
Sesuai permintaan Keiko, kini dia berada dalam gendongan Kailandra. Kailani tampak canggung mengikuti langkah pria yang dulu hampir saja menjadi suaminya itu. Kenzo dan Kalvin berjalan selangkah di belakang Kailani.
"Aku ambil mobilku dulu. Kita naik satu mobil saja biar lebih cepat. Kalian semua tunggu di lobby depan saja," usul Kalvin. Tanpa menunggu jawaban, pria tersebut langsung melebarkan langkahnya menuju area parkir Rumah sakit.
"Kei dianter Om-nya sampai di sini saja, ya? Sekarang Kei sama Papa." Kailani mengatakannya dengan lembut sambil mengusap pucuk kepala Keiko yang terus menempel di bahu Kailandra.
Ketiganya menghentikan langkah mereka begitu sudah mencapai batas area depan lobby. Kini semua menunggu jawaban Keiko yang malah semakin erat mengalungkan kedua tangannya di leher pria yang kehadirannya paling tidak diharapkan oleh yang lain.
"Kei." Kailani kembali mengusap rambut Keiko. Berharap putrinya itu menuruti perkataannya.
"Kei sama Oppa Kim saja. Oppa mau, kan, antar Kei ke rumah sakit?" tanya Keiko dengan mimik polosnya yang menggemaskan.
"Tentu saja Oppa akan anter kei." Kailandra menjawab dengan cepat.
Jelas Kailandra tidak akan menolak. Justru dia akan menggunakan kesempatan yang diberikan Keiko dengan sebaik mungkin. Tidak peduli dia dipanggil Oppa-Oppa atau apa pun yang dia sendiri tidak tahu maksudnya. Yang terpenting saat ini hanyalah membuka jalan agar ke depannya ada banyak cara untuk sering bertamu ke rumah Kailani.
Kailani dan Kenzo hanya bisa saling bertukar pandang. Bahu Kenzo berkedik tanda pasrah. Sejujurnya dia juga tidak rela, Keiko sedekat itu dengan Kailandra. Namun apa daya, kondisi Keiko yang sedang tidak sehat membuat Kenzo segan untuk sedikit berlaku tegas pada putri kesayangannya itu.
__ADS_1
Dengan segala keterpaksaan dan kecanggungan, Kalvin, Kenzo, Kailani, dan Kailandra yang memangku Keiko---berada dalam satu kendaraan yang sama. Untung saja Kenzo cukup memahami keadaan. Pria tersebut meminta Kailani untuk duduk di bangku depan sebelah kemudi. Sedangkan dia sendiri yang duduk di deretan bangku belakang bersama Kailandra dan Keiko.
Sesampainya di rumah sakit, Keiko masih belum juga mau dipisahkan dengan Kailandra. Gadis cilik itu begitu betah dengan sosok yang terus dipanggilnya dengan sebutan "Oppa Kim Tae Hyung". Kailani dan Kenzo bahkan sudah mengeluarkan berbagai jurus rayuan. Namun, Keiko tetap bersikeras ingin bersama dengan Kailandra. Tidak seperti biasanya, sikap Keiko kali ini, sungguh membuat Kailani dan juga Kenzo terheran-heran.
Mereka masih menunggu di depan ruang tunggu dokter anak yang menangani Keiko. Hingga seorang perawat keluar meminta Keiko masuk ke dalam bersama orangtuanya. Dengan janji yang diberikan oleh Kailandra bahwa dia akan menunggu Keiko, akhirnya gadis cilik itu mau berpindah tangan pada Kenzo.
Di dalam ruangan, Keiko dibaringkan di atas brankar untuk diperiksa kembali kondisinya. Setelah memastikan semua baik-baik saja, dokter menyarankan agar apa yang akan dibicarakan selanjutnya tidak didengar oleh Keiko. Kenzo pun memutuskan untuk menitipkan Keiko pada Kalvin yang masih setia menunggu di luar bersama Kailandra. Gadis cilik itu langsung mengajak dua idola barunya itu ke kantin untuk membeli sesuatu yang bisa membuat perutnya kenyang.
Kembali ke ruangan dokter, Kailani dan Kenzo terlihat was-was menanti dokter menjelaskan dan memberitahu hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan pada Keiko. Pikiran keduanya sudah sangat tidak tenang begitu tadi dokter meminta Keiko tidak ikut mendengar pembahasan mereka.
"Untuk lebih pastinya, sebaiknya kita melakukan biopsi ulang dan juga tes urine dua minggu lagi. Jika jumlah sel darah putih itu masih normal, hanya cenderung aktif, dan masih tetap tidak ada terdeteksi sel kanker, bisa juga Keiko mengalami autoimun. Untuk menegakkan diagnosis, kita harus melakukannya. Untuk sementara, jaga pola makan Keiko. Hindaran paparan panas secara langsung dan sebisa mungkin hindari dari hal-hal yang bisa memicu mimisan. Kurangi kegiatan Kei agar dia tidak kelelahan," tutur sang dokter panjang lebar.
Kailani menarik napas panjang. Dalam hati perempuan tersebut tidak putus melantunkan doa agar nanti saat dilakukan tes ulang, kondisi Keiko jauh lebih baik dari yang didengarnya saat ini. Berbeda dengan Kailani yang masih sanggup menyembunyikan segala kekhawatirannya, tidak demikian dengan Kenzo. Yang terlintas dibenaknya sejak kata leukimia tadi disebut hanyalah ingin memastikan bahwa Keiko memang anak biologisnya.
Setelah mendapatkan resep obat dari dokter, keduanya langsung meninggalkan ruangan. Tidak menemukan Keiko dan yang lain di ruang tunggu, Kailani langsung menghubungi Kalvin. Perempuan tersebut meminta tolong agar Kalvin mengajak Keiko kembali. Sedangkan Kenzo sendiri langsung menyerahkan resep ke apotik dan meminta layanan antar agar tidak menunggu terlalu lama di sana. Keduanya tengah memprioritaskan kondisi Keiko yang tidak boleh kelelahan.
Sesampainya di rumah, Keiko yang tertidur di dalam mobil langsung di gendong Kenzo untuk ditidurkan di kamarnya. Kailani yang merasa sedikit kelelahan, memilih sejenak duduk di meja makan sembari meneguk segelas air putih. Sejenak mengabaikan Kailandra dan Kalvin yang pastinya masih menunggu di ruang tamu untuk kembali ke rumah sakit mengambil mobil milik Kenzo dan Kailandra yang masih berada di sana.
__ADS_1
"Kai, sebaiknya kamu istirahat saja. Nanti Kasri biar ke sini. Tolong jangan nolak. Biar dia bantu kamu urus Keiko. Aku tidak mungkin bisa datang kemari setiap saat. Apa kamu akan mengandalkan Kalvin atau Kailandra? Tidak bukan?" Kenzo mengajak Kailani bicara sebentar sebelum beranjak pulang.
"Terserah kamu saja, Ken." Kailani tampaknya benar-benar lelah. Perempuan itu sudah tidak ingin berdebat lagi.
"Ya sudah, Aku pulang, ya. Kalau ada apa-apa hubungi aku. Keiko anakku, Kei. Bagaimana pun, Aku tidak ingin dia terlalu dekat dengan laki-laki lain," tegas Kenzo. Seakan ingin mengingatkan Kailani tentang kedekatan Keiko dengan Kalvin. Ditambah lagi sekarang ada Kailandra.
Selepas itu, seperti rencana sebelumnya, Ketiga pria yang sebenarnya tidak mungkin sekali bisa berteman, terlebih lagi antara Kailandra dan Kalvin. Mereka kembali berada dalam satu mobil dengan keadaan yang lebih canggung daripada sebelumnya. Tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka. Sampai masing-masing turun dari mobil Kalvin, hanya ucapan terimakasih yang terdengar dari mulut Kailandra dan juga Kenzo.
Dari sana, ketiga orang tersebut berpisah. Mobil Kailandra tampak yang pertama kali meninggalkan rumah sakit tersebut, diikuti Kenzo dan baru kemudian Kalvin yang malah belakangan karena ke toilet dulu sebelum melanjutkan perjalanan.
Tidak di sengaja, mendekati sebuah taman kota, Kalvin melihat mobil Kenzo berbelok ke arah tersebut dan memarkirkan mobilnya di sana. Mengira Kenzo akan membeli mie ayam yang letaknya di seberang taman, Kalvin pun berniat melakukan hal yang sama.
Ternyata dugaan Kalvin salah, di dalam mobil, Kenzo sedang mengambil sesuatu di sandaran jok mobil yang mempunyai kantung doraemon. Sekilas pandang, orang tidak akan tahu kalau sarung jok kulit tersebut bisa dibuat untuk menyembunyikan uang atau dokumen penting. Designnya memang sengaja dibuat seminim mungkin untuk orang lain tahu fungsi sebenarnya dari kantong tersembunyi itu.
Perlahan, Kenzo membuka isi amplop tersebut. Memberanikan diri untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Kenyataan yang sengaja tidak ingin diketahui karena ketakutannya sendiri.
"Kuatkan hatiku ya Allah, apa pun kenyataannya, Keiko tetaplah anakku," lirih Kenzo sembari perlahan mengeluarkan selembar kertas yang dilipat menjadi tiga bagian dari dalam amplop.
__ADS_1