
Happy reading ♥️
"Kamu satu-satunya yang tak bisa aku kehilangan, karena aku tak ada apa-apanya tanpamu... im nothing without you," Jawab Collin tanpa bisa menahan laju air matanya yang terlanjur jatuh.
Celia tatapi lelaki yang berani menjatuhkan air mata hanya karena dirinya. Di dunia ini hanya ada 2 laki-laki yang melakukan itu untuk Celia yaitu Fabian sang daddy dan Collin yang kini sudah menjadi mantan kekasihnya.
2 Lelaki itu menangis bukan karena mereka lemah tapi karena rasa cinta yang mereka rasakan terlalu dalam untuk Celia.
Tapi kenapa Celia tak bisa memiliki keduanya sekaligus ? padahal kedua lelaki itu mencintai dirinya dengan cara yang sangat berbeda. Fabian mencintai Celia sebagai seorang ayah pada putri kesayangannya sedangkan Collin mencintai Celia layaknya seorang lelaki pada wanita. Bukankah Celia sangat beruntung ? Tapi tetap saja ia tak bisa memiliki keduanya, ia harus memilih salah satunya. Padahal beberapa hari lalu ia sudah putuskan untuk lebih memilih Fabian, tapi kedatangan Collin membuatnya gamang.
Beberapa orang yang berada di coffee shop itu memperhatikan Collin dan Celia yang sama-sama sibuk mengeringkan pipi mereka yang basah. Tak hanya Collin, tapi Celia pun menumpahkan air matanya.
Bibirnya bisa berbohong mengatakan bahwa ia dan Collin tak bisa bersatu, tapi hatinya berkata lain. Ketika logikanya berkata untuk "lepaskan..." tapi hatinya memberikan titah untuk "bertahan..."
"Jadi... Benarkah kamu sudah tidak mencintai aku ?" tanya Collin memastikan karena sebelumnya Celia bertanya padanya. "Jika aku mengatakan bahwa aku sudah tidak mencintaimu lagi apakah kamu bisa menerima perpisahan ini ?"
"Apa yang membuatmu tidak mencintai aku lagi ? apa aku menyakiti hatimu ? apa yang salah ? katakan padaku, Sayang... aku akan perbaiki diriku agar pantas untuk kamu cintai lagi," lanjut Collin karena Celia hanya diam membisu.
"Bagaimana aku harus menjawab semua pertanyaan mu Collin, tak ada satupun dari dirimu yang tidak membuatku jatuh cinta tapi keadaan lah yang mengharuskan kita untuk berpisah. " batin Celia dalam hatinya seraya menatap dalam lelaki yang sedari tadi menggenggam terus jemarinya.
"katakan padaku jika kamu benar-benar sudah tak mencintaiku lagi, " desak Collin. "Katakan Sayang...," Collin sungguh ingin mengetahui apa yang sebenarnya Celia rasakan padanya.
"I Can't.... aku tak bisa..." jawab Celia. "Aku tak bisa mengatakan bahwa aku sudah tak mencintaimu lagi...," lanjutnya lagi seraya kembali menumpahkan air bening dari pelupuk matanya.
"Sayang....," Collin kian erat menggenggam jemari Celia di atas meja.
"Bagaimana mungkin aku mengatakan kata-kata itu..." ucap Celia terisak.
"A-aku tak pernah bisa berhenti untuk mencintai kamu. Setiap hari aku berharap aku bisa melupakanmu, tapi apa yang aku lakukan ? Setiap hari aku memandangi langit dan berharap kamu pun melakukan hal yang sama denganku," lagi-lagi Celia berucap dengan terisak. "Aku tersesat dalam kesedihanku, aku sadar tak ada seorang pun yang mencintai aku seperti kamu,"
__ADS_1
"Maka... biarkan aku mencintaimu... dan aku sungguh-sungguh dengan perasaan ini. Sayang... aku tak ingin lagi sembunyi, aku akan berbicara rpada Mommy dan Daddy mu agar mereka memberikan restu pada hubungan kita," potong Collin.
"Tapi... itu tak akan mudah percayalah....," sahut Celia takut-takut.
Collin tatapi wajah cantik Celia dan mengulum senyumnya."Walaupun tak mudah tapi aku tak akan menyerah. Aku akan berjuang demi cinta kita," ucapnya penuh keyakinan.
"La-lalu bagaimana dengan Papa mu ?" tanya Celia.
"Papa sudah tahu tentang hubungan kita, aku sudah mengatakan padanya bahwa aku sangat mencintaimu dan hanya kamu seorang yang aku inginkan dalam hidupku. Walaupun awalnya Papa sulit menerimanya, tapi pada akhirnya ia pun menyerah,"
"Benarkah itu ? benarkah kamu mengatakan padanya bahwa kamu hanya mencintai aku ?" tanya Celia dengan pipinya yang merona. Perempuan mana yang tak bahagia ketika lelakinya mengakui rasa cinta dengan lantang
"Ya... aku sungguh-sungguh telah melakukannya, dan aku pun akan melakukan hal yang sama. Aku akan mengatakan pada Mommy dan Daddy mu bahwa aku sangat mencintaimu dan sungguh-sungguh dengan hubungan ini," jawab Collin tanpa ragu.
"Bagaimana jika Daddy langsung menolak mu ?"
"Sudah ku katakan berulang kali, Sayang. Aku tak akan menyerah," jawab Collin.
Cinta Celia yang beberapa waktu dipaksa mati kini tumbuh kembali dan lebih kuat dari sebelumnya. Keduanya menikmati kopi dengan satu tangan yang saling menggenggam di atas meja seolah begitu berat untuk meninggalkan. Hingga deringan ponsel dari dalam tas Celia mengalihkan perhatian mereka.
Celia merogoh tasnya dan meraih ponsel yang tersimpan di dalamnya. Tertera nama Dareel di layar membuat Celia sadar jika ia berpamitan pada sepupunya itu untuk mengambil barang-barang yang tertinggal di mobil tapi nyatanya Celia malah pergi bersama Collin untuk menyelesaikan masalah mereka.
"Collin, aku harus kembali ke kantor,"
"Baiklah, akan aku antarkan," sahut Collin seraya memanggil pelayan untuk membayar pesanan mereka.
***
"Akan aku jemput nanti sore dan kita segera bertemu dengan mommy dan daddy kamu," ucap Collin sebelum Celia turun dari mobilnya. Saat ini Collin mengantarkan kekasih hatinya itu kembali ke kantor.
__ADS_1
"Tapi daddy sedang ke luar kota, mungkin akan kembali dalam 1 atau 2 hari lagi," jawab Celia.
"Oh baiklah, aku akan bersabar menunggu kepulangannya. Tapi selama menunggu, aku masih boleh menemui kamu kan ?" tanya Collin dan Celia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku harus pergi," pamit Celia seraya membuka pintu mobil Collin yang sudah tak terkunci lagi.
"Celia," ucap Collin sembari menahan lengan Celia untuk pergi hingga perempuan itu menghentikan sejenak niatnya untuk keluar dari mobil dan menolehkan kepalanya pada sang kekasih.
"Aku mencintaimu," ucap Collin sebelum Celia benar-benar meninggalkan dirinya dalam mobil.
Celia lengkungkan senyumnya saat ia mendengar pernyataan cinta Collin. Ia kembali mendekat pada kekasihnya itu dan memberikannya sebuah kecupan di pipi.
Itu hanya sebuah ciuman kilat saja tapi kenapa rasanya merambat ke dalam hati hingga dada Collin bergemuruh hebat saat ini.
Mata Collin meredup sayu. Ia tak dapat menahan diri untuk lebih lama lagi, ia pun menarik Celia untuk lebih mendekat padanya dan dengan perasaan membuncah penuh cinta Collin menyatukan bibir mereka dengan sempurna.
Keduanya memejamkan mata saat bibir mereka bertemu dan saling memagut dengan penuh perasaan. Collin miringkan kepala untuk memperdalam ciumannya dan ia pun menahan tengkuk Celia agar tak menjauh.
Debaran jantung Collin kian menggila, begitu juga Celia.
Tubuh Collin bergetar hebat, dan lagi-lagi Celia pun merasakan hal yang sama. Cinta yang mereka rasakan terlalu besar hingga efeknya begitu tak terduga.
"Sayang aku harus pergi," ucap Celia dengan nafasnya yang terengah-engah.
Walaupun pun enggan tapi Collin harus merelakan. "Baiklah, sayang," sahut Collin pelan.
Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah memperhatikan keduanya dari kejauhan.
to be continued ♥️
__ADS_1
thanks for reading ♥️