
Hanum berlari cepat pulang menuju rumah, dan membiarkan pria itu tertinggal jauh di belakang. Ia tidak peduli apakah Alex marah karena perkataannya dan mengejar ingin menghantamnya, atau malah pingsan karena syok mendengar ancaman Hanum.
Dengan nafas tersengal-sengal, Hanum masuk ke dalam rumah dan langsung terus menuju dapur.
Mulut ini yaaa, ga ada remnya. Bikin malu aja! Anak dari mana?! anak kucing kali yang dilahirkan. Alex mau ngelirik aja ga sudi, apalagi mau nyentuh aku. Hanum terus merutuki dirinya sendiri.
Berulang kali ia menuangkan air dingin ke dalam gelas, lalu dengan cepat meneguknya untuk meredakan panas di kepala dan hatinya.
"Mba Hanum, dah selesai senamnya? Mbok Jum masuk ke dalam dapur, diiringi seorang wanita yang berjalan di belakangnya.
"Sudah, Mbok," sahutnya. Matanya memandang tanya siapa wanita yang di balakang Mbok Jum.
"Ini namanya Tini, kerja di sini juga. Baru kembali lagi dari kampung habis nikah minggu lalu. Kamarnya yang ada di belakang," jelas Mbok Jum.
"Ini istrinya Den Alex, namanya Mba Hanum." Mbok Jum saling memperkenalkan Hanum dengan Tini.
"Tini ini sekarang ga tinggal di sini lagi, dia ikut suami. Pagi dateng, sore sudah pulang. Jadi Mba Hanum ga usah capek-capek lagi bantuin Mbok," lanjut Mbok Jum.
"Terus aku ngapain, Mbok. Gabut dong, nanti di sindir lagi jadi istri ga ada gunanya, cuman jadi beban keluarga," keluh Hanum sedih.
"Mba Hanum itu selalu aneh-aneh kalo mikir. Sudah, barang-barangnya Mba Hanum pindahin ke kamarnya Tini. Tadi Mbok sama Tini sudah bersihkan kamarnya, Mba Hanum tinggal masuk aja."
Hanum dibantu Tini memindahkan barang-barangnya yang tidak seberapa banyak. Kamar Tini di belakang tidak sebesar milik Mbok Jum, tapi tak apalah setidaknya ia tidak mengganggu Mbok Jum dengan isak tangisnya tiap malam.
...❤...
Setelah kejadian hari minggu pagi, Hanum mengikuti perintah Alex. Tidak menampakan diri di hadapan Alex saat suaminya itu ada di rumah.
Hanum akan keluar dari dapur atau kamarnya yang terletak di sudut rumah paling ujung, saat Alex sudah berangkat ke kantor dan akan masuk bersembunyi kembali, saat Alex sudah kembali pulang ke rumah.
Ia tetap menjalani hari-harinya seperti biasa, mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebisanya tanpa harus di minta. Memasak khusus bekal makan siang untuk Alex, dan diantar menggunakan ojek online. Namun tanpa Alex tahu siapa yang membuatkan.
Hanum juga rutin mengikuti saran dari Mbok Jum untuk mandi menggunakan campuran air rebusan daun sirih. Ia juga semakin mahir mengolah jamu kunyit asem dan secara rutin ia konsumsi.
Tiap pagi saat penghuni rumah belum terbangun, Hanum menyempatkan lari pagi keliling komplek perumahan, dan kembali ke rumah saat waktunya mengolah sarapan.
Walaupun Hanum masih tinggal di rumah yang sama, Alex dan keluarganya hampir tidak menyadari keberadaannya. Ia bagaikan hantu yang menyelinap datang dan pergi.
Sampai suatu hari saat Hanum kembali pulang dari olah raga lari paginya yang rutin, ia bertemu dengan Bu Devi, Mama Alex di dapur.
"Kamu dari mana??" tanya Mama Alex. Ia terkejut saat Hanum tiba-tiba muncul di dapur.
__ADS_1
"Eh, maaf saya kira ga ada orang di dapur." Hanum mundur selangkah. Ia yang tadinya ingin mengambil minum dari dalam lemari pendingin, urung karena ada ibu mertuanya duduk di kursi meja makan.
"Kamu mau kemana? sini dulu. saya tadi tanya, kamu dari mana pagi-pagi gini?" tanya Mama Alex. Matanya menelisik tubuh Hanum dari atas kepala hingga ke kaki.
Hampir satu bulan jarang terlihat, ada yang berbeda dari penampilan Hanum. Mama Alex kembali meneliti perubahan bentuk tubuh Hanum. Badan Hanum yang semula tinggi besar, sekarang terlihat lebih ramping namun padat. Wajahnya pun terlihat bersinar dan segar, apalagi setelah berolahraga rona wajah Hanum semakin terlihat.
"Saya habis lari pagi," jawab Hanum pelan.
"Tiap pagi??" Mama Alex sedikit terkejut. Hanum hanya mengangguk pelan.
"Ya, yaa ... kamu ... kelihatan ... beda," ucap Mama Alex sambil menganggukan kepala. Kedua matanya masih menilai penampilan Hanum.
"Saya permisi dulu, Bu," ucap Hanum saat Mama Alex tidak melanjutkan kalimatnya.
"Ow, ya, ya ... silahkan," sahut Mama Alex terbata. Ia masih belum percaya jika Hanum yang berdiri di hadapannya tadi, adalah Hanum yang dulu datang ke rumah dan menikah dengan putranya.
...❤...
"Tin, Hanum di mana?" tanya Mama Alex pada Tini yang mengantar hidangan di meja makan untuk keluarga Alex.
"Di dapur, Bu," jawab Tini sopan. Semua mata memandang Mama Alex, saat Nyonya rumah itu menanyakan keberadaan wanita 'tak kasat mata' yang tinggal bersama mereka.
"Baik, Bu," sahut Tini lalu langsung berjalan menuju dapur.
Tidak berapa lama Tini kembali lagi ke ruang makan, "Maaf, Bu, Mba Hanum katanya sudah makan. Sekarang ada di kamarnya."
"Waah, permintaan permaisuri ditolak, mau cari masalah dia," kelakar Jonathan dan langsung mendapat tatapan peringatan dari Mamanya.
Sesudah sarapan Mama Alex menemui Hanum di kamarnya, "Kamu sekarang tidur di sini?"
"Aahh, Ibu ..." Hanum melompat dari lantai saat Mama Alex tiba-tiba membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci.
Ia sedang melakukan gerakan push up, salah satu rangkaian dari tutorial mengencangkan tubuh yang ia ikuti dari channel youtube.
"Kamu lagi ngapain??" Sekali lagi Mama Alex tercengang dengan tingkah 'anak mantu yang tidak diinginkan itu.'
"Lagi senam, hehehe ...." Hanum tertawa kaku.
Mama Alex mengedarkan pandangannya ke tiap sudut kamar Hanum. Di sudut hatinya ada perasaan miris, melihat istri dari putranya tidur di kamar pembantu rumah tangga.
"Kamu kenapa tadi ga mau sarapan dengan kami?" Mama Alex memandangnya lekat.
__ADS_1
"Takut ganggu."
"Ganggu siapa?"
"Alex sama Bapak," sahut Hanum lirih.
"Bapak urusan saya, kamu ga usah ikut pusing mikirin. Kalo Alex ... dia kan suamimu, kenapa harus takut?" Hanum hanya tersenyum tipis namun enggan menjelaskan.
Ia tidak mau menjadi sumber keributan antara Ibu dan anak. Meskipun kenyataannya ia tahu, jika Ibu mertuanya ini pun kurang begitu menyukainya.
"Num, cepet mandi. Saya mau ajak kamu keluar," perintah Mama Alex.
"Mau kemana, Bu?"
"Sudaaah, ga usah banyak tanya. Mandi yang bersih, jangan sampe bau badan lagi."
"Hehehe, saya tiap hari mandi pake air rebusan daun sirih, Bu. Di kasih tau sama Mbok Jum, manjur loh," ucap Hanum seraya mengangkat lengannya dan mencium ketiaknya bergantian.
"Iya, iyaa. Sana mandi!" Mama Alex memutar bola matanya melihat tingkah Hanum yang absurd.
...❤❤...
absurd \= dalam bahasa gaul modern artinya tidak jelas.
Follow IG : Ave_aveeii
Jangan lupa yaa 🙏
Love/favorite ❤
Komen bebas asal santun 💭
Like / jempol di setiap bab👍
Bunga 🌹
Kopi ☕
Rating / bintang lima 🌟
Votenya doong 🥰
__ADS_1