
Selamat Membaca ♥️
"Dan sumpah demi apapun Daddy sangat takut kalian lah yang mendapatkan balasan dari hal buruk yang pernah daddy lakukan," ucap Fabian frustasi.
Fabian dudukkan tubuhnya di atas sofa kecil yang ada di kamar itu. Pundaknya naik turun dengan kepala tertunduk menandakan ia tengah menangis hebat. Tubuhnya gemetar dan semua yang ada di kamar itu bisa melihat bagaimana dirinya menderita.
Dengan mata buram karena air mata Celia tatapi daddy nya itu, pikirannya melayang pada apa yang pernah dialaminya ketika ia masih kecil. Apa yang daddy nya ucapkan tadi benar adanya. Meskipun samar-samar tapi Celia ingat bagaimana kedua orangtuanya berpisah.
Waktu itu dirinya tak tahu alasan perpisahan keduanya yang Celia tahu adalah mommy nya sering bersedih. Tak satu atau dua kali Celia terbangun di tengah malam dan dan mendapati Renata sang Mommy menangis terisak-isak dengan mata memerah dan wajah yang sembab
Hingga ketika Mommy nya itu memutuskan untuk berpisah, tanpa banyak pertentangan Celia langsung menyetujuinya. Bukannya ia tak sedih kedua orangtuanya berpisah, tapi ia tahu mommy nya sangat menderita.
Tak hanya sang Mommy, tapi ternyata Fabian pun merasakan hal yang sama dan kini Celia tahu alasan di balik kejadian pahit itu semua. Pantas saja Fabian sangat protektif padanya, karena ia sendiri yang mengalaminya. Celia sangat mencintai daddy nya itu karena Fabian tak pernah meninggalkannya. Walaupun dulu pernah hidup terpisah tapi Daddy nya itu selalu membawanya ke apartemen untuk menghabiskan waktu bersama, dan apapun akan ia lakukan hanya demi Celia merasa bahagia. Ya, Celia sadar, meskipun Fabian pernah melakukan kesalahan fatal tapi rasa cintanya pada Celia sama sekali tak berkurang.
Tak hanya itu saja, kenangan tentang dokter Jamie pun melintas dalam kepalanya, Celia ingat bahwa ayah sang kekasihnya itu pernah hadir dalam kehidupan mereka. Kini ia sadar kesempatannya untuk bersatu dengan Collin tak akan pernah terwujud.
Celia pejamkan matanya, sembari mengepalkan tangan. Wajah tampan sang kekasih terpatri jelas dalam ingatannya. Sekilas, kenangan-kenangan manisnya bersama sang kekasih hati melintas dalam kepalanya. Walau sakit tapi pada akhirnya Celia harus mengambil keputusan. "aku sangat mencintaimu, tapi ku mohon maafkan aku... Selamat tinggal, Collin...," batinnya dalam hati.
Dengan punggung tangan Celia usap pipinya yang basah dan mengumpulkan keberanian untuk membuka mulutnya. "A-aku...," ucapnya terbata. "a-aku akan sudahi hubunganku dengannya. Daddy tak usah khawatir," ucap Celia seraya menahan rasa perih dalam hatinya.
Fabian terdiam, ia tak langsung mengangkat wajahnya menatap sang anak. Ia hanya duduk dengan kepala tertunduk lesu. "Maaf, telah membuat daddy khawatir," lanjut Celia. Dapat Fabian dengar bagaimana suara Celia bergetar ketika mengatakan semuanya.
__ADS_1
Bukannya tak ingin Celia bahagia, hanya saja Fabian ingin putri kesayangannya itu mempunyai pendamping hidup seorang pria baik yang ia ketahui asal-usulnya. Tadi Celia mengatakan jika ia tak pernah bertemu bukan ? mungkin dengan begitu anak gadisnya itu akan cepat melupakannya dan segera menemukan penggantinya seseorang yang lebih baik lagi.
"Maafkan Daddy, Celia... Pahamilah bahwa daddy ini sangat menyayangi kamu dan ingin yang terbaik untukmu. Daddy tak ingin kalian, terutama kamu Celia, mengalami penderitaan karena seorang laki-laki," sahut Fabian seraya mengangkat wajahnya dan menatap dalam putri kesayangannya itu.
Celia hanya bisa tersenyum getir sembari menahan segala luka di hati. Ia akan paksa mati cintanya yang sedang bermekara. Celia langkahkan kakinya yang terasa begitu berat untuk menghampiri Fabian dan duduk bersimpuh di bawah kaki daddy nya. "Aku mengerti, Daddy jangan khawatir. Aku akan segera mengakhiri ini semua. Terimakasih karena sudah melindungi dan memperdulikan aku seperti ini," ucap Celia seraya menggenggam tangan Fabian dan juga memaksakan senyum di bibir tipisnya.
Fabian meraup wajah Celia dengan kedua tangan, ia tatapi putri kesayangannya itu dalam-dalam. "Walaupun usiamu telah dewasa tapi bagi kami, kamu masih seorang putri kecil yang harus selalu dilindungi. Kami sangat mencintaimu Princess dan akan selalu begitu," ucapnya perlahan hingga Celia dapat mendengarnya dengan jelas.
Celia lengkungkan senyum, dadanya menghangat ketika Fabian memanggilnya dengan sebutan kesayangannya lagi yaitu princess.
Sedangkan Renata dan Aksa hanya melihat keduanya dengan haru dan bernafas lega karena hubungan Celia dan Daddy nya kini membaik. Renata pun tersenyum melihatnya.
Namun senyum Renata surut ketika ia ingat akan sesuatu. "Mommy, aku sedang jatuh cinta pada lelaki yang baik hati dan aku rasa mommy pun mengenalnya," Renata pun menelan ludahnya paksa sembari menebak-nebak siapakah yang Celia maksud. Ia yakin masih ada yang Celia sembunyikan karena Renata tahu bahwa Celia tak akan berhubungan dengan lelaki sembarangan. Ia harus bicara pada putrinya itu tapi tidak sekarang.
Malam ini semua berkumpul di meja makan dan menikmati hidangan makan malam bersama. Suasana yang sempat menegang selama satu Minggu terakhir, kini berangsur mencair. Fabian dan Celia mulai saling berbicara satu sama lain walaupun masih belum normal seperti dahulu.
"Aku naik duluan ya Mom, Dad, Aksa," pamit Celia. Ia beralasan ingin cepat tidur karena esok ada sesuatu yang harus dikerjakan dengan sepupunya mengenai masalah kantor.
Celia dudukan tubuhnya di atas ranjang dan meriah MacBook yang disimpannya di atas nakas. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia begitu merasa takut untuk membuka dan menyalakan benda pipih itu. Jemarinya gemetar ketika melakukannya.
Collin adalah kisah cinta terhebat yang pernah Celia alami. Baru kali ini Celia mencintai dan dicintai lelaki dengan begitu dalamnya. Walaupun tak pernah bertemu tapi Celia yakin debaran jantungnya hanya untuk Collin seorang dan begitu juga sebaliknya.
__ADS_1
Kilatan cinta lelaki itu langsung menyambar bagai petir ke dalam hatinya dan menetap di sana. Sudah terbayang dalam kepala Celia juga Collin bagaimana mereka akan melakukan dansa dengan irama yang lambat dari lagu cinta favorit keduanya di bawah lampu sorot dalam pesta pernikahan mereka nanti tapi sepertinya kesempatan itu tak akan pernah terjadi.
"Ya Tuhan...," gumam Celia seraya menghapus air matanya yang kembali terjatuh membasahi pipi.
"Sayang... aku tahu ini akan sangat menyakitkan, tapi aku tak pernah menyesal karena pernah mencintai kamu dan berharap kamu akan mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari aku," batin Celia dalam hati.
Dengan dada berdebar hebat Celia masuk ke dalam akun Instagram-nya dan hal pertama yang ia lihat adalah kotak masuk pesan yang bertanda merah dengan angka, menunjukkan seseorang telah mengiriminya pesan.
Lagi-lagi menelan ludahnya paksa sebelum ia meng-klik tanda itu. C.ADillan nama yang tertera paling atas Itu adalah nama kekasihnya. Ratusan chat yang dikirimkan Collin selama satu Minggu ini dan belum ia baca.
"Sayanghh...," gumam Celia sembari kembali menumpahkan air matanya. Ia hanya membaca sekilas pesan-pesan yang dikirimkan Collin padanya karena hati Celia tak sanggup untuk membaca setiap kata rindu juga khawatir yang lelaki itu tuliskan di sana.
"Dear Collin... Tak pernah ada kata menyesal untuk mencintaimu. Namun maaf, jika aku tak bisa melanjutkan hubungan yang telah kita jalin selama ini dengan alasan yang tak bisa ku ungkapkan. Maafkan aku yang memilih jalan ini dan aku tak akan pernah melupakanmu karena kamu pernah menjadi orang yang mengisi hari-hari indahku. Kamu adalah seseorang yang sangat berharga dalam hidupku, bersamamu membuatku merasa bahagia. Rasa sayang yang aku miliki tak pernah pudar meski sekarang kita sudah tak bersama lagi dan do'aku untukmu semoga kamu bahagia dan segera menemukan seseorang yang mencintaimu lebih baik dari aku." Celia menuliskan kata-kata itu dengan jemari gemetar dan air mata bercucuran.
to be continued ♥️
thanks for reading
jangan lupa like dan komen yaaa..
oh iyaaa aku mau ngadain GIVEAWAY lagi di Instagram khusus novel Celia. Ada 10 hadiah bagi 10 orang yang beruntung.
__ADS_1
Caranya gimana ? follow Instagram meegorjes yaaa
acaranya besok loh !! don't miss it !