
Rosalina terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Kenzo mengenai hubungannya dengan Raihan.
Bukannya dia takut untuk menjawab pertanyaan Kenzo, dia hanya tidak ingin jika Kenzo mengetahui siapa Raihan yang sebenarnya.
"Rosa, apa kabar? Sepertinya sudah lama kita gak ketemu. Apa semenjak kita putus waktu itu ya?" tanya Raihan pada Rosalina dengan niatan membuka hubungan mereka di hadapan Kenzo.
Sontak saja mata Kenzo terbelalak mendapati fakta jika sebenarnya Raihan, pacar dari Levia yang artinya dia adalah ayah dari baby Chintya adalah mantan pacar Rosalina yang ingin mendapatkan kesuciannya waktu itu.
Tangan Kenzo mengepal menahan emosinya, dalam hati dia meneriaki dan memaki Raihan.
Brengsek! Beraninya kamu menginginkan kesucian Rosalina ketika dia menjadi pacarmu! Dasar bajingan! Kamu sudah menghamili Levia dan tidak mau bertanggung jawab. Sekarang, setelah dia tiada kamu ingin datang mengambil anaknya.
Namun, semua itu ditahannya. Karena dia sangat bersyukur dengan keadaannya saat ini. Karena laki-laki yang ada di hadapannya inilah dia tidak jadi memberikan keperjakaannya pada orang yang tidak tepat. Dan karena kebejatannya lah Rosalina memutuskan hubungan mereka dan memilih untuk tetap menjaga kesuciannya.
"Sepertinya kita sudah tidak ada keperluan untuk saling bertemu. Sejak saat itu, saat yang paling aku sesalkan telah mempunyai hubungan denganmu. Aku harap kita tidak akan bertemu lagi sejak saat itu," ucap Rosalina yang sudah emosi tanpa mempedulikan kehadiran Kenzo yang masih merangkul pinggangnya dengan posesif.
"Karena aku sudah tidak berkuliah di kampus itu lagi? Kamu salah Rosa, jika kita memang berjodoh, pasti kita akan bertemu di mana pun. Buktinya sekarang, tanpa diduga kita malah bertemu di sini," tukas Raihan dengan senyum liciknya.
"Jangan kurang ajar dengan calon istriku. Kami akan segera menikah dan akan aku pastikan jika kamu tidak akan bisa mengganggunya lagi," sahut Kenzo dengan menatap bengis pada Raihan.
Raihan tertawa mendengar perkataan Kenzo yang sangat terlihat jika dia tidak ingin Raihan mengganggu Rosalina kembali.
"Sayang, cepat bawa Chintya masuk ke dalam. Dan jangan keluar ke mana pun tanpa aku," ucap Kenzo lirih di sebelah telinga Rosalina.
"Ma-ma… Ma-ma-ma…," celoteh Chintya sambil memegang pipi Rosalina.
"Wow… apa ini Chintya anakku? Jadi dia memanggilmu Mama?" tanya Raihan sambil memandang Rosalina dan berjalan mendekatinya.
Secepat kilat Kenzo bergerak menghadang Raihan dengan berada di depan Rosalina.
"Jangan macam-macam," tukas Kenzo dengan tegas dan tatapan yang seolah ingin membunuhnya.
Raihan tertawa melihat Kenzo yang menghalanginya. Jiwa liar Raihan semakin tertantang untuk mendapatkan semua keinginannya.
"Tadinya aku ke sini ingin mengambil Chintya, anakku. Tapi, sekarang aku ingin mendapatkan semua milikku. Aku ingin mengambil Chintya dan Rosalina," ucap Raihan dengan tersenyum licik pada Kenzo.
__ADS_1
Rosalina terbelalak, dia tidak mengira jika Chintya benar-benar anak dari Raihan bersama dengan Levia.
Kenzo menatap bengis Raihan dengan menahan emosinya. Nafasnya naik turun dan kedua tangannya mengepal. Sungguh dia tidak ingin lepas kendali hanya untuk menghadapi manusia bejat macam Raihan.
"Kamu pikir kamu siapa?" tanya Kenzo sambil tersenyum meremehkan Raihan.
"Chintya bukan anakmu. Kenapa kamu mau mengambilnya? Dan aku, kamu pikir aku barang yang bisa kamu ambil seenaknya?" sahut Rosalina dengan emosi.
Raihan kembali tertawa, kemudian dia menatap Rosalina dan berkata,
"Tentu saja aku tau dia anakku. Karena yang memberikan nama Chintya adalah aku," tutur Raihan dengan penuh percaya diri.
Kenzo semakin geram karena Levia sama sekali tidak pernah mengatakan hal itu padanya. Dia hanya mengatakan jika ketika anak itu lahir, ayahnya pasti akan menjemput anak itu dan dirinya.
Kini, ayah anak itu telah datang, dia tidak ingin membawa Levia dan anaknya, melainkan dia ingin membawa anaknya bersama dengan Rosalina yang mengasuhnya karena Levia sudah tiada.
Enggan menanggapi kembali Raihan, Kenzo segera membalikkan badannya dan membawa Rosalina serta baby Chintya masuk ke dalam rumah.
Tentu saja Raihan tidak begitu saja melepaskan keinginannya. Dia memegang pundak Kenzo untuk menghentikannya.
"Aku akan membawa mereka berdua. Dia anakku dan aku berhak membawanya. Sedangkan Rosalina, dia sudah sangat dekat dengan Chintya, sudah seharusnya dia mengikuti ke mana Chintya berada," tutur Raihan dengan tegas pada Kenzo.
"Jangan bermimpi! Rosalina milikku. Dia akan menikah denganku. Jadi, urungkan niatmu itu," tukas Kenzo dengan emosi dan menatap Raihan dengan tatapan permusuhan.
"Masih calon istri bukan? Belum jadi istri, masih bisa dibatalkan," ucap Raihan sambil tertawa mengejek Kenzo.
Rosalina segera menarik Kenzo agar masuk ke dalam bersamanya. Sayangnya, langkah mereka kembali terhenti ketika Raihan mengatakan sesuatu pada mereka.
"Serahkan Chintya atau Rosalina padaku! Pilihlah di antara dua! Jika perlu, aku akan membawa mereka berdua," seru Raihan dengan emosi.
Kenzo kembali menoleh ke belakang, di mana Raihan berada. Dengan senyum liciknya yang terlihat meremehkan Raihan dia berkata,
"Apa kamu bisa mengurus Chintya? Aku tidak akan menyerahkan Rosalina karena dia milikku dan kami akan menikah. Tapi jika kamu ingin membawa Chintya, silahkan, bawa saja dia. Asal kamu bisa mengatasinya," ucap Kenzo seolah menantang Raihan.
"Apa kamu serius akan menyerahkan Chintya? Dia pasti akan menangis. Aku tidak rela melepasnya, apalagi dengan dia, meskipun dia ayah kandungnya," ucap Rosalina lirih di dekat telinga Kenzo.
__ADS_1
Raihan mendengar apa yang dikatakan oleh Rosalina. Kemudian dia berkata,
"Aku ayah kandungnya. Aku berhak membawanya pergi. Kalian tidak berhak melarangku."
"Ayah? Ke mana saja kamu selama ini? Kenapa kamu tidak bertanggung jawab untuk memiliki mereka? Kenapa kamu membiarkan ibu dari anakmu ini menikah dengan laki-laki lain?" tanya Kenzo dengan senyum sinisnya.
"Karena orang tua Levia tidak merestui kami. Dan sesuai janjiku, aku datang untuk mengambil mereka darimu. Sayangnya Levia sudah meninggal terlebih dahulu. Sekarang, berikan anak itu padaku," ucap Raihan sambil berjalan mendekati mereka.
Rosalina dan Kenzo mundur satu langkah. Mereka tidak ingin Raihan mendekati mereka.
"Tidak, aku tidak akan menyerahkan Chintya padamu," ucap Rosalina dengan tatapan bengisnya pada Raihan.
"Kalau begitu dengan kamu saja. Aku masih sangat mencintaimu Rosalina. Aku akan menikahimu. Ikutlah bersamaku," tutur Raihan pada Rosalina.
"Brengsek!" Seru Kenzo sambil melepaskan bogemannya pada wajah Raihan.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Seolah tidak mau mengalah, Kenzo terus memukul Raihan tanpa memberi kesempatan pada Raihan untuk membalas pukulannya.
Raihan yang tidak siap mendapatkan pukulan dari Kenzo merasa limbung dan terjatuh di lantai dengan wajahnya yang terlihat babak belur setelah mendapatkan pukulan dari Kenzo.
Rosalina segera memeluk tubuh Kenzo dengan sebelah tangannya karena sebelah tangannya digunakan untuk menggendong baby Chintya.
"Sudah Sayang, hentikan," ucap Rosalina untuk menghentikan Kenzo.
Raihan bertambah emosi. Dia menatap Kenzo penuh dengan permusuhan dengan memegang pipi dan sudut bibirnya yang terluka dia berkata,
"Serahkan mereka padaku atau akan aku laporkan ke polisi atas tindakanmu ini!"
__ADS_1