
Happy reading ♥️
"Papa bersyukur karena apa yang pernah terlintas dalam pikiran buruk Papa ternyata salah, tapi kenapa harus dia ? kenapa harus Celia ? Tak bisakah kamu cari perempuan lain ? why her, Collin ?" Tanya dokter Jamie tanpa bisa menyembunyikan rasa penolakannya.
Yang paling Collin takutkan akhirnya terjadi juga, dari dulu ia sudah menebak-nebak bagaimana reaksi sang papa tentang perempuan yang dicintainya dan sesuai dugaannya ternyata Papanya itu bereaksi keras seperti sekarang ini.
Collin tak langsung menjawab, sedangkan Papanya menatap tajam. penuh tuntutan. Menunggu Collin untuk menjawab segala pertanyaannya.
"kenapa harus Celia ? why her, Collin ?" dokter Jamie mengulang pertanyaannya.
"because i love her... Ini masalah hati, aku mencintainya begitu saja tanpa ada alasan apapun. Aku mencintai segala yang ada pada dirinya. Seperti Papa yang mencintai Mama, tetap bertahan sendiri walaupun banyak orang yang mengatakan padamu untuk segera mencari pengganti," jawab Collin telak.
Dokter Jamie menghela nafasnya dalam saat mendengar jawaban yang Collin berika. Cukup paham apa yang sedang dirasakan oleh anak semata wayangnya itu. Bila bicara tentang hati dan cinta maka ia pun menyerah.
"Hati tak bisa kita atur untuk mencintai seseorang, dia memilih sendiri siapa yang ingin dicintainya. Dan hatiku memilih Celia, tak ingin yang lainnya. Ku harap Papa dapat mengerti juga menerimanya," lagi-lagi Collin mengatakan itu dengan menatap tajam sang Papa, memperlihatkan kesungguhannya.
Dokter Jamie kembali menyandarkan tubuhnya di kursi, apa yang Collin minta cukup sulit untuk ia turuti. Collin tidak tahu jika hubungannya dengan Fabian tidak baik. Walaupun bisa dikatakan sebagai sepupu jauh, nyatanya ia dan Fabian sudah bertahun-tahun tak saling bicara walaupun mereka pernah bertemu dalam suatu acara keluarga bersama. Ia hanya akan berbicara akrab dengan sang kakak yaitu Sakti. Itu semua bermula saat dirinya secara terang-terangan
mengatakan jatuh cinta pada wanita yang merupakan mantan istri sepupunya itu.
Seperti halnya Collin, dokter Jamie pun tak bisa mengatur hatinya untuk jatuh cinta pada seseorang. Saat itu hatinya memilih Renata untuk dicintai. Bahkan mereka pernah berciuman ketika Renata mendatangi apartmentnya padahal waktu itu Renata masih berstatuskan istri sah Fabian.
Dokter Jamie merasa bersalah tentu saja, tapi di balik rasa salah itu sang hati semakin lancang mencintai hingga ia tak kuasa lagi dan mendatangi Fabian untuk mengatakan apa yang dirasakannya namun ternyata sepupunya itu masih sangat mencintai mantan istrinya dan begitu pun Renata yang masih memiliki rasa cinta pada Fabian hingga tak perlu bertahun-tahun lamanya untuk berpisah, mereka memutuskan untuk kembali bersama. Itulah terakhir kali dokter Jamie jatuh cinta pada seorang wanita setelah kematian istrinya. Tidak heran jika hingga saat ini dokter yang masih terlihat tampan di usia 50an itu masih sendiri.
"Papa mengerti apa yang kamu rasakan tapi Papa takut kamu akan sakit hati dan kecewa, karena sepertinya jalan mu tak akan mudah untuk mendapatkan restu dari orang tua Celia," ucap dokter Jamie.
Collin sadar akan itu semua, setelah ia memutuskan untuk mencintai Celia maka ia siap menerima segala konsekwensinya. "Mungkin begitulah cinta sejati, harus kita perjuangkan," sahut Collin dengan senyuman di wajahnya.
"Apa kamu bahagia dengan mencintai Celia ?" tanya sang Papa.
"Sangat, aku sangat bahagia," jawab Collin tanpa harus berpikir lama karena itulah yang ka rasakan 2 tahun terakhir ini.
Dokter Jamie melengkungkan senyumnya, ia senang mendengar jika putra kesayangannya itu merasa bahagia.
__ADS_1
"Jadi... apakah Papa bisa menerima kenyataan ini ? kenyataan bahwa aku mencintai Celia dan hanya menginginkan dia seorang saja," tanya Collin seraya menatap dalam sang Papa.
Untuk kesekian kalinya dokter Jamie menarik nafas dalam, sungguh ini suatu keputusan yang sangat sulit untuk ia ambil namun baginya kebahagiaan Collin adalah segalanya. "Tentu, Nak. Selama kamu merasa bahagia, maka Papa akan mendukungmu.," jawabnya seraya memaksakan senyumnya. Tapi dalam hati yang paling dalam dokter Jamie masih merasakan gamang.
***
Sudah berlalu 7 hari dan Fabian masih saja mendiamkan anak gadisnya itu membuat Celia merasakan resah hati. Sebelumnya sang Daddy tak pernah berlaku seperti ini, jika ia marah hanya berlangsung satu atau dua hari saja tapi kali ini lebih dari itu. Celia sadar jika Fabian Benar-benar merasa kecewa padanya.
Celia bagai berada di jalan persimpangan yang harus ia pilih, dimana tujuannya adalah 2 lelaki yang sangat dicintainya. Daddy nya, Fabian atau sang kekasih Collin dan ia tak bisa memilih salah satunya karena bagi Celia kedua lelaki itu sangat berarti baginya.
Tak sanggup melepaskan Collin dan tak ingin kehilangan rasa percaya dari Daddy nya membuat Celia begitu tertekan dan ia pun memilih untuk segera menyelesaikannya.
Sore itu Celia pulang lebih awal dari biasanya ia akan menemui dan berbicara terlebih dahulu dengan Renata sang Mommy.
"Mom, bisakah kita bicara ?" tanya Celia begitu ia sampai di rumah ia langsung memasuki kamar mommy dan daddy nya. Renata pun menyambut baik keinginan anaknya itu. Ia tak pernah menekan Celia untuk bercerita tapi menunggu anak gadisnya itu siap untuk mengatakan semuanya tanpa tekanan. Renata membawa Celia untuk sama-sama duduk di atas ranjang.
"Mommy, aku sedang jatuh cinta pada lelaki yang baik hati dan aku rasa mommy pun mengenalnya," ucapnya memulai pembicaraan.
"Bagaimana kamu tahu jika dia baik hati, Celia ?" tanya Fabian tiba-tiba. Ternyata Daddy nya pun pulang lebih awal hari ini dan langsung memasuki kamarnya ketika ia datang.
"Bukankah dia lelaki acak yang kamu temui di internet ? tahukah kamu banyak sekali lelaki brengseek di dunia ini ? apalagi lelaki tak jelas seperti itu. Daddy kecewa bagaimana bisa kamu menyembunyikan semua ini dari kami ?" tanya Fabian beruntun. Dirinya masih diselimuti rasa emosi.
Renata berdiri dan mendekati Fabian untuk menenangkannya. "Beri kesempatan Celia untuk berbicara, Sayang" ucap Renata seraya menyentuhkan telapak tangannya di dada sang suami.
"Sekuat tenaga aku melindunginya ! dan dengan mudahnya ia membahayakan dirinya sendiri di belakang aku dengan menyerahkan diri pada sembarang lelaki !" ucap Fabian sembari menunjuk Celia dengan tangannya.
"Aku tak melemparkan diriku pada lelaki itu, Daddy ! aku bahkan belum pernah bertemu dengannya tapi percayalah dia seseorang yang baik," bela Celia.
"Bagaimana mungkin kamu tahu dia baik ?" tanya Fabian.
"Dua tahun mengenalnya dia tak pernah meminta aku untuk melakukan hal yang tak senonoh," jawab Celia.
"Dua tahun ?" tanya Fabian makin naik pitam sedangkan Renata menutup mulutnya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Jika dia laki-laki baik dia akan datang padaku dan meminta izin bukannya mendekati kamu diam-diam. Apa itu lelaki baik ?" tanya Fabian.
"Katakan Celia apa itu menandakan ia lelaki baik ?" tanya Fabian lagi dengan suara meninggi
Mendengar keributan dari kamar kedua orangtuanya membuat Aksa pun datang menghampiri. Ia terkejut mendapati sang kakak dan Daddy nya tengah beradu mulut.
"Karena itulah aku tak mau mengenalkannya pada Daddy ! karena bagimu semua laki-laki buruk dan jahat. Mungkin sebenarnya laki-laki jahat itu adalah Daddy sendiri, hingga daddy tak mau aku menemukan laki-laki sepertimu !" sahut Celia dengan bercucuran air mata.
"Celia...,"Renata beralih memeluk tubuh Celia dan berusaha menenangkan anak gadisnya itu. "sudahlah sayang," sebaiknya kamu kembali ke kamarmu dan biarkan mommy bicara dengan Daddy mu dulu," lanjut Renata.
Fabian terdiam terpaku mendengar ucapan anak gadisnya itu, merasa tertampar karenanya. Di sisi lain Aksa pun menatapnya penuh tanda tanya.
Dengan tubuhnya yang gemetar Celia menuruti apa yang mommy nya sarankan. Ia akan pergi ke dalam kamarnya dan menenangkan diri tapi suara berat Fabian menghentikan itu semua.
"Aku adalah contoh lelaki jahat itu," ucap Fabian terdengar dingin.
"Aku pernah menyakiti seorang wanita hingga ia nyaris gila dan berkali-kali ingin mati karena apa yang daddy lakukan padanya. Tak berhenti di sana, pada akhirnya ia pun meninggal dunia secara tragis dalam kecelakaan mobil karena Daddy." lanjutnya lagi dan itu mampu menghentikan langkah Celia.
"Tak hanya dia yang daddy sakiti, tapi aku pun menyakiti mommy mu hingga kami bercerai dan kamu tahu tentang itu, Celia. Kamu tahu dan mengalami perceraian kami, kamu juga tahu bagaimana mommy sering menangis karena Daddy," Jelas Fabian membuka masa lalunya.
"Daddy juga hampir gila ketika dokter sialaan itu berusaha merebut mommy mu dari sisiku, tentunya kamu pun ingat Celia." seketika Celia menelan ludahnya paksa. Ia tahu dokter sialaan yang Fabian maksudkan adalah ayah sang kekasih.
"Lelaki brengseek seperti daddy telah membuat banyak orang menderita dan daddy tak ingin kalian berdua merasakannya. Oleh karena itu mati-matian daddy lindungi kalian terutama kamu, Celia,"
"Bi.. Sudahlah....," ucap Renata berusaha menghentikan ucapan Fabian karena kedua anak mereka terlihat begitu syok saat ini
" Dan sumpah demi apapun Daddy sangat takut kalian lah yang mendapatkan balasan dari hal buruk yang pernah daddy lakukan," ucap Fabian frustasi.
To be continued ♥️
Thanks for reading ♥️
jangan lupa like dan komen yaa..
__ADS_1
terimakasih ♥️