Bukan Surrogate Mother

Bukan Surrogate Mother
Kenzo semakin posesif


__ADS_3

Kenzo menarik napas panjang. Matanya terpejam seraya mengucap doa dalam hati. Sudah saatnya ia mengetahui hasil DNA yang sebenarnya. Apa yang dilakukan Kenzo sekarang, sekadar ingin memastikan siapa kiranya yang akan menjadi orang pertama yang bisa dijadikan sebagai pendonor sumsum tulang belakang untuk Keiko.


Jika seburuk-buruknya takdir Tuhan mengharuskan gadis sekecil itu harus menderita leukimia, setidaknya langkah terbaik penyembuhan bisa diambil dengan cepat. Jangan sampai gadis kesayangannya itu mengalami kesakitan yang berkepanjangan. Kenzo tidak akan rela melihat Keiko yang ceria tiba-tiba menjadi gadis pesakitan.Darah dagingnya atau bukan, dia sudah terlanjur sayang. Hanya Keiko yang bisa membuat rasa berdosanya pada Kailani seakan berkurang.


Perlahan, pria tersebut membuka kedua matanya. Tatapannya langsung tertuju pada kotak persegi panjang bergaris merah dengan satu tulisan di bagian tengahnya. Kenzo meraup wajahnya dengan kasar, matanya terasa panas. Hingga saat dia berkedip, tidak terasa bulir bening jatuh menimpa pipinya. Dada pria tersebut mendadak sesak. Ada kesedihan dan ketakutan mendalam yang sekaligus dirasakan.


Kalvin yang tadinya sudah berniat untuk turun, menunda keinginannya. Sudah sepuluh menit dia menanti Kenzo turun dari mobilnya, tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda pria tersebut akan keluar dari sana.


Tidak lama dari itu, Kalvin melihat Kenzo melempar sesuatu keluar dari jendela mobil pria itu. Kertas yang diremass hingga membentuk sebuah bulatan tidak beraturan. Sesaat setelah itu, Kenzo menjalankan kembali mobilnya meninggalkan parkir taman yang kebetulan sedang tidak begitu ramai.


Kalvin segera turun dari mobilnya dan dengan langkah lebar menghampiri bongkahan kertas yang di lempar Kenzo tadi. Pria itu lalu tidak langsung membuka dan mencari tahu apa isi dari kertas tersebut. Melainkan dia memutuskan untuk kembali ke dalam mobilnya terlebih dahulu.


"Kenapa, Ken membuang sembarangan kertas ini. Apa isinya?" gumam Kalvin. Bertanya pada dirinya sendiri sambil membuka dengan hati-hati bongkahan kertas yang sudah sangat kusut itu.


Setelah terbuka dengan sempurna, Kalvin pun mencoba memahami apa yang tertulis di sana. Bahkan pria tersebut sampai membaca sebanyak tiga kali untuk memastikan apa yang dipahami dari tulisan pada kertas di genggamannya.

__ADS_1


"Jadi Keiko juga bukan anak Kenzo, jadi Keiko anak siapa? Lalu kenapa Kenzo menunggu terlalu lama untuk membuang hasil DNA ini? Apa Keiko ada hubungannya dengan Kailandra?" Kalvin kembali bertanya pada dirinya sendiri. Kenyataan yang baru saja diketahuinya ini jelas membuat Kalvin semakin penasaran dengan kehidupan Kailani.


Di sisi lain, Kailandra tampak senyum-senyum sendiri menatap pantulan dirinya di depan cermin. Selesai mandi sekali pun, dia segan untuk mengganti bajunya. Wangi strawberry yang menjadi ciri khas Keiko sungguh menempel di atasannya. Wangi itu membuat Kailandra begitu nyaman.


"Kenapa kamu tidak jadi keluar kota, Kai? Dan dari mana saja kamu? Kenapa tadi tiba-tiba menghilang?" cecar Kasih begitu masuk ke kamar putra tunggalnya itu.


"Klien minta reschedule, Ma. Lagi pula kenapa mama harus tau semua jadwal Kai? Karena Kinanti? Jika mama kasihan dan peduli dengan dia, sebaiknya mama urungkan niat mama untuk menjodohkannya dengan Kai. Kecuali jika mama mau dia juga berakhir seperti Karina." Kailandra mendudukkan bokongnya di tepian ranjang. Sejenak ingin santai sebelum melihat keadaan baby twins.


"Apa kamu masih berharap bisa kembali pada Kailani? Jangan mimpi, Kai. Waktu terus berjalan. Keadaan tidak lagi sama. Perasaan di antara kalian pun jelas berubah. Jangan naif, mana ada perempuan yang sudah kamu perlakukan dengan kasar, bisa menerimamu kembali. Kailani punya hati, dia mungkin memaafkanmu, tapi dia tidak akan pernah lupa akan kata-kata menyakitkan yang pernah kita ucapkan," tegas Kasih.


"Menyesali sebuah kesalahan, tanpa memperbaiki keadaan---sama saja bohong, Ma. Kai bukan pengecut. Bukan pula pecundang. Setelah mengetahui kebenaran, tidak seharusnya kita pura-pura semua tidak pernah terjadi. Jika mengucapkan maaf itu sulit, setidaknya ada tindakan yang bisa mewakili kata maaf," sanggah Kailandra.


"Kai sudah lama patah hati, Ma. Tidak ada alasan bagi Kai untuk memaksa Kailani menerima Kailandra. Setidaknya ada satu hal yang ingin Kai pastikan. Jika dugaan Kai benar, sampai kapan pun Kai tidak akan pernah berhenti mengejar maaf Kailani."


"Apa itu, Kai? Apa lagi yang ingin kamu pastikan? Kanaya dan Kanaka jelas anak kalian berdua. Sudahlah! Jangan macam-macam. Jangan sok kuat. Nanti ditolak lagi, hancur hidupmu. Sudah ada anak-anak yang kamu prioritaskan. Sesalah apa pun kita, mama tidak ingin kamu mengejar Kailani." Kasih keluar dari kamar Kailandra dengan langkah kaki sedikit menghentak. Semakin lama berada di dalam sana, hanya akan membuat darahnya semakin mendidih.

__ADS_1


Sementara itu, Kenzo yang sebelumnya ingin langsung pulang. Malah memutuskan kembali ke rumah Kailani. Setelah mengetahui kenyataan yang sesungguhnya, membuat pria tersebut malah semakin takut kehilangan Keiko. Rasa sedih dan kecewa yang dirasakan bukan karena dia merasa sudah melakukan hal yang sia-sia selama ini. Sama sekali bukan. Seperti yang Kenzo janjikan sebelum-sebelumnya---sampai kapan pun, Keiko adalah putrinya.


"Ken, ada yang ketinggalan, ya? Kok balik lagi?" tanya Kailani begitu tahu orang yang baru saja dibukakan pintu adalah Kenzo.


"Aku pengen tidur sama Keiko, Kai. Aku masih kangen."


Kailani mengernyitkan keningnya. Mendengar jawaban Kenzo sungguh membuatnya heran. Sangat aneh dan di luar nalar. Di tambah lagi keinginan Kenzo tidur bersama Keiko jelas sangat mengganggu Kailani. Bagaimana pun mereka pernah menjadi suami istri, Kenzo juga sudah mempunyai istri. Terlalu lama bersama, jelas menciptakan celah munculnya kesalahpahaman dari Keira.


"Aku sudah menghubungi Keira. Kasri juga sudah perjalanan kemari bersama Kenzi. Keira tidak akan salah paham." Seakan memahami apa yang ada di pikiran Kailani, Kenzo langsung menjawab ketakutan Kailani.


"Kai, aku serius mengatakan ini. Mulai sekarang, batasi Keiko dekat-dekat dengan Kailandra. Aku tidak mau Keiko bersikap terlalu manja seperti tadi. Dengan Kalvin pun, sebaiknya kamu tidak melibatkan Keiko dalam hubungan kalian. Kamu mau dekat dengan Kalvin atau Kailandra, itu hakmu."


Lagi-lagi ucapan Kenzo berhasil membuat Kailani menggeleng keheranan. Bukannya dia keberatan dengan pernyataan Kenzo. Namun, perubahan sikap pria di depannya itu terlalu mendadak. Menilik lebih dalam, sebelumnya Kenzo tidak pernah keberatan dengan kedekatan Keiko dengan Kalvin.


"Aku ke kamar Keiko dulu. Kamu istirahatlah. Kasri sudah membawa masakan juga. Kamu nggak usah repot-repot masak," ucap Kenzo. Sesaat sebelum masuk ke kamar sang putri.

__ADS_1


Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda, Kalvin dihadapkan pemandangan yang membuatnya benar-benar ingin meluapkan amarah begitu memasuki apartemen Karina.


"Bodoh, apa yang kamu lakukan?" bentak Kalvin, tidak bisa menahan kemarahannya lebih lama lagi.


__ADS_2