
Di sini lah Rosalina sekarang. Di dalam mobil Kenzo dengan memangku baby Chintya yang mengantarkan ke kampusnya.
Dalam hati Rosalina menggerutu sepanjang perjalanan menuju kampusnya.
Kenapa harus diantar sama mereka sih? Ini Chintya nanti gimana? Pasti mereka akan bertanya padaku. Lalu akan ada gosip tentang aku. Dan...
Rosalina menoleh ke arah Kenzo yang fokus dengan jalanan di depannya. Dia merasa Rosalina memandangnya, tapi tak dihiraukannya
Kalau dikira dia suamiku dan anak ini anakku sih gapapa, Om Kenzo keren, ganteng lagi, sayangnya duda. Tapi masalahnya aku belum pernah hamil, jadi mereka gak mungkin ngira anak ini anakku, Rosalina kembali berkata dalam hatinya.
Dan sekarang, mobil Kenzo memasuki pelataran parkir kampus Rosalina. Jantung Rosalina semakin berdegup kencang.
"Om, pangku Chintya dong," ucap Rosalina sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.
Kenzo membelalakkan matanya pada Rosalina sehingga membuat senyum Rosalina pudar dan dia menutup bibirnya rapat-rapat agar tidak keceplosan mengatakan apapun.
"Terus gimana dong Om? Gak mungkin kan aku bawa Chintya ke dalam? Aku mau ketemu dosen pembimbing loh Om," ucap Rosalina dengan menatap iba pada Kenzo.
Kenzo berpikir jika yang dikatakan oleh Rosalina memanglah benar. Dia tidak mungkin membawa Chintya masuk ke dalam kampusnya.
"Tidurkan saja di belakang," tukas Kenzo sambil melihat ke arah lain, dia menghindari melihat baby Chintya.
Oh karena itu tiap kita membawa Chintya pergi aku selalu disuruh membawa kasur itu, supaya Chintya aman ditidurkan di belakang, Rosalina berkata dalam hatinya sambil keluar dari mobil.
Tok... tok... tok...
Rosalina mengetuk kaca mobil yang ada di dekatnya.
Kenzo membuka kaca mobil yang diketuk oleh Rosalina. Dan dia menoleh padanya sembari bertanya,
"Ada apa?"
"Bukain napa Om pintunya. Aku gak bisa buka nih, kan lagi gendong Chintya," jawab Rosalina sambil tersenyum kaku.
Dengan berat hati Kenzo keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil belakang agar Rosalina bisa meletakkan Chintya di kasur bayi yang ada di bangku belakang.
"Aku ke dalam dulu ya Om," pamit Rosalina pada Kenzo dengan tersenyum riang.
__ADS_1
"Jangan lama-lam," ucap Kenzo sambil melihat kepergian Rosalina.
Karena merasa menjadi bahan tontonan kaum hawa, Kenzo yang merasa tidak nyaman itu masuk ke dalam mobilnya.
Setelah beberapa saat dia bosan menunggu Rosalina yang tak kunjung kembali sehingga dia keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobilnya sedikit kencang untuk melampiaskan kekesalannya.
Terdengar suara tangis baby Chintya dari dalam mobil membuat Kenzo yang berada di luar mobil menjadi bingung.
Sebenarnya dia sangat enggan sekali menggendong baby Chintya, tapi kini keadaannya berbeda. Dia harus menggendongnya agar baby Chintya kembali tenang dan tidur kembali.
Diambilnya baby Chintya dari tempat tidurnya. Kenzo melupakan jika kini dia sedang berada di sebuah kampus, di tempat umum yang belum tahu tentang statusnya.
Banyak pasang mata melihat seorang laki-laki mida yang sangat tampan menggendong bayi yang sedang menangis.
Mereka enggan untuk meninggalkan tempat itu, bahkan mereka melihat Kenzo seperti sebuah pertunjukan karena usahanya menenangkan bayi yang tidak kunjung diam sedari tadi.
"Aduuuh... diem dong Chintya. Kamu jangan ngerepotin deh," ucap Kenzo panik sambil menimang-nimang baby Chintya.
Tiba-tiba mata Kenzo menangkap sosok Rosalina yang sedang berjalan dan tertawa bersama dengan seorang laki-laki.
Rosalina kaget mendapati Kenzo yang sudah berada di hadapannya dengan baby Chintya yang masih menangis.
"Ini Chintya menangis. Kamu malah enak-enakan sama laki-laki. Ayo cepat kita pulang," ucap Kenzo dengan nada kesal menyerahkan baby Chintya pada Rosalina.
Rosalina menerima baby Chintya dan menggendongnya dengan perasaan bersalah. Dia lupa jika sekarang banyak pasang mata yang melihatnya, tujuannya sekarang hanyalah menenangkan baby Chintya.
"Rosa, ini...," ucap laki-laki yang berada di sebelah Rosalina sambil menunjuk baby Chintya yang ada dalam gendongan Rosalina.
Rendi, teman Rosalina yang menyukai Rosalina sejak dulu. Hanya saja dia tidak berani mengakuinya karena Rosalina sudah memiliki kekasih waktu itu.
Dan sekarang ketika Rosalina sudah tidak bersama kekasihnya lagi, dia ingin menyatakan perasaannya itu.
"Ren, aku pulang dulu ya. Terima kasih atas bantuannya," ucap Rosalina tergesa-gesa dan berjalan mengikuti Kenzo menuju mobilnya.
Rendi tersadar seketika, dia tidak lagi ingin menunggu lama seperti waktu itu. Segera dikejarnya Rosalina, tapi naasnya mobil Kenzo sudah melaju cepat meninggalkan tempat tersebut.
Dengan cepatnya Rendi masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang disesuaikan untuk mengejar mobil Kenzo.
__ADS_1
Kini Rosalina menjadi buah bibir seisi kampus. Mereka mengira Rosalina sudah mempunyai anak di luar nikah bersama pria keren dan kaya tadi.
Ya, Kenzo telah menyihir mereka sehingga mereka terpanah padanya. Dan kini mereka kecewa melihat kenyataan bahwa Kenzo milik Rosalina.
"Jelas saja dia mau menyerahkan apapun, pria setampan, sekeren dan sekaya dia pasti membuat semua wanita rela berkorban apa saja," ucap salah seorang mahasiswi setelah kepergian mobil Kenzo.
Banyak sekali yang menyetujui perkataan mahasiswi tadi, bahkan banyak yang menimpali ucapannya.
Kenzo masih saja menampakkan wajah kesalnya. Bahkan mobilnya melaju dengan kecepatan yang lebih cepat dari biasanya.
"Om, pelan-pelan aja Om. Saya belum nikah, saya gak mau mati dulu sebelum menikah Om," oceh Rosalina sambil memeluk baby Chintya.
Seketika Kenzo mengurangi kecepatan mobilnya karena baby Chintya semakin kencang menangisinya.
"Kamu ini yang dipikirkan hanya menikah saja. Kamu pikir menikah itu gampang?" tanya Kenzo dengan ketus pada Rosalina.
"Ya gak tau Om, kan saya belum pernah. Mangkanya saya gak mau mati dulu sebelum menikah. Seenggaknya saya bisa merasakan yang namanya menikah," jawab Rosalina menjelaskan.
Kenzo tidak mau berdebat lagi dengan Rosalina. Dia lebih memilih diam dan mengemudikan mobilnya agar cepat sampai di rumahnya.
Pagar rumah Kenzo dibuka oleh penjaga keamanan rumah tersebut setelah Kenzo membunyikan klaksonnya.
Masuklah mobil Kenzo dan diparkirkan di tempat biasanya. Kenzo membukakan pintu mobil untuk Rosalina dan segera masuk ke dalam rumahnya.
"Cepat masuk," ucap Kenzo tegas pada Rosalina.
Rosalina pun tidak bisa menolak perintah Kenzo. Dia segera masuk tanpa menurunkan barang-barang baby Chintya yang masih ada di dalam mobil.
Bukan tidak ada alasan Kenzo bersikap seperti itu. Dia mengetahui jika ada mobil yang mengikutinya, sehingga dia menyuruh agar Rosalina dan baby Chintya cepat masuk ke dalam rumah.
Kini Kenzo melihat dari kamera CCTV, ternyata Rendi sedang berada di depan pintu pagar dihadang oleh petugas keamanan.
"Pak, Rosalina itu apa istri dari yang punya rumah ini? Apa anak yang digendong Rosalina tadi anaknya?" tanya Rendi pada petugas keamanan yang menghadangnya.
"Mbak Rosa itu baby sitter yang mengasuh Chintya. Dia bukan istri Tuan Kenzo," jawab petugas keamanan tersebut.
Senyuman lega kini menghiasi bibir Rendi. Dia kini masih memiliki harapan untuk mendapatkan Rosalina menjadi pacarnya, bahkan dia menginginkan Rosalina untuk menjadi istrinya jika mereka sudah resmi berpacaran.
__ADS_1