Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa
Bab 53 Pencarian Rosalina


__ADS_3

"Mbak... Mbak... ini minumannya. Mbak di mana?" seru perawat yang diperintahkan oleh Rosalina mengambilkan minuman untuknya.


Perawat tersebut mencari Rosalina di seluruh ruangan tersebut, tapi nyatanya tidak ada Rosalina di sana.


Kemudian dia mencari di luar ruangan tersebut, namun tak ada juga sosok Rosalina di sekitar ruangan tersebut.


Perawat tersebut panik, pasalnya yang memerintahkan adalah dokter yang berpengaruh di sana, serta Kenzo yang diyakini perawat tersebut sebagi orang yang juga mempunyai andil pada rumah sakit tersebut.


"Gawat... bagaimana ini? Aku harus bagaimana? Kenapa Mbak tadi pakai acara menghilang sih? Eh, apa dia ke toilet ya? Ah lebih baik aku cari dulu ke semua toilet," ucap perawat tersebut yang sedang panik karena kehilangan jejak Rosalina.


Perawat tersebut melangkahkan kakinya dengan cepat dan sedikit berlari kecil sambil matanya menelisik ke berbagai arah untuk mencari sosok Rosalina.


"Sus, sedang apa di sini? Bukannya kamu tadi saya suruh untuk menjaga pasien yang ada di ruangan tadi?" tanya dokter perempuan yang menangani Rosalina.


Dokter perempuan tersebut kini sedang berjalan bersama dengan Kenzo, Venita beserta bodyguard nya dan juga bik Narmi yang menggendong baby Chintya.


Terlihat jelas kepanikan pada wajah perawat itu. Saat ini dia benar-benar takut jika dimarahi dan dikenakan sangsi karena keteledorannya menjaga pasiennya.


"Maaf dok, pasiennya sudah sadar. Pasien meminta saya untuk mengambilkannya minuman. Tapi ketika saya kembali dengan membawa minuman, pasiennya sudah tidak ada dok. Saya tadi sudah mencarinya ke mana-mana, tapi tidak saya temukan. Sekarang saya akan mencari di semua toilet, barangkali-"


"Rosa!" seru Kenzo, kemudian dia berlari menuju ruangan yang ditempati Rosalina tadi.


Dokter tersebut menatap nyalang perawat yang ada di hadapannya. Kemudian dia berkata,


"Cepat kamu temukan pasien itu dan segera kabari saya jika kamu sudah menemukannya," tutur dokter perempuan tersebut.


"Ba-baik dok," jawab perawat tersebut ketakutan.


Dokter perempuan tersebut berjalan cepat meninggalkan perawat itu yang masih ketakutan. Bik Narmi, Venita dan bodyguard nya mengikuti dokter perempuan tersebut mengikuti Kenzo yang terlebih dahulu berlari meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Rosa! Sayang, kamu di mana?! Rosa! Rosalina!" teriak Kenzo dalam ruangan tersebut berharap jika Rosalina akan keluar ketika mendengar suaranya.


Namun, usaha Kenzo sia-sia. Tidak ada sosok Rosalina yang keluar untuk menemuinya.


Kenzo menjambak kasar rambutnya memperlihatkan betapa frustasinya dia kehilangan gadis pemilik hatinya.


Venita yang datang bersama dokter perempuan tadi serta bik Narmi dan bodyguard nya itu menyaksikan betapa kehilangannya Kenzo tidak menemukan Rosalina.


"Pak Kenzo, lebih baik kita cari melalui CCTV rumah sakit ini saja. Siapa tau jika kita bisa menemukannya melalui CCTV itu," ucap dokter perempuan tersebut memberikan usulnya.


Kenzo menatap dokter perempuan tersebut dan dia menganggukkan kepalanya untuk menyetujui ide yang diberikan oleh dokter itu.


Mereka semua bergegas menuju ruang keamanan yang mengurus semua CCTV rumah sakit tersebut. Mata mereka menelisik setiap bagian rumah sakit untuk mencari sosok Rosalina mulai dari ruangan yang ditempati oleh Rosalina.


"Rosa! Itu dia!" seru Kenzo dengan jari telunjuknya yang menunjuk gambar Rosalina sedang keluar dari ruangan tersebut.


"Sepertinya dia melarikan diri Pak," ucap dokter perempuan itu dengan spontan.


Rosa... di mana kamu? Kenapa kamu harus pergi meninggalkan aku? Apa salahku padamu? Kenzo bertanya-tanya dalam hatinya.


Venita mengusap punggung Kenzo dan dia mengeluarkan smirk nya ketika Kenzo menoleh padanya.


"Sepertinya dia bukan pilihan yang tepat," ucap Venita dengan senyum yang mengejek.


Kenzo bertambah kesal mendengar ucapan dari mamanya. Dengan kekesalannya itu dia melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Langkah lebarnya itu semakin lebar mengarungi jalanan ketika dia berlari secepatnya untuk berusaha mengejar Rosalina.


Segera diambilnya mobil miliknya di parkiran rumah sakit. Kemudian dia mengemudikannya dengan kecepatan sedang dengan matanya yang melihat ke kanan dan ke kiri berharap akan menemukan Rosalina di sepanjang jalan tersebut.

__ADS_1


Sayangnya, matanya tidak menemukan sosok Rosalina di setiap ruas jalan yang dia lewati. Hingga dia teringat sesuatu. Di tepikan olehnya mobil itu di pinggir jalan dan dirogohnya kantong celananya untuk mengambil dompet miliknya.


Ternyata dia mengambil kartu identitas milik Rosalina yang dia simpan di dalam dompetnya selama ini. Bibirnya tersenyum melihat alamat yang tertera pada kartu identitas tersebut, dia berharap akan menemukan Rosalina di rumahnya.


Segera dilajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Dia tidak mau kehilangan kekasih hatinya lagi. Dan dia berjanji akan segera menikahi Rosalina jika dia menemukannya setelah ini. Apapun yang terjadi, dia tidak akan melepaskannya.


Mobil itu berhenti tepat di depan rumah alamat yang tertera pada kartu identitas milik Rosalina. Kenzo melihat rumah yang ada di hadapannya itu tidak terlalu mewah dan tidak kekurangan. Rumah bergaya minimalis itu tampak indah dan sangat layak dihuni.


Terdengar suara mobil di depan rumah Rosalina. Keluarlah ibu Rosalina dari dalam rumahnya ketika pintu rumahnya diketuk oleh Kenzo.


"Maaf, mau ketemu dengan siapa ya?" tanya Bu Ratih, mama Rosalina.


Kenzo memberikan senyumnya dan menjawab pertanyaan dari Bu Ratih.


"Saya Kenzo. Saya ingin bertemu dengan Rosalina. Benarkah ini rumah Rosalina?"


"Iya benar. Rosalina putri saya. Tapi dia sedang tidak berada di rumah. Ada perlu apa ya dengan putri saya?" Bu Ratih menjawab pertanyaan Kenzo dan dia bertanya kembali pada Kenzo.


"Saya hanya ingin bertemu dengannya. Apa saya bisa menunggunya di sini?" tanya Kenzo pada Bu Ratih dengan menatapnya penuh harap.


"Maaf, Rosalina sudah tinggal bersama dengan temannya mulai beberapa hari yang lalu. Sudah lama juga dia belum pulang. Dia hanya memberi kabar setiap hari melalui telepon," tutur Bu Ratih sambil menelisik penampilan Kenzo dari atas hingga bawah.


Dalam hati Kenzo mengeluh. Bahkan dia sudah mendatangi rumah Rosalina tapi tidak menemukannya.


"Maaf Bu, apa bisa Ibu hubungi saya jika Rosalina pulang ke rumah? Ini sangat penting sekali Bu. Saya harap Ibu mau membantu saya," ucap Kenzo dengan penuh harap pada Bu Ratih.


"Maaf saya tidak bisa begitu saja memberikan informasi tentang anak saya pada orang lain. Apalagi saya tidak mengetahui siapa kamu sebenarnya," ujar Bu Ratih dengan tatapan waspadanya.


"Saya pacarnya Rosalina, putri Ibu. Hanya saja tadi ada sedikit salah paham yang membuat Rosalina pergi tanpa memberi kabar pada saya. Dan saya akan menikahinya jika saya menemukannya sekarang," ucap Kenzo dengan antusias.

__ADS_1


"Apa?! Pacar?! Sejak kapan kalian pacaran? Lalu mengapa Rosalina pergi tanpa memberi kabar? Ada apa ini sebenarnya?"


Bu Ratih nampak terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Kenzo. Tapi dalan hati dia senang jika memang benar-benar Kenzo adalah pacar Rosalina yang berniat menikahinya.


__ADS_2