Bukan Surrogate Mother

Bukan Surrogate Mother
Memutuskan untuk jujur pada Kailani


__ADS_3

Kenzo menarik napas panjang. Begitu berat baginya untuk mengatakan yang sejujurnya. Terlebih lagi ini di depan Kailandra. Pria yang jelas-jelas menjadi saingan terberatnya dalam memasuki kehidupan Kailani.


"Waktu terus berjalan, Ken. Pilihan ada di tanganmu. Mau jujur sekarang, atau biarkan aku mencari kebenaran sendiri," tekan Kailandra.


"Keiko memang bukan anak biologis Kenzo.Tes DNA kami dinyatakan tidak cocok," lirih Kenzo dengan susah payah.


Kailandra seketika melebarkan senyuman. Firasatnya selama ini tidaklah salah. Ditambah lagi kemiripan Keiko dengan dirinya waktu kecil nyaris mendekati sempurna. Sungguh sebuah hal yang sangat luar biasa bagi Kailandra. Siapa sangka, setelah bergelut dengan kebencian dan prasangka buruk pada Kailani, kini dia mendapati kenyataan di mana ada tiga buah hati yang sudah di dapatkannya dari perempuan yang tidak pernah beranjak dari dalam hatinya tersebut.


"Belum tentu Keiko juga anakmu, Kai," ucap Kenzo mencoba mengecoh pikiran Kailandra.


"Kailani bukan perempuan gampangan yang bisa bercinta dengan sembarang lelaki, Ken. Kami melakukan pun karena aku yang memulai di situasi yang memang dia sulit untuk menolak. Aku yang pertama, barulah kamu kemudian. Jelas karena saat itu kamu suaminya. Untuk meyakinkan, tes DNA sepertinya memang perlu," sanggah Kailandra.


Kenzo kembali terdiam. Dalam hati dia membenarkan apa yang menjadi ucapan Kailandra. Mencari-cari cara agar kenyataan ini tidak mengubah sedikit pun hubungannya dengan Keiko dan juga Kailani.


"Sebaiknya kita membuat kesepakatan. Kailani tidak harus tau masalah ini. Kalau sampai dia tau, pasti dia akan merasa rendah diri. Sebagai seorang perempuan dan ibu, dia sendiri tidak menyadari siapa ayah kandung Keiko yang sebenarnya," pinta Kenzo.


"Biar itu menjadi urusanku. Kailani berhak tau. Percayalah, aku tidak akan membiarkan dia merasa rendah diri," putus Kailandra.


Kenzo ingin menanggapi pernyataan Kailandra barusan. Namun, niat tersebut diurungkan karena dari kejauhan tampak Kailani dan Keiko berjalan mendekati halaman rumah sambil menenteng belanjaan. Rupanya Kailani membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam tamu-tamunya.

__ADS_1


"Jangan tegang begitu, Ken. Aku sangat bisa dipercaya. Serahkan semua padaku. Kailani berhak tau. Keiko akan tetap menyayangi kamu. Terlepas dari apa pun yang sudah terjadi, jelas kamu memang menyayangi Keiko dengan baik. Aku mengucapkan banyak Terimakasih untuk itu. Meski sempat lahir dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, setelah itu Keiko tumbuh dengan baik juga berkat kamu. Aku tidak akan menghilangkan kebaikanmu." Kailandra berkata dengan suara pelan sambil menepuk pundak Kenzo.


Keiko dan Kailani semakin dekat dengan posisi keduanya berada. Kailandra langsung beranjak berdiri dan menghampiri Keiko yang juga membawa sedikit barang belanjaan.


"Apa princess butuh bantuan?" Kailandra mengulurkan tangannya untuk mengambil alih barang bawaan Keiko.


"Tidak, Oppa. Jangan memanggil Keiko princess," tolak Keiko begitu polosnya.


"Apa kamarnya sudah beres? Kalau tidak selesai hari ini, lebih baik anak-anak baru dibawa kesini besok saja," ucap Kailani.


"Iya, begitu saja. Untuk kamar Keiko, Kalvin masih di dalam untuk menyelesaikannya. Setelah ini, kita perlu bicara, Kai. Bertiga. Aku, kamu dan Kenzo," timpal Kailandra.


"Apa harus malam ini juga, Kai? Apa ini tidak terlalu mendadak?" tanya Kenzo.


"Lebih cepat lebih baik, Ken. Jangan menimbun kebohongan atau kebenaran. Tidak ada buah yang manis yang bisa kita rasakan jika kita melakukannya. Tenang saja, Kailani pasti baik-baik saja. Satu hal yang pasti, tepis impianmu untuk kembali bersama Kailani. Jika kamu menganggapnya perempuan baik-baik dan pantas dihargai, jangan buat dia menyakiti perempuan lain." Kailandra kemudian juga masuk ke dalam rumah bergabung dengan Kalvin yang masih sibuk merangkai rak boneka.


Tepat sebelum adzan maghrib berkumandang, kamar Keiko sudah tampak rapi dan berbeda. Boneka dan pernak-petnik lain sudah disusun dengan rapi dan siap untuk dihuni. Kailandra dan Kalvin yang lumayan mengeluarkan keringat karena kerja keras mereka mewujudkan kamar nyaman untuk Keiko pun memutuskan untuk menumpang mandi. Sementara Kenzo sendiri terus menemani Keiko di dalam kamar lama sang putri.


Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, setelah menunaikan sholat maghrib secara berjamaah, mereka pun makan malam bersama dengan hidangan yang sudah dimasak oleh Kailani. Ketiga pria itu makan dengan lahap, terutama Kailandra. Setelah sekian tahun berlalu, kini dia merasakan kembali masakan Kailani yang menurutnya memang sangatlah enak.

__ADS_1


"Kei, setelah ini belajar dan ngerjain pr nya sama Om Kalvin dulu, ya?" tanya Kenzo pada Keiko setelah mereka menyelesaikan acara makan malam.


"Sama Oppa Kim juga boleh," jawab Keiko sambil tersenyum sumringah pada Kailandra.


Kalvin yang sebelumnya sudah diberi kode oleh Kailandra langsung tanggap pada keadaan. Pria itu pun memberikan sedikit pengertian yang membuat gadis cilik menggemaskan tersebut langsung setuju mengikutinya tanpa banyak pertanyaan lagi. Keduanya, belajar di kamar baru Keiko dalam keadaan pintu yang di buka lebar. Sementara Kailandra, Kailani dan Kenzo berbicara di beranda rumah.


"Ada apa?" Kailani bertanya tanpa basa basi.


Kenzo mulai tidak tenang. Pria tersebut menundukkan wajahnya begitu dalam. Belum-belum, ketakutan akan reaksi Kailani yang akan diterimanya terus menghantui. Tarikan napas Kenzo begitu berat.


"Apa yang akan kamu dengar ini, mungkin akan membuatmu terkejut, tidak nyaman atau bahkan menambah beban pikiranmu. Tapi sebelum itu terjadi, aku dan Kenzo tekankan, kenyataan tidak akan mengubah apa pun. Kita sama-sama orangtua, di mana---yang menjadi prioritas kita saat ini adalah urusan anak. Yang kita hadapi di masa lalu, tidak perlu disesali dan dicari mana yang salah atau benar. Sekarang saatnya kita fokus menata masa depan yang lebih baik."


Sederetan kata-kata yang diucapkan Kailandra dengan lugas dan jelas seketika membuat Kailani bertanya-tanya. Dari cara bicaranya, sudah pasti pembahasan mereka bukanlah tentang hal yang sederhana.


"Kai, sebelumnya aku minta maaf. Ini bukan sengaja. Sungguh aku sendiri juga baru tau akan kenyataan ini," pinta Kenzo. Tatapan dan nada suaranya sama-sama memelas.


"Sebenarnya ada apa? Kalian mau bicara tentang apa?" Kailani semakin dibuat penasaran.


Kenzo dan Kailandra kompak saling bertukar pandang. Sesaat kemudian Kenzo menganggukkan kepalanya. Pertanda dia sudah pasrah dan menyerahkan sepenuhnya semua urusan pada Kailandra.

__ADS_1


"Kai, bukan tanpa sebab dari kemarin-kemarin aku meminta ijin pada kamu untuk melakukan tes DNA pada Keiko. Asal kamu tau, Kai, kami benar-benar mirip saat aku seusia dengannya. Ditambah lagi pertama kali aku melihat Keiko, ada yang berbeda dengan perasaanku. Dan kecurigaan semakin bertambah keti---," Kailandra tidak melanjutkan ucapannya karena Kalvin terlihat keluar dengan raut wajah panik.


__ADS_2