Celia

Celia
Patah Hati


__ADS_3

Selamat Membaca ♥️


Celia. membaca pesan yang ditulisnya berulang-ulang, ia masih tak punya nyali untuk menekan tanda 'kirim' padahal dirinya telah membuat keputusan tapi kenapa rasanya berat sekali untuk melakukannya.


Celia memilih Fabian sang daddy bukan berarti ia tak mencintai Collin, hanya saja tak mungkin dirinya mengkhianati 'cinta pertama' dalam hidupnya dan Celia tahu bagaimana Fabian sebagai seorang ayah sangat mencintai dirinya dan Fabian akan lakukan apapun untuk membuatnya bahagia. Celia pun begitu, ia akan lakukan apapun untuk membuat Daddy nya itu bahagia. Sedangkan dengan Collin anggaplah ini sebagai putus cinta biasa, meskipun rasanya sangat sakit sekali.


Sekali lagi Celia baca kata-kata perpisahan yang ditulisnya. Menarik nafas dalam sebelum ia benar-benar mengirimnya pada Collin. "A-aku cinta kamu, sungguh....," lirihnya pelan dan dengan tangan gemetar Celia menekan tombol berbentuk seperti layang-layang itu. Tak butuh waktu lama, hanya beberapa detik saja pesan yang berisikan tentang berakhirnya hubungan mereka terkirim sudah. Lagi-lagi Celia tumpahkan air matanya.


Cepat-cepat Celia keluar dari aplikasi Instagram miliknya, lalu ia mematikan daya MacBook secepat yang ia bisa dan membiarkan layarnya yang gelap tetap terbuka. Seketika hatinya terasa kosong dan jiwanya pun hampa. Tak ada lagi seseorang yang akan mengisi hari-harinya dengan cerita, gelak tawa dan kata-kata cinta di setiap akhir pesan yang ditulisnya.


Tak ingin beranjak dari tempat tidurnya, Celia meringkuk bagai janin. menatapi layar MacBook yang kini terlihat gelap tanpa berganti baju. Sungguh ia tak punya tenaga untuk melakukan apapun lagi, bahkan untuk membersihkan dirinya sendiri pun saat ini Celia merasa tak sanggup.


Patah hati membuatnya begitu lemah. "Time will heal, waktu akan menyembuhkan kamu dan segera kita akan menemukan cinta yang baru," batin Celia dalam hati. Ia tersenyum getir dan berusaha menguatkan dirinya sendiri. "atau mungkin tidak... karena tidak mudah menemukan lelaki yang mencintaimu seperti dia" masih Celia berkata dalam hatinya, ia bayangkan bagaimana hubungannya yang dulu bersama Collin. Lelaki itu selalu memberikan perhatiannya meskipun ia sangat sibuk. Selalu mau mendengarkan segala ceritnya, Setiap Celia ulang tahun, Collin akan membeli kue dan menyalakan lilin, lalu keduanya akan meniup lilin tersebut bersamaan meskipun hanya lewat layar MacBook. Tak hanya itu, Collin pun mengirimnya hadiah melalui jasa pengiriman dan sudah 2 tahun ini Celia menyembunyikannya.


Tak ada niat bagi Celia untuk membuang semua pemberian Collin. Ia akan simpan itu semua sebagai kenangan indah. Ia pejamkan matanya berusaha untuk tidur walaupun cairan bening terus saja turun membasahi pipi padahal Celia tak menginginkannya.


***


"Dokter Collin, ada seseorang yang mengalami kecelakaan lalulintas hingga tak sadarkan diri di ruang IGD. Hidung dan telinganya mengeluarkan darah," ucap seorang perawat berseragam biru langit itu dan ia terlihat begitu panik.


Collin segera bangkit dari tempat duduknya, ia baru saja akan melangkah pergi ketika ponselnya yang ia simpan di saku celana berbunyi juga bergetar di waktu bersamaan. Collin melajukan langkahnya dengan tergesa sembari melihat layar dan tertera nama Celia disana. "Sayang," bibir Collin bergerak lemah membaca nama seseorang yang dicintainya itu. Ia menekan tanda pesan yang Celia kirimkan dan cukup terkejut mendapatkan isi pesan yang panjang. Secepat kilat ia membaca pesan itu dan memahami isinya.

__ADS_1


Tiba-tiba Collin merasa langit runtuh menimpanya, dunianya hancur seketika. Jemarinya gemetar dan matanya memburam karena cairan bening yang mendadak menggenang di pelupuk mata. Wajahnya terasa panas menahan cairan bening itu agar tak terjatuh.


"Dokter Collin, dokter Collin !" seru perawat itu tak sabaran karena Collin hanya terdiam terpaku di tempatnya berdiri sekarang ini.


Collin menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana. Ia kembali melanjutkan langkahnya. Sang suster membantu Collin memasangkan sarung tangan di kedua tangannya setelah itu selesai Collin pun segera mendekati pasien yang terkapar lemah tak berdaya di atas ranjang.


Lagi-lagi Collin berdiri di depan pasien itu dengan menatap kosong pada layar yang menunjukkan denyut jantung dan tekanan darah si pasien tanpa melakukan apa-apa. Tiba-tiba ia lupa dengan apa yang harus dilakukannya, pikirannya kosong dan jiwanya terasa hampa.


"Dokter Collin !! dokter !!" perawat itu kembali berseru tapi Collin masih terdiam membeku tak melakukan apapun selain menatap kosong ke depan.


Perawat berbaju biru itu kembali panik dan berlari keluar meminta pertolongan, beruntung baginya karena dokter Jamie baru saja memasuki lobby utama rumah sakit. Jamie pun berlari cepat guna memeriksa keadaan pasien di rumah sakit yang suster tadi ceritakan dan terkejut luar biasa mendapatkan Collin sang anak yang tengah berdiri terpaku tanpa melakukan apa-apa.


Cepat-cepat dokter Jamie mengenakan sarung tangannya dan menggeser tubuh Collin dengan paksa "Minggir !! sebenarnya apa yang kamu lakukan ??" hardiknya kasar hingga tubuh Collin berpindah tempat dengan paksa dan ia hampir terjatuh karenanya.


Collin mengerjapkan matanya berulang kali, berusaha menyadarkan dirinya sendiri. Ia pun segera melesat secepat kilat keluar dari ruangan IGD itu tanpa berkata apapun pada sang ayah seolah dokter Jamie tak ada disana.


Dokter Jamie memperhatikan anaknya itu tentu saja, tapi ia tak dapat mengejarnya dan menanyakan apa yang terjadi. Ada hal yang lebih penting yang harus ia lakukan yaitu mencoba menyelamatkan nyawa seseorang. Yang bisa ia lakukan hanya membiarkan Collin pergi. "Ada apa denganmu, Collin ?" tanya dokter Jamie dalam hati.


***


4 jam berlalu sejak kejadian di ruang IGD itu, sang pasien telah dioperasi dan dokter Jamie yang menyelamatkannya. Beruntung pasien itu selamat karena bila tidak, nama sang anak akan terseret bersama kematiannya.

__ADS_1


Saat ini dokter Jamie duduk di ruangannya sendiri yang terlihat cukup mewah. Ia adalah dokter senior yang disegani karena segudang prestasi yang dimilikinya. Ia menanti dan tunggu seseorang yang tadi melarikan diri darinya. Siapa lagi jika bukan Collin sang anak.


Dokter Jamie sandarkan tubuhnya di kursi dengan kedua tangan menopang dagunya, berpikir apa yang terjadi dengan putra semata wayangnya karena sebelumnya Collin tak pernah melakukan hal seperti itu.


"masuk !!" sahut dokter Jamie ketika pintu ruang kerjanya di ketuk dan muncullah Collin dari balik pintu dengan wajahnya yang terlihat kacau.


Collin berdiri tegak di hadapan sang ayah, ia bahkan tak ingin duduk di kursi yang telah disediakan. "Ada apa denganmu, hah ? kamu hampir saja membuat nyawa pasien melayang karena sikapmu yang tak bertanggung jawab ! papa sampai harus meyakinkan suster Sarah agar dirinya tak mengadukan mu ke pihak rumah sakit. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu ?" tanya dokter Jamie beruntun dengan intonasi suara yang penuh emosi, raut wajahnya sangat tak bersahabat saat ini.


"maaf," hanya satu kata yang Collin keluarkan dari mulutnya.


"Maaf ? kamu pikir pekerjaan ini hanya main-main, Huh ? apa kamu lupa dengan sumpah dokter mu ? kita bersangkutan dengan nyawa seseorang. kenapa kamu ini huh ?" Dokter Jamie masih tak bisa mengendalikan emosinya karena merasa kesal pada anaknya itu.


"Aku sudah katakan bahwa aku meminta maaf," ulang Collin masih dengan ekspresi wajah yang sama dan itu membuat dokter Jamie terheran.


"Cepat kemasi barangmu dan pulanglah ke rumah Papa. Ingat !! bukan ke apartemenmu tapi ke rumahku. Akan aku minta adik ibumu untuk mengawasi kamu hari ini. Pikirkan apa yang yang telah kamu lakukan tadi ! renungkan baik-baik sikapmu yang sangat tidak profesional itu !" titah dokter Jamie tak terbantahkan.


"a-aku sudah mengajukan cuti untuk satu Minggu ke depan, malam ini aku akan terbang ke Indonesia dan Papa tidak dapat menahan kepergian aku" jawab Collin seraya keluar dari ruangan Papanya itu tanpa memberikan kesempatan dokter Jamie untuk berbicara lagi.


to be continued ♥️


thanks for reading ♥️

__ADS_1


btw... giveaway nya aku tunda sampai novel ini lulus kontrak. doakan lancar yaa...


__ADS_2