
Venita terkejut mendengar penuturan dari Kenzo. Dia tidak menyangka jika putranya selama ini sangat menderita karena keegoisannya bersama suaminya.
Bukan hanya Venita saja yang terkejut mendengar cerita itu dari Kenzo. Bahkan Rosalina yang tidak kenal dengan Levia merasa sangat iba pada Kenzo.
Pantas saja dia menderita selama ini jika berdekatan dengan Chintya. Ternyata ada kisah dibalik semua itu, Rosalina berkata dalam hatinya sambil menatap Kenzo yang berwajah kesal menceritakan kisahnya bersama mendiang istrinya.
Baby Chintya sangat anteng kali ini. Dia sibuk bermain mainan karet di sebelah Rosalina. Seolah dia ikut mendengarkan kisah tentang hidupnya.
"Maafkan Mama Ken, Mama tidak tau jika dia-"
"Sudahlah Ma, itu sudah berlalu dan aku sudah menemukan cintaku, pilihan hatiku," tukas Kenzo sambil menggenggam tangan Rosalina yang ada di sampingnya.
Venita memperhatikan Kenzo dan Rosalina. Dalam hatinya dia bersyukur jika putranya itu bisa menemukan perempuan yang bisa mencuri hatinya. Hanya saja dia tidak mau salah pilih lagi. Dia tidak mau mendukung keputusan Kenzo begitu saja karena dia belum mengenal Rosalina secara keseluruhan. Dan yang terpenting, dia tidak mau putranya itu bersedih lagi karena rumah tangganya yang tidak sesuai dengan harapan semua orang.
"Lalu apa rencana kamu pada Chintya?" tanya Venita dengan tatapan menyelidik pada Kenzo.
"Ken tidak tau Ma. Harusnya kami sudah bercerai dan aku tidak bertemu dengan Chintya. Tapi dengan meninggalnya wanita itu, rencana kami semuanya berantakan. Aku tidak tau harus bagaimana dengan Chintya. Aku hanya merawatnya karena permintaan wanita itu saja," jawab Kenzo dengan melirik sekilas baby Chintya yang sedang mengunyah-ngunyah mainan karetnya.
"Tapi dia bukan anakmu Ken," sahut Venita dengan kesal.
__ADS_1
Tadinya dia sangat menyayangi baby Chintya, tapi ketika dia mendengar kenyataan yang disampaikan oleh Kenzo, membuat Venita yang kesal pada Levia dan keluarganya disalurkannya pada baby Chintya.
"Ken tau Ma. Tapi Ken bingung harus bagaimana. Dia bayi yang tidak bersalah. Dan aku tidak mengetahui siapa ayahnya," tutur Kenzo dengan berbalas menatap mamanya.
"Kenapa tidak kamu serahkan pada orang tua wanita itu saja? Mereka perlu tau jika cucu mereka ini bukanlah anakmu. Agar nantinya mereka tidak bisa menuntut apapun dari kamu Ken," tukas Venita yang diselimuti dengan emosi.
"Lalu, apa yang harus aku katakan pada mereka Ma? Apa mereka akan percaya pada Ken?" tanya Kenzo dengan menghela nafasnya.
Jujur saja jika Kenzo sudah pernah akan melakukan hal itu, menyerahkan baby Chintya yang baru lahir pada kedua orang tua Levia. Hanya saja banyak sekali hal yang harus dia pertimbangkan. Dia harus menjalankan amanat dari Levia dan dia harus menjaga hubungan baik orang tuanya dengan orang tua Levia.
Serta yang lebih penting, Kenzo takut jika dia dianggap berbohong dan mengarang cerita tersebut meskipun sudah memperlihatkan bukti tulisan tangan dari Levia. Jika bukan Levia sendiri yang mengatakannya pada kedua orang tuanya, Kenzo ragu jika mereka akan mempercayainya.
Kenzo menghela berat nafasnya. Dia tidak menyangka jika kejujurannya bisa membuat mamanya sangat emosi.
Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel milik Venita. Segera dia beranjak dari duduknya dan meninggalkan tempat itu untuk menerima telepon tersebut.
Rosalina melihat ke arah Kenzo yang tampak kacau. Perlahan dia mengangkat tangannya dan menggenggam tangan Kenzo untuk menenangkannya.
Kenzo menoleh ke arah Rosalina ketika tangan Rosalina menggenggam tangannya. Dan ketika dia melihat Rosalina tersenyum padanya, segeralah dia meraih tubuh Rosalina ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Aku minta maaf jika aku menyuruhmu untuk bisa lebih dekat dengan Chintya meskipun aku tau kamu tidak bisa melihatnya ataupun berdekatan padanya. Seandainya aku tau, pasti aku tidak akan meminta hal itu. Aku hanya... hanya ingin kamu lebih dekat dengannya karena dia anakmu. Dan sekarang aku sudah mengerti, kamu tidak perlu lagi berdekatan dengan Chintya jika tidak menginginkannya. Biarkan aku saja yang mengurusnya, karena dia tanggung jawabku sebagai baby sitter nya," tutur Rosalina sambil mengusap punggung Kenzo untuk menenangkannya.
"Ketika aku melihat wajah Chintya, aku seperti melihat wajah wanita itu. Dan berdekatan dengan Chintya mengingatkanku akan wanita itu, kebohongannya dan kebencianku padanya. Dan satu lagi, kamu ingat pada saat aku sakit dan kamu merawatku hingga aku sembuh? Itu karena kamu menanyakan tentang dirinya. Kebencian pada wanita itu membuat trauma dalam tidurku hingga menyebabkan aku sakit seperti itu. Selalu seperti itu. Dan aku bersyukur karena sekarang ada kamu yang selalu bisa menjadi obat dalam sakitku," tutur Kenzo yang masih dalam posisi berpelukan dengan Rosalina.
Kemudian dia mengurai sedikit pelukannya. Dan menatap wajah Rosalina, seolah dia menghafalkan setiap bagian dari wajah gadis pujaan hatinya itu.
"Aku mencintaimu Rosalina. Tolong jangan tinggalkan aku, apapun yang terjadi," ucap Kenzo dengan menatap serius mata Rosalina.
Perlahan wajah Kenzo mendekati wajah Rosalina. Seketika mata Rosalina terpejam dan dia merasakan benda kenyal yang menyentuh bibirnya. Bibir Kenzo itu mencium bibir Rosalina, hanya menempel saja karena baby Chintya segera mengeluarkan suaranya setelah beberapa saat Kenzo dan Rosalina berciuman.
Venita mendengar dan melihat semuanya. Bahkan dia tersenyum ketika melihat Kenzo dan Rosalina berciuman. Dalam hatinya dia menyetujui hubungan Kenzo dan Rosalina asalkan putranya itu bahagia. Karena baru kali ini dia melihat putranya itu tidak bersikap cuek pada wanita. Bahkan bisa dibilang sangat romantis ketika dia melihatnya.
Ponsel Venita kembali berdering. Hal itu membuat Kenzo dan Rosalina kaget. Mereka berdua melihat ke arah di mana Venita berada.
Ternyata yang menghubungi Venita adalah Dina, adik dari Dino, sahabat dekat Kenzo. Dina melaporkan pada Venita mengenai Rosalina yang menurutnya menggoda Kenzo untuk bisa dijadikan istri oleh Kenzo, sehingga Rosalina bisa menguasai harta Kenzo.
Venita tidak begitu saja percaya pada Dina dan dia juga tidak begitu saja percaya pada Rosalina. Kegagalan rumah tangga Kenzo membuat Venita lebih seleksi dalam menerima menantunya.
Dia mempunyai cara tersendiri untuk mencari tahu semuanya. Dan dia sudah mengetahui beberapa informasi tentang Rosalina. Hanya beberapa, sebentar lagi dia akan mencari tahu untuk sisanya. Dia ingin mengetahui semua hal tentang Rosalina. Apapun itu, dia tidak menginginkan ada yang disembunyikan darinya.
__ADS_1