?" tanya Rosalina pada Kenzo ketika sudah berada di dekat Kenzo.
"Sudah pergi," jawab Kenzo sambil tersenyum pada Rosalina.
"Gak usah senyum-senyum gitu deh. Aku tuh lagi kesel, gara-gara kalian berdua aku jadi direndahkan sama dia," ucap Rosalina dengan kesal.
"Oh iya, kenapa dia mengatakan seperti itu? Kenapa dia membawa-bawa tas mahal itu?" tanya Kenzo dengan mengerutkan dahinya menatap Rosalina.
Rosalina gugup, dia tidak mau jika Kenzo mengetahui tentang tas tersebut, tentang keinginannya mendapatkan tas tersebut yaitu dengan bekerja menjadi baby sitter di rumahnya.
"Aku mau masuk dulu," ucap Rosalina yang kemudian berlari cepat agar bisa terlepas dari pertanyaan yang diberikan oleh Kenzo padanya.
Kenzo berlari mengejar Rosalina. Dia tidak mau melepaskan gadis itu sebelum dia mengetahui semuanya.
Grep!
Badan Rosalina tertangkap dengan mudah oleh Kenzo. Tangan Kenzo mengunci tubuh Rosalina uang kini berada dalam pelukannya.
"Kena kamu! Mau ke mana kamu ha? Ayo jawab dulu yang tadi aku tanyakan," ucap Kenzo sambil menahan tubuh Rosalina yang sudah ditangkap olehnya.
"Nanti, nanti pasti akan aku ceritakan. Jangan sekarang," ucap Rosalina sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Kenzo.
__ADS_1
"Kenapa harus nanti?" tanya Kenzo yang kini menengadahkan wajahnya di depan wajah Rosalina.